Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Macam Pola Tanam Jajar Legowo dan Kombinasi Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Muhammad Usman; Choirul Anam; Mariyatul Qibtiyah; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2019): July 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i2.1591

Abstract

This research was conducted in Botoputih Village, Tikung District, Lamongan Regency. Altitude of ± 6 Masl. Research in February - April 2019. Using Factorial Randomized Block Design (RBD) method, which consists of two factors each factor consists of 3 levels which are repeated 3 times, i.e. : Jajar Legowo cropping factor (J) consists of 3 treatments, namely : Jajar Legowo 2:1 cropping pattern (J1), Jajar Legowo 3:1 cropping pattern (J2), Jajar Legowo 4:1 cropping pattern (J4). The fertilizer combination factor (P) consists of 3 treatments, namely : fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + PHONSKA 300 kg. ha-1 + Urea 200 kg. ha-1 (P1), fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + Urea 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1 (P2), fertilizer combination of Petroganik 500 kg. ha-1 + ZA 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1 (P3). The parameters observed included: tall plants, number of tillers, number of productive tillers, panicle length, number of grain per panicle, weight of wet grain per sample, weight of dry grain per sample, weight of dry grain per hectare and weight of 1000 seeds. Data from observations are calculated by analysis of variance followed by a 5% Least Significance Different (LSD) Test. This study aims to determine the effect of the treatment of legowo jajar cropping patterns and the best combination of fertilizers on rice growth and production. Treatments that provide high productivity are J1P3 (Jajar Legowo 2:1 cropping pattern and fertilizer combination of of Petroganik 500 kg ha-1 + ZA 300 kg. ha-1 + SP-36 75 kg. ha-1 + KCl 50 kg. ha-1)
Kajian Macam Media Tanam dan Dosis Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Mariyatul Qibtiyah; Ashifa Firman Wahyudi; Choirul Anam
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): December 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1705

Abstract

Tanaman tebu adalah tanaman tropis yang sangat penting karena dapat digunakan bahan baku untuk pembuatan gula. Usaha peningkatan kualitas produksi tanaman tebu secara tepat sasaran, Salah satunya adalah perbanyakan tanaman berupa bibit, Kultur teknis atau perawatan bibit dengan jalan pemupukan diawal waktu pembibitan dan komposisi media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam media tanam dan dosis pupuk hayati terhadap pembibitan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedungbunder, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Macam Media Tanam (T) dan Dosis Pupuk Hayati (H). Faktor Macam Media Tanam Terdiri dari 3 perlakuan yaitu: Tanah (T0), Tanah + Pupuk Kandang Sapi (T1), Tanah + Pasir + Pupuk Kandang Sapi (T2). Faktor Dosis Pupuk Hayati terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa Pupuk Hayati (H0), Pupuk Hayati 10 g/tanaman (H1), dan Pupuk Hayati 15 g/tanaman (H2). Indikator pengamatan meliputi: Tinggi Tanaman, Diameter Bibit, Jumlah Anakan, Bobot Segar Bibit, Bobot Kering Bibit. Terdapat interaksi antara perlakuan macam media tanam dan dosis pupuk hayati. Kombinasi perlakuan terbaik adalah T1H2 (tanah + pupuk kandang sapi dan pupuk hayati 15 g/tanaman) pada parameter tinggi tanaman dan diameter bibit. Perlakuan macam media tanam berpengaruh baik pada hampir seluruh parameter pengamatan. Dosis pupuk hayati berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter bibit, bobot segar bibit, bobot kering bibit.
Kajian Macam Pupuk Majemuk dan Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Choirul Anam; Desi Ayu Ratnawida; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): December 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1707

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bubuk Desa Mayangkawis Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Macam Pupuk Organik Cair dan Macam Pupuk Majemuk. Faktor perlakuan macam pupuk organik cair terdiri dari 3 perlakuan yaitu: Tanpa Pupuk Organik Cair, POC Biourine Sapi, dan POC Supermax. Faktor Pupuk Majemuk terdiri dari 3 level yaitu : Tanpa Pupuk Majemuk, Pupuk NPK Phonska, dan Pupuk NPK Mutiara.Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah malai, jumlah anakan produksi, berat gabah per hektar, dan berat gabah 1000 bulir. Pengamatan dilaksanakan mulai umur 14 hari dengan interval 7 hari sekali.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas pemberian macam pupuk majemuk dan organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). Data hasil dari penelitian sejak tanaman berumur 14 hari hingga akhir pengamatan, dianalisa dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%.Dari hasil pengamatan dan perhitungan melalui analisa sidik ragam dapat diambil kesimpulan bahwa adanya interaksi yang sangat nyata pada perlakuan macam pupuk majemuk dan macam pupuk organik cair pada parameter tinggi tanaman (14 dan 42hst), jumlah anakan per rumpun (14 dan 42 hst), jumlah malai (50 dan 65 hst), dan berat gabah perhektar. Didapat beda sangat nyata terhadap perlakuan macam pupuk majemuk dan macam pupuk organik cair pada parameter tinggi tanaman (14, 28, dan 42 hst), jumlah anakan per rumpun (14, 28, dan 42 hst), jumlah anakan produktif (50 dan 65 hst), dan berat gabah 1000 bulir. Perlakuan POC biourine sapi dan pupuk NPK Mutiara menghasilkan nilai yang lebih baik dari perlakuan lainnya.
KAJIAN MACAM DOSIS BIOURINE SAPI DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Dian Eka Kusumawati; Rifki Misbakhul Fauzi; Choirul Anam; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): December 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1711

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman pangan kelompok kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein tinggi dan banyak manfaat di berbagai bidang. Baik di bidang kuliner maupun kesehatan. Akan tetapi tingginya manfaat Kacang Tanah ini tidak di dukung dengan produksi yang baik pula, maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan perlakuan Biourine Sapi dan Pupuk Phonska guna meningkatkan produksi tanaman Kacang Tanah. Diduga perlakuan pemberian biourine dengan dosis 7.500 l/ha dan pupuk phonska 100 kg/ha pada masa pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap produksi kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lamongrejo Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 - Juni 2019. Penelitian ini menggunakan metode RAK Faktorial dengan 3 ulangan, yaitu: Dosis Biourine dan Dosis Pupuk Phonska. Faktor Dosis PGPR terdiri dari: Dosis 3500 l/ha, Dosis 5000 l/ha dan Dosis 7500 l/ha. Faktor Dosis Pupuk Phonska yaitu: Dosis 25 kg/ha, Dosis 50 kg/ha, dan Dosis 100 kg/ha. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, Jumlah polong per tanaman, Jumlah polong bernas per tanaman, Bobot polong per tanaman, Bobot polong bernas per petak, Bobot biji per petak, Berat brangkasan basah, Berat brangkasan kering. Pengamatan dilakukan sampai panen setiap 7 hst mulai tanaman berumur 7 hst, dianalisa menggunakan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Dari hasil penelitian melalui analisa sidik ragam disimpulkan bahwa terdapat interaksi pada hampir semua parameter kecuali tinggi tanaman, jumlah daun. Terdapat beda nyata pada perlakuan bobot polong bernas per petak, bobot biji per petak dan berat brangkasan basah. Kombinasi perlakuan terbaik umumnya ditunjukkan oleh perlakuan dosis biourine7500 l/ha dan dosispupukphonska 100 kg/ha.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.) MELALUI APLIKASI MACAM DAN KONSENTRASI BIOURINE Mokhammad Rizal Assari; Choirul anam; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i2.2023

Abstract

gramineae) dan merupakan sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan dapat mengakibatkan tertiggalnya residu sehingga kebutuhan unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman semakin berkurang dengan penggunaan pupuk organik cair Biourine dapat menekan pemakaian pupuk kimia dimana Biourine membantu untuk menyuburkan tanah, menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah, membantu memperbaiki produktivitas tanah dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Ketinggian tempat 54.88 meter di atas permukaan laut (mdpl). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Konsentrasi Biourine dan Macam Biourine. Faktor Konsentrasi Biourine terdiri 3 perlakuan yaitu: 1:5 L, 1:10 L, 1:15. Faktor Macam Biourine terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa Biourine / kontrol, Biourine Sapi, Biourine Kambing. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa yang memberikan pengaruh yang lebih baik yaitu perlakuan konsentrasi 1:5 dan Biourine kambing dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
APLIKASI MACAM PUPUK MAJEMUK DAN MULSA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Mariyatul Qibtiyah; Choirul Anam; Muhammad Annas Ayyubi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2120

Abstract

Tanaman cabai rawit ialah salah satu macam sayuran Hortikultura penting yang bernilai tinggi dan cocok di budidaykan di daerah tropika seperti di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa cabai rawit sangatlah di butuhkan di masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Mengingat sangat di perlukaannya komoditas tanaman cabai rawit di masyarakat sebagai salah satu bumbu makanan pokok. Maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit. Salah satu upaya tersebut dengan menggunakan pupuk majemuk dan mulsa organik. Penelitian ini bertempat di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten lamongan dengan ketinggian tempat ­± 5 Meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang trediri dari 2 factor dan setiap faktor terdiridari 3 level yang diulang 3 kali ulangan, yaitu :Faktor pertama macam pupuk majemuk terdiri dari 3 taraf yaitu : Tanpa Pupuk Majemuk (kontrol), Pupuk NPK Mutiara, PupukKandang. faktor kedua mulsa terdiridari 3 taraf yaitu: Tanpa mulsa (Kontrol),mulsa jerami, mulsa skam. Pengamatan produksi tanaman cabai rawit meliputi fase vegetatif (Tinggi Tanaman, Jumlah Cabang, Diameter Batang dan fase generatif (jumlah buah pertanaman, Berat Buah per Tanaman). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan pupuk majemuk NPK dan mulsa organik jerami berpengaruh baik pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh Macam Pupuk Majemuk dan Jumlah Bibit Perlubang Terhadap Fase Vegetatif Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Dinnul Mubarok; Mariyatul Qibtiyah; Muhammad Imam Aminuddin
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2121

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman pangan pokok di Indonesia dengan tingkat produksi dan konsumsi yang tinggi. Padi menghasilkan beras sebagai makanan pokok masyarakat di Kabupaten Lamongan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Strategi yang ditempuh dalam rangka peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman padi adalah penggunaan pupuk majemuk dan jumlah bibit perlubang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk majemuk dan jumlah bibit perlubang terhadap fase vegetatif tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Waktu penelitian dimulai bulan April sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Macam Pupuk dan Jumlah Bibit Perlubang. Faktor Macam Pupuk Terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa pupuk, Pupuk Phonska, dan Pupuk Mutiara. Faktor jumlah Bibit Perlubang terdiri dari 3 level yaitu : 2 Bibit , 3 Bibit, dan 5 Bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi antara perlakuan pupuk mutiara dan 3 bibit perlubang. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pupuk mutiara dan 3 bibit perlubang terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah anakan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN APLIKASI KOMBINASI PUPUK DAN JARAK TANAM Mariyatul Qibtiyah; Charir Hasan Mahmudi; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2021): July 2021
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i2.2593

Abstract

Peanut production in Indonesia is not optimal due to inadequate cultivation techniques, this has an impact on increasing domestic demand but is not fulfilled, so it must be international trade. To overcome this, it can be done by applying a combination of organic and inorganic fertilizers, as well as fostering spacing for growth growth and yield of peanut plants. This research was conducted in Tegal Rejo village, Mbrao hamlet, Widang sub-district, Tuban regency, East Java. The research was conducted in February-April 2021. This research_used factorial randomized_block design with 2_treatment factors and 3 replications, the first factor was a combination of compound fertilizers and the second was spacing. Observations were carried out from the age of 14 days after planting and then continued once in 7 days.
Kajian Macam Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutencens L.) Mariyatul Qibtiyah; Hasan Kholiq; Choirul Anam
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): December 2021
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2705

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutencens L.) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk di kembangkan di daerah tropica seperti di Indonesia. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dengan memanfaatkan Kotoran kambing secara umum akan memberikan manfaat yang besar bagi kesuburan tanah dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan poduksi tanaman cabe rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Ketinggian tempat ± 0-500 meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2021. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK). faktor perlakuan yaitu Pupuk kandang kambing dan Jarak tanam. Faktor Pupuk Kandang kambing terdiri dari 3 level yaitu: 0 t/ha, 5 t/ha, dan 10 t/ha. Faktor Jarak tanam terdiri dari 3 level yaitu: 50 x 50 cm, 50 x 60 cm, dan 50 x 70 cm. Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, berat buah, berat buah per hektar. Analisa menggunakan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil pengamatan dan perhitungan melalui analisa sidik ragam dapat ditarik kesimpulan bahwa yang memberikan produksi tinggi pada tanaman Cabai rawit yaitu perlakuan pupuk kandang kambing 10 t/ha (P3) dan Jarak tanam 50 x 70 cm (J3) dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.
Aplikasi Macam Waktu Pemberian Biourine Sapi dan Pupuk Majemuk Pada Padi (Oryza sativa L.) Istiqomah Istiqomah; Hafnah Khilwatul Ilmi; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): December 2021
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2711

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan tertinggalnya residu dalam tanah yang menyebabkan menurunnya produksi padi. Penggunaan pupuk organik cair biourine sapi dapat membantu menyuburkan tanah dan menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam waktu pemberian biourine sapi dan pupuk majemuk terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada bulan Maret - Juni tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu macam waktu aplikasi biourine dan macam pupuk majemuk.