Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Muhammad Irfan Ash Shiddiq; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2488

Abstract

Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum, menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Gangguan kecemasan menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 program pendidikan guru sekolah dasar Universitas Tanjungpura. Peneliti mengambil 32 sampel sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui Google Forms. Penelitian ini menggunakan kuesioner GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7) sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42% siswa mengalami kecemasan ringan, 36% siswa mengalami kecemasan sedang, 16% siswa mengalami kecemasan berat, dan 6% siswa mengalami kecemasan sangat berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 program pendidikan guru sekolah dasar Universitas Tanjungpura adalah rendah.
Analisis Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa Nur Hidayah Huba; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2489

Abstract

Di era industry 5.0 saat ini tidak dapat bantah bahwa teknologi berkembang dengan pesat dan semakin canggih. Sehingga dibutuhkan kemampuan literasi yang baik agar menghasilkan in- san yang berkualitas Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan literasi digital mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kemampuan literasi digital. Ditinjau dari 8 komponen hasil penelitian membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kecakapan sangat baik. Komponen functional Skill and Beyond dalam kategori sangat baik 73%, komponen creativity dalam kategori sangat baik 81%, komponen collaboration dalam kategori sangat baik 65%, komponen communi- cation 92%, komponen the ability to find and select information 86%, komponen critical thinking and evaluation 75%, komponen cultural and social understanding 76%, dan komponen e-safety 70%.
Bagaimana Kualitas Tidur Mahasiswa Nurmi Husnani; Rio Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i4.2491

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Kondisi pada individu dapat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Tidur yang berkualitas adalah kebutuhan dasar manusia namun pada mahasiswa kebutuhan tidur akan terganggu karena tugas sebagai mahasiswa. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dam Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pendekatan survey tes. Instrument yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan Kuesioner dengan analisis deskriptif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa putra putri dengan jumlah 46 mahasiswa. Berdasarkan analisis data, hasil kualitas tidur mahasiswa 29 mahasiswa termasuk dalam kategori kurang dengan persentase 63%, 15 mahasiswa termasuk dalam kategori baik dengan persentase 33%, 2 mahasiswa termasuk dalam kategori sangat buruk dengan persentase 4%, dan 0 mahasiswa termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 0%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur mahasiswa dalam kategori kurang dicapai sebanyak 29 mahasiswa dengan jumlah persentase 63%.
Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning pada Materi Kekayaan Budaya Indonesia di Kelas IV SD 39 Pontianak Kota : Penelitian Sri Yulia Ningsih; Kartono; Rio Pranata
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2673

Abstract

This study aimed to develop a Project-Based Learning (PjBL) Student Worksheet (LKPD) for the Natural and Social Sciences (IPAS) subject on the theme of Indonesian Cultural Wealth for fourth-grade students at SDN 39 Pontianak Kota. The research used a Research and Development (R&D) method with a mixed-method approach that combined quantitative and qualitative data. The ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) was employed because of its systematic and flexible structure. The LKPD was designed to integrate PjBL stages explicitly, apply communicative language suitable for students’ developmental levels, and feature attractive, contextual visuals. Expert validation in design, language, and content showed high feasibility, with scores of 87.5%, 97.5%, and 81.67%. Student responses were also very positive, reaching 98.57% in the small group trial and 88.52% in the large group trial. Overall, the findings confirmed that the PjBL-based LKPD was feasible and effective as a learning tool, increasing student engagement and motivation while fostering collaboration, communication, and critical thinking as essential 21st-century skills.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berorientasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Musyawarah Untuk Siswa Kelas Iv Sdn 39 Pontianak Kota : Pengabdian Soniya Yunyun; Siti Halidjah; Rio Pranata
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2740

Abstract

This study aims to develop a student worksheet (LKPD) oriented toward the Problem-Based Learning (PBL) model to support Civics Education (PPKn) in the topic of deliberation for Grade IV students at SDN 39 Pontianak Kota. The research uses a Research and Development (R&D) approach by adapting the ADDIE model, involving 27 students, one classroom teacher, and three expert validators. Data were collected through interviews and questionnaires. The development process followed four stages: Analysis, Design, Development, and Implementation. The validity results showed that the design aspect scored 88.00%, the language aspect 95.00%, and the material aspect 91.66%, all categorized as “Highly Valid.” Furthermore, the practicality of the LKPD was rated at 90.06%, falling under the “Highly Practical” category. These results indicate that the developed PBL-oriented LKPD is both valid and practical for use in supporting effective learning in Civics Education for elementary school.
Technical Guidance for Making Teaching Modules for Primary School Teachers in the Toho District Hery Kresnadi; Dyoty Auliya Vilda Ghasya; Siti Halidjah; Kartono; Asmayani Salimi; Rio Pranata; Agung Hartoyo; Neni Mariyani
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i1.3213

Abstract

Education is an important factor in the development of the country, and the quality of education needs to be improved. One of the efforts to improve the quality of education is the development of teaching modules that are by the Merdeka Curriculum. However, the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools in The Toho District is still experiencing obstacles. The lack of teachers' understanding and skills in making teaching modules is the main factor that hinders them. Therefore, this study conducted technical guidance on making teaching modules for the Merdeka Curriculum for elementary school teachers in Toho District. In this technical guidance, a Direct Instruction approach is used with four stages: socialization, discussion, practice making teaching modules in groups, and evaluation. The results show an increase in teachers' understanding of the Merdeka Curriculum, their confidence in implementing teaching modules, and the development of high-quality teaching modules. Despite the success, the evaluation identified some challenges, including the perception that some learning objectives should be taught in a single meeting.