Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TERKAIT KESEHATAN RONGGA MULUT SELAMA MASA KEHAMILAN GUNA PENCEGAHAN STUNTING I Komang Evan Wijaksana; Ni Luh Ayu Megasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.469 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.3346

Abstract

Masalah gizi di Kota Surabaya maupun Indonesia pada umumnya merupakan masalah ganda, yaitu kekurangan gizi dan kondisi gizi lebih. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk menekan angka stunting dan telah menunjukkan adanya penurunan angka stunting dari tahun 2021 sebesar 12.788 menjadi 6.722 di tahun 2022, namun angka tersebut masih jauh dari upaya pengentasan stunting di Kota Surabaya. Penyakit periodontal pada ibu hamil dikaitkan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting. Kondisi periodontitis pada ibu hamil yang tidak diobati dapat menjadi faktor risiko untuk bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah hingga berakibat stunting pada bayi. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah kader kesehatan di Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya sebagai salah satu lini terdepan pengentasan stunting. Pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan materi berupa pengetahuan dasar kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Materi diberikan dalam bentuk ceramah dan pelatihan mengenai efek kehamilan pada rongga mulut dan efek kesehatan rongga mulut selama kehamilan terhadap kesehatan ibu hamil dan janin serta kaitannya dengan stunting. Peningkatan pengetahun kader kesehatan terkait dengan kesehatan rongga mulut dan dampaknya terkait stunting dapat dicapai melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan kader kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi dan dapat mencegah kejadian stunting.
E‐cigarettes effect on periodontal health: a systematic review I Komang Evan Wijaksana; Ni Luh Ayu Megasari
Odonto : Dental Journal Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.33 KB) | DOI: 10.30659/odj.9.2.231-240

Abstract

Background: Smoking is well known risk factors that promote periodontal tissue destruction. Both smoking and periodontitis nowadays consider as a common health problem globally. As smoking habit evolution, electronic cigarettes (E-cigs) have emerged as an alternative to cigarettes. The number of E-cigs smoker or vaping users around the world are increasing. However, information about the effect of E-cigs on periodontium is very lacking lately. The study aimed to compare the effect of cigarette consumption on periodontium by clinical health parameters between all smokers’ type.Method: This review follows the PRISMA guidelines. Document search was carried out in PubMed, Ebsco Host and Scopus using the keywords or phrases: (periodontal health) AND (((((electronic cigarette) OR Vaping) OR e-cig) OR electronic nicotine delivery system) OR nicotine delivery system). A total of 137 articles were obtained after the duplicates were eliminated and five articles were considered met the eligibility criteria for systematic review. Result: This review found that E-cigs are less harmful compared to tobacco cigarettes, with comparable result between E-cigs smoker and non-smoker on some clinical periodontal health parameters for mean probing depth, clinical attachment loss, score of plaque index (PI) and papillary bleeding index (PBI) as well. In contrast, the study reveals that bleeding on probing level was higher among non-smokers than smokers.Conclusion: E-cigs are less harmful compared to tobacco cigarettes on some clinical periodontal health parameters. This result should be interpreted with caution because there is currently insufficient data to investigate the effect of E-cigs on periodontal health through clinical parameters.
INFECTOBESITY DAN PERIODONTITIS: HUBUNGAN DUA ARAH OBESITAS DAN PENYAKIT PERIODONTAL I Komang Evan Wijaksana
Odonto : Dental Journal Vol 3, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.834 KB) | DOI: 10.30659/odj.3.1.67-73

Abstract

Background: Obesity and periodontal diseases are two highly prevalent chronic conditions in Indonesia. Both obesity and periodontitis have been recognized as a major risk factor for a number of systemic diseases. Obesity related to the etiology and progression of periodontal disease was well known, but a recent study describes the role of periodontitis to obesity.Purpose: The aim of this article to explain possible bidirectional relationship of periodontitis and obesity, so that dental practitioners may play an important role in management both obesity and periodontal disease.Literature review: The concept of infectobesity refers to obesity of infectious origin was accepted for the possible role of oral bacteria in the development of obesity. Excessive storage of adipose tissue in obese individuals leads to the release of adipokines which produce inflammatory. Relentless release of pro-inflammatory cytokines into the systemic circulation from adipose tissue in obese individuals and periodontal bacteria and its product provides a systemic inflammatory overload and may be a reservoir for bidirectional relationship of periodontitis and obesity. Maintaining good oral health is also fundamental for obese individuals. Dental practitioners should play important role in managements by educate their obese patients and refer the patient to physician and dietitian for a proper maintaining obesity.Conc1usion: There is a bidirectional relationship between obesity ang periodontal disease.
PERIODONTAL TISSUE HEALTH TRAINING FOR PREGNANT WOMEN AND CADRES AT PASURUAN PRIMARY HEALTH CENTERS TO AVERT STUNTING I Komang Evan Wijaksana; Irma Josefina Savitri; Eka Fitria Augustina; Agung Krismariono
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 7 No. 3 (2023): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v7i3.2023.386-394

Abstract

In Indonesia, stunting continues to be a problem for public health, even in Pasuruan City. In Pasuruan City, 1,516 kids still run the risk of developing stunting. The Pasuruan City Government works to keep the rate of stunting under 14%. To reduce the likelihood that children with stunting will be born, pregnant mothers are the main focus of prevention efforts. Inflammatory diseases in the mouth can set off pregnancy complications that have the potential to result in preterm birth, low birth weight babies (LBW), and eventually become the cause of stunting in children. This community service is carried out in the form of training and counseling on periodontal tissue and oral health for pregnant women and health cadres at the Pasuruan City Health Center to increase knowledge of stunting prevention in Pasuruan City. Community service was carried out at four health centers in Pasuruan City, namely the Kandangsapi, Bugul Kidul, Kebonsari, and Trajeng Health Centers. The target partners in community service are health cadres and pregnant women in the work area of ​​each health center. The form of service carried out is counseling and training. Education initiatives were conducted on the subject of periodontal tissue health, its relationship to pregnancy, the prevalence of LBW, and the possibility of stunting effects on the periodontal tissue health of pregnant women. The cognitive and psychomotor health of cadres and pregnant women can be improved by community service in the form of counseling and training.
Kesiapan Dokter Gigi Anggota PDGI Kota Pasuruan dalam pemberian Host Modulation Therapy sebagai Terapi Penunjang Penyakit Periodontal Irma Josefina Savitri; Noer Ulfah; I Komang Evan Wijaksana; Eka Fitria Augustina; Gilang Rasuna Sabdho Wening; Erza Nudya Elwardah; Imanuel Jeremias Laturiuw
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6336

Abstract

Periodontitis, keradangan kronis jaringan penyangga gigi atau periodontal, adalah hasil interaksi dari  respon imun tubuh manusia dan bakteri penyebab. Prevalensi periodontitis masih tinggi, mengganggu sistemik dan kualitas hidup, sehingga menjadikan periodontitis sebagai salah satu permasalahan gigi dan mulut yang utama. Selain terapi lokal, Host Modulating Therapy (HMT) diperlukan untuk mengurangi kerusakan jaringan dengan memodulasi respon tubuh manusia. Departemen Periodonsia FKG Unair melaksanakan pengabdian masyarakat berupa seminar HMT dengan sasaran dokter gigi di Kota Pasuruan. Tujuan penulisan artikel adalah melaporkan kesiapan dokter gigi anggota PDGI Kota Pasuruan dalam pemberian HMT sebagai terapi penunjang penyakit periodontal. Metode yang digunakan diawali dengan pemberian materi dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Pengukuran tingkat keberhasilan capaian menggunakan uji korelasi “Drug Prescribing Belief Model” dengan metode “post-test” only. Nilai evaluasi akhir didapatkan rerata peserta adalah 82 yang mengindikasikan bahwa penyampaian materi HMT telah optimal dilakukan oleh penyaji. Walaupun tingkat pengetahuan tinggi, uji korelasi Drug Prescribing Belief Model menunjukkan bahwa nilai “self efficacy” peserta rendah. Kesimpulan yang diberikan adalah dokter gigi di Kota Pasuruan memiliki pengetahuan yang baik dalam pemberian HMT namun kurang memiliki keterampilan dalam standar operasional pemberian HMT. Dari kesimpulan ini disarankan untuk dilakukan pelatihan berkelanjutan dalam hal teknis pemberian HMT
The tensile strength of layered bovine amniotic membrane and human amniotic membrane for periodontal guided tissue regeneration: Kekuatan tarik layered bovine amniotic membrane dan human amniotic membrane untuk periodontal guided tissue regeneration I Komang Evan Wijaksana; Made Talitha Suryaningsih Pinatih
Makassar Dental Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v13i2.1114

Abstract

This article aims to compare the tensile strength of coated bovine amniotic membrane (BAM) and human amniotic membrane (HAM) to assess the suitability of BAM as an alternative to HAM for periodontal guided tissue regeneration (GTR). Freeze-dried BAM (FDBAM) and freeze-dried HAM (FDHAM) were used as samples. The tensile strength of FDBAM and FDHAM was tested with an elongation rate of 10 mm/min. Five samples of each type of material coated with 2, 4, 6, 8, and 10 layers were tested. Data were statistically analysed (α=0.05). Tensile strength tests showed that FDBAM had consistently higher tensile strength (p<0.05) compared to FDHAM in all layers measured. The increase in tensile strength of the amniotic membrane was not proportional to the increase in number of layers for both FDBAM and FDHAM. The highest tensile strength of FDBAM was found in the 6-layer sample, and the lowest in the 10-layer. The highest tensile strength of FDHAM was found in the 4-layer, and the lowest in the 2-layer sample. It is concluded that FDBAM has a higher tensile strength compared to FDHAM. The tensile strengths of FDBAM and FDHAM fulfil the minimum criteria for GTR membranes. FDBAM can be considered as a replacement for FDHAM as a mem-brane in periodontal GTRs because tensile strength is a very important factor.
Deteksi Dini dan Pencegahan Kelainan Periodontal Pada Ibu Hamil dan Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting I Komang Evan Wijaksana; Eka Fitria Agustina; Irma Josefina Savitri; Novita Kusuma Wardhani; Michelle Suhartono; Agung Krismariono
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.3294

Abstract

Kota Pasuruan merupakan salah satu kota yang masih ditemukan kasus stunting. Adanya Pandemi COVID-19 turut memberikan dampat negatif pada status stunting di Kota Pasuruan yang pada tahun 2021 tercatat sebanyak 23 persen dari tahun sebelumnya sekitar 19 persen. Salah satu sasaran primer pencegahan stunting adalah ibu hamil. Pada ibu hamil, kesehatan rongga mulut berperan besar terhadap kesehatan secara umum, termasuk untuk pencegahan stunting pada calon buah hatinya. Pada pengabdian masyarakat ini, dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mencegah stunting melalui pencegahan kelahiran Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan cara meningkatkan pencegahan kelainan didalam mulut pada ibu hamil melalui pelatihan deteksi dini dan pencegahan kelainan periodontal pada ibu hamil dan kader kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting di Puskesmas Kandangsapi Kota Pasuruan. Tahapan pengabdian dilakukan meliputi tahap persiapan kegiatan, mengorganisasi kegiatan, tahap edukasi dan pelatihan target sasaran, tahap pembentukan kepemimpinan, koodinasi intersectoral dan tahap akhir evaluasi kegiatan. Peningkatan pengetahuan target sasaran menjadi indikator kuantitatif keberhasilan program yang dievaluasi melalui tes tulis sebelum dan setelah pengabdian dilaksanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan kemampuan kognitif maupun psikomotor ibu hamil dan kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan kelainan periodontal sebagai upaya pencegahan stunting.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TERKAIT KESEHATAN RONGGA MULUT SELAMA MASA KEHAMILAN GUNA PENCEGAHAN STUNTING I Komang Evan Wijaksana; Ni Luh Ayu Megasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.3346

Abstract

Masalah gizi di Kota Surabaya maupun Indonesia pada umumnya merupakan masalah ganda, yaitu kekurangan gizi dan kondisi gizi lebih. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk menekan angka stunting dan telah menunjukkan adanya penurunan angka stunting dari tahun 2021 sebesar 12.788 menjadi 6.722 di tahun 2022, namun angka tersebut masih jauh dari upaya pengentasan stunting di Kota Surabaya. Penyakit periodontal pada ibu hamil dikaitkan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting. Kondisi periodontitis pada ibu hamil yang tidak diobati dapat menjadi faktor risiko untuk bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah hingga berakibat stunting pada bayi. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah kader kesehatan di Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya sebagai salah satu lini terdepan pengentasan stunting. Pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan materi berupa pengetahuan dasar kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Materi diberikan dalam bentuk ceramah dan pelatihan mengenai efek kehamilan pada rongga mulut dan efek kesehatan rongga mulut selama kehamilan terhadap kesehatan ibu hamil dan janin serta kaitannya dengan stunting. Peningkatan pengetahun kader kesehatan terkait dengan kesehatan rongga mulut dan dampaknya terkait stunting dapat dicapai melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan kader kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi dan dapat mencegah kejadian stunting.
Kesiapan Dokter Gigi Anggota PDGI Kota Pasuruan dalam pemberian Host Modulation Therapy sebagai Terapi Penunjang Penyakit Periodontal Irma Josefina Savitri; Noer Ulfah; I Komang Evan Wijaksana; Eka Fitria Augustina; Gilang Rasuna Sabdho Wening; Erza Nudya Elwardah; Imanuel Jeremias Laturiuw
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6336

Abstract

Periodontitis, keradangan kronis jaringan penyangga gigi atau periodontal, adalah hasil interaksi dari  respon imun tubuh manusia dan bakteri penyebab. Prevalensi periodontitis masih tinggi, mengganggu sistemik dan kualitas hidup, sehingga menjadikan periodontitis sebagai salah satu permasalahan gigi dan mulut yang utama. Selain terapi lokal, Host Modulating Therapy (HMT) diperlukan untuk mengurangi kerusakan jaringan dengan memodulasi respon tubuh manusia. Departemen Periodonsia FKG Unair melaksanakan pengabdian masyarakat berupa seminar HMT dengan sasaran dokter gigi di Kota Pasuruan. Tujuan penulisan artikel adalah melaporkan kesiapan dokter gigi anggota PDGI Kota Pasuruan dalam pemberian HMT sebagai terapi penunjang penyakit periodontal. Metode yang digunakan diawali dengan pemberian materi dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Pengukuran tingkat keberhasilan capaian menggunakan uji korelasi “Drug Prescribing Belief Model” dengan metode “post-test” only. Nilai evaluasi akhir didapatkan rerata peserta adalah 82 yang mengindikasikan bahwa penyampaian materi HMT telah optimal dilakukan oleh penyaji. Walaupun tingkat pengetahuan tinggi, uji korelasi Drug Prescribing Belief Model menunjukkan bahwa nilai “self efficacy” peserta rendah. Kesimpulan yang diberikan adalah dokter gigi di Kota Pasuruan memiliki pengetahuan yang baik dalam pemberian HMT namun kurang memiliki keterampilan dalam standar operasional pemberian HMT. Dari kesimpulan ini disarankan untuk dilakukan pelatihan berkelanjutan dalam hal teknis pemberian HMT
Simultaneous Esthetic Crown Lengthening and Frenotomy Procedure for Smile Rejuvenation Wijaksana, I Komang Evan; Pinatih, Made Talitha Suryaningsih; Krismariono, Agung
Journal of Indonesian Dental Association Vol 5 No 2 (2022): October
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Gingival tissue plays an important role in smile aesthetics, especially in the anterior maxillary region. A gummy smile (GS) is a gingival condition that appears excessive when the patient smiles. The prevalence of gummy smile in individuals aged from 20 to 30 is 10% of population. It is more common in women and can cause aesthetic problems. Gummy smile aetiology is multifactorial. This case report discusses gummy smile case caused by altered passive eruption (APE) and associated with the presence of aberrant frenum. Case Report: A 19-year-old female patient with chief complaints of the excessive gingival display. The diagnosis of the case was confirmed by clinically healthy gingiva in an intact periodontium with gummy smile due to the presence of altered passive eruption type I-B accompanied by an aberrant frenum. The final surgical plan was aesthetic crown lengthening (CL) with flap surgery and osteotomy simultaneous with a frenotomy. Conclusion: The aesthetic crown lengthening surgery and frenotomy can be performed simultaneously to correct the gummy condition and improve the patient’s smile profile. Appropriate examination, diagnosis, and treatment planning help achieve optimal patient outcomes.