Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Eksplorasi Bakteri Endofit Terhadap Cendawan Pestalotiopsis microspora Penyebab Penyakit Gugur Daun Pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Vazza Navtra Tylova; Syamsul Bahri; Boy Riza Juanda; Alchemi Putri Juliantika Kusdiana
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 25 No 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.25.1.51-58

Abstract

[The Potential of Endophytic Bacteria as a Biological Controller of Leaf Fall Disease Caused by Pestalotiopsis sp. IN Rubber Plants (Hevea brasiliensis Muell. Arg.]. This study aims to explore endophytic bacteria and determine their effectiveness against the fungus Pestalotiopsis sp. which causes leaf fall on rubber plants. Pestalotiopsis sp. can attack all rubber clones resulting in decreased latex production. The presence of pathogen attacks can result in enormous economic losses. Therefore, it is very important to find an effective and efficient controlling method, one of which is through biological control of plant diseases, namely by using antagonistic microorganisms. The presence of endophytic bacteria as biological controllers has become an alternative method to reduce the practices of chemical control. This study used a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 replications, so that 24 experimental units were obtained, using Potato Dextrose Agar (PDA) media for the in vitro antagonist test using the dual culture method. Namely P₀ = Control, P₁ = Pestalotiopsis sp. 1 vs Bacteria P, P₂ = Pestalotiopsis sp. 2 vs Bacteria B, P₃ = Pestalotiopsis sp. 3 vs Bacteria C, P₄ = Pestalotiopsis sp. 4 vs Bacteria E, P₅ = Pestalotiopsis sp. 5 vs Bacteria F. The results indicated that antagonistic treatment of endophytic bacteria in vitro affected the percentage of inhibitory power of the mycelium of the fungus Pestalotiopsis sp. by endophytic bacteria at 1 - 6 Days After Incubation (DAI). The 3% KOH method and gram staining showed that samples P₁, P₂, P₅ did not produce mucus and were purple in colour (positive), but samples P₃, P₄, showed mucus and were pink in colour (negative). Hypersensitivity reactions to tobacco plants samples P₁, P₂, P₃, P₄, P₅ did not show negative characteristics or did not cause changes in coloration and symptoms on leaves of tobacco plant.  
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Melon (cucumis melo L,) Dengan Pemberian Dosis Pupuk Guano Dan Bioarang Sekam Padi Selly Amelia; Syamsul Bahri; Boy Riza Juanda
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14610

Abstract

Tanaman melon merupakan salah satu tanaman buah yang paling populer di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk guano dan biochar sekam padi, serta pengaruh interaksi antara kombinasi perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga Agustus 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan 2 faktor, yaitu pemberian Pupuk Guano (P) yang terdiri dari 4 tingkatan, yaitu P0 = Kontrol / tanpa pupuk guano, P1 = 1,05 kg/petak (10 ton/ha), P2 = 2,01 kg/petak (20 ton/ha), P3 = 3,15 kg/petak (30 ton/ha). Selain itu, diberikan juga Biocharcoal Sekam Padi (B) yang terdiri dari 4 tingkatan, yaitu B0 = Kontrol/tanpa biocharcoal sekam padi, B1 = 0,52 kg/petak (5 ton/ha), B2 = 0,78 kg/petak (7,5 ton/ha), B3 = 1,05 kg/petak (10 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk guano mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap beberapa parameter pengamatan, dengan hasil terbaik yang diperoleh pada dosis 3,15 kg/petak (30 ton/ha) pupuk guano. Pemberian biocharcoal sekam padi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap beberapa parameter pengamatan dengan hasil terbaik yang diperoleh pada dosis 0,78 kg/petak (7,5 ton/ha).
Pengaruh Aplikasi Palm Oil Mill Effluent (POME) Terhadap Indeks Kualitas Tanah dan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Syahdina Atiyyah Dinata; Iwan Saputra; Boy Riza Juanda
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14773

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is one of Indonesia’s most important plantation commodities, and the application of Palm Oil Mill Effluent (POME) has been increasingly adopted to support sustainable production. This study aimed to evaluate the effect of land application of POME on the Soil Quality Index (SQI), analyze the relationship between soil quality and oil palm productivity, and compare oil palm yields between POME-applied and non-applied areas at PTPN IV Regional II, Langkat Oil Palm Estate, North Sumatra. The research was conducted from March to April 2025 using a survey method with descriptive analysis. Soil samples were collected purposively from two POME pumping blocks (O and W) at depths of 0–30 cm and 60–90 cm, and analyzed for physical and chemical soil properties. The results showed that land application of POME significantly improved the Soil Quality Index, indicated by increased soil pH, organic carbon, total nitrogen, and available phosphorus, as well as decreased bulk density, particularly on undulating land. A positive relationship was observed between soil quality and oil palm productivity, and POME-applied areas consistently produced higher yields than non-applied areas. These findings demonstrate that land application of POME effectively enhances soil quality and increases oil palm productivity.Keywords : Oil palm, Palm Oil Mill Effluent (POME), Land application, Soil quality index, Productivity
Budidaya dan Hilirisasi Tanaman Sorgum sebagai Komoditas Pangan Alternatif: Transformasi Menuju Kemandirian Petani di Desa Seuneubok Punti, Aceh Tamiang Syamsul Bahri; Boy Riza Juanda; Ainul Mardiyah; Darwin Darwin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 6 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v6i1.7205

Abstract

This community service program was conducted in Seuneubok Punti Village, Manyak Payed Subdistrict, Aceh Tamiang Regency, in collaboration with the “Kloneng Jaya” Farmers’ Group. The program aimed to enhance farmers’ self-reliance and competitiveness through the development of sorghum cultivation and downstream processing based on appropriate technology. The main challenges faced by the partners included limited crop diversification, inadequate technical cultivation capacity, underdeveloped post-harvest processing, weak business management, and limited market access. The program was implemented using a participatory extension approach through counseling, technical training, demonstration plots, field mentoring, technology transfer, and continuous evaluation of program achievements. Interventions included agroecology-based sorghum cultivation training, establishment of demonstration plots, post-harvest processing into value-added products, formation of a Joint Business Group, and development of digital marketing strategies. The results demonstrated significant achievements, including the establishment of a 0.5 ha demonstration plot, an increase in farmers’ technical capacity of more than 80%, the availability of processed sorghum products (rice, flour, and derivative products), the establishment of a farmers’ economic institution, and the implementation of digital marketing practices. The program contributed positively to income generation, institutional strengthening, technology adoption, and environmentally friendly agricultural practices. The integrated upstream–downstream approach proved effective in transforming farmers into more independent, productive, and sustainable agribusiness actors while supporting local food diversification and rural economic development.
PENGEMBANGAN RUMAH PANGAN DESA DI DESA PAYA MEULIGO SELAMA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) Abdurrachman Abdurrachman; Boy Riza Juanda; Dolly Sojuangan Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.3483

Abstract

Badan Pangan Dunia (FHO) sudah mengingatkan bahwa pandemi corona telah melumpuhkan berbagai sektor perekonomian sehingga bisa memicu terjadinya krisis pangan di berbagai negara. Hasil FGD bersama petani padi di desa Paya Meuligo, mengatakan bahwa selama masa pandemi corona, petani juga harus menanggung beban hidup dimana harga-harga kebutuhan pokok, suka tidak suka, terus merangkak naik berbanding lurus dengan kecepatan penyebaran Covid-19. akibat lain dari kebijakan pembatasan ruang gerak dan mobilitas petani dan pelaku pertanian menyebabkan penawaran terhadap produk-produk pertanian menurun sebagai akibat berkurangnya permintaan. Oleh karena itu Dalam situasi pandemi Covid-19, tim pengabdi mengajak kepada seluruh masyarakat dan khususnya para petani di desa Paya Meuligo, untuk tetap produktif dan berupaya meningkatkan produksi pertanian demi ketersediaan pangan yang berkelanjutan di desa tersebut melalui pengembangan rumah pangan desa. Rumah pangan desa ini merupakan solusi penyelamatan ekonomi rumah tangga petani di masa transisi hingga pasca Covid-19. Rumah pangan desa nantinya akan berbasis di kelompok tani “Hamba Laeh” yang menjadi episentrum dalam mengelola, menyediakan dan menjadi pusat kebun bibit desa serta nantinya bibit tersebut dapat dimanfaatkan oleh rumah tangga miskin di desa paya meuligo untuk dibudidayakan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga terutama selama terjadinya masa pandemi corona.Melalui  program  usulan  kegiatan pengabdian ini dan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, tim pengabdi mencoba menawarkan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan sentuhan Ipteks, yaitu melalui kegiatan pokok 1) melaksanakan kegiatan sosialisasi pentingnya pengembangan Rumah Pangan Desa selama pandemi Covid-19, 2) membuat kebun bibit desa, dan demplot untuk mempercepat proses penguatan cadangan pangan di desa, 3) melakukan koordinasi dengan Geuchik (kepala desa) desa Paya Meuligo agar dapat meneruskan dan mengembangkan pasca program melalui alokasi dana desa yang ada.
Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang Melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang Boy Riza Juanda; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Darwin Darwin; Risky Ridha; Danar Hadisugelar; Saiful Mahdi; Iwan Saputra; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d635tj71

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan wilayah rawan banjir dengan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Tujuan program ini adalah memperkuat ketahanan pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kampung Johar dilakukan dengan penerapan teknologi dan inovasi yang diarahkan pada optimalisasi tanaman pekarangan, pemulihan serta peningkatan kapasitas produksi peternakan rakyat pascabencana, peningkatan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan akses jalan usaha tani telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok tani dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei dan sosialisasi, tahap pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi, serta tahap pendampingan dan evaluasi . Program difokuskan pada optimalisasi tanaman pekarangan, penguatan peternakan rakyat skala rumah tangga, penyediaan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan jalan usaha tani. Teknologi yang diterapkan antara lain pekarangan produktif adaptif bencana, kandang ternak skala keluarga yang tahan terhadap bencana, serta sistem penyediaan air bersih berbasis filtrasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan Program Mahasiswa Berdampak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya dengan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi mitra yaitu Datok Penghulu beserta seluruh aparatur desa, kelompok Berkah Jaya Tani sebanyak 29 orang, Kelompok Remaja Tani sebanyak 20 orang dan masyarakat lainnya. Pemanfaatan pekarangan mampu mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga, peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan yang lebih baik, penyediaan air bersih dan perbaikan akses jalan usaha tani turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kelancaran distribusi hasil pertanian