Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Rekonstruksi 3D dari Multiview Image sebagai Intepretasi Ukuran Objek Fiolana, Farrady Alif
Nusantara of Engineering Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekonstruksi 3D menggunakan multiview image dapat menghasilkan informasi koordinat pada world frame. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memandu end-effector robot pahat untuk mereplika sebuah benda nyata pada suatu benda kerja. Pengambilan gambar dilakukan dengan menggunakan kamera yang tersusun secara stereo dari beberpa sudut pandang. Kamera tersebut telah dikalibrasi. Proses normalisasi warna bertujuan untuk memisahkan objek dan latar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan daerah yang diinginkan. Penentuan kedalaman pixel dihitung pada beberapa sampel titik yang memiliki korespondensi untuk dibangun sebuah mesh. Untuk menemukan titik tersebut, kami membandingkan performa dekteksi ciri SURF (Speed-Up Robust Feature), SIFT (Scale-Invariant Feature Transform) yang keduanya dikombinasi dengan KNN (K-Nearest Neighbor). Selain itu juga membandingkan performa optical flow Lucas-Kanade, Horn-Schunck, Farneback, dan Block Match. Metode Block Match menunjukkan performa terbaik dengan keberhasilan 88.53%. Kombinasi SIFT, KNN, dan RANSAC (Random Sample Consensus) digunakan untuk menentukan matrik transformasi observer menuju model untuk proses penyelarasan gambar. Evaluasi hasil rekonstruksi menggunakan RMSE (Root Mean Square Error) dengan membandingkan jarak antar titik yang berkesesuaian dengan objek sebenarnya. RMSE yang dihasilkan berkisar antara 0.3076801cm dan 0.3277154cm. Hasil registrasi memiliki RMSE 0.3679023cm. Hal ini disebabkan oleh kesalahan turunan dari pembentuknya, kekurang sesuaian vertex antara model dan observer, dan pendekatan untuk memperoleh matrik transformasi dari observer menuju model.   Kata kunci : Rekonstruksi 3D, kamera stereo, deteksi ciri, optical flow.
Prototipe Sistem Peringatan Dini Kebakaran Menggunakan Hybrid Sensor API Dan MQ-2 Berbasis IOT Haris Odi Rizaldy; Mochtar Yahya; Farrady Alif Fiolana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v7i2.3528

Abstract

Kebakaran di suatu gedung merupakan suatu kelalaian atau kesalahan yang diakibatkan oleh manusia, yang disebabkan oleh beberapa faktor misalnya akibat puntung rokok, hubungan pendek arus listrik yang dapat menimbulkan percikan api dan merambat ke bahan mudah terbakar. Pada umumnya, kebakaran diketahui jika keadaan api sudah mulai membesar atau asap hitam telah mengepul keluar dari bangunan, Keterlambatan memberikan pertolongan dalam bencana kebakaran mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta materi yang tidak sedikit, maka dibutuhkan penanganan yang cepat guna mengatasi bencana kebakaran semakin meluas.  Hasil perancangan alat yang dibuat adalah menerima informasi atau notifikasi dari internet ke handphone, jika kedua sensor mendeteksi adanya asap dan api melebihi kadar yang ditentukan maka handphone akan menerima notifikasi adanya asap dan api dari internet dan dapat disimpulkan bahwa terindikasi terjadinya kebakaran. Pada percobaan yang telah dilakukan salah satu data pembacaan sensor MQ2 dengan ADC 352 sehingga tegangan output sensor didapat 1,72 V dan mengasilkan kadar asap 3440 PPM, sedangkan pembacaan sensor flame jika terdapat lidah api dengan tinggi 1,5 cm maka sensor dapat mendeteksi adanya api dengan jarak maksimal 60 cm. Kata kunci : Sensor MQ2, Pendeteksi Kebakaran, IoT
Rancang Bangun Alat Pengukur Kadar Asam Askorbat pada Buah dengan Metode Titrasi Iodimetri Ayssa Nurmastika; Danang Erwanto; Aulia Dewi Rosanti; Farrady Alif Fiolana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.239 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3401

Abstract

Sumber pangan yang baik akan vitamin C adalah buah buahan dan sayuran yang berdaun hijau. sehingga penting untuk mengetahui kadar vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan. Pada penelitian ini alat pengukuran asam askorbat pada buah dirancang menggunakan metode titrasi iodimetri dengan sistem pengadukan antara titran dengan ekstrak buah secara otomatis, sensor warna TCS3200 digunakan untuk mendeteksi perubahan warna larutan yang di titrasi. Saat warna larutan yang dititrasi berubah menjadi biru, maka proses titrasi akan berhenti secara otomatis. Hasil yang diperoleh, sensor warna TCS3200 mampu mendeteksi perubahan warna biru pada proses titrasi. Nilai kesalahan rata rata pada sampel buah dengan berat 10 gram dan 30 gram adalah 0,056% dan 0,020%.
Design of Wheeled Football Robot Coordination System at Base Station Using TCP / IP Diah Arie Widhining Kusumastutie; Farrady Alif Fiolana
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA) Vol 4 No 1 (2020): April
Publisher : Muhammadiyah University, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jeeeu.v4i1.341

Abstract

Wheel Soccer Division, Indonesian Robot Contest is an annual competition held by the Ministry of Education. One team in this division consists of 3 robots connected in wireless communication coordinated by base station. Besides that, base station computer also connects the robots with referee computer or called Refbox (Referee Box). Refbox as server for base station computer and base station computer as server for robots. The problem arises in base station has to play double roles, as server and client. In testing had two the results of communication from the referee box to basestation and basestation to the client so the data from the referee box can be accepted by the client with a success rate of 93%.
Pengolahan Citra Digital untuk Menentukan Kadar Asam Askorbat pada Buah dengan Metode Titrasi Iodimetri Danang Erwanto; Yudo Bismo Utomo; Farrady Alif Fiolana; Mochtar Yahya
MULTITEK INDONESIA Vol 12, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.616 KB) | DOI: 10.24269/mtkind.v12i2.1290

Abstract

Measurement of ascorbic acid in fruits can be implemented by various methods. The method often used to measure ascorbic acid levels is the iodometric titration method. In this research applying digital image processing with color segmentation to measure levels of ascorbic acid using iodimetry titration method, because end point indicator of titration is a change of blue color in the titration solvent. From the research, digital image processing is capable to detect the blue color changes in the titration solvent. Measurement of ascorbic acid level in lime fruit by implementing digital image processing with color space transformation to HSV showed that the average ascorbic acid content was 0.037% and an average error value of 17.54%.
Pendeteksi Gerakan Kaki Menggunakan Normalisasi Warna Pada Citra Untuk Klasifikasi Pola Berjalan Diah Arie Widhining K; Farrady Alif Fiolana; Mochtar Yahya
ALINIER: Journal of Artificial Intelligence & Applications Vol. 1 No. 1 (2020): ALINIER Journal of Artificial Intelligence & Applications
Publisher : Program Studi Teknik Elektro S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.135 KB) | DOI: 10.36040/alinier.v1i1.2518

Abstract

Manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari pasti melakukan gerakan, salah satu gerakan tersebut adalah berjalan. Analisis pola berjalan merupakan cabang ilmu biomekanika yang mempelajari pola gerak dari beberapa organ tubuh pada manusia atau hewan yang dianalisa. Perencanaan pembuatan perangkat lunak ini digunakan untuk membantu dalam proses klasifikasi pola berjalan dan penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pola berjalan pada objek laki-laki dan perempuan dengan perlakuan yang berbeda. Pada proses perencanaan dimulai dengan proses grayscale, thresholding, closing, konversi citra RGB ke grayscale, pembuatan rectangle yang mewakili penanda, koordinat penanda, penghitungan sudut pada sendi lutut dan tungkai. Sedangkan pada proses penelitian dimulai dengan pengambilan citra menggunakan camStudio, video di konversi ke deret gambar dalam JPG, durasi frame dan analisa. Dari penelitian klasifikasi pola berjalan diketahui bahwa besar sudut sendi lutut pada fase initial contact, loading response, mid stance, terminal stance, mid swing dan terminal swing antara 171,70 sampai dengan 179,90 , sedangkan sudut sendi lutut pada fase pre swing dan initial swing memiliki besar sudut antara 118,90 sampai dengan 138,80. Pada sudut pergelangan kaki pada fase initial contact, loading response, mid stance, terminal stance, mid swing dan terminal swing antara 111,10 sampai dengan 135,10 sedangkan sudut pergelangan kaki pada fase pre swing dan initial swing memiliki besar sudut antara 1530 sampai dengan 161,40 . Rata-rata perbedaan setiap fase pola berjalan pada besar sudut sendi lutut sebesar 3,89%, sedangkan rata-rata perbedaan fase pola berjalan pada besar sudut pergelangan kaki sebesar 5,4% antara objek laki-laki normal dan perempuan normal.
Klasifikasi Kualitas Citra Kedelai Hitam (Malika) Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Eka Rahayu Septiana; Farrady Alif Fiolana; Danang Erwanto
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v4i2.4469

Abstract

Kedelai hitam dengan nama latin (Glycine max (L.) Merrill) merupakan tanaman asli Asia yang sangat cocok ditanam di wilayah tropis seperti Indonesia. Kedelai merupakan tanaman pangan yang dapat diolah menjadi beberapa olahan, salah satunya diolah menjadi kecap. Penggunaan metode manual masih memiliki kekurangan salah satunya, biaya yang digunakan dalam pemilahan biji kedelai relatif besar yang diakibatkan karena dalam metode pemilahan secara manual dibutuhkan tenaga kerja yang banyak. Untuk itu, perlu adanya metode klasifikasi secara otomatis untuk mengatasi kekurangan dari metode manual. Dengan menerapkan metode klasifikasi K-Nearest Neighbor berdasarkan ciri warna dan bentuk, diharapkan mampu mengklasifikasi kedelai hitam (Malika) secara otomatis sehingga dapat menekan biaya yang digunakan pada metode manual. Dengan ekstraksi warna menggunakan histogram warna dan bentuk menggunakan parameter axis major, axis minor, keliling, area. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen merupakan metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Pada penelitian ini menggunakan masukan citra dengan jumlah citra 500 biji malika dengan 250 citra malika baik dan 250 citra malika jelek, serta terdiri dari citra traning 400 citra dan citra testing 100. Berdasarkan hasil penujian, dilakukan uji coba tingkat keakurasian K dari K = 1 sampai K = 40. Didapatkan akurasi tertinggi pada K = 5 sebesar 91% dan akurasi terendah pada K = 1 sebesar 87%. Pengujian terhadap penelitian ini dilakukan menggunakan 20 citra input menggunakan rincian 10 input uji malika baik, 10 citra input uji malika jelek. Dengan hasil klasifikasi mampu membedakan atau memberi label biji malika baik dan jelek. Berdasrkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa algoritma K-Nearest Neighbor bisa membantu mengklasifikasi biji kedelai hitam malika baik dan jelek.
PEMBERDAYAAN EKONOMI ‘PAGUYUBAN PETANI JAMUR KEDIRI’ DESA SUMBERCANGKRING KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI PROPINSI JAWA TIMUR MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI OTOMASI Edwin Syahputra; Edwin Agus Buniarto; Faraday Alif Fiolana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 1 NO 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v1i2.88

Abstract

Pola produksi dan perdagangan jamur di Kabupaten Kediri pada umumnya, masih merupakan hasil pertanian langsung untuk kemudian di perdagangkan di pasar. Sehingga memiliki daya tahan kosumsi dalam waktu yang pendek dan jangkuan pasar yang sangat terbatas, yang masih dalam sekala usaha rumah tangga dengan cara produksi pertanian dan perdagangan yang masih tradisional, dengan sistem manajemen usaha yang tradisional pula dengan pengelolaan keuangan seperti mengelola usaha rumah tangga. Karena proses produksi masih dilakukan secara tradisional, maka kapasitas produksi juga terbatas, serta kualitas produknya pun juga belum maksimal. Untuk itu perlu adanya pemberdayaan masyarakat serta trasformasi teknologi baru agar produksi jamur tersebut dapat bertambah serta memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, mengingat permintaan pasar yang begitu besar. Pemberdayaan petani jamur untuk mengembangkan usahanya serta adanya implementasi teknologi Otomasi, sangat diperlukan petani agar bisa menghasilkan jamur yang lebih bagus kualitasnya serta dalam jumlah yang meningkat.
Klasifikasi Helm Keselamatan Mengunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN) Aldiana Nugroho Mianah; Diah Arie Widhining K; Farrady Alif Fiolana
ZETROEM Vol 5 No 2 (2023): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v5i2.2765

Abstract

Dunia industri yang menggunakan sumber daya manusia, sepenuhnya terkait dengan proses produksi yang membutuhkan penerapan teknologi mutakhir. Kemampuan teknologi untuk meningkatkan proses produksi juga bisa berbahaya jika digabungkan dengan kondisi, prosedur, dan sistem kerja yang tidak aman. Selain itu, baik pengusaha maupun karyawan biasanya mengabaikan adanya bahaya untuk mencapai tujuan produksi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah diterapkan di setiap bisnis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, proses kerja, dan sistem kerja. Sehingga dibuatkanlah sistem tahap awal yang nantinya bisa membedakan pekerja yang memakai helm atau tidak, yang nantinya bisa memudahkan para pekerja sebagai pengingat untuk memakai helm keselamatan. Menggunakan Arsitektur CNN untuk mengklasifikasi citra pekerja yang memakai helm atau tidak, memberikan hasil dari penelitian yaitu pertama menganalisa hasil konvolusi pada salah satu citra dan menampilkan seluruh kernel yang digunakan pada proses konvolusi membuah hasil yaitu citra output memberikan visual yang cukup jelas dengan citra awal, kedua yaitu Evaluasi Arsitektur CNN dengan menggunakan Confusion Matrix memberikan hasil accuracy sebesar 81% dan Mean Square Error sebesar 18,8%. Pengujian Terakhir yaitu menguji prediksi gambar lainnya.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Penyakit Menggunakan Metode Akupuntur Pada Telapak Tangan Ahmad Irfan Al Farasyi; Farrady Alif Fiolana; Diah Arie Widhining K
ZETROEM Vol 5 No 2 (2023): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v5i2.2942

Abstract

Setiap orang ketika sedang menderita suatu penyakit, sel didalam tubuh akan mengalami kerusakan. Jika hal ini sudah terjadi, maka akan terjadi suatu proses regenerasi sel yang baru. Metode yang digunakan untuk mendeteksi sel yang rusak dengan cara teknik akupuntur yaitu mengalirkan arus tegangan kecil pada titik akupuntur yang ada di telapak tangan. Jika titik akupuntur dapat dialiri listrik, maka terdapat gangguan atau masalah pada organ yang diwakili oleh titik akupuntur tersebut. Proses berjalannya pendeteksian penyakit pada telapak tangan pasien yang dialiri arus listrik tegangan kecil untuk mendapatkan nilai threshold sebagai titik acuan rangsang di tubuh pasien dan dilakukan pendeteksian penyakit melalui titik akupuntur pada telapak tangan dengan hasil yang akan ditampilkan dilayar PC. Pada penelitian ini menggunakan metode research and development yaitu hasil yang akan digunakan untuk pengembangan suatu penelitian. Dalam hal ini, pasien sebagai objek penelitian dan penyakit pasien digunakan sebagai sampel. Penelitian ini dilakukan pada 5 orang yang berbeda dengan 3 kali pendeteksian, sehingga didapatkan persentase kesesuaian pendeteksian penyakit sebesar 73% dan ketidaksesuaian pendeteksian sebesar 27%.