Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Elkawnie

The Application and Relevancy of Rainfall-Runoff-Inundation (RRI) Model in Indonesia M. Faisi Ikhwali; Budi Azhari; Alfin Khari; Suardi Nur; Abd Mujahid Hamdan; Kingkao Prommacot
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v9i1.14577

Abstract

Abstract: Indonesia has a very large number of watersheds and has a very diverse size. Damage to several watersheds in Indonesia has also occurred and often results in catastrophic floods and droughts that threaten people. The presence of the RRI Model with its capabilities will help contribute to watershed management in order to solve water resource problems. The RRI model is a two-dimensional (2D) model capable of simulating runoff, rainfall, and flood inundation simultaneously. The use of this model in Indonesia has reached 13 times which was compiled based on the number of publications on the application of the RRI model. All of these publications have passed peer-reviewed papers from both journals and conference papers. Applications have been made in several places including the Solo watershed, the Upper Citarum watershed, the Batanghari watershed, and the upstream Brantas watershed. Given the increasing number of problematic watersheds in Indonesia, the use of this model has the prospect and relevancy of being carried out in other watersheds. However, until now, researchers have had challenges in building hydrological models because of the constraints on the availability of climatological and hydrological data in the watershed. Therefore, in addition to improving the data measuring infrastructure in the field, remote sensing techniques are also needed in an effort to generate targeted watershed information. In fact, the effort to utilize remote sensing in generating unmeasurable data in the field has been successfully conducted in several studies.Abstrak: Indonesia memliki jumlah DAS yang sangat banyak dan memiliki ukuran yang sangat beragam. Kerusakan beberapa DAS di Indonesia juga telah terjadi dan sering berakibat bencana banjir dan kekeringan yang mengancam penduduk setempat. Kehadiran Model RRI dengan kemampuannya akan membantu berkontribusi dalam memajemen DAS ataupun dalam usaha untuk menyelesaikan permasalahan sumberdaya air. Model RRI adalah suatu model dua dimensi (2D) yang memiliki kemampuan untuk mensimulasikan limpasan curah hujan dan genangan banjir secara simultan. Penggunaan model RRI ini di Indonesia telah mencapai 13 kali, yang tercatat berdasarkan jumlah publikasi yang terkait dengan aplikasi model RRI. Semua publikasi tersebut telah melewati peer-review baik dari jurnal maupun dari konferensi. Aplikasi telah dilakukan dibeberapa tempat termasuk DAS Solo, DAS Citarum, DAS Batanghari, dan DAS Brantas. Mengingat jumlah DAS yang bermasalah di Indonesia semakin meningkat, maka penggunaan model ini memiliki prospek untuk dilakukan di DAS lain. Namun sampai saat ini, para peneliti memiliki tantangan dalam membangun permodelan hidrologi karena terkendala pada ketersediaan data klimatologi dan hidrologi di dalam DAS. Oleh karena itu, selain peningkatan infrastruktur pengukur data dilapangan dan teknik pengindraan jauh juga diperlukan dalam usaha menyediakan informasi DAS yang ditargetkan. Usaha penggunaan teknik pengindraan jauh dalam menyediakan data yang tidak terukur dilapangan telah sukses dan terbukti dilakukan di beberapa studi.
Development of A Dyscalculia Identification Test Instrument Budi Azhari; Rahmah Johar; Evi Ramadhani; Mailizar Mailizar
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v10i1.23347

Abstract

Abstract: This research aims to develop a dyscalculia test instrument for early identification of children with dyscalculia learning disorders through a series of validity and reliability tests involving various experts from various related fields. This research uses the Tessmer model in developing test instruments through several stages, including: preliminary, self evaluation, prototyping (expert reviews, one-to-one, and small group), and field tests. The research results show that each research variable, namely X1 (type A), X2 (type B), and X3 (Dyscalculia), has met high validity. All question items in these three variables have an r-value that exceeds the r-table, ensuring that the instrument measures what it is intended to measure and reflects the construct accurately. The reliability test results show that each variable has a raw_alpha above 0.80, which reflects very high reliability. This shows that the instrument has the ability to produce consistent and reliable results under repeated use and on different samples. So that the instrument developed can be used to identify and diagnose dyscalculic children in helping dyscalculic children overcome the difficulty of learning mathematics.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diskalkulia untuk mengidentifikasi awal anak dengan gangguan belajar diskalkulia melalui serangkaian uji validitas dan reliabilitas yang melibatkan berbagai pihak ahli dari berbagai bidang terkait. Penelitian ini menggunakan model Tessmer dalam mengembangkan instrumen tes melalui beberapa tahapan, antara lain: preliminary, self evaluation, prototyping (expert reviews, one-to-one, dan small group), dan field test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel penelitian, yakni X1 (tipe A), X2 (tipe B), dan X3 (Diskalkulia), telah memenuhi validitas yang tinggi. Semua item soal di ketiga variabel tersebut memiliki r-hitung yang melebihi r-tabel, memastikan bahwa instrumen mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur dan mencerminkan konstruk dengan akurat. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki raw_alpha di atas 0,80, yang mencerminkan reliabilitas yang sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa instrumen memiliki kemampuan untuk menghasilkan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan dalam penggunaan berulang dan pada sampel yang berbeda. Sehingga instrumen yang dikembangkan dapat digunakan keperluaan identifiksi dan mendiagnosa anak diskalkulia dalam membantu anak diskalkulia mengatasi masalah kesulitan belajar matematika.