Utu Rahim
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KENDARI Sitti Nur Astuti S.; Muhammad Sudia; Utu Rahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.697 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v6i2.9119

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari yang terdiri dari 11 kelas paralel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara simple random sampling. Data diperoleh menggunakan lembar observasi dan  instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sebelum diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata – rata 39,01. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 310,13 dan 17,61; (2) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata – rata 48,86. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 533,33 dan 23,09; (3) model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KENDARI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Rai Sujana; Utu Rahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.419 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v1i1.2953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional, (2) Perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.  Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan. (1) Peningkatan  kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran berbasis masalah adalah sebesar 0,80 tergolong klasifikasi tinggi, dimana 90,62% siswa memperoleh peningkaran lebih dari 0,70. (2) Peningkatan kemampuan berpikirkritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional adalah sebesar 0,66 tergolong klasifikasi sedang, dimana 72,73% siswa memperoleh peningkatan dari 0,30 sampai 0,70. (3) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah lebih baik secara signifikan peningkatannya dari kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.  Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah; kemampuan berpikir kritis
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 KENDARI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Wa Ode Subya; Utu Rahim; Suhar Suhar
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.781 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v5i1.7314

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMP Negeri 11 Kendari melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari : (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan Tindakan, (c) Observasi dan Evaluasi, dan (d) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 dengan jumlah 30 orang yang terdiri dari 16 laki-laki dan 14 perempuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan (1) Keterlaksanaan skenario pembelajaran yang dilakukan oleh guru mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 70 % dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 100 %. (2) Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 66,66 % mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 100 %. (3) Persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, yaitu pada siklus Iketuntasan belajar secara klasikal sebesar 56,66 % dan mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 86,66 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkanbahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII-1SMP Negeri 11 Kendari dapat ditingkatkan melaluimodel pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Dukungan Sosial Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi Siti Sarmiati; Kadir Kadir; Anwar Bey; Utu Rahim
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1: Edisi Januari 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.338 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v10i1.5646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Menguji pengaruh motivasi belajar dan dukungan sosial terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi baik secara bersama-sama maupun terpisah. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi. Data diperoleh dari instrumen angket motivasi belajar dan dukungan sosial serta dari data dokumen hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa dalam kategori baik dan sangat baik sebanyak 34,78% atau sebanyak 24 siswa dan yang kategori kurang sebanyak  65,22% atau sebanyak 45 siswa; (2) dukungan sosial siswa dalam kategori baik dan sangat baik sebanyak 33,33% atau sebanyak 23 siswa dan yang kategori kurang sebanyak 66,67% atau sebanyak 46 siswa; (3) Secara bersama-sama maupun terpisah motivasi belajar dan dukungan sosial berpengaruh terhadap hasil belajar matematika