Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Persebaran Medan Listrik Pada Lightning Arrester 20kV Menggunakan Finite Element Method A A Gd Dharma Putera; I Made Yulistya Negara; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.481 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16107

Abstract

Lightning Arrester adalah perangkat semikonduktor yang digunakan dalam sistem tenaga listrik untuk melindungi peralatan terhadap petir dan switching tegangan lebih. Alat pelindung terhadap gangguan petir ini berfungsi melindungi peralatan sistem tenaga listrik dengan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalirkannya ke tanah. Arrester tidak akan bekerja pada keadaan normal melainkan akan bekerja pada saat adanya tegangan impuls yang datang pada arrester. Dalam penggunaanya arrester ini akan menimbulkan medan pada permukaan arrester. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan untuk menganalisa persebaran medan listrik pada arrester tersebut. Analisa pemodelan medan listrik membantu dalam mengetahui pengaruh dari itensitas medan maksimum dalam arrester baik dalam kondisi normal maupun transien. Metode yang digunakan adalah simulasi yang berbasis pada FEM (finite element method). Serta membandingkan kondisi medan listrik pada permukaan arrester dalam keadaan normal, terkontaminasi air garam, saat terdapat rongga udara dan terkontaminasi debu. Nilai medan listrik yang didapatkan pada saat diberi arus impuls sangat kecil dibandingkan dengan saat diberikan tegangan nominal karena saat terkena arus impuls tegangannya sangat kecil atau mendekati nol.
Pemodelan Arus Arcing Tegangan Rendah pada Kabel Fleksibel (Serabut) menggunakan Elman Neural Network Liga Primabaraka; Dimas Anton Asfani; I Made Yulistya Negara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.336 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16265

Abstract

Penggunaan listrik dapat menyebabkan bahaya jika tidak diperlakukan dengan baik. Salah satu bahaya yang dapat terjadi adalah kebakaran akibat dari adanya arc flash yang berasal dari peristiwa hubung singkat. Maka dari itu, diperlukan sebuah analisa bahaya listrik pada tegangan rendah sehingga keamanan pada sisi pelanggan dapat tetap terjaga. Arus Arc flash pada tegangan rendah memiliki karakteristik berupa bentuk gelombang yang nilainya tinggi, namun durasi yang relative singkat. Hal ini berakibat pada tidak bereaksinya alat pengaman dalam mengatasi gangguan ini. Dalam tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah pemodelan terhadap arus arcing pada tegangan rendah. Tujuan dari melakukan pemodelan adalah untuk memudahkan analisa terhadap fenomena arc flash pada tegangan rendah sehingga nantinya ditemukan solusi untuk mengatasi bahaya yang dapat diakibatkan oleh fenomena arc flash itu sendiri. Pemodelan ini menggunakan metode Elman Neural Network yang berfungsi untuk membentuk karakteristik dari bentuk arus arc flash dengan menentukan nilai hambatan pada tempat terjadinya arcing. Pemodelan dilakukan berdasarkan kasus arc flash pada kabel fleksibel dengan jumlah serabut yang berbeda-beda. Keluaran dari tugas akhir ini adalah sebuah arus arcing pemodelan yang bentuknya mirip dengan arus arcing hasil percobaan. Hasil yang didapatkan adalah arus arcing pemodelan memiliki bentuk yang mirip dengan arus arcing percobaan.
Pemanfaatan Bentonite sebagai Media Pembumian Elektroda Batang Winanda Riga Tamma; I Made, Yulistya Negara; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.533 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21216

Abstract

Sistem pentanahan merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mengamankan sistem tenaga listrik dari gangguan ke tanah maupun gangguan hubung singkat. Pada sistem pentanahan yang baik, resistansi pentanahan harus bernilai dibawah lima ohm. Resistansi pentanahan bergantung pada berbagai aspek antara lain yaitu struktur tanah, kelembapan tanah, dan kandungan yang ada dalam tanah itu sendiri. Dalam pengujian pada penelitian ini akan dilakukan perbaikan pada tanah dengan mencampurkan bentonite ke dalam tanah sebagai media pentanahan. Pencampuran bentonite bertujuan agar mendapatkan nilai resistansi pentanahan yang baik sesuai dengan standar sistem pentanahan. Pengujian dilakukan menggunakan elektroda batang dan alat earth resistance tester dengan metode tiga titik dimana elektroda utama atau elektroda pengukuran diberikan treatment sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Diharapkan pada pengujian ini akan diketahui dampak dari bentonite terhadap penurunan nilai resistansi pentanahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan mencampurkan bentonite pada media pentanahan, resistansi pentanahan menjadi lebih baik. Meskipun tidak terlalu signifikan, rata-rata penurunan dari setiap masing-masing treatment adalah sebesar 2 ohm.
Analisis Medan Magnetik terhadap Operator yang Bekerja di Saluran Transmisi Menggunakan 3D Metode Elemen Hingga Aditya Dwi Nugraha; I Made Yulistya Negara; Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.363 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21146

Abstract

Pemakaian tegangan tinggi selain untuk mengurangi rugi-rugi daya, juga menghasilkan medan magnet di sekitar kawat penghantar. Medan magnet di sekitar kawat penghantar menimbulkan dampak merugikan bagi operator maupun penduduk yang bertempat tinggal di dekat saluran transmisi Untuk menganalisis distribusi medan magnet pada saluran transmisi di gunakan perangkat lunak berbasis FEM (Finite Element Methode). Ide dasar dari FEM adalah membagi struktur, badan (body), atau daerah yang dianalisis menjadi jumlah yang sangat besar dari suatu elemen hingga (finite element). Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan mensimulasikan saluran transmisi 500kV dan pengaruhnya terhadap sekitar (operator) untuk mendapatkan medan magnet yang di hasilkan. Penelitian ini akan menggunakan perangkat lunak CST Studio berbasis FEM untuk melakukan simulasi distribusi medan magnet yang di hasilkan oleh saluran transmisi dan terhadap manusia.
Desain dan Implementasi Peralatan Deteksi Arcing Tegangan Rendah Berbasis LabView Azmi Wicaksono; Dimas Anton Asfani; I Made Yulistya negara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.21 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21997

Abstract

Busur api listrik tegangan rendah timbul saat terjadi hubung singkat dan memicu kebakaran. Fenomena hubung singkat terjadi saat peralatan pengaman tidak dapat mendeteksi gangguan yang terjadi, meskipun nominal arus saat terjadi hubung singkat sangat tinggi namun durasi hubung singkat sangat cepat sehingga peralatan pengaman konvensional seperti fuse dan circuit breaker (CB) tidak dapat mendeteksi gangguan tersebut, hal inilah yang menimbulkan kebakaran karena hubung singkat. Pada Penelitian ini akan dilakukan pendeteksian arcing pada tegangan rendah dengan mengamati karakteristik arus busur api yang meningkat secara signifikan pada durasi waktu tertentu. Sinyal arus yang masuk akan ditransformasikan menggunakan wavelet. Eksperimen dilakukan dengan membandingkan 3 kondisi yaitu kondisi normal, penambahan beban (switching) serta arcing. Terdapat 2 batas (threshold) yang digunakan sebagai parameter pendeteksian. Threshold pertama adalah nilai arus high frequency maksimum 2A dan yang kedua adalah jumlah titik gangguan sebanyak 7. Berdasarkan hasil pendeteksian, indikator normal akan “ON” selama threshold pertama dan kedua tidak terlampaui, indikator switching “ON” saat threshold pertama terlampaui namun threshold kedua tidak, sedangkan indikator arcing “ON” saat kedua threshold terlampaui.
Analisis Karakteristik Fenomena Pre-Breakdown Voltage Berbasis Pengujian pada Media Isolasi Minyak I Made Yulistya Negara; Daniar Fahmi; Dimas Anton Asfani; Dwi Krisna Cahyaningrum
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 3 (2017): (September - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.033 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i03p20

Abstract

Pre-breakdown voltage is a phenomenon of dielectric breakdown affecting insulation’s performance. The faster pre-breakdown voltage of insulation, the more significant its dielectric degradation. In this paper, pre-breakdown voltage in oil insulation was investigated by using DC high voltage in laboratory scale. Under testing, the streamer development was recorded by using a high-resolution camera. The measured current was synchronized with an image that was picked up during the oil insulation testing. By this experiment, the characteristics of the current in phenomenon pre-breakdown voltage at oil insulation was studied. The results showed that the measured current of pre-breakdown phenomenon in oil insulation under 28 kV to 30 kV excitation voltage is in a range 100 mA - 150 mA.
Testing and Simulation of Motor Insulation System under Some Artificial Environmental Conditions I Made Yulistya Negara; Dimas Anton Asfani; Siti Sudatul Aisyah N
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 1: EECSI 2014
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.386 KB) | DOI: 10.11591/eecsi.v1.343

Abstract

This study deals with the effect of humidity and contamination of salt on insulation resistance and polarization index. It investigated experimentally and is also analyzed by using its equivalent circuit. Surface leakage and absorption currents were measured to interpret the quality of insulation winding of a motor. The result shows that in all conditions, the value of absorption current is constant during the testing, meanwhile due to effect of humidity and contamination the leakage current is much larger than normal conditioned motor. Data obtained from insulation resistance test are used to calculate the resistance to ground (RTG) and capacitance to ground (CTG). RTG and CTG are then used as value of components on equivalent circuit for simulation matter. The simulation result using equivalent circuit is reasonable agree with the experiment done.
Wind-Electric Power Potential Assessment for Three Locations in East Java-Indonesia Ali Musyafa; I Made Yulistya Negara; Imam Robandi
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 22, No 3 (2011)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v22i3.71

Abstract

This paper reports our effort to asses wind energy potentials for three locations in East Java. We used wind speed data over a period of almost 3 years, i.e. in period of June 2006 – August 2008. Data were taken from direct measurement in locations in East Java Province, i.e. Sampang (Madura), Juanda (Surabaya), and Sawahan (Nganjuk). The short-term of wind speed mean in monthly signifies to wind-speed value ”which parallels to the wind turbine power curve value” were used to estimate the annual energy output for a 1 MW installed capacity wind farm on the each site 100 of 10kW rated wind turbines were used in the analysis. The short term of wind speed mean at Surabaya and Nganjuk were 2.34, 3.03 and 1.97 m/s at 2 m Above Ground Level (AGL), respectively. In both locations, wind speeds were observed during the day time between 04.00 and 18.00 and relatively smaller ones between 19.00 and 03.00 period. Meanwhile, in Sampang (Madura) the higher wind speeds were observed between 20.00 and 06.00, and relatively smaller between 07.00 and 19.00 period. The 1 MW windfarm at Sampang, Surabaya and Nganjuk can produce 1.284; 1.199 and 1.008 MWh of electricity yearly, taking into consideration of the temperature adjustment coefficien of about 6 %. The plant capacity factor at Sampang, Surabaya and Nganjuk were found to be 30.02 %, 30.00 % and 30.01 % respectively. Additionally, it is noticed that these site can contribute to the avoidance of 0.904; 0.846 and 0.709 tons/year of CO2 equivalent Green House Gases (GHG) from entering into the local atmosphere, thus creating a clean and healthy athmosphere for local inhabitants.
Demagnetization Method for Reducing Inrush Current of Single Phase 1 kVA Transformer I Made Yulistya Negara; Dicky Wahyu Darmawan; Ryan Nurdianto; Dedet Candra Riawan; Arif Musthofa; Dimas Anton Asfani; Mochammad Wahyudi; Daniar Fahmi
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 1, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25796216.v1.i1.4

Abstract

This study deals with an effort to reduce inrush current of single phase transformer during its energizing. Inrush current affected by residual flux was minimized using demagnetization method in order to reduce residual flux trapped in the core of transformer. Two methods of demagnetization namely variable frequency-constant voltage (VFCV) and variable voltage–constant frequency (VVCF) were applied and the effectiveness of both methods were then compared. Both methods were supplied with alternated direct current (DC), however the one was changed its frequency and the other one was changed its voltage. The results obtained after transformer was demagnetized using these methods show that VFCV method educed inrush current up to 76%, on the other hand VVCF ethod reduced inrush current only up to 37%. Moreover, demagnetization time process of VFCV method was about 1.46 s, which is 1 s faster than VVCF method.Keywords: demagnetization; inrush current; variable voltage-constant frequency; variable frequency-constant voltage
Design of Motor Current Signature Analysis (MCSA) Based on LabVIEW for Online Detection of Induction Motor Faults Dimas Anton Asfani; Soedibyo Soedibyo; I Made Yulistya Negara; Daniar Fahmi; Muhammad Eko Septiawan; Mochammad Wahyudi; Neisya Islamey Rifma
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 1, No 2 (2017): October
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25796216.v1.i2.20

Abstract

Induction motor is the most common used electric motor in industry. Along with its operation, induction motor can savere certain damage which is generally dominated by internal fault, such as s rotor fault, stator fault, and bearing fault. In this paper, the online detection based on motor current signature analyses (MCSA) for such faults was designed using LabVIEW. MCSA was performed to obtain the frequency which indicated the presence of certain damage of induction motor. The experimental result showed that the accuracy of proposed method reached 90 %. Keywords: induction motor; online detection; rotor fault; stator fault; bearing fault; MCSA.