Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Dunia Pendidikan

Kepuasan Mahasiswa Dalam Kunjungan Ke Perpustakaan Atira Pebriani Safitri; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2473

Abstract

Motivasi dan minat mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan dapat dikatakan rendah yang dibuktikan dengan sepinya perpustakaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan angket. Tujuannya untuk mengetahui kepuasan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura dalam melakukan kunjungan ke perpustakaan kampus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasa puas terhadap pelayanan pemustaka yang terdiri dari aspek keandalan sebanyak 75,8%, daya tanggap sebanyak 69,7%, jaminan sebanyak 78,8%, empati sebanyak 54,5%, dan bukti fisik sebanyak 81,8%.
Gambaran Tingkat Pemahaman Remaja Tentang Rokok Cantika Rizki Putri; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2474

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman tentang rokok di kalangan mahasiswa yang masih dikategorikan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Tata cara pengumpulan data menggunakan angket Skala Guttman dengan jumlah sampel 62 mahasiswa yang berusia 17-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek paparan dan dampak sebanyak 98% responden dengan pemahaman tinggi dan 2% responden dengan pemahaman sedang. Pada aspek peraturan terdapat 97% responden dengan pemahaman tinggi dan 3% responden dengan pemahaman rendah. Pada aspek kandungan terdapat 100% responden dengan pemahaman tinggi dan 0% responden dengan pemahaman rendah. Pada aspek bahaya rokok terdapat 82% responden dengan pemahaman tinggi, 16% responden dengan pemahaman sedang, dan 2% responden dengan pemahaman rendah. Secara keseluruhan tingkat pemahaman mahasiswa tentang rokok adalah tinggi.
Gambaran Kebiasaan Sarapan Anak Sekolah Dasar Dita Muhada; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2475

Abstract

Sarapan pagi adalah kegiatan yang penting untuk dilakukan setiap harinya guna mencukupi kebutuhan energi tubuh dan memungkinkan pelaksanaan aktivitas dengan optimal. Pentingnya sarapan khususnya bagi anak sekolah dasar adalah untuk menunjang perkembangan, pertumbuhan, dan kesiapan dalam menghadapi segala kegiatan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kebiasaan sarapan siswa sekolah dasar, menggunakan lembar kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel terdiri dari 24 siswa kelas IV SDN 12 Pontianak Timur, dengan rentang usia 9-11 tahun. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk diagram, dan ditemukan bahwa 63% responden memilih opsi "sering" sementara 37% memilih opsi "jarang".
Hubungan Tingkat Stress Mahasiswa Baru dengan Musik sebagai Media relaksasi Indik Syahrabanu; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2485

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat stress mahasiswa baru dengan musik yang didengarkan sebagai media relaksasi. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket skala likert yang disebar ke satu kelas mahasiswa baru terdiri dari 31 responden. Penelitian ini menghasilkan tingkat stress mahasiswa yang tinggi dengan persebaran berdasarkan ciri fisiologis terdapat 48% mengalami stress tingkat sedang dan 52% mengalami stress tingkat berat. Persebaran data untuk tingkat stress berdasarkan ciri psikologis yaitu 26% responden mengalami stress tingkat sedang dan 74% mengalami stress tingkat berat. Berdasarkan uji korelasi versi de vaus, hasil menunjukkan bahwa nilai Pearson Correlation yang mendapatkan 0,965 untuk stress fisiologis dan 0,964 untuk stress psikologis dengan Sig. (2-tailed) < 0,05 menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress mahasiswa baru dengan mood saat mendengarkan musik dan termasuk dalam kekuatan hubungan mendekati sempurna.
Tingkat Depresi Mahasiswa pada Usia Remaja Juliani; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2486

Abstract

Depresi menjadi permasalahan yang sering terjadi dibelahan dunia. Yang menjadi sasaran depresi tidak hanya orang tua, atau orang dewasa saja, bahkan remaja dan anak-anak juga. Depresi sangat berbahaya jika tidak diatasi dengan baik, karena dapat mempengaruhi perubahan sikap individu, kondisi sosial dan emosional, kondisi psikologis, kondisi fisik dan bahakan bisa menyebabakan kematiaan yang diakibatkan dengan bunuh diri karena tidak mampu mengendalikan dirinya. Banyak faktor yang menyebabkan depresi dikalangan masyarakat terus meningkat. Sehubungan dengan semakin tinggi tingkat depresi dikalangan masyarakat maka dilakukan suatu penelitian dengan memanfaatkan mendeley importer sebagai sumber literasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat depresi yang dialami oleh mahasiswa Universitas Tanjunpura tahun 2021-2022 sebanyak 50 sampel dengan penyebaran link Google Form kepada responden. Metode penelitain yang digunakan adalah Kuantitaif berbasis deskriptif kuantitatif dengan alat ukur berupa angket Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa mempunyai kondisi mental yang sehat dengan angka 58% tanpa gejala depresi, 40% dengan gejala depresi, 2% untuk depresi ringan, 0% untuk depresi sedang, dan 0% untuk depresi berat.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Muhammad Irfan Ash Shiddiq; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2488

Abstract

Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum, menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Gangguan kecemasan menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 program pendidikan guru sekolah dasar Universitas Tanjungpura. Peneliti mengambil 32 sampel sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui Google Forms. Penelitian ini menggunakan kuesioner GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7) sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42% siswa mengalami kecemasan ringan, 36% siswa mengalami kecemasan sedang, 16% siswa mengalami kecemasan berat, dan 6% siswa mengalami kecemasan sangat berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 program pendidikan guru sekolah dasar Universitas Tanjungpura adalah rendah.
Analisis Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa Nur Hidayah Huba; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2489

Abstract

Di era industry 5.0 saat ini tidak dapat bantah bahwa teknologi berkembang dengan pesat dan semakin canggih. Sehingga dibutuhkan kemampuan literasi yang baik agar menghasilkan in- san yang berkualitas Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan literasi digital mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kemampuan literasi digital. Ditinjau dari 8 komponen hasil penelitian membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kecakapan sangat baik. Komponen functional Skill and Beyond dalam kategori sangat baik 73%, komponen creativity dalam kategori sangat baik 81%, komponen collaboration dalam kategori sangat baik 65%, komponen communi- cation 92%, komponen the ability to find and select information 86%, komponen critical thinking and evaluation 75%, komponen cultural and social understanding 76%, dan komponen e-safety 70%.
Bagaimana Kualitas Tidur Mahasiswa Nurmi Husnani; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2491

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Kondisi pada individu dapat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Tidur yang berkualitas adalah kebutuhan dasar manusia namun pada mahasiswa kebutuhan tidur akan terganggu karena tugas sebagai mahasiswa. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dam Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pendekatan survey tes. Instrument yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan Kuesioner dengan analisis deskriptif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa putra putri dengan jumlah 46 mahasiswa. Berdasarkan analisis data, hasil kualitas tidur mahasiswa 29 mahasiswa termasuk dalam kategori kurang dengan persentase 63%, 15 mahasiswa termasuk dalam kategori baik dengan persentase 33%, 2 mahasiswa termasuk dalam kategori sangat buruk dengan persentase 4%, dan 0 mahasiswa termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 0%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur mahasiswa dalam kategori kurang dicapai sebanyak 29 mahasiswa dengan jumlah persentase 63%.