Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kajian Debit Limpasan Permukaan Akibat Intensitas Curah Hujan Lapangan: Studi Kasus DAS Kiru-Kiru Kab.Barru Muh Ikhwan; Ratna Musa; Ali Mallombassi
Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains
Publisher : Program Pascasarjana UMi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limpasan permukaan terjadi ketika jumlah curah hujan melampaui kapasitas infiltrasi, dimana tanah sudah tidak mampu menyerap air sehingga air akan mengalir dengan bebas di atas permukaan tanah. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya: intensitas curah hujan, karakteristik lahan, karakteristik tanah, kemiringan lahan dan kepadatan tanah. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji Debit Limpasan Permukaan Akibat Intensitas Curah Hujan Lapangan (Studi Kasus DAS Kiru-Kiru Kab.Barru)”. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Data- data yang diperoleh adalah data karakteristik tanah dilaboratorium mekanikan tanah serta data primer yang merupakan pengamatan langsung dari laboratorium hidrolika Teknik sipil yaitu dengan menggunakan alat rainfall simulator untuk mengetahui debit limpasan permukaan dengan memvariasikan intensitas curah hujan, dan kemiringan, percobaan dilakukan sebanyak 9 kali. Hasil pengukuran debit limpasan di laboratorium hubungan limpasan dengan variasi intensitas curah hujan dan kemiringan lahan adalah berbanding lurus, debit limpasan meningkat jika intensitas curah hujan dan kemiringan meningkat.
Kajian Sistim Drainse pada Pengembangan Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang Amran; Ratna Musa; Ali Mallombassi
Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains
Publisher : Program Pascasarjana UMi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang merupakan bandara yang melayani penerbangan di Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang khususnya. Meningkatnya kebutuhan akan transportasi yang memadai, mendorong perlunya akan perluasan bandara. Proyek pengembangan Rahadi Oesman bertujuan untuk menambah kapasitas bandara, dari pengembangan bandara maka diperlukan sistem saluran drainase yang mampu mengakomodir debit limpasan air yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisa hidrologi dan analisa hidrolika untuk menghitung debit banjir rencana yang akan terjadi di area bandara. Pertama menghitung Intensitas hujan dari periode ulang hujan 5 tahun. Selanjutnya menghitung luas total cathment area dihitung untuk mengetahui luas DAS saluran. Setelah itu ditetapkan nilai koefisien rembesan untuk masing-masing cathment area. Setelah itu akan didapatkan debit hidrologi yang akan diproyeksikan ke debit hidrolika. Kemudian baru direncanakan dimensi saluran sesuai perhitungan yang tersedia. Dan yang terakhir akan direncanakan alternatif solusi jika diperlukan untuk mengatasi pengaruh backwaternya. Perhitungan debit rencana saluran akhir diperoleh 8,48m3/dt sehingga saluran direncanakan lebar 7m dengan tinggi saluran 1,2m. Adanya pengaruh backwater dari data pasang yang ada menyebabkan direncanakan kolam dengan dimensi 150m x 80m yang dioperasikan dengan pintu ketika surut dan penggunaan pompa kapasitas 2m3/dt sebanyak 3 buah ketika adanya pasang air laut dilevel +0.95.
Analisa Kinerja Sistem Pendistribusian Air PDAM Kota Palopo : Studi Kasus Sumber Air Baku Batupapan Andi Tenri; Ratna Musa; Ali Mallombassi
Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains
Publisher : Program Pascasarjana UMi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhhan dasar bagi manusia sehingga menjadi hal yang wajar jika sektor air bersih mendapat prioritas dalam penanganan dan pemenhannya. PDAM sebagai perusahaan daerah pengelola air bersih seharusnya mampu untuk memenuhi kebtuhan tersebut. Dengan system pengolahan dan system jaringan perpipaan yang ada, PDAM diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat baik secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sampai sejauh mana kinerja pendistribusian, dilokasi yang dikelola oleh PDAM kota Palopo khususnya di Intake Batu Papan dengan mengevaluasi kinerja pelayanan air bersih yang ada saat ini, menganalisa factor-faktor yang mempengaruhi system pendistribusian air bersih, dan menganalisa persepsi masyarakat terhadap pelayanan air bersih. Penelitian ini dilaksanakan pada daerah jaringan distribusi air yang bersumber dari Batupapan. Analisis kinerja jaringan distribusi dilakukan berdasarkan hasil kuesioner, sedangkan analisa tekanan dan kontinuitas dilakkan dengan pencatatan tekanan dan meter air di lapangan yang hasil pengukurannya dibandingkan dengan analisa menggunakan Epanet 2.0 sebagai pengontrol. Berdasarkan hasil kuesioner, distribusi air bersih ke pelanggan belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.122 Tahun 2015 tentang kontinuitas selama 24 jam.
Soil Erosion Level Test with Rainfall Intensity Variation using Rainfall Simulator Tools : Case Study Of Erosion-Prone Areas In Harapan Village, Tanete Riaja District, Barru Regency Abd. Syawal A Dali; Ansyar Pendang; Ratna Musa
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Desember 2022
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i1.14

Abstract

Tanah yang tererosi akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan kesuburan tanah. Akibat erosi, kadar air dan kandungan berbagai mineral dan nutrisi tanah akan berkurang. Dari masalah tersebut, perlu dilakukan beberapa kegiatan untuk melestarikan lingkungan yang rusak karena erosi tersebut. Metode yang paling efektif dalam menanggulangi erosi yaitu perlu diadakan penelitian terhadap erosi itu sendiri. Salah satu penelitian pada angka erosi suatu tanah dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan Rainfall Simulator. Pengukuran tingkat erosi tanah yang didapatkan di laboratorium akan dibandingkan dengan permodelan peramal erosi yaitu USLE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas hujan terhadap tingkat erosi yang terjadi dan mengetahui perbandingan antara pengukuran erosi di laboratorium dengan Peramalan USLE. Dari hasil pengujian dengan variasi intensitas hujan 140, 179 dan 202 mm/jam dengan kemiringan 5° nilai erosi yang didapatkan dari pengujian menggunakan Rainfall Simulator berturut – turut sebesar 27,59; 33,87 dan 46.16 gram/m2. Sedangkan nilai erosi yang didapatkan dari metode USLE berturut – turut sebesar 24,42; 28,07 dan 31.81 gram/m2. Hasil erosi dari uji laboratorium nilainya lebih besar 1,26 kali dari pada hasil perhitungan USLE karena pada pemodelan hujan di laboratorium percikan air tidak dapat merata yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan nozzle pada Rainfall Simulator untuk memercikan air.
Kajian Kebutuhan Air Baku Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Air Di Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una – Una Propinsi Sulawesi Tengah Muliadi; Ratna Musa
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil MACCA Juni 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.54 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v5i2.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumber air untuk memenuhi kebutuhan air baku di kecamatan Ampana tete dan memberikan solusi terkait permasalahan kebutuhan air baku yang ada. Data kependudukan dan sarana – prasarana diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tojo Una – Una, data hujan dan klimatologi diperoleh dari UPT. PSDA Wilayah III Prop. Sulawesi tengah, stasiun sy. Aminudin Amir luwuk dan UPT. BPP Urundaka Kabupaten Tojo Una – Una dan data lainnya diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Tojo Una – una. Debit andalan dihitung dengan metode FJ. mock, menghitung kebutuhan air dengan membandingkan tiga metode yaitu metode Aritmatika, metode geometrik dan metode regresi linear, kemudian diproyeksikan sampai tahun 2028. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2028 kebutuhan air baku di kecamatan Ampana tete sebesar 73,71 liter/detik dan debit minimum sumber air yang tersedia sebesar 69,10 liter/detik. Jika air yang diolah oleh Pemerintah saat ini saja digunakan untuk keperluan air bersih, maka sampai proyeksi tahun 2028 belum mampu untuk mencukupi kebutuhan air di Kecamatan ampana tete. Sumber air baru dari sungai balanggala dan sungai Sekoi sebesar 147,2 liter/detik diprediksi mampu untuk memenuhi kebutuhan air baku di kecamatan Ampana tete.
Kajian Koefisien Kekasaran Manning (n) Pasangan Batu dan Beton Berdasarkan Kuantifikasi Kekasaran Hidrolis (Studi Kasus Daerah Irigasi Wawotobi Kab. Konawe Sultra) Muh. Tahir; Ratna Musa
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil MACCA Juni 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.203 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v5i2.83

Abstract

Jaringan Irigasi Wawotobi adalah irigasi teknik yang mengambil air dari daerah aliran sungai Konaweha. Kondisi jaringan irigasi Wawotobi mulai menurun fungsinya dan kapasitas aliran sehingga air tidak dapat terdistribusi secara merata sampai ke bagian hilir. Persamaan Manning merupakan rumus yang banyak digunakan untuk menghitung kapasitas aliran saluran terbuka dengan mengukur kecepatan aliran dan menghitung koefisien kekasaran Manning. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh kecepatan aliran, menghitung nilai koefisien kekasaran Manning (n) saluran pasangan batu dan beton pada saluran Induk dan sekunder. Variabel yang diamati dan diukur yaitu lebar saluran, lebar puncak/atas saluran, lebar dasar saluran, kedalaman air saluran, bentuk profil melintang saluran, kecepatan aliran, kemiringan saluran, dan deskripsi saluran. Metode yang digunakan adalah metode survei dan penentuan titik pengukuran dan pengamatan dengan purposive sampling yang dianalisis dengan persamaan Manning. Nilai koefisien kekasaran saluran Induk dan Sekunder Wawotobi pada bagian penampang saluran pasangan batu adalah 0,021 dan penampang saluran pasangan beton adalah 0,019.
Kajian Keseimbangan Debit Sungai Sadang di Bendung Benteng Kabupaten Pinrang Safruddin; Ratna Musa; Hanafi Ashad
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil MACCA Juni 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.225 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v5i2.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan debit sungai Sadang di Bendung Benteng Kabupaten Pinrang .pada kajian ini di gunakan metode survey dan mengumpulkan data-data sekunder dan primer dari instansi yang terkait.analisa debit tersedia dan debit andalan 80% sungai Sadang di Bendung Benteng menggunakan metode Rata-rata Aljabar dan Penman modifikasi sedangkan kebutuhan irigasi dianalisa dengan metode evapotranspirasi,perkolasi, curah hujan efektif,efesiensi irigasi.dengan metode tersebut diatas menunjukkan debit yang mengalami defisit terjadi pada bulan Agustus sampai dengan bulan Nopember dengan besaran debit terendah 69m3/dtk dan tertinggi 80m3/dtk sedangkan pada bulan Desember, Januari sampai dengan bulan Juli kondisi debit sungai Sadang di Bendung Benteng masih surflus dengan debit 136 m3/dtk sampai dengan 366 m3/dtk dengan luas areal daerah irigasi Sadang untuk saat ini 59.210,84 ha.untuk mengatasi defisit debit air maka di lakukan rekayasa distribusi debit air dengan metode golongan atau bergilir pada sebagian areal sawah yang ada terutama pada kondisi debit air defisit pada bulan Oktober dan Nopember. Dengan demikian Daerah irigasi Sadang dapat terlayani secara serentak dengan dua musim tanam.
Kajian Penanggulangan Banjir dengan Menggunakan Tanggul pada Sungai Mata Allo Kabupaten Enrekang Rusmawati Rusmawati; Ratna Musa; Ali Mallombasi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil MACCA Februari 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.089 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v7i1.535

Abstract

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat merugikan manusia baik berupa harta benda maupun korban jiwa. Banjir terjadi di saat curah hujan tinggi di wilayah DAS tersebut yang mengakibatkan volume air bertambah dan melebihi kapasitas sungai sehingga terjadi luapan atau pelimpahan. Sungai Mata Allo adalah salah satu sungai di kabupaten Enrekang yang sering mengalami banjir hampir disetiap tahunnya dan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat yang terdampak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar debit banjir yang terjadi pada aliran sungai Mata Allo dan mengetahui elevasi tinggi tanggul untuk menanggulangi banjir sungai Mata Allo Kab. Enrekang. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder dan primer. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Perhitungan debit rencana pada penelitian ini menggunakan metode HSS Snyder dengan debit kala ulang 25 tahun dengan debit sebesar 272.29 m³/dtk.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai Mata Allo tidak mampu menampung debit air yang terjadi sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian banjir dengan menggunakan tanggul di daerah yang terjadi peluapan.
Analisis Pembangunan Drainase Salu Matoto Pasca Banjir Bandang Kec. Masamba Muarif Muarif; Ratna Musa; Hanafi Ashad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2290

Abstract

Penelitian ini adalah survey dengan menggunakan analisa data hidrologi, timbulan air limbah, hidrolika dan evakuasi drainase, analisa tersebut memperhitungkan kapasitas dan kondisi sistem drainase sudah tidak mampu menampung debit air hujan sehingga melimpas ke jalan. Pengaruh limpasan debit yaitu Segemen 3 dimana Q Total 0.6647 m3/detik > Q Saluran 0.1781 m3/detik = Tidak dapat menampung. Dengan Kelebihan air yaitu 0.4867 m3/detik atau sebesar 73 %. Kapasitas dan kondisi sistem drainase berdasarkan hasil perhitungan, Kapasitas yang ada pada saluran drainase diperoleh Q saluran yang paling tinggi yaitu pada segmen 10 sebesar 0,5685 m3/detik dan Q saluran yang paling rendah yaitu pada Segmen 6 titik P3 -P4 sebesar 0,0673 m3/ detik. Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada lokasi studi yaitu drainase Salu Matoto Kecamatan Masamba, solusi yang dapat dilakukan adalah perubahan dimensi saluran drainase dan pembagian aliran menuju drainase bandara apabila lahan sekitar masih memungkinkan dan mendapatkan ijin dari pihak Bandara Andi Djemma Masamba sehingga limpasan air hujan tidak cuma mngarah ke sungai masamba tapi juga mengalir ke saluran drainase dalam Bandara menuju Sungai Kappuna.
Kajian Kinerja Pengeloaan Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air Pada Daerah Irigasi Wawotobi Kab. Konawe Muhamad Qasim*; Ratna Musa; Hanafi Asa'ad
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25722

Abstract

Tujuan Penelitian (1) Menganalisis Faktor kinerja pengelolaan irigasi oleh P3A dan (2) Menganalisis Kinerja  pengelolaan irigasi oleh P3A pada DI Wawotobi Kab. Konawe Provinsi Sultra, Metode yang digunakan Software Statistic Package For Social Science (SPSS.Ver 21). Hasil yang diperoleh pada Faktor Kinerja P3A; Faktor Variabel X1; Organisasi Kelebagaan, Variabel X2; Teknis Irigasi; Variabel X3; Teknis Pertanian dan X4; Pembiayaan, sedangkan Hasil SPSS, menunjukan, Varaibel X1; Organisasi Kelembagaan dengan koefisien pengaruh 0,410; Variabel X2; Teknis Irigasi dengan koefisien pengaruh 0,117 Variabel X3; Teknis Pertanian dengan koefisien pengaruh 0,105 dan Variabel X4: Pembiayaan dengan koefisien pengaruh 0,130 terhadap Kinerja P3A DI Wawotobi Kab. Konawe