Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

EKSTRAKSI KITIN DARI JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN REAKTOR MICROWAVE Nufus Kanani; Wardalia Wardalia; Widya Ernayati; Endarto Yudo Wardhono; Rahmayetty Rahmayetty; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Tazkia Nuraviari Adeliana; Bimo Martino
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15687

Abstract

Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari N-acetyl d-glucosamine dan glucosamine yang terikat dengan β 1–4 glycosidic. Kitin umumnya diperoleh dari ekstraksi kulit udang melalui proses deproteinasi dan demineralisasi dengan tahapan proses yang lama dan panjang. Pada penelitian ini dilakukan isolasi kitin dari jamur tiram sebagai alternatif sumber bahan baku dengan bantuan reaktor microwave. Proses ekstraksi dilakukan pada variasi waktu antara 5-60 menit untuk memperoleh kadar protein yang optimum. Selanjutnya dilakukan variasi temperatur antara 50-80°C untuk memperoleh kadar kitin. Hasil perolehan kadar protein tertinggi didapatkan pada waktu reaksi selama 60 menit yaitu 99,91% dan kadar kitin tertinggi diperoleh pada temperatur 80°C dengan kadar kitin yang didapatkan sebesar 7,10%.
PENENTUAN JENIS OKSIDATOR DAN JUMLAH SIKLUS PROSES TERBAIK PADA TAHAP PRETREATMENT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR OXAMYL Gallan Kusuma; Endarto Yudo Wardhono; Rahmayetty Rahmayetty
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.14734

Abstract

Penggunaan oxamyl sebagai bahan aktif dalam pembuatan produk pestisida menghasilkan produk samping yang digolongkan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun serta non biodegradasi dengan nilai chemical oxygen demand (COD) yang tinggi. Saat ini, proses pengolahan limbah oxamyl masih menggunakan metode konvesional dengan biaya proses yang cukup tinggi. Teknologi yang efektif dan efisien untuk mengolah limbah dari golongan karbamasi adalah teknologi advance oxydation processes (AOP). Metode ini mengkombinasikan beberapa reaksi yaitu, ozonisasi dengan gelombang ultra violet (UV) serta oksidator kuat peroksida dan persulfat untuk menghasilkan radikal bebas OH-. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan jenis oksidator dan jumlah siklus proses terbaik terhadap laju degradasi COD dan %Oxamyl. Pengolahan limbah oxamyl menggunakan 3 oksidator yaitu peroksida, persulfat, dan campuran peroksid & persulfat. Dosis oksidator yang digunakan adalah 5000 ppm. Hasil terbaik dari tahap ini dialirkan oleh pompa untuk disirkulasi di rangkaian alat AOP dengan jumlah siklus proses yaitu 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, dan 160. Pada penelitian ini, oksidator terbaik adalah campuran antara peroksida dan persulfat dalam rentang waktu 48 jam dengan nilai COD dan kandungan oxamyl masing-masing sebesar 4254,63 ppm, 0,31% dan 43173,21 ppm 1,9%.
PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.