Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KENDARI Astuti S., Sitti Nur; Sudia, Muhammad; Rahim, Utu
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.938 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v7i1.8245

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari yang terdiri dari 11 kelas paralel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara simple random sampling. Data diperoleh menggunakan lembar observasi dan? instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sebelum diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata ? rata 39,01. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 310,13 dan 17,61; (2) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata ? rata 48,86. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 533,33 dan 23,09; (3) model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KENDARI Sitti Nur Astuti S.; Muhammad Sudia; Utu Rahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.697 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v6i2.9119

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari yang terdiri dari 11 kelas paralel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara simple random sampling. Data diperoleh menggunakan lembar observasi dan  instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sebelum diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata – rata 39,01. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 310,13 dan 17,61; (2) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata – rata 48,86. Varians dan std. deviasi masing-masing sebesar 533,33 dan 23,09; (3) model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY Sitti Nur Astuti S; Nanang Priatna; Dadang Juandi
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v3i1.53925

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan yang diperlukan siswa untuk menghasilkan ide-ide kreatif dari pemahaman matematika yang dimiliki sehingga dapat menemukan solusi dari permasalahan matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis dipengaruhi oleh beberapa aspek afektif, diantaranya efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan efikasi diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMP di kabupaten Konawe Utara. Subyek penelitian ini adalah 3 siswa yang ditentukan berdasarkan efikasi diri tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif matematis, angket efikasi diri, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek yang memiliki efikasi diri tinggi dapat menyelesaikan 3 soal kemampuan berpikir kreatif yang terdiri dari tiga indikator. Subyek yang memiliki efikasi diri sedang dapat menyelesaikan dua indikator soal kemampuan berpikir kreatif, dan subyek yang memiliki efikasi diri rendah hanya dapat menyelesaikan satu indikator soal kemampuan berpikir kreatif. Temuan lain yang diperoleh bahwa siswa yang memiliki efikasi diri tinggi mempunyai kemampuan berpikir kreatif tinggi, siswa yang memiliki efikasi diri sedang mempunyai kemampuan berpikir kreatif sedang, dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah mempunyai kemampuan berpikir kreatif yang rendah.
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Model Kolaboratif Deep Learning Berbasis Lesson Study di Era Disrupsi Digital Mohamad Salam; La Misu; Awaludin Awaludin; Jafar Jafar; Hasnawati Hasnawati; Salim Salim; Sitti Nur Astuti S
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.714

Abstract

Era disrupsi digital menuntut guru untuk terus meningkatkan profesionalismenya agar mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SMPN 15 Kendari melalui model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembentukan kelompok Lesson Study, pelatihan penyusunan modul ajar, pendampingan open kelas, dan refleksi kolaboratif melalui siklus Plan–Do–See. Instrumen pengukuran berupa kuesioner respons guru berskala Likert empat poin dan lembar observasi open kelas yang dianalisis secara deskriptif persentase. Kegiatan diikuti 25 guru yang terbagi dalam empat kelompok bidang studi: Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa. Hasil menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan sosialisasi Deep Learning berbasis Lesson Study sangat penting, 85,71% menyatakan model ini berdampak positif terhadap proses belajar mengajar, 100% menilai model ini membangun kolaborasi antar guru, dan 95,24% menyatakan antusias untuk melaksanakan open kelas. Disimpulkan bahwa model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study efektif meningkatkan profesionalisme guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif di era digital.
M MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DAN PERMAINAN TRADISIONAL Mohamad Salam; La Misu; Jafar Jafar; Saleh Saleh; Awaludin Awaludin; Wa Ode Indrawati; Hartina Pratiwi La Mela; Sitti Nur Astuti S; Risman Alifin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul "Mengembangkan Kemampuan Computational Thinking Anak Melalui Permainan Matematika dan Permainan Tradisional". Kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Kawan Inspirasi Kendari, Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah anak-anak di komunitas tersebut belum mengenal konsep Computational Thinking (CT) serta belum pernah diperkenalkan permainan matematika dan permainan tradisional. Metode kegiatan berupa pengajaran, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan ini mengusung konsep "Taman Matematika Siswa" dengan lima jenis permainan, yaitu: (1) Keng-Keng Sorong, (2) Permainan Boy, (3) Kuartet Matematika, (4) DOMIKA (Domino Matematika), dan (5) Karambol Matematika. Setiap permainan dirancang mengintegrasikan fondasi CT: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta dari jenjang SD dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan CT anak-anak, yang terlihat dari kemampuan mereka berpikir sistematis, mengenali pola permainan, dan menyusun strategi. Luaran kegiatan berupa modul ajar, video pembelajaran, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.
Academic Motivation and Self-Efficacy Among Pre-Service Teachers: A Correlational Study Siti Hardiyanti Triana; Miftahuljannah Muslimin; Sitti Nur Astuti S
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v11i1.226

Abstract

Academic motivation and self-efficacy are two important psychological constructs that play a fundamental role in supporting learning success and the professional readiness of pre-service teachers. This study aimed to analyze the levels of academic motivation and self-efficacy and to examine the correlation between these two variables among pre-service teachers in Chemistry, Physics and Mathematics education programs. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 90 first-year students from the Faculty of Teacher Training and Education. Data were collected using validated Likert-scale questionnaires measuring academic motivation (30 items, Cronbach's α = 0.813) and self-efficacy (20 items, Cronbach's α = 0.860), both demonstrating good internal consistency. Data were analyzed using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment correlation test, after the normality (Kolmogorov-Smirnov, p = 0.200) and linearity assumptions were confirmed. The results indicate that students' academic motivation was in the very high category (M = 86.84, SD = 7.21), while self-efficacy was in the moderate category (M = 57.68, SD = 6.15). The correlation analysis revealed a statistically significant positive relationship between academic motivation and self-efficacy (r = .484, p = .000, p < 0.01), indicating a moderate effect size. These findings suggest that, although pre-service teachers reported very high academic motivation, their self-efficacy remained at a moderate level, indicating that motivation alone may not be sufficient to build strong competence beliefs. The results imply the need for pedagogical interventions such as gradual mastery experiences, formative feedback, and strategy modeling by lecturers to strengthen self-efficacy and help translate students' motivational energy into more stable academic performance and teaching readiness, particularly within chemistry education contexts.