Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PROFIL ELASTISITAS OTOT SETELAH MELAKUKAN SENAM BUGAR LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Getrudis Renda Dadi; Susi Milwati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.189 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.508

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil elastisitas otot setelah melakukan senam bugar lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan observational analitik. Populasi semua lanjut usia sebanyak 45 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Metode analisa data peneliti ini menggunakan uji statistik spearman’s rank (Rho) dengan tingkat signifikasi  = 0,05. Instrumen penelitian meliputi kuiseoner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian profil elastisitas otot paralel atau komponen elastic parallel (PEC) lansia setelah melakukan senam bugar lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam kondisi elastik berjumlah 14 orang (35%), yang cukup elastic ada 15 orang (37,5%) dan kurang elestis ada 11 orang (27,5%) sehingga tidak ada lansia yang mempunyai kondisi elatisitas paralel (PEC) yang tidak elastis. Profil elastis seri atau komponen elastik seri (SEC) sebanyak 13 orang (32,5%), yang cukup elastis ada 18 orang (45%) dan yang kurang elastis ada 9 orang (22,5%), dengan demikian tidak ada lansia yang mempunyai kondisi elastisitas seri (SEC) yang tidak elastis. Terdapat hubungan profil elastisitas otot dan senam bugar lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang dibuktikan dengan analisis statistik korelasi spearman rank ini membuktikan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 < (0,05) sehingga penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, kekuatan hubungan tersebut sebesar 0,708 (70,8%) sehingga masuk dalam kategori hubungan yang kuat. Kata Kunci : Elastisitas Otot, lansia, senam lansia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI PUSKESMAS CIPTOMULYO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Parino Parino; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Susi Milwati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.332 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1368

Abstract

Imunisasi campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Namun diperlukan pengetahuan yang baik dari orangtua agar pemberian imunisasi campak dapat dilakukan dengan tepat waktu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan catatan dari Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciptomulyo. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang memiliki bayi usia 9-12 bulan yang berada di wilayah Puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang tentang imunisasi campak sebagian besar sudah tergolong cukup baik (51,3%), ibu yang mengetahui dengan baik tentang imunisasi campak (43,6%). Mengenai pelaksanaan Imunisasi campak pada bayi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciptotnulyo sebagian besar cukup baik (67,9%). Hasil menunjukkan bahwa antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang mempunyai keeratan hubungan yang signifikan, dengan arah korelasi yang positif. Artinya, semakin baik tingkat pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan tentang imunisasi campak, maka pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang akan cenderung semakin meningkat. ABSTRACT Measles immunization is an immunization given to actively get immunity to measles. However, good knowledge is needed from parents so that measles immunization can be given in a timely manner. The aim of the study was to determine the relationship between the knowledge of parents and the implementation of measles immunization in infants in Ciptomulyo health center in Malang City Breadfruit District. The instruments in this study were questionnaires and records from the Posyandu in the UPTD working area of the Ciptomulyo Health Center. Data analysis using Chi-Square. The results showed that the level of knowledge of parents who have babies aged 9-12 months in the Ciptomulyo Health Center area of Malang City Breadfruit District about measles immunization were already quite good (513%), mothers who knew well about measles immunization, 43.6%. Regarding the implementation of measles immunization in infants in the UPTD working area of the Ciptotnulyo Health Center, most of them were quite good (67.9%). The results showed that between the knowledge of parents) and the implementation of measles immunization in infants in the Ciptomulyo health center in Sukun Subdistrict, Malang City had a significant correlation with the direction of a positive correlation. That is, the better the level of knowledge of mothers who have babies aged 9-12 months about measles immunization, then the implementation of measles immunization in infants in Ciptomulyo health center in Sukun Subdistrict, Malang City will tend to increase. Keywords: Knowledge level; measles immunization; parents.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Mensius Darus; Susi Milwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.919 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.833

Abstract

Pelayanan yang berkualitas yaitu pelayanan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien sehingga pasien akan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat, tidak terkecuali di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 39 responden (65%) telah memberikan pelayanan dengan kategori kualitas pelayanan keperawatan yang baik, dan sebanyak 43 responden (72%) tergolong dalam kategori puas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang (0,003≤ 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,721. Rekomendasi bagi pihak Puskesmas yaitu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan guna mencapai kepuasan pasien yang lebih maksimal dengan cara mengoptimalkan kotak saran dan meja keluhan. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya yaitu dapat mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan yaitu kewajaran biaya, kecepatan pelayanan, kejelasan petugas pelayanan, kemampuan petugas pelayanan, kepastian biaya, keamanan pelayanan, dan hasil perawatan yang diterima oleh pasien.
PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM AEROBIK (LOW IMPACT) PADA LANSIA PRA DM DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI KOTA MALANG Felianus Basa Hokon; Susi Milwati; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.756 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.435

Abstract

Kadar gula darah adalah sumber energi yang langsung dapat digunakan untuk metabolisme sel. Senam aerobik (Low Impact) adalah bentuk olahraga yang memberikan pengaruh baik terhadap penatalaksanaan kadar gula darah disamping intervensi farmakologis, edukasi, dan terapi gizi medis. Glukosa akan cepat diakses untuk dipergunakan sebagai sumber energi pada latihan jasmani atau senam aerobik (Low Impact). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang. Penelitian ini berupa observasi dengan menggunakan metode analitik komperatif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel sebanyak 21 orang. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan uji t-test paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah responden pada lansia Pra DM sebelum senam 138,52 mg/dl, setelah diberikan perlakuan senam aerobik (Low Impact) selama 2 minggu rata-rata kadar gula darah responden pada lansia Pra DM menjadi 120,62 mg/dl. Hasil uji statistik menggunakan teknik komputerisasi SPSS 16 kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) dibuktikan dengan nilai p value 0,008 < 0,05. Artinya terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) pada lansia Pra DM di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang. Bagi peneliti selanjutnya, dengan adanya perbedaan yang terjadi antara kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) pada lansia Pra DM di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang, diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut guna mendapatkan hasil yang maksimal. Kata kunci : Kadar gula darah, senam aerobik (Low Impact), Lansia.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI PUSKESMAS DAU MALANG Nazar Mustaqim; Susi Milwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1987

Abstract

Perawat sebagai salah satu tenaga pelayan masyarakat di tuntut untuk melakukan tugas secara professional baik dalam tindakan maupun pendokumentasian asuhan keperawatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Dau Malang. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 perawat.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data diolah dengan alat bantu perangkat komputer software SPSS for windows 7 versi 11.5. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 18 (56,2%) perawat memiliki motivasi baik dan sebagian besar 23 (71,9%) kinerja perawat baik dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Dau Malang.Hasil uji pearson product moment didapatkan p value = (0,000) < (0,050) artinya ada hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Puskesmas Dau Malang.Peneliti selanjutnya di harapkan meneliti tentang faktor yang mampu meningkatkan motivasi kerja dan kinerja perawat seperti prestasi,pengakuan,tanggung jawab dan kemampuan serta lingkungan kerja. Nurses as one of the public servants are required to carry out professional duties both in the actions and documentation of nursing care. This study aims to determine the relationship between motivation and nurse performance in documenting nursing care at Dau Malang Public Health Center. The research design in this study uses analytic correlation with cross sectional approach. The sample in this study were 32 nurses. The instrument used in this study was a questionnaire. Data is processed with a computer device software SPSS for Windows 7 version 11.5. The results showed that most of the 18 (56.2%) nurses had good motivation and most of the 23 (71.9%) nurses performed well in documenting nursing care at Dau Malang Public Health Center. Pearson product moment test results obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN IMUNISASI ROTAVIRUS DENGAN KEJADIAN DIARE ROTAVIRUS DI RUANG ANAK RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Shinta Yosima Kalangit; Susi Milwati; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1117

Abstract

Rotavirus merupakan penyebab utama penyakit diare pada bayi. Karakteristik diare rotavirus yang bersifat self timing membuat sangat mudah terjadi dehidrasi. Salah satu gejala yang khas adalah diare yang melebihi 10 kali per hari secara terus menerus hampir tidak ada jeda dari diare satu ke diare berikutnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pemberian imunisasi rotavirus dengan kejadian diare rotavirus. Cara untuk mencegah terjadinya diare Rotavirus diperlukan imunisasi rotavirus. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang dirawat di ruang anak RS Panti Waluya Sawahan Malang dengan diagnosa diare Rotavirus pada tahun 2014-2016 sebanyak 100 orang melalui studi dokumentasi. Teknik sampling yang di gunakan adalah total sampling dan accidental sampling. Analisa data menggunakn uji statistik Chi Square. Dari 100 responden Angka anak yang mendapat imunisasi rotavirus tapi masih terjadi diare rotavirus sebanyak 30 anak (81,1%) mendapatkan imunisasi 1 kali, 6 anak (16,2%) mendapatkan imunisasi 2 kali dan 1 anak (2,7%) mendapatkan imunisasi 3 kali. Ada hubungan antara pemberian imunisasi rotavirus dengan kejadian diare Rotavirus dengan value 6,768 dengan nilai signifikansi (p) 0,009 < 0,05 sehingga H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian di sarankan untuk lahan penelitian dapat lebih intensif dalam memberikan penyuluhan tentang imunisasi rotavirus dan cara pencegahan diare rotavirus. ABSTRACT Rotavirus is the main cause of diarhea among infants. The characteristics of this type of diarhea is self timing which can cause dehydration easily. One of specific symptom is diarhea more than 10 times repeatedly without any respite from one diarhea to the next diarhea. The purpose of this research is to know the correlation between rotavirus immunization with rotavirus diarhea. Rotavirus immunization can be given to prevent rotavirus diarhea. Design of this research is correlation cross sectional. The population of this research are children who are hospitalized in Child Room of Panti Waluya Sawahan Hospital Malang, which are diagnosed as Rotavirus Diarhea patient in 2014 – 2016. There are 100 patient through documentation studies. Sampling technique used is total sampling and accidentaly sampling. Data analysis used is Chi Square statistical test. From 100 respondens who receive rotavirus immunization, there are still 30 children (81.1%) suffer from rotavirus diarhea who receive the immunization once. There are 6 children (16.2%) receive twice immunization and 1 child (2.7%) receive the immunization three times. It is found that there is a correlation between the giving of rotavirus immunization with rotavirus diarhea case, with the value point is 6.768 and significant value (p) 0.009 < 0,05, so that H1 can be accepted. From the result of this research, it is suggested to increase intensively the giving of elucidation or educative information about rotavirus immunization and the way how to prevent rotavirus diarhea. Keywords : immunization; Rotavirus.
HUBUNGAN PROSEDUR PEMBERIAN TERAPI CAIRAN INTRAVENA DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PADA PASIEN BALITA DI RSIA IPHI BATU Lucia Nelciyen; Susi Milwati; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.637 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.567

Abstract

Terapi cairan intravena merupakan terapi pemberian cairan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah vena untuk menggantikan cairan yang hilang, yang biasanya dilakukan pada pasien dehidrasi. Salah satu komplikasi dari terapi cairan intravena adalah terjadinya phlebitis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan prosedur pemberian terapi cairan intravena dengan kejadian phlebitis pada pasien balita. Penelitian menggunakan desain korelasional, dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Ibu dan Anak IPHI Batu berjumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien anak-anak yang mendapatkan terapi intravena pada ruang rawat inap anak yang berusia 1-5 tahun berjumlah 33 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dalam bentuk chek list. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya pemberian terapi cairan intravena dikategorikan baik yaitu sebanyak 32 orang (97,97%). Hampir seluruh responden mengalami kejadian phlebitis dalam kategori tanda awal phlebitis yaitu sebanyak 32 orang (97,97%). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank, didapatkan p value 0,029 (α ≤ 0,05) yang berarti terdapat hubungan prosedur pemberian terapi cairan intravena dengan kejadian phlebitis pada pasien balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak IPHI Batu. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan terapi intravena sesuai Standar Operasional Prosedur pemasangan infus yang ada.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA PERAWAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN/KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Tri Anjaswarni; Susi Milwati; Karliyn Ayu Angelina Marpaung
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.524 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i1.821

Abstract

Kecelakaan kerja bisa terjadi di tempat kerja yang memiliki bahaya potensial tinggi. Kecelakaan kerja di Rumah sakit dapat menggangu produktivitas dan kualitas kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja perawat di Rumah sakit adalah penting, agar dapat dilakukan tindakan pencegahan. Metode penelitian adalah Literature review, dengan menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu dari database PubMed, Science Direct, Google Schoolar. Literatur yang dipilih, menggunakan desain cross sectional, terbit pada tahun 2015-2020, artikel dipilih sesuai kriteria.Artikel diseleksi menggunakan diagram PRISMA. Terdapat sepuluh jurnal yang direview dan dianalisis. Penilaian kualitas dari sepuluh artikel yang dipilih, dilakukan dengan menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal.Hasilreview dan analisis didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja perawat di Rumah sakit ada empat, yaitu pengawasan, pelatihan, shift kerja perawat dan safety attitude. Pengawasan yang teratur, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, dan safety attitude adalah faktor yang penting diperhatikan agar dapat mencegahkecelakaan kerja. Perawat yang bekerja shift pagi dan malam perlu mendapatkan istirahat yang cukup karena akibat kerja shift, mereka lebih sering mengalami kecelakaan kerja karena beban tugas yang berat dan waktu kerja yang lama. Work accidents can occur in a workplace that has a high potential hazard. Work accidents in hospitals can interfere with the productivity and quality of work of nurses in performing nursing care.Knowing the factors that affect nurses' work accidents in hospitals is important, so that preventive measures can be taken.The research method was Literature review, using secondary data from previous research from the database of PubMed, Science Direct, Google Scholars.The selected literature, using a cross sectional design, was published in 2015-2020. Journals were selected using the PRISMA diagram. There are ten journals that are reviewed and analyzed. The quality assessment of the ten selected articles was carried out using The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Based on the results of the review and analysis, it was found that the factors that affect nurses' work accidents in hospitals are supervision, training, nurse work shifts and safety attitude. Regular supervision, competency improvement through training, and safety attitude are important factors to be considered in order to prevent work accidents. Nurses who work morning and night shifts need to get adequate rest because due to shift work, they are more likely to have work accidents due to their heavy workload and long working hours.
milwati PELATIHAN KADER BERBASISHEALTY BELIEF MODEL ((HBM) TENTANG PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT DI POSBINDU KOTA MALANG Susi Milwati; Wahyuningsri Wahyuningsri; Naya Ernawati
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 2 No 2 (2018): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(2)i(2)y(2018).page:70-79

Abstract

Upaya meningkatkan program Posbindu (Pos Pembinaan terpadu) dengan cara memberikan pelatihan pada Kader sehingga masyarakat dapat secara rutin hadir dan aktif mengikuti program terutama pengendalian factor risiko prevalensi Penyakit Tidak Menular. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mojolangu Kota Malang adalah pelatihan Kader berbasis Healhty Belief Model dalam pencegahan hipertensi dengan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengabdian masyarakat pada responden 15 Orang Kader dan 15 orang masyarakat sebelum dan setelah pelatihan adalah: Kader :1) Kader ada peningkatan pengetahuan (40%), 2) peningkatan Persepsi kuat tentang kerentanan (20%); Peningkatan Persepsi kuat keparahan (27,6%) Persepsi Manfaat menurun (6,7 %), peningkatan perepsi kuat hambatan (13,3%), peningkatan persepsi ancaman 19,7 %; 3) ketrampilan mengukur tekanan darah meningkat (53,3%). Masyarakat : 1) Ada peningkatan pengetahuan ( 20%), 2) Persepsi : Peningkatan Persepsi kuat kerentanan ( 6,9 %); persepsi kuat keparahan menetap ( 40%); Peningkatan persepsi manfaat ( 7 %); persepsi hambatan menetap ( 46,7 %), Peningkatan persepsi ancaman ( 6,7 %) . Kesimpulan; ada peningkatan pengetahuan dan persepsi tetapi masih ada persepsi yang belum kuat. Rekomendasi: pelatihan Kader dalam upaya menurunkan angka kejadian Hipertensi dan pencegahannya menggunakan Metode Health Believe perlu dilanjutkan
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI OPERASI DAN DOSIS ANESTESI INHALASI DENGAN SUHU TUBUH PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESIA DI RECOVERY ROOM RSUD BANGIL Heru Nurmansah; Dyah Widodo; Susi Milwati
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v7i2.1847

Abstract

Postoperative patients with general anesthesia inclined to experience a decrease in body temperature, this study purpose to determine the relationship of body mass index, duration of surgery, and doses of inhalation anesthesia with body temperature in postoperative patients with general anesthesia in the Recovery Room of Bangil Regional Hospital. Correlation research design, a sample of 51 respondents using purposive sampling. The research instruments were observation sheets of body mass index, duration of surgery, dose of inhalation anesthesia and postoperative body temperature. Data were processed using SPSS 25. Pearson Test data analysis, body mass index (p is 0,000), duration of surgery (p is 0,000), and dose of inhalation anesthesia (p is 0.003). Body mass index correlation strength is strong (0.675), the duration of surgery correlation strength is sufficient (minus 0.407), and the dose of inhalation anesthesia correlation strength is sufficient (minus 0.560). It was concluded that body mass index, duration of surgery and dose of inhalation anesthesia were related to postoperative body temperature with general anesthesia in the recovery room at Bangil District Hospital, meaning the greater the body mass index make the higher the body temperature, the longer the operation and the higher the dose of inhalation anesthetics make the lower the body temperature. The closest correlation is body mass index. It is expected that in future studies can develop research by comparing differences in preoperative, intraoperative and postoperative temperatures. Keywords: Body Mass Index, Duration of Operation, Inhalation Anesthetic Dose, Body Temperature, Post Surgery, General Anesthesia