Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Standar Pelayanan Administrasi Pemerintah Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu Adiwidjaja, Ignatius; Larasati, Dewi Citra; Abuk, Yovita
Lenvari: Journal of Social Science Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jss.v1i2.47

Abstract

Public service is an activity or series of activities in order to meet the needs of services in accordance with laws and regulations for every citizen and resident of goods, services, and administrative services provided by the government. The purpose of this study is (a) to be able to describe the standard of administrative services of the village government of Pendem, Junrejo District, Batu City. (b) to be able to identify factors that affect the standard of administrative services of the government of Pendem Village, Junrejo District, Batu City. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Based on the results of research conducted by the author, it can be concluded that administrative service standards have been running in accordance with service operational standards or (SOP), and are in accordance with applicable regulations. However, in fact, based on the results of initial observations at the research location, data was obtained that public service information at the Pendem Village office had not been fully achieved, there were inhibiting factors in services, such as low human resources, namely there were still some people who did not understand the requirements in managing correspondence
Penerapan Absensi Berbasis Biometric dalam Disiplin Jam Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Adiwidjaja, Ignatius; Kaurna, Elisabeth; Fithriana, Noora
REFORMASI Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i1.5099

Abstract

Workers in an organization use attendance to indicate their presence or absence from work. This study aims to determine the use of biometrics in terms of the discipline of civil servant working hours, as well as supporting and inhibiting factors. The main informant is a BKD officer who is the attendance admin of the Sukun Village office based on biometrics, and the informant identification method is a snowball sampling approach. Data analysis includes data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The research results show that the Sukun Village, Malang City has involved the participation of unique biometric-based signs to implement the government authorities' plans to complete the work. The utilization of fingerprint participation empowers the grounded, precise and high-security use of government representative discipline during working hours. Absenteeism is a training exercise used by individual staff to indicate their presence or absence at work in the office. Variables supporting the implementation of biometric-based participation include the presence of biometric-based participation, the appropriateness of the time used is very good and the existence of a unique finger impression machine can help see employee delays which have a big impact on TPP. The use of biometric-based attendance is hampered by factors such as poor interference with the internet network which hinders the operation of information systems, and outdated equipment which often causes problems (errors).AbstrakPekerja dalam suatu organisasi menggunakan absensi untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka dari pekerjaan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan biometrik dilihat dari disiplin jam kerja PNS, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Informan utama adalah petugas BKD yang merupakan admin absensi kantor Kelurahan Sukun berdasarkan biometrik, dan metode identifikasi informan adalah dengan pendekatan snowball sampling. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sukun Kota Malang telah melibatkan partisipasi tanda unik berbasis biometrik untuk melaksanakan rencana otoritas pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan. Pemanfaatan partisipasi sidik jari memberdayakan penggunaan disiplin perwakilan pemerintah yang membumi, tepat, dan aman tinggi selama jam kerja. Ketidakhadiran adalah pelatihan yang digunakan oleh individu staf untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka di tempat kerja di kantor. Variabel pendukung pelaksanaan partisipasi berbasis biometrik antara lain adanya partisipasi berbasis biometrik, kelayakan waktu yang digunakan sangat baik dan adanya mesin finger impression yang unik dapat membantu melihat keterlambatan pegawai yang sangat berpengaruh pada TPP. Penggunaan absensi berbasis biometrik terkendala oleh faktor-faktor seperti gangguan yang kurang baik pada jaringan internet yang menghambat pengoperasian sistem informasi, dan peralatan yang sudah ketinggalan zaman yang sering terjadi masalah (error).
Pengembangan Objek Wisata dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan Kabupaten Malang Adiwidjaja, Ignatius; Dorti, Maria Yelita
REFORMASI Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v13i2.4963

Abstract

Tourism is currently an industry that is growing rapidly and tourism objects have very potential value. The development of the tourism sector has an impact on changes in an area. Local government has an important function in the development of tourist objects, especially coaching and training. The purpose of this research is to find out the development of tourism objects in an effort to increase development, the research method is a library type, namely researchers obtain or dig up complete and accurate information data through documents and historical records as well as research related to the object of research. Based on the results of research efforts made in the development of tourist objects in enhancing development, namely community participation is an important role of the community consciously and voluntarily in development activities. Tourist attractions are the essence of tourist objects to attract visitors. Tourism promotion is an important tool in marketing tourism objects. Tourism services are fulfilling needs, accessibility, namely facilities and infrastructure that support tourism activities and also development to make an area even better. So to improve the development of tourist objects, adequate human resources and transportation infrastructure around tourist objects are needed.AbstrakPariwisata saat ini merupakan suatu industri yang sedang berkembang pesat dan objek wisata mempunyai nilai sangat potensial. Berkembangnya sektor wisata membawa dampak perubahan pada suatu wilayah. Pemerintah daerah mempunyai fungsi penting dalam pengembangan objek wisata terutama pembinaan dan pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan objek wisata dalam upaya meningkatkan pembangunan, metode penelitian jenis kepustakaan yaitu peneliti mendapatkan atau menggali data informasi secara lengkap dan akurat melalui dokumen dan catatan sejarah serta penelitiaan yang terkait dengan obyek peneliti. Berdasarkan hasil penelitian upaya yang dilakukan dalam pengembangan objek wisata dalam meningkatkan pembangunan yaitu partisipasi masyarakat merupakan peran penting masyarakat secara sadar dan sukarela dalam kegiatan pembangunan. Atraksi wisata adalah intisari dari objek wisata untuk menarik pengunjung. Promosi wisata merupakan perangkat penting dalam pemasaran objek pariwisata. Pelayanan wisata merupakan sebagai pemenuhan kebutuhan, aksesibilitas yaitu fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pariwisata dan juga pembangunan menjadikan suatu daerah kearah lebih baik lagi. Jadi untuk meningkatkan pengembangan objek wisata yang diperlukan sumber daya manusia yang memadai dan sarana prasarana transportasi disekitar objek wisata yang lengkap.
Analisis Kualitas Pelayan Publik di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu Adiwidjaja, Ignatius; Suprojo, Agung; Pige, Yapiter Talo
Indonesian Social Science Review Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v1i2.44

Abstract

This research aims to analyze the quality of public services in Sumberejo Village, Batu District, Batu City. The research methodology employed is qualitative, involving interviews with the Village Chief, Village Secretary, and residents of Sumberejo Village. The analysis results indicate that various aspects of public service quality, such as physical evidence, reliability, and responsiveness, have been well provided by the village authorities. However, there is a deficiency in terms of socialization to the community. These findings suggest the need for enhanced socialization efforts to ensure that the community understands and can access public services more effectively. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan masyarakat Desa Sumberejo. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek-aspek kualitas pelayanan publik, seperti bukti fisik, reliability, dan responsiveness, telah disediakan dengan baik oleh perangkat desa. Namun, terdapat kekurangan dalam hal sosialisasi kepada masyarakat. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan upaya sosialisasi untuk memastikan bahwa masyarakat memahami dan dapat mengakses pelayanan publik dengan lebih baik.
Analisis Penerapan Modal Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pengembangan Desa Wisata Sidomulyo Kota Batu Pedro, Ernani Lola; Bagus, Nanang; Adiwidjaja, Ignatius
Indonesian Social Science Review Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v2i2.90

Abstract

Sidomulyo Village in Batu City is one of the villages enriched with agricultural wealth, particularly in the field of ornamental plant cultivation. This village, renowned for its ornamental garden agriculture, possesses diverse and intriguing natural potentials. The village, which has a long-standing history, is characterized by a well-known agricultural sector, with its ornamental flower farms becoming a distinctive icon. The aim of this research is to analyze the application of socio-economic capital by the community in the development of Sidomulyo as a tourist village, and to evaluate its impact on the economic growth of the community. This research employs qualitative methods, utilizing both primary and secondary data collection techniques, followed by data processing to draw conclusions. The findings of this study indicate that strong social capital significantly accelerates economic sector growth due to the high level of trust and the expansive network relationships that develop among economic actors. Social capital is evidenced by aspects such as networks, trust, norms, and values present in Sidomulyo Tourist Village. Desa Sidomulyo di Kota Batu merupakan salah satu desa yang kaya akan potensi pertanian, khususnya dalam budidaya tanaman hias. Desa ini, yang terkenal sebagai pusat pertanian taman hias, memiliki beragam potensi alam yang menarik. Desa yang telah memiliki sejarah panjang ini dikenal dengan sektor pertaniannya yang khas, di mana pertanian bunga hias menjadi ikon yang mencolok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan modal sosial ekonomi oleh masyarakat dalam pengembangan desa wisata Sidomulyo, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder, yang kemudian diolah untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat secara signifikan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi karena adanya tingkat kepercayaan yang tinggi dan hubungan jaringan yang luas yang berkembang di antara para pelaku ekonomi. Modal sosial terlihat melalui aspek-aspek seperti jaringan, kepercayaan, norma, dan nilai yang ada di Desa Wisata Sidomulyo.
Peran Kepemimpinan Lokal dalam Pengembangan Objek Wisata Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang Kerong, Yulius Wanga; Adiwidjaja, Ignatius; Ghunu, Agustinus
REFORMASI Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i2.6567

Abstract

 Tourism has a significant impact on a region's economic development because it not only generates foreign cash, but also determines where industries are located and how quickly non-resource areas develop. Local governments have a significant influence on the growth of tourism potential because they are, among other things, motivators, facilitators, and dynamic. This study uses a qualitative research approach and data collection through observation, interviews, and documentation. The data collection process involves several steps, including data collection, analysis, condensation, presentation, and conclusion drawing. The sampling technique used is purposive sampling. The results of the study indicate that the government's motivational role has been running effectively and according to the right parameters, thanks to the support of the community and government. The government has succeeded in qualifying as a facilitator by fostering strong cooperation among all stakeholders involved in meeting the needs of the community. The government employs a dynamic pentahelix partnership pattern. One important factor in the development of tourist attractions such as Kampung Warna Warni Jodipan is the active participation of the community in conveying creative ideas. However, the lack of widespread awareness of the need to maintain environmental cleanliness through proper waste disposal is one of the challenges.Pariwisata memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi suatu daerah karena tidak hanya menghasilkan uang tunai asing tetapi juga menentukan di mana industri berada dan seberapa cepat daerah non-sumber daya berkembang. Pemerintah daerah memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan potensi wisata karena, antara lain, ia menjadi motivator, fasilitator, dan dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang terlibat dalam analisis data adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan pembuatan kesimpulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran motivasi pemerintah telah berjalan dengan efektif dan sesuai parameter yang tepat berkat dukungan masyarakat dan pemerintah. Melalui pengembangan kerja sama yang kuat di antara semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah telah berhasil memenuhi perannya sebagai fasilitator. Sebagai dinamisator, pola kemitraan pentahelix digunakan. Salah satu faktor penting dalam pengembangan objek wisata seperti Kampung Warna Warni Jodipan adalah partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan ide-ide kreatif. Namun, kurangnya kesadaran luas tentang perlunya menjaga kebersihan lingkungan melalui pembuangan sampah yang tepat merupakan salah satu tantangan. 
PENDEKATAN PEMERINTAH MENDORONG KESADARANWAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN(PBB Rohman, Abd.; Adiwidjaja, Ignatius
Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Publicio
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/publicio.v4i2.1177

Abstract

The research problems are low public awareness to pay PBB, clear evidence of the benefits of development from PBB, and the lack of enthusiasm by officials to collect PBB. This study aims to determine the village government's efforts to increase public awareness to pay PBB. The research method used was qualitative with data collection techniques using interviews, observation, documentation, and literature related to the research focus. Data were analyzed using the interactive Miles, Huberman, and Saldana models. The results of the study show that increasing public awareness in paying PBB is carried out by holding intense outreach on various occasions. Collaborating with community leaders to provide an understanding of the importance and benefits of PBB, making it easy for people to pay PBB by opening payment counters at the Village Office, and making efforts to improve community data that does not match real conditions on the ground. Factors that influence people's apathy and reluctance to pay taxes are tax data discrepancies with conditions in the field, as well as inadequate facilities. As a recommendation for improvement, there needs to be intense assistance from village officials to provide awareness for the community.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI KELURAHAN NGAGLIK KECAMATAN BATU KOTA BATU: Implementation of Community Empowerment Policies in Improving the Creative Economy in Ngaglik Village Batu Sub-District Batu City Delima, Maria Da Costa; Adiwidjaja, Ignatius; Wulandary, Roro Merry Chornelia
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v2i1.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kreatif meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini menyoroti peran pemerintah, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mendorong kemampuan kreatif masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta dokumen terkait, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memastikan kesesuaian dengan kenyataan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama: komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, keterbatasan sumber daya, sikap aktif pelaksana, dan struktur birokrasi yang mendukung koordinasi. Keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak, terutama dalam mengatasi kendala pendanaan dan akses pasar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang tantangan dan peluang dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kreatif di tingkat lokal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK BERBASIS ELECTRONICAL GOVERMENT MELALUI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) (STUDI DI KANTOR KECAMATAN KARANGPLOSO KEBUPATEN MALANG): Implementation of Electronic Government-Based Public Service Policies Through The Digital Population Identity (IKD) Application (Study at The Karangploso Sub-District Office Malang Regency) Mau, Egidius Randy; Adiwidjaja, Ignatius; Suprojo, Agung
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas implementasi kebijakan pelayanan publik berbasis Electronical Government melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kantor Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses implementasi tersebut. Menggunakan metode kualitatif, sumber data utama diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik penentuan informan purposive sampling yang melibatkan masyarakat dan unsur pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi terkait implementasi kebijakan IKD di Kecamatan Karangploso berjalan baik. Ini terlihat dari interaksi efektif antara pembuat kebijakan, pelaksana, hingga masyarakat, yang didukung oleh sosialisasi, rapat koordinasi, FGD, serta pemanfaatan media sosial oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan Kecamatan Karangploso. Dari sisi sumber daya, Kecamatan Karangploso memiliki ketersediaan SDM yang kompeten, anggaran yang memadai, serta sarana dan prasarana yang mendukung. Sikap pelaksana dari petugas kecamatan juga positif, tercermin dalam pelayanan yang ramah dan sigap kepada masyarakat. Implementasi ini turut didukung oleh struktur birokrasi yang terorganisir. Berdasarkan analisis prinsip-prinsip e-Government, implementasi IKD di Karangploso mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik digital. Efisiensi dan transparansi sudah mulai terwujud, meskipun aspek partisipasi dan responsivitas masih menghadapi tantangan teknis dan sosial yang perlu diatasi.
Upaya Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Potensi Pariwisata Hardianto, Willy Tri; Yolanda, Felika Agesti; Adiwidjaja, Ignatius
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v2i2.6818

Abstract

The development of tourism sector must be supported by a professional government servicing that has an impact on the increasing of local revenue, expanding employment, attracting investors, and a promotional event to introduce the cultural history of the region to the people outside Batu City. The qualitative design was carried out in this present study through a purposive sampling. Then, the data were called together using interviews and observations. The results revealed that providing opportunities for investors to contribute developing tourism sector was promptly done by government. Moreover, it was guided by the established service standards towards the needs of visitors. Another supporting factors were about the citizen participation, the affordable costs, and the complete tourism infrastructure that have been in accordance with the policy of government in Batu City.