Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN MARGARIN MEREK BLUE BAND (Studi Kasus: Aroma Prima Supermarket Kec. Medan Johor, Sumatera Utara) Nasution, Muhammad Arif
Agriprimatech Vol. 7 No. 1 (2024): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v7i1.4865

Abstract

The aim of this research is to identify the level of consumer satisfaction with the use of Blue Band brand margarine and the characteristics of consumers of Blue Band brand margarine. Sampling was carried out using the Slovin formula with a sample of 95 respondents. The data analysis methods used are the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. Data processing was assisted with Microsoft Excel 2010 and SPSS version 25. This research was conducted in March-April 2023. The results of this research concluded that the results of the Importance Performance Analysis (IPA) analysis of the blue band brand margarine product variables were classified into 4 quadrants, namely: quadrants I is considered the main priority in the form of: ease of obtaining. Quadrant II is considered to be achievements in the form of: branding, attractive packaging, melting quickly, making delicious dishes, advertising and promotion, widely used by people and delicious aroma. Quadrant III is considered low levels in the form of: product size variations, affordable prices, expiry dates, usability of various food products, nutritional information and halal guarantees, information services and pride in using. Quadrant IV contains no variables in the quadrant. The results of the Customer Satisfaction Index (CSI) analysis obtained a value of 68.61% which is in the scale range of 60% <CSI≤ 80%. This shows that respondents of the Blue Band brand margarine are included in the satisfaction criteria.
Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Desa Tanjung Raja Ritonga, Alaida Haramaini; Charyati, Tiara; Nasution, Muhammad Arif
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/prioritas.v6i02.973

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki banyak khasiat yang dapat di manfaatkan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, banyak nya masyarakat yang kurang akan kesadaran dalam penanaman obat keluarga ini. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat dengan mudah di manfaatkan oleh masyarakat. Dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kami berinisiatif untuk membuat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk dimanfaatkan warga Desa Tanjung Raja. Penanaman ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pada masyarakat sekitar tentang pentingnya menanam obat keluarga. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat di Desa Tanjung Raja Kec. STM Hulu, Kab. Deli Serdang. Dengan adanya tanaman ini, kami berharap warga dapat menjadi lebih giat dalam menghadapi alternatif pertama dalam pengobatan.
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Katokkon Capsicum chinensie Jacq. Senolinggi, Vinka Wulandari Payung; Nasution, Muhammad Arif; Abri, Abri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.2977

Abstract

Chili is a mandatory food ingredient, seen in most food preparations in Indonesia which always use chili. This makes the demand for chilies even higher. The development of superior varieties of katokkon chili is an effort so that the katokkon plant can be widely known by the people in Indonesia to be cultivated so that it can help meet the increasing demand for chili. Efforts to form superior varieties can be done by random genetic manipulation by inducing mutations through gamma rays. This study aims to determine the effect of gamma irradiation mutagens on the growth and yield of the best katokkon chilies. This study used an experimental design with Randomized Block Design (RBD), with 5 treatment levels, namely 0 Gy (control), 200 Gy, 400 Gy, 600 Gy, and 800 Gy of gamma rays. The treatment was repeated three times with 15 experimental units. Each experimental unit has 10 plants. The results showed that gamma rays had no significant effect on plant height, number of leaves aged 58 to 72 DAP, stem diameter, age at flowering, fruit stalk length, and fruit diameter. But on the length of the roots, the number and weight of the fruits of the plantations show that gamma rays have a significant effect. The gamma irradiation of treatment at a dose of 200 Gy gave the best growth and production on the number of leaves aged 44 DAP, root length, number of fruit plants, and fruit weight per plant. Cabai merupakan bahan pangan yang wajib, terlihat pada kebanyakan olahan makanan di Indonesia yang selalu menggunakan cabai. Hal ini membuat permintaan cabai semakin tinggi. Pengembangan varietas unggul pada cabai katokkon sebagai upaya agar tanaman katokkon dapat dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia untuk dibudayakan sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cabai yang terus meningkat. Upaya pembentukan varietas unggul dapat dilakukan dengan manipulasi genetik secara acak dengan induksi mutasi melalui sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutagen iradiasi sinar gamma pada pertumbuhan dan hasil cabai katokkon yang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan lima taraf perlakuan yaitu 0 Gy (kontrol), 200 Gy, 400 Gy, 600 Gy, dan 800 Gy sinar gamma. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 15 komponen percobaan. Pada masing-masing unit percobaan memiliki 10 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar gamma tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun umur 58 hingga 72 HST, diameter batang, umur mulai berbunga, panjang tangkai buah, dan diameter buah. Tetapi pada panjang akar, jumlah, dan berat buah pertanaman menunjukkan bahwa sinar gamma berpengaruh nyata. Perlakuan iradiasi sinar gamma pada dosis 200 Gy memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada jumlah daun umur 44 HST, panjang akar, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman.
Pendugaan Parameter Genetik Tanaman Cabai Katokkon Capsicum chinense Jacq. Dengan Iradiasi Sinar Gamma Tonggo, Iva Irwanti; Muhibuddin, Andi; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.2979

Abstract

Katokkon chili is local horticultural commodity originating from Toraja and is often called “katokkon pepper”. This chili has good adaptation with a fairly high yield. The people of Toraja and the surrounding area really like this type of chili because it has one of the advantages of a production period that is not too long, around 3-4 months after transplanting. The purpose of this study was to determine the effect of giving a dose of gamma ray irradiation on the genetic parameters of katokkon chili plants. The use of this research as a basis for developing and improving genetics in breeding katokkon chili plants eith a dose of gamma irradiation. The implementation of the research was carried out at BTP. Tamalanrea, Tamalanrea District, Makassar City, South Sulawesi and the Integrated Farming System Education Garden, on Raya Poros Sappaya street, Bontoramba Village, Pallangga District, Gowa Regency. The plants came from the control treatment (D0) and 200 Gray (D1) consisted of 3 replicates for each treatment and each experiment consisted of 15 plants, so that the total number of plants in this study was 90 plants. The research was carried out in the form of a Randomized Block Design (RBD) with a dose of gamma irradiation as the main factor. The results showed that gamma irradiation at doses of 200 Gray could have a genetic effect compared to D0 on flowering age, number of fruit planted, fruit diameter, fruit weight, fruit stalk diameter, fruit length and fruit flesh thickness. Cabai katokkon merupakan komuditas hortikultura lokal berasal dari Toraja dan sering disebut “lada katokkon”. Cabai ini memiliki adaptasi baik dengan daya hasil yang cukup tinggi. Pada kalangan masyarakat Toraja dan wilayah sekitarnya sangat menyukai cabai jenis ini karena memiliki salah satu keunggulan masa produksi yang tidak terlalu lama berkisar 3-4 bulan setelah pindah tanam. Adapun tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian dosis iradiasi sinar gamma terhadap parameter genetik tanaman cabai katokkon. Kegunaan penelitian ini sebagai dasar dalam mengembangkan dan memperbaiki genetik pada pemuliaan tanaman cabai katokkon dengan dosis iradiasi sinar gamma. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di BTP. Tamalanrea, Kecamatan Tamalenrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kebun Pendidikan Integrated Farming System, di Jalan Raya Poros Sappaya, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Tanaman berasal dari perlakuan kontrol (D0) dan 200 Gray (D1) terdiri dari 3 ulangan pada setiap perlakuan dan masing-masing percobaan terdiri dari 15 tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan pada penelitian ini 90 tanaman. Pelaksanakan penelitian dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dosis iradiasi sinar gamma sebagi faktor utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma pada dosis dosis 200 Gray dapat memberikan pengaruh genetik dibanding D0 terhadap umur berbunga, jumlah buah pertanaman, diameter buah, bobot perbuah, diameter tangkai buah, panjang buah, dan tebal daging buah.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Katokkon Capsicum chinense Jacq. Dengan Berbagai Perlakuan Pupuk Organik Cair Rafidah, Nurul; Nasution, Muhammad Arif; Muhibuddin, Andi
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.3018

Abstract

The local chili variety typical of Toraja is known as Pepper Katokkon. The shape is like chili peppers, but in the form of a mini, fat, round and short. This local variety of chili has a fragrant and spicy aroma, so it is much loved by the community. Organic liquid fertilizer, namely, fertilizer that is classified as environmentally friendly, because it is made from organic materials. This study aims to analyze the best dosage of liquid organic fertilizer on plant growth and production. The study was conducted in the form of an experiment arranged according to a Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatment tried was liquid organic fertilizer (POC) consisting of control (without treatment), 2 ml/liter, 4 ml/liter, 6 ml/liter and 8 ml/liter. Each treatment was repeated 3 times to obtain 15 experimental units. Each experimental unit used 5 sample plants so that the total experiment was 75 plants. Cabai varietas lokal khas Toraja dikenal dengan nama Lada Katokkon. Bentuknya seperti buah cabai paprika, namun dalam bentuk mini, gemuk, bulat, dan pendek. Cabai varietas lokal ini memiliki aroma yang harum mewangi dan pedas, sehingga banyak digemari oleh masyarakat. Pupuk organik cair yaitu, pupuk yang tergolong ramah lingkungan, karena terbuat dari bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dosis pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian dilaksanakan melalui serangkaian percobaan yang diatur menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Rancangan ini terdiri dari 5 variasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Variasi perlakuan yang diuji coba adalah berbagai dosis pupuk organik cair (POC), yakni kelompok kontrol (tanpa perlakuan), 2 ml/liter, 4 ml/liter, 6 ml/liter, dan 8 ml/liter. Setiap variasi perlakuan direplikasi sebanyak 3 kali, sehingga totalnya terdapat 15 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan melibatkan 5 tanaman sampel, menghasilkan total 75 tanaman yang diobservasi dalam percobaan ini.
Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau Brassica juncea L. Pada Budidaya Ikan Nila Oreochromis niloticus Dengan Aplikasi Eko-Enzim Teknologi Akuaponik Sederhana Trisno, Egidius; Abri, Abri; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.3042

Abstract

Mustard plants can grow well and adapt well in almost all soil types, both lightly structured mineral soils and heavily structured loamy soils and organic soils such as peat soils. Aquaponics is a technique that integrates closed-loop aquaculture (recirculation aquaculture) in combination with plants. The function of eco-enzymes is to eliminate pollutants and prevent overgrowth of microorganisms in food, pesticides and insecticides, and natural organic fertilizers. The aim of the study was to determine the best ecoenzyme dose for the growth of mustard greens (Brassica juncea L.) in an aquaponic system. This research method used a fully Randomized Block Design (RBD) consisting of 4 treatments and 3 replicates. The treatments were treatment A: eco-enzyme 5 ml/L, treatment B: eco-enzyme 10 ml/L, treatment C: eco-enzyme 15 ml/L, treatment D: control (0). As a result, the administration of a dose of 15 ml/L ecoenzyme could achieve the best results in terms of plant height, number of leaves and crop weight of mustard greens (Brassica juncea L.). Tanaman sawi dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di semua jenis tanah baik pada tanah-tanah mineral yang bertekstur ringan sampai tanah liat yang bertekstur berat maupun tanah organik seperti tanah gambut. Akuaponik merupakan teknik yang mengintegrasikan budidaya ikan secara tertutup (resirculating aquaculture) yang dipadukan dengan tanaman. Fungsi eco-enzyme adalah membersihkan polutan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang berlebih pada makanan, pestisida, dan insektisida serta sebagai pupuk organik alami. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis pemberian eco-enzyme yang terbaik terhadap  pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) pada sistem akuaponik. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah perlakuan A : Eco-enzyme 5 ml/L, perlakuan B : Eco-enzyme 10 ml/L, perlakuan C : Eco-enzyme 15 ml/L, perlakuan D : Kontrol (0). Hasilnya, pemberian dosis 15 ml/L eco-enzyme mampu memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat panen tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.)..