Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS CORE STABILITY TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL PADA KASUS LOW BACK PAIN DI KLINIK PUPUK KUJANG CIKAMPEK Rahmadi, Redi; Pradita, Angria; Hadi Endaryanto, Agung; Deo Fau, Yohanes
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1206

Abstract

Low back pain adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidak seimbangan otot-otot punggung. Penderita low back pain ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus serta penurunan fleksibilitas otot lumbal. Cara menyelesaikan problematika pada kondisi ini dapat menggunakan modalitas fisioterapi salah satunya adalah latihan core stability, Latihan core stability bertujuan untuk mengaktivasi otot trunk (core), diafragma dan dasar panggul untuk dapat menjaga kestabilan posisi dari tulang belakang, efek dari latihan ini untuk memperkuat aktivitas dynamic muscular corset, Koordinasi kontraksi otot memberikan stabilitas lumbal, serta akan menimbulkan peningkatan fleksibilitas, hal ini terjadi karena pada saat otot berkontraksi, maka terjadi penguluran (stretch) pada otot–otot antagonisnya atau otot berlawanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian Latihan core stability terhadap fleksibilitas otot lumbal pada kasus low back pain. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain 0ne-group pretest posttest design, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah Latihan core stability sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran fleksibilitas otot lumbal pada penderita low back pain menggunakan Modified Sit and Reach. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rata-rata fleksibilitas otot lumbal sebelum diberikan intervensi 15,25 dan setelah diberikan intervensi 27,20. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Latihan Core stability berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas otot lumbal pada penderita kasus low back pain.
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL DAN LINGKAR PINGGANG TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN RS X DI TANGERANG Sari, Siska Ratna; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2450

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, dapat memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan individu, termasuk karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas lumbal dan lingkar pinggang dengan keluhan LBP pada karyawan RS X di Tangerang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pengukuran data pada satu waktu tertentu. Sebanyak 55 karyawan back office dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi: usia 25–60 tahun, pria maupun wanita, bekerja minimal 6 bulan, dan mengalami LBP miogenik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fleksibilitas lumbal dengan keluhan LBP (r = 0,341; p = 0,011) dan tidak ada hubungan antara lingkar pinggang dengan keluhan LBP (r = 0,190; p = 0,165). Disimpulkan bahwa fleksibilitas lumbal yang rendah berhubungan dengan keluhan LBP dan lingkar pinggang yang besar tidak berhubungan dengan keluhan LBP. Penelitian ini menyarankan agar studi selanjutnya melibatkan jumlah sampel yang lebih besar untuk hasil yang lebih representatif.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI KERJA, DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PENGEMUDI OJEK MOTOR ONLINE Amran, Yuniarti; Pradita, Angria; Efendi, Arief; Hadi Endaryanto, Agung
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2451

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan kesehatan yang menyerang otot, saraf, tendon, dan ligamen. Faktor risiko MSDs mencakup aspek individu seperti indeks massa tubuh (IMT), durasi kerja, dan masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT, durasi kerja, dan masa kerja dengan keluhan MSDs pada pengemudi ojek motor online.Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 100 pengemudi ojek motor online di Gading Serpong, Provinsi Banten. Alat ukur yang digunakan pada variabel IMT, Durasi kerja, dan masa kerja pada kuesioner dalam bentuk google form serta variabel Musculosceletal disorder menggunakan Nordic Body Map. Analisis data yang digunakan adalah Uji Pearson dengan hasil menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan durasi kerja dengan keluhan MSDs (nilai P =0,586 >0,05 dan p=0,152 >0,05). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan MSDs (p=0,039 <0,05). Maka disimpulkan kejadian Musculosceletal disorder pada pengemudi ojek motor online dipengaruhi oleh lamanya masa kerja.
PENGARUH DRY NEEDLING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN KASUS SPASME UPPER TRAPEZIUS DI RW 1 DESA GURAH KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI Rizky Pratama Putra; Agung Hadi Endaryanto; Sartoyo Sartoyo; Nurul Halimah
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 01 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i01.603

Abstract

Background: Spasm is an informal, non-specific term often used to describe musculoskeletal pain. Pain is an uncomfortable and unpleasant feeling associated with tissue damage. Pain is also a subjective feeling that is felt. Spasm pain that often occurs is pain in the upper trapezius muscle area which is caused by work, stress and posture. Dry needling is a method that uses dry and sterile needles which is often used to help reduce pain in muscle trigger points. The aim of this study was to determine the effect of dry needling on reducing pain in patients with cases of upper trapezius spasm. Methods: The research design used was quasi experimental with a pre and post-test one group design research type with a total of 17 respondents who met the exclusion and inclusion criteria using a purposive sampling technique. Pain was measured using a visual analog scale (VAS) which was carried out before and after physiotherapy treatment in 1 group, namely; dry needling with 1 administration. Statistical tests use the Wilcoxon test. Results: When giving dry needling, the median value was pre 6 to post 2 with a P value = 0.00. Conclusion: it can be concluded that dry needling is effective in reducing upper trapezius spasm pain. Keywords: Dry Needling, Pain, Spasm
PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI HAID (DISMENORE) DI PERUMAHAN WAHYU TAMAN SARIROGO DESA SUMPUT KECAMATAN SIDOARJO Geby Sarawati; Agung Hadi Endaryanto; Achmad Fariz; Nurul Halimah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.345

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is menstrual pain that is actually not so dangerous for adolescent girls but their complaints can hinder daily activities with varying degrees of pain for each person (Ibrahim et all., 2020). Methods: This study uses quasi-experimental research with the type of 1 group design before and after the test, the type used is the manipulation of free or flexible variables with the number of respondents 15 adolescent women aged 15-20 years using NRS (Numeric Rating Sacle) measurements. Results: From the results of the analysis test with paired T-Test there is an influence on the initial and final variables, because the significance value shows (2 tailed) p=0.000, <0.05 So it can be concluded that <0.05 can correlate, namely there is a significant effect on deep breathing exercise on menstrual pain or dysmenorrhea. Conclusion: the provision of deep breathing exercises is proven to have an effect on respondents with complaints of menstrual pain or dysmenorrhea.
Pengaruh Kombinasi Core Stability Exercise dan Latihan Keseimbangan Metode Bobath Terhadap Tingkat Keseimbangan Berjalan Pada Pasien Dengan Hemiparese Post Stroke Iskemik Di Klinik Meridian Surabaya Cahyanti, Meisa Alvalen; Deo Fau, Yohanes; Hargiani, Fransiska Xaveria; Endaryanto, Agung Hadi
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9120

Abstract

Stroke iskemik iskemik adalah penyumbatan yang terjadi pada aliran darah menuju otak  sehingga dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen yang menyebabkan kematian jaringan. Stroke dapat ditandai dengan adanya defisit neurologis (sensorik) dengan sisi lesi atau kelumpuhan di salah satu anggota tubuh. Pada pasien stroke iskemik fase rehabilitasi lanjut yang sering terjadi meliputi gangguan motorik dan perubahan kekuatan otot. permasalahan tersebut menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan pada pasien post stroke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi core stability exercise dan latihan keseimbangan metode bobath terhadap tingkat keseimbangan berjalan pada pasien dengan hemiparese post stroke iskemik di klinik meridian Surabaya. Peneliti menggunakan Berg Balance Scale (BBS) untuk mengukur tingkat gangguan keseimbangan. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan desain penelitian quasi eksperimental dengan one-grup pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan 20 sampel pasien dengan hemiparese post stroke iskemik di Klinik Utama Meridian. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang bermakna kombinasi core stability exercise dan latihan keseimbangan metode bobath terhadap tingkat keseimbangan berjalan pada pasien dengan hemiparese post stroke iskemik.
PENGARUH PASSIVE STRETCHING TERHADAP NILAI NYERI PUNGGUNG ATAS AKIBAT SPASME UPPER TRAPEZIUS Wati, Risa Laras; Fariz , Achmad; Endaryanto, Agung Hadi; Deo Fau, Yohanes
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38066

Abstract

World Health Organisation (WHO) menyebutkan ketegangan otot cervical memiliki peringkat urutan ke 4 dari penyakit muskuloskeletal lainnya dan peringkat ke-8 untuk masalah kesehatan anak usia 15 - 19 tahun. Di Indonesia prevalensi nyeri leher terjadi pada 16,6% populasi orang dewasa dan 0,6 % mengalami nyeri leher berat atau kronis. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan para murid seperti sekolah, membaca buku, mengemudikan kendaraan, dan menggunakan ransel, menggunakan smart phone, bermain game di HP maupun laptop tentunya hal tersebut dapat memicu salah satu gejala muskuloskeletal yaitu nyeri punggung atas akibat spasme otot upper trapezius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh passive stretching terhadap nilai nyeri punggung atas akibat spasme upper trapezius pada murid Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung. Desain penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen dengan one group pre test – post test design dengan total responden sebanyak 25 dari Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon Test dengan p value sebesar 0,000 < a 0,05). Sebelum dilakukan passive stretching nilai nyeri sebesar 13,32±12,49 dan setelah dilakukan passive stertching nilai nyeri sebesar 4,36+12,54 dengan selisih sebesar 8,96 +0,611. Terdapat pengaruh passive stretching terhadap nilai nyeri punggung atas akibat spasme upper trapezius pada murid Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung.
Shortwave Diathermy Dan Core Stability Exercise Efektif Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Miogenik Sari, Teti Eka; Pradita, Angria; Endaryanto, Agung Hadi; Fao, Yohanes Deo
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 2 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i2.7033

Abstract

Nyeri punggung bawah miogenik adalah kondisi punggung bawah yang tidak nyaman akibat kelemahan maupun ketidakseimbangan antara otot punggung dan perut. Metode intervensi fisioterapi yang digunakan ialah Shortwave Diathermy (SWD), Transcutaneous Electrical Stimulation (TENS) dan Core Stability Exercise (CSE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian SWD dan CSE yang dibandingkan dengan SWD dan TENS terhadap perubahan intensitas skala nyeri pada kasus nyeri punggung bawah miogenik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pretest-posttest two group design pada populasi nyeri punggung bawah sebanyak 50 responden dengan total 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik purposive sampling. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) sebelum dan sesudah dilakukan treatment fisioterapi dalam 2 kelompok yaitu; (1) SWD dan TENS dan (2) SWD dan CSE setiap 2x seminggu selama 4 minggu. Uji statistik dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U. Pada kelompok SWD dan CSE hasil median pre 7 menjadi 3 dengan nilai P = 0,00, sedangkan pada kelompok SWD dan TENS hasil nilai median pre 7 menjadi 5 dengan nilai P = 0,00. Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian SWD dan CSE efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien nyeri punggung bawah miogenik.
The Relationship Of Physiotherapy Services With The Compliance Level Of Elderly Patients At Running The Physiotherapy Program In Dr. Soepraoen Malang Hospital Kasimbara, Rachma Putri; Suhernanda, Ikhtiqod; Sartoyo; Endaryanto, Agung Hadi
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2079

Abstract

Based on the results of observations of researchers at dr. Soepraoen the physiotherapy services provided are not optimal, as seen from the level of patient compliance which is lacking, this is influenced by several factors, namely reliability, responsiveness, lack of empathy for the physiotherapist, plus incomplete and inadequate facilities. So this study aims to see. There is a relationship between physiotherapy services and patient satisfaction. This research was conducted at dr. Soepraoen with a sample of 85 respondents using a purposive sampling technique. The research instrument used was a questionnaire and the data was analyzed using the chi-square test with a significant level (α=0.05). The results of this study indicate that there is a relationship between physiotherapy services and patient satisfaction (p=0.000). Based on research results. It can be concluded that there is a relationship between physiotherapy services and patient compliance.
Pengaruh Senam Aerobic Terhadap Vo2max Pada Usia 36-45 Tahun Warga Diperumahan Swan Menganti Park Gresik Utomo, Ari Setyo; Pradita, Angria; Endaryanto, Agung Hadi
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Exercise is an important component of adopting a healthy lifestyle. Inconsistent exercise routines that are limited to holidays are one of the problems that people often face. Methods: This quantitative approach uses a type of experimental research design which aims to see the influence of aerobic exercise on VO2max levels at the age of 36-45 years in the Swan Mengati Park Gresik housing complex. The type of research design used is the one group pre-test and post-test method for conducting research. Initial measurements or pre-test, were carried out before the group was given treatment, and re-measurements or post-test, were carried out at the end of the research session. Results: 30 respondents aged 36-45 years at the Swan Menganti Park Gresik housing complex, that aerobic exercise has a big influence on the level of increase in VO2max. Conclusion: The results obtained were quite significant before doing the exercise with an average graph value of 28,343 to 30,430 after doing the exercise. So, aerobic exercise has a big influence on increasing VO2max which is very important for the healthy function of heart cells, lungs, blood circulation and muscles that work in the body for residents in the Swan Menganti Gresik housing complex. .
Co-Authors Achmad Abdullah Achmad Fariz Achmad Sidarto Adi Purnomo Ahmad - Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Amin Zakaria Amiruddin, Muhammad Majdy Amran, Yuniarti Anang Tri Haryono Andriani, Dhita Wina Ari Setyo Utomo Arief Efendi Arum Mega Adhani Cahyanti, Meisa Alvalen Candra Hermawan Dewi Retno Wulandari Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dian Zahrotul Mila Dimas Setyawan Elyana Asnar Elyana Asnar Ernayanti, Tasiya Bella Fao, Yohanes Deo Geby Sarawati Geby Sarawati Harnoko Hargiani, Fransica Xaveria Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransiska Xaveria Heppy Romadhani Yudhaningrum Ida Bagus Made Dharma Putra Ikhtiqod Suhernanda Kasimbara , Rachma Putri Kasimbara, Rachma Putri Kristipi Dwirianawati Laurentius Gigih Hari Utomo Linda Amiriawati Luberto, Purna Maradona Maradona Mizan Abdul Rouuf Moh. Ismail Muhammad Ismail Nur Aini Nurul Halimah Octavian, Hasanuddin Palupi, Retno Isti Paskalis Sumarah Ing Widi Pelohy, Riko Ronaldo Patti Pradita, Angria Purwati Purwati Putri Kasimbara, Rachma Putri, Atiatul Maulana Azmi Putri, Lidya Shafika Rahmadi, Redi Reasius Bobby Hudson Rewasan Retno Dewi Prisusanti Retno Dewi Prisusianti Retno Wuryaningsih Rizky Pratama Putra Roostantia Indrawati Roostantia Indrawati, Roostantia rr. Tri Retno Handini Sari, Siska Ratna Sari, Teti Eka Sartoyo Sri Lestari Wati Suhernanda, Ikhtiqod Suwono Suwono Tri Chandra Ayu Aprillia Umi Hanik Mardiyana Utomo, Ari Setyo Valentina Avianti Utami Wahyu Tejakusuma, Wahyu Wahyuni, Dyah Prapti Wahyuningrum, Esti Karini Wati, Risa Laras Yohanes Deo Fau Zaimatul Hamdiyah