Yanti Rosdiana
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI HIDUP SEHAT DENGAN PELAKSANAAN MY FIVE MOMENT FOR HAND HYGIENE PERAWAT DI RUANG UNIT STROKE DAN RUANG ICU RUMAH SAKIT TENTARA Dr. SOEPRAOEN MALANG Dewi Ratna Novitaria; Ronasari Mahaji Putri; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.076 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.842

Abstract

Tenaga keperawatan merupakan jenis tenaga kesehatan terbesar di rumah sakit, memiliki jam kerja 24 jam melalui penugasan shift, serta merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan pasien. Perilaku tidak mencuci tangan merupakan permasalahan diseluruh dunia, dan kurang dipatuhi oleh penyedia layanan kesehatan karena tingkat kepatuhan masih rendah, hampir semua perawat mengerti pentingnya cuci tangan tetapi tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar. Dengan memiliki motivasi hidup sehat, seseorang akan merubah perilaku yang lebih baik berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari guna meminimalisasi resiko-resiko timbulnya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi hidup sehat dengan pelaksanaan my five moment for hand hygiene pada perawat. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berada di ruang Unit Stroke dan ICU sebanyak 38 responden. Besar sampel sebanyak 38 perawat dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian variabel independen menggunakan kuisioner dan variabel dependen menggunakan lembar observasi (cheklist). Analisa data menggunakan uji statistik Spearman. Berdasarkan hasil penelitian 38 perawat didapatkan hampir seluruh responden memiliki tingkat motivasi kuat sebanyak 86,9%, dan sebagian responden 50% mampu melaksanakan my five moment for hand hygiene. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,025 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara motivasi dengan pelaksanaan cuci tangan pada perawat. Direkomendasikan bagi institusi terkait agar mengatur pemberian program seminar dan pelatihan secara periodik tentang hand higiene.
PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM AEROBIK (LOW IMPACT) PADA LANSIA PRA DM DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI KOTA MALANG Felianus Basa Hokon; Susi Milwati; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.756 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.435

Abstract

Kadar gula darah adalah sumber energi yang langsung dapat digunakan untuk metabolisme sel. Senam aerobik (Low Impact) adalah bentuk olahraga yang memberikan pengaruh baik terhadap penatalaksanaan kadar gula darah disamping intervensi farmakologis, edukasi, dan terapi gizi medis. Glukosa akan cepat diakses untuk dipergunakan sebagai sumber energi pada latihan jasmani atau senam aerobik (Low Impact). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang. Penelitian ini berupa observasi dengan menggunakan metode analitik komperatif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel sebanyak 21 orang. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan uji t-test paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah responden pada lansia Pra DM sebelum senam 138,52 mg/dl, setelah diberikan perlakuan senam aerobik (Low Impact) selama 2 minggu rata-rata kadar gula darah responden pada lansia Pra DM menjadi 120,62 mg/dl. Hasil uji statistik menggunakan teknik komputerisasi SPSS 16 kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) dibuktikan dengan nilai p value 0,008 < 0,05. Artinya terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) pada lansia Pra DM di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang. Bagi peneliti selanjutnya, dengan adanya perbedaan yang terjadi antara kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik (Low Impact) pada lansia Pra DM di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang, diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut guna mendapatkan hasil yang maksimal. Kata kunci : Kadar gula darah, senam aerobik (Low Impact), Lansia.
HUBUNGAN USIA TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMPSI PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA MALANG Sepriadi Sepriadi; Sri Mudayatiningsih; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.314 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.714

Abstract

Ibu hamil primigravida mudah mengalami stress dalam menghadapi persalinan menyebabkan peningkatan corticotropic releasing hormone (CRH) sehingga tekanan darah meningkat sebagai penyebab pre eklampsia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia terhadap kejadian pre eklampsi pada ibu hamil primigravida di Rumah Sakit Permata Bunda Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 83 ibu hamil dengan penentuan sampel penelitian menggunakan quota sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 ibu hamil primigravida. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioneruntuk mengetahui usia responden dan catatan rekam medis untuk mengetahui kejadian pre eklampsi.Metode analisa data yang digunakan yaitu uji spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 17 (53,1%) ibu hamil primigravidaberusia 17 – 19 tahun (terlalu muda untuk hamil) dan sebagian besar 24 (75,0%) ibu hamil primigravida mengalami kejadian pre eklampsi ringan. Hasil uji spearmen rank didapatkan p value= (0,002)
HUBUNGAN KEPRIBADIAN GURU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BHANI AHMAD TLOGO INDAH KELURAHAN TLOGOMAS Maria Dappa Kambu; Swito Prastiwi; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.960

Abstract

Bahasa adalah sarana dalam menyampaikan suatu gagasan perasan kepada orang lain. Kemampuan berbahasa anak usia TK sangat bergantung dari stimulan yang diberikan. Kepribadian guru sangat mempengaruhi pemberian stimulasi pada anak melalui metode pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepribadian guru dengan perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak usia 4 - 5 tahun di TK Bhani Ahmad Tlogo Indah, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi. Populasi dalam penelitian siswa di TK Bhani Ahmad sebanyak 24 orang anak dan sampel penelitian menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kepribadian guru, sebagian besar yaitu sebanyak 17 anak (70,83%) menilai bahwa guru dikategorikan memiliki kepribadian baik, perkembangan kemampuan bahasa anak, sebagian besar yaitu sebanyak 17 anak (70,83%) dikategorikan baik, serta uji Chi-Square didapatkan p value = 0,009 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima. Artinya ada hubungan antara kepribadian guru dengan perkembangan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Bhani Ahmad Tlogo Indah, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Dengan demikian guru tidak hanya dituntut untuk mengutamakan teori dan metode yang digunakan dalam mengajar, akan tetapi perlu memperhatikan dan meningkatkan kepribadiannya dalam mendidik sehingga memberikan kemajuan dalam perkembangan kemampuan bahasa anak. ABSTRACT Language is a means to convey a notion of juice to others. Language skills of children preschool age is very dependent on the stimulant given. The teacher's personality greatly affect stimulation in children through learning methods. The purpose of this study was to determine the relationship between the personality of the teacher with the development of speech and language skills of children aged 4-5 years in kindergarten Bhani Ahmad Tlogo Beautiful, Village Tlogomas, Malang. The study design using the correlation design. The population in this study students in kindergarten Bhani Ahmad as many as 24 children and a sample using a total sampling. Data collection techniques used are questionnaires and observation. Data analysis method used is Chi-square test using SPSS. The results showed the teacher's personality, most of which as many as 17 children (70.83%) assess that their teachers be categorized as having a good personality, the development of children's language abilities, most of which as many as 17 children (70.83%) categorized as good, and Chi -Square obtained p value = 0.009
FAKTOR-FAKTOR RESIKO KEJADIAN DIARE PADA ANAK JALANAN DI KAWASAN JALAN ARJOSARI KOTA MALANG Ardi Ardi; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.936

Abstract

Data Depkes RI tahun2013, di Indonesiadiare merupakan penyebab kematian nomor empat (13,2%) pada semua umur. Anak yang kesehariannya melakukan aktivitas dijalanan beresiko besar mengalami diare karena anak tidak memperhatikan kesehatan tubuh dari polusi udara dan mengkonsumsi makanan dijalanan sehingga memudahkan bakteri atau virus masuk ke dalam pencernaan melalui mulut yang bisa menyebabkan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor resiko kejadian diare pada anak jalanan di Kawasan Jalan Arjosari Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasi. Sampel penelitian ini sebanyak 30 anak jalanan di kawasan jalan dengan penentuan menggunakan pruposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu odds ratio (OR) dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (86,7%) anak jalanan berada di lingkungan yang tidak sehat, sehingga beresiko menyebabkan kejadian diare sebanyak 26,0 kali lipat, lebih dari separuh (63,3%) anak jalanan mengalami kekuranganair bersih, sehingga beresiko menyebabkan kejadian diare sebanyak 4,22 kali lipat, sebagian besar (80,0%) anak jalanan memiliki kebersihan tubuh kurang bersih, sehingga beresiko menyebabkan kejadian diare sebanyak 12,0 kali lipat dan sebagian besar (90,0%) anak jalanan memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, sehingga beresiko 54 kali lipat menyebabkan kejadian diare. Anak jalanan perlu menerapkan kebiasaan hidup sehat melalui tidak makan sembarangan di pinggir jalan, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menggunakan masker saat melakukan aktivitas di pinggir jalan. ABSTRACT Data MOH RI in 2013, diarrhea in Indonesia is the cause of death number four (13.2%) at all ages. Children who do daily activities on the street at great risk of diarrhea because children do not pay attention to the health of the body of air fusion and consume food on the streets so as to facilitate bacteria or virus into the digestive by mouth that can cause diarrhea. The purpose of research to determine the risk factors of diarrhea occurrence in street children in Arjosari Road Area Malang City. The research design uses descriptive design with observation approach. The sample of this research are 30 street children in road area with determination using pruposive sampling. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method that is used is odds ratio (OR) by using SPSS. The results show that most (86.7%) of street children are in unhealthy environment, so the risk of causing diarrhea is 26.0 fold, more than half (63.3%) of street children suffer from lack of clean water, causing diarrhea incidence as much as 4.22 fold, most (80.0%) street children have clean body cleanliness, so the risk of causing diarrhea incidence is 12.0 fold and most (90.0%) street children have habit consuming unhealthy foods, so a 54-fold risk of causing diarrhea. Thus, street children need to apply healthy living habits through not eating carelessly on the roadside, wash hands before and after meals, using a mask when doing activities on the roadside. Keywords: Street children; diarrhea; body hygiene and environment,water shortage; food
HUBUNGAN BERMAIN MEGENAL WARNA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Rita Ratnasari; Ngesti W. Utami; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.348 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.495

Abstract

Bermain memiliki fungsi yang sangat luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, maupun psikomotorik. Perkembangan secara atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan jnformasi, memberikan kesenangan maupun mengebangkan imajinasi yang lebih mendominan pada belahan otak kiri anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putera di asrama Sanggau Landungsari Malang angkatan tahun 2016 sebanyak 35 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bermain mengenal warna, sebagian besar responden dikategorikan cukup yaitu sebanyak 19 orang (54,3%), perkembangan kognitif anak usia prasekolah sebagian besar dikategorikan kurang sesuai yaitu sebanyak 18 orang (51,4%), dan hasil analisis data menggunakan uji speraman rank didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekola di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru dengan nilai korelasi 0,686. Orang tua harus memberikan stimulasi dengan melakukan permainan seperti mengenal warna pada anak sesering mungkin agar kemampuan mengenal warna anak meningkat terutama pada kemampuan menunjuk dan menyebut warna. Kata Kunci : Anak usia bermain mengenal warna, perkembangan kognitif.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI LANSIA DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DI POLI INTERNA RST dr. SOEPRAOEN MALANG Tyas Dwi Widiandari; Esti Widiani; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.761 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.784

Abstract

Menurunkan resiko terjadinya peningkatan tekanan darah pada lansia dapat dilakukan dengan cara mengadopsi pola hidup sehat seperti olahraga, mengatur diet serta memeriksakan tekanan darah secara periodik. Hal ini membutuhkan motivasi yang kuat dari lansia hipertensi untuk melakukan pengelolaan penyakit hipertensi agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain. Peran keluarga sangat berpengaruh terhadap motivasi lansia dalam melaksanakan pengelolaan penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi di poli interna RST Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi di poli interna RS Tingkat II dr. Soepraoen Malang berjumlah 53 orang. Besar sampel sebanyak 46 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Pearson dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 52,2% dukungan keluarga kepada lansia dalam pengelolaan penyakit hiperteni dalam kategori cukup, dan 63% motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi dalam kategori cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil α = 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, artinya ada hubungan antara dukungan keluarga (emosional dan penghargaan, fasilitas, dan informasional) dengan motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi di poli interna RST Malang. Direkomendasikan bagi RST Soepraoen Malang untuk dapat mengembangkan penyuluhan tentang pentingnya edukasi dukungan keluarga kepada lansia sehingga dapat meningkatkan motivasi lansia dalam mengelola penyakit hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK JALANAN USIA 6-12 TAHUN DI KOTA MALANG Rizka Yusri Amrillah; Ani Sutriningsih; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.941

Abstract

Manusia perlu menjaga kebersihan diri agar tetap sehat, tidak bau, tidak menyebarkan kotoran atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Perawatan diri yang secara positif mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Kebersihan diri (Personal hygiene) merupakan upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Lazimnya kebersihan diri pada anak fase usia sekolah 6-12 tahun meliputi kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan rambut, kebersihan kulit dan kebersihan telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun di Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional, populasi dari penelitian ini sebanyak 30 responden dengan usia 6-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan lembar observasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Spearman Rank. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden (66,7%)mempunyai pengetahuan yang cukup tentang memelihara kebersihan diri, serta sebagian besar responden (63,3%) mempunyai tingkat kebersihan diri yang cukup. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun di Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Kota Malang yang dibuktikan dengan nilai p-value 0,003< 0,05. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan kajian secara lebih mendalam dengan wawancara tentang hubungan pengetahuan dengan tingkat kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun dan menghubungkan dengan variabel lain (body image, praktik sosial, status sosial ekonomi, kondisifisik/psikis, budaya dan kebiasaan) yang tidak terdapat dalam penelitian ini. ABSTRACT Humans need to maintain personal hygiene to stay healthy, not smell, do not spread dirt or transmit germs for themselves or others. Self-care that positively affects human health is done as an activity of daily life. Personal hygiene (Personal hygiene) is a person's efforts in maintaining his hygiene to obtain physical and psychological well-being. Normally self-hygiene in children 6-12 years of school age includes hand hygiene, nail hygiene, hair hygiene, skin hygiene and ear hygiene. This study aims to determine the relationship of knowledge with the level of personal hygiene on street children age 6-12 years at Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Malang. This study uses correlation, the population of this study as many as 30 respondents with the age of 6-12 years. The data were collected by questionnaire, the next observation sheet was analyzed by using Spearman Rank. In this study obtained the result that most respondents (66.7%) have sufficient knowledge about maintaining personal hygiene, and most respondents (63.3%) have sufficient level of personal hygiene. There is a significant relationship between the level of knowledge with personal hygiene on street children age 6-12 years in Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Malang as evidenced by p value 0,005