Agung Hadi Endaryanto
Prodi Sarjana Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen, Kesdam V/ Brawijaya, Malang, Indonesia

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Ankle strategy exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia di kelurahan Menteng kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya Endaryanto, Agung Hadi; Hermawan, Candra; Sartoyo, Sartoyo; Halimah, Nurul
Jurnal Sport Science Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v13i2p57-64

Abstract

Ankle Strategy Exercise merupakan sebuah intervensi latihan berupa gerakan yang terkontrol dan bersifat berpusat pada pergelangan kaki sehingga otot postural tubuh  akan aktifkan secara optimal. Gangguan keseimbangan pada lansia adalah suatu keadaan yang dimana sorang lansia tidak mampu lagi untuk mempertahankan posisi tubuhnya  dalam posisi tegak  jika keseimbangan postural lansia tidak terkontrol secara baik maka akan mengakibatkan gangguan keseimbangan dan resiko jatuh yang tinggi. Ankle Strategy Exercise diharapkan dapat berefek untuk peningkatan keseimbangan pada tubuh lansia dengan cara meningkatkan kekuatan anggota gerak bawah secara aktif dan tepat. Penelitian ini menggunakan One group pre dan post test design dengan jumlah sampel 30 orang responden berusia 60-70 tahun, terdiri atas jeis kelamin  laki-laki sebanyak 10 orang dan jenis kelamin perempuan sebanyak 20 orang. Pemberian latihan dengan dosis repetisi 10 hitungan sebanyak 5 kali ( 1 set ) sebanyak 3 set , waktu 5 menit, tiap set istirahat 1 menit dan frekuensi 3X seminggu selama 1 bulan., latihan ini menggunakan alat ukur keseimbangan yang bernama  Timed Up and Go Test.. Hasil uji t berpasangan menunjukkan signifikansi = 0,000 < 0,05 maka terlihat adanya pengaruh pemberian latihan ankle Strategy Exercise terhadap keseimbangan pada lansia di Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya Kota Palangka Raya, sedangkan rata-rata yang dihasilkan setelah melaksanakan latihan adalah adalah 25,83 < 32,80 sehingga dari nilai yang didapat tersebut dapat diartikan adanya perbedaan tingkat keseimbangan sebelum dan setelah diberikan latihan.
EFEKTIFITAS CORE STABILITY TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL PADA KASUS LOW BACK PAIN DI KLINIK PUPUK KUJANG CIKAMPEK Rahmadi, Redi; Pradita, Angria; Hadi Endaryanto, Agung; Deo Fau, Yohanes
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1206

Abstract

Low back pain adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidak seimbangan otot-otot punggung. Penderita low back pain ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus serta penurunan fleksibilitas otot lumbal. Cara menyelesaikan problematika pada kondisi ini dapat menggunakan modalitas fisioterapi salah satunya adalah latihan core stability, Latihan core stability bertujuan untuk mengaktivasi otot trunk (core), diafragma dan dasar panggul untuk dapat menjaga kestabilan posisi dari tulang belakang, efek dari latihan ini untuk memperkuat aktivitas dynamic muscular corset, Koordinasi kontraksi otot memberikan stabilitas lumbal, serta akan menimbulkan peningkatan fleksibilitas, hal ini terjadi karena pada saat otot berkontraksi, maka terjadi penguluran (stretch) pada otot–otot antagonisnya atau otot berlawanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian Latihan core stability terhadap fleksibilitas otot lumbal pada kasus low back pain. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain 0ne-group pretest posttest design, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah Latihan core stability sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran fleksibilitas otot lumbal pada penderita low back pain menggunakan Modified Sit and Reach. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rata-rata fleksibilitas otot lumbal sebelum diberikan intervensi 15,25 dan setelah diberikan intervensi 27,20. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Latihan Core stability berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas otot lumbal pada penderita kasus low back pain.
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL DAN LINGKAR PINGGANG TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN RS X DI TANGERANG Sari, Siska Ratna; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2450

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, dapat memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan individu, termasuk karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas lumbal dan lingkar pinggang dengan keluhan LBP pada karyawan RS X di Tangerang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pengukuran data pada satu waktu tertentu. Sebanyak 55 karyawan back office dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi: usia 25–60 tahun, pria maupun wanita, bekerja minimal 6 bulan, dan mengalami LBP miogenik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fleksibilitas lumbal dengan keluhan LBP (r = 0,341; p = 0,011) dan tidak ada hubungan antara lingkar pinggang dengan keluhan LBP (r = 0,190; p = 0,165). Disimpulkan bahwa fleksibilitas lumbal yang rendah berhubungan dengan keluhan LBP dan lingkar pinggang yang besar tidak berhubungan dengan keluhan LBP. Penelitian ini menyarankan agar studi selanjutnya melibatkan jumlah sampel yang lebih besar untuk hasil yang lebih representatif.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI KERJA, DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PENGEMUDI OJEK MOTOR ONLINE Amran, Yuniarti; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2451

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan kesehatan yang menyerang otot, saraf, tendon, dan ligamen. Faktor risiko MSDs mencakup aspek individu seperti indeks massa tubuh (IMT), durasi kerja, dan masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT, durasi kerja, dan masa kerja dengan keluhan MSDs pada pengemudi ojek motor online.Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 100 pengemudi ojek motor online di Gading Serpong, Provinsi Banten. Alat ukur yang digunakan pada variabel IMT, Durasi kerja, dan masa kerja pada kuesioner dalam bentuk google form serta variabel Musculosceletal disorder menggunakan Nordic Body Map. Analisis data yang digunakan adalah Uji Pearson dengan hasil menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan durasi kerja dengan keluhan MSDs (nilai P =0,586 >0,05 dan p=0,152 >0,05). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan MSDs (p=0,039 <0,05). Maka disimpulkan kejadian Musculosceletal disorder pada pengemudi ojek motor online dipengaruhi oleh lamanya masa kerja.