Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Tuberkulosis untuk Meningkatkan Cakupan Investigasi Kontak dan Upaya Perbaikan Mutu Layanan Tuberkulosis Sadipun, Donatus Korbianus; Nancy, Maria Nona; Nababan, Sudarwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.713

Abstract

Kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru selama tiga tahun terakhir sejak 2022 (33 kasus) hingga 2024 (42 kasus) ditambah kasus putus obat dan kekambuhan tertinggi di tahun 2024 sebanyak 7 kasus. Kondisi ini berkaitan erat dengan sumber daya manusia.  Permasalahan dalam memberantas penyakit tuberkulosis di UPT Puskesmas Beru adalah belum adanya kader tuberkulosis. Kurangnya tenaga kesehatan yang tersedia berdampak juga terhadap kesulitan mendeteksi dini gejala tuberkulosis atau kesulitan dalam penemuan kasus ditambah dengan beberapa desa yang sulit dijangkau. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas sumberdaya kesehatan, membentuk kader tuberkulosis, mengintegrasikan aspek pelayanan dengan mindfulness spiritual, memecahkan permasalahan kesehatan pasien tuberkulosis berbasis riset. Metode  yang  digunakan  dalam  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  adalah  dengan  cara sosialisasi pada tenaga kesehatan dan kader, pelatihan, dan pendampingan serta monitoring  pelaksanaan.  Pelaksanaan  kegiatan  pengabdian  masyarakat  meliputi  tahap persiapan,  pelaksanaan,  dan  evaluasi. Hasil  kegiatan  pengabdian  masyarakat  bagi  tenaga  kesehatan dan kader kesehatan  (peningkatan keterampilan teknis, efisiensi dalam penyusunan asuhan keperawatan, dan ketersediaan panduan pembelajaran), bagi kader tuberkulosis  (legalitas  formal,  peningkatan  kapasitas  kader,  kemampuan  operasional  yang  mandiri,  dan peningkatan  empati  dan  spiritualitas). Kegiatan  pengabdian  kepada masyarakat  telah  terlaksana  dengan  baik,  kader  tuberkulosis  telah  terbentuk,  para  tenaga  kesehatan  dan  kader tuberkulosis  telah  memahami  materi  yang  disampaikan.  Para  kader  juga  telah  mampu  melakukan  deteksi  dini masalah tuberkulosis. Program ini diharapkan dapat membekali kader agar mampu dan berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan pasien tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru.
LESSONS FROM PADU WAU MAUMERE: EFFECTIVENESS OF HAPPINESS INTERVENTIONS IN REDUCING DEPRESSION AMONG OLDER ADULTS Pitriani; Nancy, Maria Nona
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 09 Number 2, November 2025
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v9n2.p193-199

Abstract

This study aims to provide happiness intervention services to the elderly who experience mild depression so as to reduce the level of depression and the elderly can live old age with happiness. The implementation of student internship activities carried out on the elderly at the Padu Wau Maumere Elderly Social Welfare Home, Watumilok village, Kangae District, Sikka Regency. The time of implementation of internship activities was carried out for 3 months, starting from September 02 to December 20, 2024. After conducting observations and interviews and distributing scales/measuring tools that are in accordance with the problems found in the field, then the author compiles effective interventions to overcome the problems experienced by the elderly. The author uses happiness intervention because it is considered the most effective to apply to elderly people who are in institutions with depression problems. Happiness intervention using 3 therapies, namely group activity therapy, laughter therapy, and relaxation therapy. The implementation of this intervention activity was carried out in the Hall of the Padu Wau Maumere Elderly Social Welfare Home for three days. The results of this study indicate that the applied happiness intervention is proven to be effective in reducing the level of depression in the elderly at Panti Padu Wau Maumere with the results of the post test showing that some respondents who experience moderate and mild depression have decreased. This is evidenced by data testing using the Wilcoxon test.