Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI POTENSI BINJAI (Mangifera caesia) DAN KASTURI (Mangifera casturi) SEBAGAI ANTIDIABETES MELALUI SKRINING FITOKIMIA PADA AKAR DAN BATANG Kamilia Mustikasari; Dahlena Ariyani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.178 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2020

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia pada akar dan batang binjai (Mangifera Caesia) dan kasturi (Mangifera Casturi). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mempelajari potensi binjai yang sudah digunakan masyarakat untuk obat diabetes. Mengingat binjai mempunyai genus dan famili yang sama dengan kasturi, yakni mangifera dan Anacardiaceae, diduga kasturi mempunyai kandungan kimia dan bioaktivitas yang sama dengan binjai. Kandungan kimia yang diuji pada penelitian ini adalah alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar dan batang binjai dan kasturi mempunyai komponen kimia yang sama yakni saponin dan tanin. Saponin merupakan komponen kimia yang berperan aktif dalam mengobati penyakit diabetes, karena mempunyai kemampuan menghambat penyerapan glukosa sehingga dapat mencegah naiknya glukosa dalam darah, serta dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kata kunci : binjai (M. Caesia), kasturi (M.Casturi), skrining fitokimia, antidiabetes 
ESTERIFIKASI GLISEROL MENJADI TRIBUTIRIN MENGGUNAKAN 4-(N,N-DIMETILAMINO)-PIRIDINA (DMAP) Kamilia Mustikasari; Maulisa Rahmah; Devia Salastiansyah Elwaty; Edi Mikrianto; Maria Dewi Astuti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.096 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9775

Abstract

Penelitian tentang sintesis tributirin menggunakan DMAP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan mol antara gliserol: butanoil klorida dan variasi DMAP terhadap reaksi esterifikasi antara gliserol dan butanoil klorida. Variasi perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang digunakan 1: 5; 1: 7; 1: 9; dan 1:11, sedangkan variasi DMAP yang ditambahkan adalah 0; 3,75; 5; dan 6,25%. Perbandingan rasio mol gliserol: butanoil klorida menggunakan katalis DMAP optimal pada 1: 3, dengan tributirin yang dihasilkan sebesar 55,23% (% GC). Semakin besar perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang ditambahkan, semakin kecil tributirin yang dihasilkan. Begitu juga dengan penambahan DMAP, semakin besar DMAP yang ditambahkan maka semakin kecil tributirin yang dihasilkan.
UJI HAYATI BSLT TERHADAP BATANG KASTURI (Mangifera casturi) Kholifatu Rosyidah; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.832 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2021

Abstract

Kasturi merupakan tumbuhan khas daerah Kalimantan Selatan dan tersebar di daerah Banjarbaru, Martapura, Kandangan, dan Tanjung. Kasturi termasuk genus Mangifera. Telah dilakukan uji keaktifan senyawa yang terkandung pada batang tumbuhan kasturi dengan menggunakan uji hayati Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Sampel serbuk kering batang kasturi diekstraksi dengan metanol. Ekstrak metanol kemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana dan MTC (metilen klorida). Masing-masing fraksi diuji keaktifannya dengan menggunakan uji hayati BSLT dan nilai persen kematiannya dihitung. Fraksi n-heksana paling aktif dengan konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian kurang dari 1000 ppm, sedangkan fraksi metanol sisa dan fraksi MTC tidak aktif karena konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian lebih dari 1000 ppm dengan waktu pengamatan kematian selama 24 jam setelah perlakuan. Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, uji hayati 
Peningkatan Akurasi Model Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Antibakteri Senyawa Turunan Asam Monokloroasetat Menggunakan Metode Semiempirik Rm1 Dan Pemilihan Deskriptor Kamilia Mustikasari; Uripto Trisno Santoso; Dahlena Ariyani; Melissa Melissa
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.4986

Abstract

Kajian peningkatan akurasi model hubungan struktur-aktivitas antibakteri senyawa turunan asam monokloroasetat telah dilakukan dengan menggunakan metode semiempirik RM1 dan pemilihan deskriptor. Perhitungan nilai deskriptor dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Chem3D 15.1 dan Hyperchem 8.0. Analisis korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat dilakukan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2016. Data aktivitas antibakteri MIC diperoleh dari literatur dan dinyatakan sebagai pMIC dalam μM/mL. Dari 15 buah deskriptor yang diuji, ada 6 deskriptor yang dapat dijadikan model persamaan HKSA yang dapat meningkatkan akurasi yaitu: polarisabilitas (ɑ), muatan bersih atom Cl (qCl1), momen dipol (µ), muatan bersih atom C2 (qC2), dan molecular topology index (MTI).
Chemical composition comparison of n-hexane extract and essential oil kemenyan toba (Styrax sumatrana) sap from Tobasa North Sumatera by GC-MS and in silico study its compound as antiinflammatory Kamilia Mustikasari; Mardi Santoso; Nadia Sasanti; Maria Dewi Astuti; Taslim Ersam; Noer Komari
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v14i2.7220

Abstract

The sap of kemenyan toba (Styrax sumatrana) is often used as a binder for perfumes, raw materials for cosmetics and medicines, so it is widely traded. However, not many studies have reported about its chemical composition. The process of extracting chemical compounds from kemenyan toba (S. sumatrana) sap quality one was carried out by maceration method using n-hexane and water distillation. The result of maceration was 25.3% of the n-Hexane extract, while the distillation yielded 0.13% (w/w) of a pale-yellow oil. The results of the GC-MS analysis showed that only benzoic acid was present in the extracts and essential oils. n-Hexane extract consists of styrene compounds, cinnamic acid, benzyl benzoate, 1,4-diphenyl-1.4-butanedione, benzyl cinnamates, methyl styrene, and cinnamyl cinnamate. In comparison, essential oil consists of 3-methylpentan-2-one, methyl palmitate, methyl stearate, methyl trans-9.10-epoxystearate, dioctyl hexanedioic, methyl oleic, and methyl-13.16-Octadecanoic. The in-silico test results of several compounds as antiinflammatory showed that the compounds cinnamyl cinnamate had potential as an anti-inflammatory.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Kalangkala (Litsea garciae Vidal) Idris, Muddatstsir; Rosyidah, Kholifatu; Mustikasari, Kamilia; Kasumawati, Fahrina
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21785

Abstract

Kalangkala (Litsea garciae Vidal) dikenal sebagai tumbuhan dengan berbagai bioaktivitas, menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk aplikasi farmasi dan pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri pada ekstrak metanol daun tumbuhan tersebut. Metode skrining fitokimia dilakukan  untuk menganalisis  kandungan alkaloid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik dalam ekstrak metanol. Aktivitas antibakteri dievaluasi secara in vitro terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) dan Gram negatif (Salmonella typhimurium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung senyawa triterpenoid, fenolik, dan flavonoid. Pengujian antibakteri menunjukkan bahwa S. aureus menunjukkan zona penghambatan sebesar 12,00±0,08 mm, 16,00±0,12 mm, dan 19,00±0,22 mm pada konsentrasi ekstrak masing-masing 25%, 50%, dan 100%. Demikian pula, S. typhimurium menunjukkan zona penghambatan sebesar 18,00±0,23 mm, 20,00±0,11 mm, dan 22,00±0,07 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil ini mengindikasikan potensi L. garciae Vidal sebagai agen antibakteri.