Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI MACAM PUPUK MAJEMUK DAN MULSA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Mariyatul Qibtiyah; Choirul Anam; Muhammad Annas Ayyubi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2120

Abstract

Tanaman cabai rawit ialah salah satu macam sayuran Hortikultura penting yang bernilai tinggi dan cocok di budidaykan di daerah tropika seperti di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa cabai rawit sangatlah di butuhkan di masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Mengingat sangat di perlukaannya komoditas tanaman cabai rawit di masyarakat sebagai salah satu bumbu makanan pokok. Maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit. Salah satu upaya tersebut dengan menggunakan pupuk majemuk dan mulsa organik. Penelitian ini bertempat di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten lamongan dengan ketinggian tempat ­± 5 Meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang trediri dari 2 factor dan setiap faktor terdiridari 3 level yang diulang 3 kali ulangan, yaitu :Faktor pertama macam pupuk majemuk terdiri dari 3 taraf yaitu : Tanpa Pupuk Majemuk (kontrol), Pupuk NPK Mutiara, PupukKandang. faktor kedua mulsa terdiridari 3 taraf yaitu: Tanpa mulsa (Kontrol),mulsa jerami, mulsa skam. Pengamatan produksi tanaman cabai rawit meliputi fase vegetatif (Tinggi Tanaman, Jumlah Cabang, Diameter Batang dan fase generatif (jumlah buah pertanaman, Berat Buah per Tanaman). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan pupuk majemuk NPK dan mulsa organik jerami berpengaruh baik pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh Macam Pupuk Majemuk dan Jumlah Bibit Perlubang Terhadap Fase Vegetatif Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Dinnul Mubarok; Mariyatul Qibtiyah; Muhammad Imam Aminuddin
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2121

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman pangan pokok di Indonesia dengan tingkat produksi dan konsumsi yang tinggi. Padi menghasilkan beras sebagai makanan pokok masyarakat di Kabupaten Lamongan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Strategi yang ditempuh dalam rangka peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman padi adalah penggunaan pupuk majemuk dan jumlah bibit perlubang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk majemuk dan jumlah bibit perlubang terhadap fase vegetatif tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Waktu penelitian dimulai bulan April sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Macam Pupuk dan Jumlah Bibit Perlubang. Faktor Macam Pupuk Terdiri dari 3 level yaitu: Tanpa pupuk, Pupuk Phonska, dan Pupuk Mutiara. Faktor jumlah Bibit Perlubang terdiri dari 3 level yaitu : 2 Bibit , 3 Bibit, dan 5 Bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi antara perlakuan pupuk mutiara dan 3 bibit perlubang. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pupuk mutiara dan 3 bibit perlubang terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah anakan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN APLIKASI KOMBINASI PUPUK DAN JARAK TANAM Mariyatul Qibtiyah; Charir Hasan Mahmudi; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i2.2593

Abstract

Peanut production in Indonesia is not optimal due to inadequate cultivation techniques, this has an impact on increasing domestic demand but is not fulfilled, so it must be international trade. To overcome this, it can be done by applying a combination of organic and inorganic fertilizers, as well as fostering spacing for growth growth and yield of peanut plants. This research was conducted in Tegal Rejo village, Mbrao hamlet, Widang sub-district, Tuban regency, East Java. The research was conducted in February-April 2021. This research_used factorial randomized_block design with 2_treatment factors and 3 replications, the first factor was a combination of compound fertilizers and the second was spacing. Observations were carried out from the age of 14 days after planting and then continued once in 7 days.
Kajian Macam Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutencens L.) Mariyatul Qibtiyah; Hasan Kholiq; Choirul Anam
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2705

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutencens L.) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk di kembangkan di daerah tropica seperti di Indonesia. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dengan memanfaatkan Kotoran kambing secara umum akan memberikan manfaat yang besar bagi kesuburan tanah dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan poduksi tanaman cabe rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Ketinggian tempat ± 0-500 meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2021. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK). faktor perlakuan yaitu Pupuk kandang kambing dan Jarak tanam. Faktor Pupuk Kandang kambing terdiri dari 3 level yaitu: 0 t/ha, 5 t/ha, dan 10 t/ha. Faktor Jarak tanam terdiri dari 3 level yaitu: 50 x 50 cm, 50 x 60 cm, dan 50 x 70 cm. Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, berat buah, berat buah per hektar. Analisa menggunakan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil pengamatan dan perhitungan melalui analisa sidik ragam dapat ditarik kesimpulan bahwa yang memberikan produksi tinggi pada tanaman Cabai rawit yaitu perlakuan pupuk kandang kambing 10 t/ha (P3) dan Jarak tanam 50 x 70 cm (J3) dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.
Aplikasi Macam Waktu Pemberian Biourine Sapi dan Pupuk Majemuk Pada Padi (Oryza sativa L.) Istiqomah Istiqomah; Hafnah Khilwatul Ilmi; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2711

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan tertinggalnya residu dalam tanah yang menyebabkan menurunnya produksi padi. Penggunaan pupuk organik cair biourine sapi dapat membantu menyuburkan tanah dan menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam waktu pemberian biourine sapi dan pupuk majemuk terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada bulan Maret - Juni tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu macam waktu aplikasi biourine dan macam pupuk majemuk.
EDUKASI TEKNOLOGI BUDI DAYA HIDROPONIK BAGI MASYARAKAT DESA PAJANGAN SUKODADI LAMONGAN Choirul Anam; Mariyatul Qibtiyah; Ghadry Salsabila Cahyani; M. Nuri; M. Sunarto; Arga Ardhiansyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.622 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3324

Abstract

This service activity aims to provide real learning and practice for the youth organizations of Pajangan village, Sukodadi Lamongan, regarding the practice of good hydroponic farming practices. This activity uses training methods on the methods and practices of hydroponic farming; technical assistance in the field regarding the assembly of hydroponic media; and farming, from making nutrient solutions, sowing seeds, planting, to harvesting; and field visits. Participants were able to take part in the activities properly regarding the material provided and guidance on assembling the installation and how to plant hydroponically. The level of satisfaction and benefits of participants in participating in this training reached a score of 9.15. This activity made the participants desire to be entrepreneurs in the field of hydroponics. The condition of the harvested plants is sufficient to provide the expected results. In order for this activity to continue and have a better impact, it is hoped that the Pajangan village can facilitate so that the participants of this activity can transmit their knowledge to other people who want to become hydroponic entrepreneurs.
KAJIAN JARAK TANAM DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2017): December 2017
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i1.645

Abstract

To increase the maximum green beans production strongly depends from the available land area, technology and systems of cultivation. One of the system or the way it is with the application of cultivation planting distance and frequency of spraying. This research was carried out in the village of Cungkup Sub-district Shoots lamongan. Located at an altitude of place ± 8 meters above sea level. This study used a Randomized Design Group (RAK) factorial. Factor 1: trunks (J) 20 cm x 10 cm, 30 cm and 40 cm x 20 cm x 10 cm. 2 Factors: the frequency of spraying (F) 6 x, 8 x and 10 x spraying. The conclusion that the combination of the best treatment at planting distance 30 cm x 20 cm and spraying frequency 8 x (J2F2).
Kajian Waktu Pemberian Biourine dan Dosis Pupuk Phonska Terhadap Peningkatan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2018): July 2018
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v1i2.922

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian biourine dan dosis pupuk phonska terhadap peningkatan produksi padi. Penelitian menggunakan rancangan Split Plot Design yang diulang 3 kali. Petak utama adalah waktu pemberian biourine terdapat 2 level yaitu : pagi dan sore. Anak petak adalah dosis urea terdapat 4 level yaitu : 0, 150, 200, 250, dan 300 kg ha -1. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara waktu pemberian biourine dan dosis pupuk phonska pada berbagai parameter yang diamati dan berbagai umur. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis pupuk phonska 250 kg ha -1 serta perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis -1 phonska 300 kg ha dapat meningkatkan tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah anakan per rumpun lebih baik dari pada perlakuan lainnya. Pada parameter hasil, perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis urea 300 kg ha -1 serta perlakuan waktu pemberian biourine pagi dan dosis 250 kg ha -1 dapat meningkatkan jumlah malai per rumpun, bobot gabah kering panen, dan bobot 1000 butir gabah lebih baik dari pada perlakuan lainnya.
Kajian Peningkatan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merr.) dengan Pemberian Macam Dosis dan Konsentrasi Biourine Plus Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): December 2018
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh macam dosis dan konsentrasi biourine plus terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali. Perlakuan 1 terdapat 3 level : dosis 500 l/ha, dosis 1000 l/ha, dosis 1500 l/ha. Perlakuan 2 terdapat 3 level : konsentrasi 1 l/15 l air, konsentrasi 1 l/10 l air, konsentrasi 1 l/5 lt air. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan macam dosis dan konsentrasi biourine plus pada berbagai parameter yang diamati dan berbagai umur. Perlakuan terbaik yaitu pada dosis 1500 l/ha dan konsentrasi biourine 1l/5 lt air.
Efektifitas Aplikasi Waktu Pemberian Biourine Plus dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2019): July 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i2.1589

Abstract

Objective of the research was to study the effect of application time of biourine plus and dosages of urea fertilizer on increasing the growth and production of rice. The research applied the Split Plot Design by 3 replications. The main plot is the application time of biourine that comprises of 2 levels: in the morning and in the afternoon. The sub plot is the dosage of urea fertilizer that comprises of 5 levels: 0, 150, 200, 250 and 300 kg ha-1. Result of the research showed a significant interaction between time of application of biourine plus and dosage of urea fertilizer on diverse-observed parameters and ages. On parameter of growth, the application time in the morning and dosage of urea fertilizer 250 kg ha-1 and application time in the morning by dosage of urea fertilizer 300 kg ha-1 could increase plant leaf, area indexs heigth, numbers of plantlet per clump, which are better than other treatments. On parameter of yield, the application time in the morning and dosage of urea fertilizer 250 kg ha-1 and application time in the morning and dosage of urea 300 kg ha-1 could increase numbers of panicle per clump and weight of harvested dry spikelets per hectare, which are better than other treatments.