Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Pembangunan Tahap 1 Revitalisasi Pasar Kembang Kalisari Berdasarkan Pendapat Masyarakat Sekitarnya Reksa Istiana; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.766 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.66-74

Abstract

The revitalization on Pasar Kembang Kalisari is an effort to overcome the declining of environment quality around the market. The revitalization is done in two stages of development which the first stage has been finished. A development certainly will generate some changes or impacts that affect the community, especially the community around the area. The purpose of this research is to review the impacts of the first stage of development from the revitalization on Pasar Kembang Kalisari based on the opinion of its surrounding community, especially the impacts to the environment and social-economy during and after the development is done. The method used in this research is quantitative. This research is supported with sampling proportionate stratified random sampling technique. The community said that the positive impacts during the first stage development of Pasar Kembang Kalisari are the employment opportunity, community’s economy and income enhancement, the increasing of surroundings aestheticism and comfort, and the transformation of becoming tourist site (Kampung Pelangi). Moreover the negative impacts are the pollution caused by the construction around the location and the income derivation of the florist, and the alteration of livelihood for some who provide repair shop.
Manfaat Taman Suropati Kota Jakarta Pusat Berdasarkan Persepsi Masyarakat Sekitar Arvi Nabiel Setyananda; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.514 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.21-28

Abstract

In general in every big city has green open space that can be utilized as one of public space for society. Green open space is also an important thing in the formation of urban structures, especially in urban areas. This is because the RTH has an important role in an urban area that is there are benefits such as social, cultural, economic, aesthetic and support ecological activities. Taman Suropati Kota Jakarta has an area of 16,328 m². Visitors who come to the park pretty much especially at night. Visitors who visit Suropati Park still do not understand the benefits of the park. In this study aims to assess the benefits of Taman Suropati Kota Jakarta Central to the surrounding community is in accordance with its function or not by looking at PERMEN-PU no. 05 / PRT / M / 2008 on Guidelines for the Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas based on visitor perceptions and research preferences. Taman Suropati still has ecological, social and cultural benefits which has 13 indicators in it. Taman Suropati Kota Jakarta in this case is good in ecological, social and cultural benefits, because only some of the indicators that have problems to be solved by Central Jakarta Municipality government.
Perancangan Ruang Fisik Kawasan Stasiun Tawang yang Terintegrasi dengan Angkutan Umum Kota Semarang Aryowibowo Nurprilianto Nugroho; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.121-130

Abstract

Sektor perhubungan dan pengangkutan khususnya transportasi angkutan rel merupakan salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan mobilisasi masyarakat di Kota Semarang. Kegiatan transportasi angkutan rel terus meningkat, ditandai dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi di Stasiun Tawang mencapai 43.352 orang di bulan Maret tahun 2014. Jumlah rata-rata pengunjung tiap harinya mencapai 1068 penumpang dengan presentase 26% hingga 52%-nya menggunakan angkutan umum untuk mengakses Stasiun Tawang. Namun, kondisi Stasiun Tawang saat ini belum mampu menjadi sebuah lokasi simpul perpindahan dan pertukaran moda serta pusat koneksi angkutan umum perkotaan yang terstruktur dan sistematis. Jika tantangan tersebut tidak dapat terselesaikan, maka akan berdampak pada penurunan kinerja aktivitas perkeretaapian dari Stasiun Tawang. Tujuan dari perencanaan ini adalah terciptanya rekomendasi rancangan Kawasan Stasiun Tawang di Kota Lama Semarang yang sustainable dan dapat memecahkan permasalahan yang ada serta terus berkembang dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat Semarang dan sekitarnya di sektor transportasi. Metode yang digunakan di dalam perencanaan ini adalah deskriptif kualitatif dengan penggunaan wawancara pada narasumber dari pihak terkait. Melalui tahapan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa pembagian fungsi kawasan ke dalam beberapa sektor yaitu perhubungan dan pengangkutan, perdagangan dan jasa, serta rekreasi dan pelayanan umum. Masing-masing fungsi direncanakan dalam bentuk rancangan ruang dengan ketentuan standar pelayanan minimum. Sehingga tersusun rekomendasi rancangan dari Kawasan Stasiun Tawang yang berfokus pada penyelesaian masalah integrasi terhadap angkutan umum Kota Semarang. 
Penyebab Terjadinya Pelanggaran Terhadap Koefisien Dasar Bangunan Di Kelurahan Gedawang Banyumanik Semarang Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 3, No 2 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.3.2.%p

Abstract

Pelanggaran terhadap besaran nilai koefisien dasar bangunan (KDB) bisa berakibattertutupnya lahan yang semestinya terbuka, lahan yang tertutup dengan bangunan akan berdampak terhadap resapan air. Hilangnya resapan air akan berakibat kurangnya pasokan air hujan ke dalam tanah, akan menimbulkan kekeringan, dan dampak negatif lainnya adalah terjadinya peningkatan banjir. Berdasarkan fenomena ini maka dilakukanlah penelitian tentang faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada kawasan permukiman pinggiran kota Semarang, khususnya di kecamatan Banyumanik,kelurahan Gedawang. Lokasi penelitian merupakan permukiman yang terletak di kelurahan Gedawang kecamatan Banyumanik Semarang, yaitu di wilayah RW 4, RW 6, dan RW 7. Dipilhnya 3 RW ini karena kondisi kontur di 3 RW tersebut bergelombang dari kecil sampai curam. Ketiga RW tersebut dilewati sungai (kecil) yang berfungsi sebagai pembuangan air hujan (drainase) dan sekaligus juga sebagai saluran air limbah domestik, sehingga berubahnya nilai KDB akan berpengaruh terhadap debit air larian yang berakibat melimpahnya air di wilayahbawahnya. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan penyebab terjadinya pelanggaran terhadap ketetapan besaran koefisien dasar bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, menggunakan analisis uji faktor dan tabulasi silang. Ditemukan bahwa penyebab pelanggaran terhadap KDB berasal dari faktor eksternal dan internal, faktor eksternal memiliki korelasi negatif terhadap tindak pelanggaran, yaitu berupa tidak adanya sanksi yang jelas, luas kapling yang dimiliki, dan kurang fahamnya tentang apa itu KDB (belum ada sosialisasi). Sedangkan faktor internal memiliki korelasi positif terhadap tindak pelanggaran, yaitu berupa penghasilan, usaha rumah tangga, jumlah anggota keluarga, dan pendidikan. Belum ada sosialisasi kepada masyarakat tentang KDB,sehingga sebagian besar masyarakat tidak tahu akan kerugian dan bahaya yang ditimbulkan dari pelanggaran terhadap KDB. Sebenarnya masyarakat cukup sadar bahwa dalam bermukim seyogyanya tidak saling mengganggu, akan tetapi pengertian mengganggu ini hanya terbatas pada lingkungan yang kecil (tetangga dekat), belum melihat lingkungan secara luas (kelurahan/kecamatan/kota).
Alasan Untuk Tetap Tinggal Di Kawasan Yang Tergenang Rob Dan Terjadi Penurunan Tanah, Di Genuk Semarang Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 4, No 2 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.97 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.2.%p

Abstract

Humans as economic beings are always trying to find opportunities to earn income, that is by working anything and anywhere. As a result humans will find a place of life that is considered suitable for him in doing business to get a living space to build a settlement. There are two main options: choosing a comfortable place, and the second chooses a place close to the source of income, the resoltante of the two choices will produce a suitable land choice for himself. The question is, from the two options turned out that the location close to the source of income is more prominent than the need for comfort. There is a settlement whose location is unfit for habitation, but the community is willing to embrace the place just because the location is close to the source of income, which is around the industrial area in Semarang. This location is always inundated by tidal flood, dense, polluted by the industry, land degradation occurs, but the number of inhabitants comes 3 times more than the amount that comes out.The purpose of this study is to find out the reasons for the community to stay afloat, live in the area of the settlements that are integrated, experiencing a of rob inundation and the decline of land in the District of Genuk Semarang. The research method is done descriptively quantitative, with correlation analysis.The findings show that, the strength to survive is the economic factor kaeran, that is close to the industrial area, easy access, and facilities for children's education is also easy.
Kajian Kualitas dan Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan Theresia Revina; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.785 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.293-301

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kualitas dan tingkat pelayanan jalur pejalan kaki. Penelitian ini berdasarkan permasalahan eksisting jalur pejalan kaki di sekitar Stasiun Manggarai yaitu sebagai penghubung antarlokasi dan antarmoda transportasi jalur pejalan kaki tidak memiliki sarana prasarana yang lengkap, terdapat sarana prasarana dalam kondisi rusak, dan halangan pada jalur pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan perhitungan Pedestrian  Environmental Quality Index (PEQI 2009) dan Pedestrian Level of Service (High Capacity Manual 2000). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif serta analisis evaluatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan kualitas persimpangan jalur pejalan kaki segmen I berada pada kelas kualitas IV (kualitas buruk) dan kualitas jalurnya berada pada kelas III (kualitas dasar). Jalur pejalan kaki segmen II memiliki kualtias persimpangan yang termasuk dalam kelas V (kualitas tidak cocok) dan kualitas jalurnya berada pada kelas III (kualitas dasar). Hasil analisis tingkat pelayanan berdasarkan arus pada jalur pejalan kaki segmen I menunjukan tingkat pelayanan E (tingkat pelayanan buruk) dan analisis tingkat pelayanan berdasarkan ruang memiliki hasil tingkat pelayann A (tingkat pelayanan sangat baik). Tingkat pelayanan berdasarkan arus pada segmen II memiliki tingkat pelayanan C (tingkat pelayanan cukup baik) dan tingkat pelayanan berdasarkan ruang memiliki tingakt pelayanan A (tingkat pelayanan sangat baik). Kata kunci: 
Penyediaan Hutan Kota dan Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Menurut Preferensi Masyarakat di Kawasan Pusat Kota Tangerang Nadia Imansari; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.101-110

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) khususnya di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, sosial budaya, dan estetika. Adapun dalam penyediaannya, haruslah memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Masih kurangnya ketersediaan jumlah RTH publik khususnya hutan kota dan taman kota pada kawasan pusat kota Tangerang sedikit banyak mempengaruhi fungsi hutan kota dan taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik. Di samping itu, kondisi hutan kota dan taman kota eksisting pun dapat dikatakan sepi dari pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi dan kriteria penyediaan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik pada hutan kota dan taman kota serta memberikan rekomendasi dalam peningkatan kualitas hutan kota dan taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik berdasarkan preferensi masyarakat. Jenis pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sementara itu, proses analisis data yang dilakukan membutuhkan fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di hutan kota dan taman kota sebagai RTH publik kawasan pusat kota Tangerang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil bahwa masyarakat menginginkan RTH publik yang berfungsi sebagai peneduh dan paru-paru kota, juga ingin adanya RTH publik yang dapat menjadi pusat interaksi dan komunikasi masyarakat serta sarana rekreasi. Selain itu, masyarakat memilih RTH publik yang dapat memberikan kenyamanan misalnya dengan menyediakan fasilitas yang memadai.  
Efektivitas Taman Kota 1 BSD Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kawasan Perkotaan BSD City, Kota Tangerang Selatan Wildan Fadhlillah Ardi; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 3, No 1 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.555 KB) | DOI: 10.14710/ruang.3.1.%p

Abstract

City Park 1 BSD is open spaces seeded owned by urban area BSD city and also south tangerang to realize the smart city concept through smart environtment aspect.But the number of visitors has exceeded capacity city parks, physical condition are unmaintained, and loss of function a means to educate on city park has been a problem that causes City Park 1 BSD to be less effective.This research used the quantitative descriptive with the help of Likert Scale on the analysis to get score of effectiveness by partial and overall Results from this study is the value of the effectiveness of City Parks 1 BSD that viewed as a partial, characteristic of visitors criteria, characteristic of physical condition criteria, criteria function, the public nature open space, and criteria management  areeffective.The total value of the effectiveness of city parks 1 bsd as green space public in urban areas BSD City is quite effective with value 71,712. Decent condition effective the does not mean that all indicators used in analysis is in good condition but indicators, had some a problem so that the indicators has been available and walks but it is not maximal.
Dampak Pembangunan Apartemen Paltrow City Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kelurahan Pedalangan, Banyumanik Ariani Suwandi; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.729 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.3.196-206

Abstract

Pembangunan Apartemen Paltrow City merupakan salah satu pembangunan hunian baru berupa properti di Kelurahan Pedalangan yang berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk yang dapat menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kombinasi model (concurrent embeded) antara kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan alat analisis (crosstabs) dan distribusi frekuensi. Berdasarkan analisis diperoleh bahwa pembangunan Apartemen Paltrow City kurang sesuai dengan RTRW dan RTBL yang berlaku dari segi ketinggian bangunan. Namun, Keterangan Rencana Kota (KRK) yang dikeluarkan melihat kesesuaian bangunan terhadap persyaratan KKOP (Kawasan Keselamatan Oprasional Penerbangan) dan skyline bangunan disekitarnya. Sedangkan menurut masyarakat terkait ketinggian bangunan Apartemen Paltrow City, sebanyak 38% masyarakat merasa terganggu. Dampak pembangunan Apartemen Paltrow City yang ditimbulkan pada kegiatan konstruksi sebanyak 72% masyarakat merasakan dampak gangguan kebisingan, tidak mendapatkan peningkatan pendapatan gangguan kenyamanan, kekhawatiran akan ketersediaan air, gangguan lalu lintas dan kecelakaan kendaraan dan getaran. Sedangkan dampak pasca konstruksi sebanyhak 76% masyarakat merasakan dampak kekhawatiran akan ketersediaan air, gangguan lalu lintas dan kecelakaan kendaraan, peningkatan pendapatan, gangguan kenyamanan, kebisingan, kesempatan kerja baru, perubahan gaya hidup dan perubahan harga lahan.
Kajian Terhadap Jalur Pedestrian di Koridor Jalan Letnan Sutopo, BSD City Anna Rosaria Firdhiani; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.821 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.302-309

Abstract

Saat ini telah dibangun jalur pedestrian di koridor Jalan Letnan Sutopo, BSD City. Namun jalur pedestrian tersebut tidak digunakan oleh masyarakat. Sehingga tujuan utama penelitian ini ialah mengidentifikasi pendapat masyarakat mengenai penyediaan jalur pedestrian pada koridor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan alat analisis statistik deskriptif, didukung dengan penggunaan skala likert. Variabel penelitian ini ialah variabel kondisi fisik jalur pedestrian, standar jalur pedestrian, karakteristik masyarakat, pendapat masyarakat. Hasil dari penelitian ini ialah kondisi fisik jalur pedestrian telah sesuai dengan pedoman, namun untuk lebar jalur pedestrian belum sesuai, sedangkan jalur pejalan kaki berkebutuhan khusus serta ketersediaan elemen pendukung seperti pagar pembatas, sculpture belum tersedia. Mayoritas masyarakat yang pernah berjalan di jalur pedestrian tersebut ialah masyarakat usia produktif dengan tingkat pendidikan terakhir sarjana, pekerjaan mayoritas merupakan pegawai swasta, memiliki penghasilan kurang dari 3 juta rupiah tiap bulannya. Sedangkan pendapat masyarakat menjelaskan bahwa elemen pada seluruh aspek merupakan elemen yang perlu diperhatikan. Hal ini menjelaskan belum optimalnya aspek safety, security, convinience, continuity, system coherence, attractiveness pada jalur pedestrian Namun aspek yang paling utama harus diperbaiki ialah aspek security dan system coherence dengan dilakukannya penambahan lampu penerangan (92,4%), dan penambahan tempat sampah (90,2%) pada jalur pedestrian. Hal ini menjelaskan bahwa aspek security dan system coherence pada jalur pedestrian masih sangat minim.