Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN DOSIS VESICULAR ARBUSCULAR MICORRHIZA (VAM) DAN PRODUK OLAHAN SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Mariyatul Qibtiyah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 14 No 1 (2017): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.258 KB) | DOI: 10.24929/fp.v14i1.413

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh dosis vesicular arbuscularmicorrhiza dan macam produk olahan sekam terhadap peningkatan pertumbuhandan produksi kacang hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompokyang diulang 3 kali. Perlakuan 1 : Mikoriza (M) terdiri dari 3 level yaitu: tanpamikoriza (M0), mikoriza 100 kg/ha (M1), mikoriza 150 kg/ha (M2). Perlakuan 2 :Olahan Sekam terdiri dari 3 level yaitu: tanpa olahan sekam (S0), bokashi sekam 10ton/ha (S1), dan sekam bakar 10 ton/ha (S2). Hasil penelitian menunjukkan adanyainteraksi yang nyata antara perlakuan dosis vesicular arbuscular micorrhiza danmacam produk olahan sekam hanya pada parameter pengamatan tinggi tanamanumur 42 hst. Pada Perlakuan dosis vesicular arbuscular micorrhiza nilai terbaikyaitu pada penggunaan dosis 150 kg/ha dan pada perlakuan macam olahan sekam,nilai terbaik adalah pada penggunaan bokhasi sekam.
KAJIAN JARAK TANAM DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2017): December 2017
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i1.645

Abstract

To increase the maximum green beans production strongly depends from the available land area, technology and systems of cultivation. One of the system or the way it is with the application of cultivation planting distance and frequency of spraying. This research was carried out in the village of Cungkup Sub-district Shoots lamongan. Located at an altitude of place ± 8 meters above sea level. This study used a Randomized Design Group (RAK) factorial. Factor 1: trunks (J) 20 cm x 10 cm, 30 cm and 40 cm x 20 cm x 10 cm. 2 Factors: the frequency of spraying (F) 6 x, 8 x and 10 x spraying. The conclusion that the combination of the best treatment at planting distance 30 cm x 20 cm and spraying frequency 8 x (J2F2).
Kajian Waktu Pemberian Biourine dan Dosis Pupuk Phonska Terhadap Peningkatan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i2.922

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian biourine dan dosis pupuk phonska terhadap peningkatan produksi padi. Penelitian menggunakan rancangan Split Plot Design yang diulang 3 kali. Petak utama adalah waktu pemberian biourine terdapat 2 level yaitu : pagi dan sore. Anak petak adalah dosis urea terdapat 4 level yaitu : 0, 150, 200, 250, dan 300 kg ha -1. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara waktu pemberian biourine dan dosis pupuk phonska pada berbagai parameter yang diamati dan berbagai umur. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis pupuk phonska 250 kg ha -1 serta perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis -1 phonska 300 kg ha dapat meningkatkan tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah anakan per rumpun lebih baik dari pada perlakuan lainnya. Pada parameter hasil, perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis urea 300 kg ha -1 serta perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis 250 kg ha -1 dapat meningkatkan jumlah malai per rumpun, bobot gabah kering panen, dan bobot 1000 butir gabah lebih baik dari pada perlakuan lainnya.
Kajian Peningkatan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merr.) dengan Pemberian Macam Dosis dan Konsentrasi Biourine Plus Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh macam dosis dan konsentrasi biourine plus terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali. Perlakuan 1 terdapat 3 level : dosis 500 l/ha, dosis 1000 l/ha, dosis 1500 l/ha. Perlakuan 2 terdapat 3 level : konsentrasi 1 l/15 l air, konsentrasi 1 l/10 l air, konsentrasi 1 l/5 lt air. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan macam dosis dan konsentrasi biourine plus pada berbagai parameter yang diamati dan berbagai umur. Perlakuan terbaik yaitu pada dosis 1500 l/ha dan konsentrasi biourine 1l/5 lt air.
Efektifitas Aplikasi Waktu Pemberian Biourine Plus dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i2.1589

Abstract

Objective of the research was to study the effect of application time of biourine plus and dosages of urea fertilizer on increasing the growth and production of rice. The research applied the Split Plot Design by 3 replications. The main plot is the application time of biourine that comprises of 2 levels: in the morning and in the afternoon. The sub plot is the dosage of urea fertilizer that comprises of 5 levels: 0, 150, 200, 250 and 300 kg ha-1. Result of the research showed a significant interaction between time of application of biourine plus and dosage of urea fertilizer on diverse-observed parameters and ages. On parameter of growth, the application time in the morning and dosage of urea fertilizer 250 kg ha-1 and application time in the morning by dosage of urea fertilizer 300 kg ha-1 could increase plant leaf, area indexs heigth, numbers of plantlet per clump, which are better than other treatments. On parameter of yield, the application time in the morning and dosage of urea fertilizer 250 kg ha-1 and application time in the morning and dosage of urea 300 kg ha-1 could increase numbers of panicle per clump and weight of harvested dry spikelets per hectare, which are better than other treatments.
Kajian Macam Pola Tanam Jajar Legowo dan Kombinasi Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Muhammad Usman; Choirul Anam; Mariyatul Qibtiyah; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i2.1591

Abstract

This research was conducted in Botoputih Village, Tikung District, Lamongan Regency. Altitude of ± 6 Masl. Research in February - April 2019. Using Factorial Randomized Block Design (RBD) method, which consists of two factors each factor consists of 3 levels which are repeated 3 times, i.e. : Jajar Legowo cropping factor (J) consists of 3 treatments, namely : Jajar Legowo 2:1 cropping pattern (J1), Jajar Legowo 3:1 cropping pattern (J2), Jajar Legowo 4:1 cropping pattern (J4). The fertilizer combination factor (P) consists of 3 treatments, namely : fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + PHONSKA 300 kg. ha-1 + Urea 200 kg. ha-1 (P1), fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + Urea 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1 (P2), fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + ZA 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1 (P3). The parameters observed included: tall plants, number of tillers, number of productive tillers, panicle length, number of grain per panicle, weight of wet grain per sample, weight of dry grain per sample, weight of dry grain per hectare and weight of 1000 seeds. Data from observations are calculated by analysis of variance followed by a 5% Least Significance Different (LSD) Test. This study aims to determine the effect of the treatment of legowo jajar cropping patterns and the best combination of fertilizers on rice growth and production. Treatments that provide high productivity are J1P3 (Jajar Legowo 2:1 cropping pattern and fertilizer combination of of Petroganik 500 kg ha-1 + ZA 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1)
Kajian Macam Media Tanam dan Dosis Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Mariyatul Qibtiyah; Ashifa Firman Wahyudi; Choirul Anam
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1705

Abstract

Tanaman tebu adalah tanaman tropis yang sangat penting karena dapat digunakan bahan baku untuk pembuatan gula. Usaha peningkatan kualitas produksi tanaman tebu secara tepat sasaran, Salah satunya adalah perbanyakan tanaman berupa bibit, Kultur teknis atau perawatan bibit dengan jalan pemupukan diawal waktu pembibitan dan komposisi media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam media tanam dan dosis pupuk hayati terhadap pembibitan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedungbunder, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Macam Media Tanam (T) dan Dosis Pupuk Hayati (H). Faktor Macam Media Tanam Terdiri dari 3 perlakuan yaitu: Tanah (T0), Tanah + Pupuk Kandang Sapi (T1), Tanah + Pasir + Pupuk Kandang Sapi (T2). Faktor Dosis Pupuk Hayati terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa Pupuk Hayati (H0), Pupuk Hayati 10 g/tanaman (H1), dan Pupuk Hayati 15 g/tanaman (H2). Indikator pengamatan meliputi: Tinggi Tanaman, Diameter Bibit, Jumlah Anakan, Bobot Segar Bibit, Bobot Kering Bibit. Terdapat interaksi antara perlakuan macam media tanam dan dosis pupuk hayati. Kombinasi perlakuan terbaik adalah T1H2 (tanah + pupuk kandang sapi dan pupuk hayati 15 g/tanaman) pada parameter tinggi tanaman dan diameter bibit. Perlakuan macam media tanam berpengaruh baik pada hampir seluruh parameter pengamatan. Dosis pupuk hayati berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter bibit, bobot segar bibit, bobot kering bibit.
Kajian Macam Pupuk Majemuk dan Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Choirul Anam; Desi Ayu Ratnawida; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1707

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bubuk Desa Mayangkawis Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Macam Pupuk Organik Cair dan Macam Pupuk Majemuk. Faktor perlakuan macam pupuk organik cair terdiri dari 3 perlakuan yaitu: Tanpa Pupuk Organik Cair, POC Biourine Sapi, dan POC Supermax. Faktor Pupuk Majemuk terdiri dari 3 level yaitu : Tanpa Pupuk Majemuk, Pupuk NPK Phonska, dan Pupuk NPK Mutiara.Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah malai, jumlah anakan produksi, berat gabah per hektar, dan berat gabah 1000 bulir. Pengamatan dilaksanakan mulai umur 14 hari dengan interval 7 hari sekali.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas pemberian macam pupuk majemuk dan organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). Data hasil dari penelitian sejak tanaman berumur 14 hari hingga akhir pengamatan, dianalisa dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%.Dari hasil pengamatan dan perhitungan melalui analisa sidik ragam dapat diambil kesimpulan bahwa adanya interaksi yang sangat nyata pada perlakuan macam pupuk majemuk dan macam pupuk organik cair pada parameter tinggi tanaman (14 dan 42hst), jumlah anakan per rumpun (14 dan 42 hst), jumlah malai (50 dan 65 hst), dan berat gabah perhektar. Didapat beda sangat nyata terhadap perlakuan macam pupuk majemuk dan macam pupuk organik cair pada parameter tinggi tanaman (14, 28, dan 42 hst), jumlah anakan per rumpun (14, 28, dan 42 hst), jumlah anakan produktif (50 dan 65 hst), dan berat gabah 1000 bulir. Perlakuan POC biourine sapi dan pupuk NPK Mutiara menghasilkan nilai yang lebih baik dari perlakuan lainnya.
KAJIAN MACAM DOSIS BIOURINE SAPI DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Dian Eka Kusumawati; Rifki Misbakhul Fauzi; Choirul Anam; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1711

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman pangan kelompok kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein tinggi dan banyak manfaat di berbagai bidang. Baik di bidang kuliner maupun kesehatan. Akan tetapi tingginya manfaat Kacang Tanah ini tidak di dukung dengan produksi yang baik pula, maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan perlakuan Biourine Sapi dan Pupuk Phonska guna meningkatkan produksi tanaman Kacang Tanah. Diduga perlakuan pemberian biourine dengan dosis 7.500 l/ha dan pupuk phonska 100 kg/ha pada masa pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap produksi kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lamongrejo Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 - Juni 2019. Penelitian ini menggunakan metode RAK Faktorial dengan 3 ulangan, yaitu: Dosis Biourine dan Dosis Pupuk Phonska. Faktor Dosis PGPR terdiri dari: Dosis 3500 l/ha, Dosis 5000 l/ha dan Dosis 7500 l/ha. Faktor Dosis Pupuk Phonska yaitu: Dosis 25 kg/ha, Dosis 50 kg/ha, dan Dosis 100 kg/ha. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, Jumlah polong per tanaman, Jumlah polong bernas per tanaman, Bobot polong per tanaman, Bobot polong bernas per petak, Bobot biji per petak, Berat brangkasan basah, Berat brangkasan kering. Pengamatan dilakukan sampai panen setiap 7 hst mulai tanaman berumur 7 hst, dianalisa menggunakan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Dari hasil penelitian melalui analisa sidik ragam disimpulkan bahwa terdapat interaksi pada hampir semua parameter kecuali tinggi tanaman, jumlah daun. Terdapat beda nyata pada perlakuan bobot polong bernas per petak, bobot biji per petak dan berat brangkasan basah. Kombinasi perlakuan terbaik umumnya ditunjukkan oleh perlakuan dosis biourine7500 l/ha dan dosispupukphonska 100 kg/ha.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.) MELALUI APLIKASI MACAM DAN KONSENTRASI BIOURINE Mokhammad Rizal Assari; Choirul anam; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i2.2023

Abstract

gramineae) dan merupakan sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan dapat mengakibatkan tertiggalnya residu sehingga kebutuhan unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman semakin berkurang dengan penggunaan pupuk organik cair Biourine dapat menekan pemakaian pupuk kimia dimana Biourine membantu untuk menyuburkan tanah, menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah, membantu memperbaiki produktivitas tanah dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Ketinggian tempat 54.88 meter di atas permukaan laut (mdpl). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Konsentrasi Biourine dan Macam Biourine. Faktor Konsentrasi Biourine terdiri 3 perlakuan yaitu: 1:5 L, 1:10 L, 1:15. Faktor Macam Biourine terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa Biourine / kontrol, Biourine Sapi, Biourine Kambing. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa yang memberikan pengaruh yang lebih baik yaitu perlakuan konsentrasi 1:5 dan Biourine kambing dibandingkan dengan perlakuan yang lain.