Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Equilibrium

ANALISIS KEMATANGAN KARIR MAHASISWA DITINJAU DARI SELF EFFICACY DAN LOCUS OF CONTROL (Studi Kasus pada Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan Tahun Akademik 2015/2016) Nuryatin, Atin
Equilibrium Vol 14, No 02 (2016): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KEPUASAN NASABAH DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP LOYALITAS NASABAH (Studi Kasus Terhadap Loyalitas Nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang Kuningan) Sunarti, Iin; Nuryatin, Atin
Equilibrium Vol 13, No 1 (2016): Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS (Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Mikro Ekonomi Kompetensi Dasar Teori dan Biaya Produksi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Semester II Universitas Kuningan Ta Nuryatin, Atin
Equilibrium Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Equilibrium
Publisher : Equilibrium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan kritis mahasiswa pada pengukuran awal (pretest) dengan pengukuran akhir (post test) pada kelas eksperimen, perbedaan kemampuan kritis mahasiswa pada pengukuran awal (pre test) dengan pengukuran akhir (posttest) pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan peningkatan kemampuan kritis mahasiswa setelah pengukuran akhir (post test).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan uji dua rerata karena penelitian ini adalah berupaya mengungkapkan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap kemampuan berfikir kritis.Lokasi penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Semester II tahun akademik 2013/2014 yang berjumlah 62 siswa. Metode pengolahan data menggunakan uji t.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada pengukuran awal dengan akhir di kelas eksperimen dan kelas control, tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada pengukuran akhir antara kelas eksperimen dengan kelas control, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan model pembelajaran konvensional. Artinya model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pembelajaran yang aktif dapat memberikan pengalaman langsung untuk membangun pengetahuan sendiri yang melibatkan pembentukan konsep, aplikasi, analisis, menilai informasi yang terkumpul dalam memecahkan masalah sehingga pengembangan keterampilan berpikir kritis juga akan sangat mudah dikembangkan dari tahap yang rendah ketahap yang paling tinggi.
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Iik Siti Koyimah; Yeyen Suryani; Atin Nuryatin
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 18, No 02 (2021): Equilibrium: Jurnal penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v18i2.4483

Abstract

Abstract: The problem in this study is the low creative thinking ability of students, seen from a preliminary study with a creative thinking ability test which showed that the majority of students scored below the Minimum Completeness Criteria. The purpose of this study is to describe: (1) there are posttest differences in creative thinking skills between experimental class students who were taught by the application of Blended Learning in a problem-based learning model and control class students who were taught using the lecture method. (2) there are differences in the improvement of creative thinking skills between experimental class students who are taught by applying Blended Learning in a problem-based learning model and control class students who are taught using the lecture method. This study uses a quantitative approach, a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design research design. The research subjects were students of class X OTKP at SMK Patriot IV Ciawigebang in the academic year 2021. X OTKP 2 as the experimental class and X OTKP 5 as the control class with 47 students. Based on data processing and analysis, the results showed that there were differences in posttest thinking skills. creative students between the experimental class and the control class. And there is a difference in the gain of creative thinking skills between the experimental class students and the control class. it can be concluded that the application of Blended Learning in the problem-based learning model is declared to be more effective than the lecture method, and can be used as an alternative for educators to improve students' creative thinking skills.Keywords: Blended Learning; Problem Based Learning Model; Creative Thinking.
ANALISIS PERILAKU BELAJAR MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS KUNINGAN Atin Nuryatin; Sri Mulyati
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 18, No 01 (2021): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v18i1.3890

Abstract

Mahasiswa sebagai input suatu perguruan tinggi mempunyai sikap dan penilaian terhadap proses belajar-mengajar yang berbeda antara satu dengan yang lain. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Belajar dari segi akademik mengharuskan individu untuk mampu memahami serta mengaplikasikan materi-materi pembelajaran. Perilaku belajar merupakan semua kegiatan atau aktivitas seseorang dalam belajar untuk memperoleh pemahaman, pengalaman dan tingkah laku baru.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku belajar mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Kuningan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku belajar mahasiswa pendidikan Universitas Kuningan untuk indikator perilaku mengikuti perkuliahan, perilaku membaca buku, dan perilaku mengunjungi perpustakaan tergolong kedalam kelompok sedang. Sedangkan untuk indikator perilaku saat menghadapi ujian tergolong kedalam kelompok atas. Hasil pengelompokkan profil perilaku belajar mahasiswa pendidikan universitas kuningan termasuk kedalam kategori kurang (cukup) efektif dan sebagiannya termasuk ke dalam kategori Efektif (Positif) yaitu sebesar 43,17%. Beberapa rekomendasi yang peneliti bisa sampaikan adalah meningktakan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh dosen seperti penerapan metode dan model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu menumbuhkan semangat dan motivasi mahasiswa untuk belajar lebih baik, memberikan dan terus memotivasi para mahasiswa untuk meningkatkan literasi membaca dan daya baca. Orientasi mahasiswa harus berubah yang awalnya hanya mendengarkan ceramah dan mengerjakan tugas semata menjadi mahasiswa yang terus meningkatkan sikap belajar dan keaktifan dalam proses pembelajaran salah satunya dengan menggunakan waktu belajarnya sebaik mungkin.Kata Kunci :  perilaku belajar; kebiasaan belajar; mahasiswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Rani Tania Pratiwi; Nita Hadiyanti; Iyan Setiawan; Atin Nuryatin
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol 20, No 01 (2023): Equilibrium: Jurnal penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v20i01.7042

Abstract

AbstractThe problem in this research is the low critical thinking skills of students. This is shown by the number of students who still get scores below the KKM from the results of the critical thinking skills test. The low level of critical thinking skills can be influenced by various factors, one of which is that students who answer questions are very fixated on the material they have learned, find it difficult to understand terms, and analyze to find solutions to the problems they face. This study aims to determine the effect of the Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) learning model on students' critical thinking skills. The design in this study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. Based on the results of the analysis, the following results were obtained. First, there are differences in students' critical thinking skills between classes that receive the Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) learning model and classes that receive the learning model. Second, there was an increase in students' critical thinking skills between classes that received the Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) learning model and classes that received the learning model. The suggestion in this study is that it is necessary to prepare learning with the Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model), so students have no difficulty in forming concepts to show the results of the learning process. In the Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) learning model, educators act as facilitators and motivators so that mastery of the material and good classroom management are neededKeywords: Critical Thinking Skill; Learning Mode; Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI ModeAbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang masih mendapatkan nilai di bawah KKM dari hasil tes kemampuan berpikir kritis. Rendahnya keterampilan berpikir kritis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya siswa menjawab soal sangat terpaku pada materi yang telah dihafalnya, sulit memahami istilah, dan menganalisis hingga menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest control group design. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang mendapat model pembelajaran Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) dan kelas yang mendapat model pembelajaran ceramah. Kedua, terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang mendapatkan model pembelajaran Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model) dengan kelas yang mendapatkan model pembelajaran ceramah. Saran dalam penelitian ini adalah perlu mempersiapkan pembelajaran dengan model Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model), sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam membentuk konsep untuk mempresentasikan hasil proses pembelajaran. Dalam model pembelajaran Reflective Activity As Naturalist Intelligence (RANI Model), pendidik berperan sebagai fasilitator dan motivator sehingga diperlukan penguasaan materi dan pengelolaan kelas yang baik.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis; Model pembelajaran; Reflective Activity As Naturalis Intelligence (RANI Model);
PENERAPAN MODUL DENGAN MENGGUNAKAN TEKA-TEKI SILANG DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA Pratiwi, Rani Tania; Nuryatin, Atin; Mulyati, Sri; Suryani, Yeyen; Agustira, Deden; Aprilianty, Risma Try; Agustin, Dewi Ningrum
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol. 21 No. 01 (2024): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v21i01.9279

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep pada mahasiswa Pendidikan ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model menggunakan teka-teki silang untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Subjek penelitian ada seluruh mahasiswa Pendidikan ekonomi Tahun Akademik 2022/2023. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan. Data penelitian ini berbentuk kualitatif dan kuantitatif. Pertama, data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, dan instrumen yang digunakan adalan pedoman observasi. Berdasarkan hasil pengamatan hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya sumber belajar yang dapat dipahami oleh mahasiswa. Dengan menyusun sendiri modul ajar akan sangat membantu mahasiswa untuk mendapatkan sumber belajar yang sesuai dan penggunaan media teka teki silang akan menjadikan modul tersebut lebih menarik bagi mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa melalui penggunaan modul dengan teka- teki silang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan, yang terdiri dari tiga siklus, dan setiap siklus dilakukan melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep mahasiswa meningkat dari setiap siklusnya. Artinya, pemahaman konsep mahasiswa melalui penggunaan modul dengan teka teki silang. Kata kunci: literasi lingkungan; pemahaman konsep; teka teki silang; modul; media pembelajaran AbstractThe problem of this research is the low understanding of concepts in economic education students at the Faculty of Teacher Training and Education, Kuningan University. The purpose of the study was to describe the effect of applying a model using crossword puzzles to improve students' understanding of concepts. The research subjects were all economic education students in the 2022/2023 academic year. Data collection techniques using concept understanding test instruments. This research is an action research. This research data is qualitative and quantitative. First, qualitative data in this study were obtained from observations, and the instruments used were observation guidelines. Based on the observation, this can be caused by the lack of learning resources that can be understood by students. By compiling their own teaching modules will greatly help students to get appropriate learning resources and the use of crossword media will make the module more interesting for students. The purpose of the study was to improve students' concept understanding through the use of modules with crossword puzzles. This research is an action research, which consists of three cycles, and each cycle is carried out through the process of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that students' concept understanding increased from each cycle. This means that students' concept understanding through the use of modules with crossword puzzles. Keyword : environmental literacy; concept understanding; crossword puzzle; module; instrucional media
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BISNIS UKM: PERAN KEUNGGULAN BERSAING Setiawan, Iyan; Suhartini, Cucu; Nuryatin, Atin; Mulyati, Sri; Rosaline, Caecilia Dina; Shobirin, Fahry Muhamad
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol. 21 No. 02 (2024): Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v21i02.9849

Abstract

AbstrakRendahnya kinerja pemasaran pada UKM di Kabupaten Kuningan ditunjukkan dengan penurunan omset penjualan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing; pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran; pengaruh secara tidak langsung antara orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran melalui keunggulan bersaing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh pengaruh positif inovasi produk terhadap keunggulan bersaing; pengaruh positif keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran; pengaruh positif secara tidak langsung antara inovasi produk terhadap kinerja pemasaran melalui keunggulan bersaing. Penelitian ini dilakukan dengan memnggunakan metode survei, kuesioner diadopsi dari analisis literatur. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran skala Likert. Responden penelitian berjumlah 82 orang di Kabupaten Kuningan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Studi ini memiliki temuan sebagai berikut: 1). orientasi pasar berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, 2). keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja pemasaran dan 3). orientasi pasar berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja pemasaran. Penelitian ini membuktikan bahwa keunggulan bersaing dapat dicapai melalui orientasi pasar, dimana keunggulan bersaing yang dihasilkan UKM dapat meningkatkan kinerja pemasarannya. Kata kunci: kinerja pemasaran; orientasi pasar; keunggulan kompetitif   AbstractThe low marketing performance of SMEs in Kuningan Regency is indicated by a decrease in sales turnover. The aim of this research is to determine the influence of market orientation on competitive advantage; the influence of competitive advantage on marketing performance; Indirect influence between market orientation on marketing performance through competitive advantage. This research is quantitative research which aims to explore and analyze the positive influence of product innovation on competitive advantage; the positive influence of competitive advantage on marketing performance; Indirect positive influence of product innovation on marketing performance through competitive advantage. This research was conducted using a survey method, a questionnaire adopted from literature analysis. The measurement used in this research is a Likert scale measurement. The research respondents numbered 82 people in Kuningan Regency. The data analysis technique uses regression analysis. This study has the following findings: 1). market orientation has a positive effect on competitive advantage, 2). Competitive advantage has a positive effect on marketing performance and 3). Market orientation has an indirect effect on marketing performance. This research proves that competitive advantage can be achieved through market orientation, where the competitive advantage produced by SMEs can improve their marketing performance. Keywords: marketing performance; market orientation; competitive advantage
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN VARIABEL MODERATOR MOTIVASI BELAJAR Mulyati, Sri; Nuryatin, Atin; Pratiwi, Rani Tania; Nisa, Ade Ahsanatun; Suminar, Alfianti
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol. 20 No. 02 (2023): EQUILIBRIUM: JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN DAN EKONOMI
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v20i02.8266

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran guided inquiry dan dengan model pembelajaran ekspositori. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain faktorial 2x2. Subjek penelitian yaitu kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 SMA N 1 Cilimus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda kompleks dan angket. Analisis data menggunakan two way Anova. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang mendapatkan model guided inquiry dengan kelas yang mendapatkan model ekspositori. Hal ini terlihat dari nilai mean untuk kelas guided inquiry yang lebih besar dibandingkan dengan mean siswa kelas kontrol. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang memiliki tingkat motivasi tinggi dan rendah dimana kemampuan berpikir kritis siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi lebih efektif dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat motivasi yang rendah. Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar. Hal ini mengandung arti bahwa pengaruh model terhadap kemampuan berpikir kritis tergantung pula oleh tingkat motivasi belajar siswa. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran guided inquiry sebaiknya guru harus mempertimbangkan aspek waktu yang akan digunakan agar pelaksanaan pembelajaran lebih efektif serta mampu memberikan tahap orientasi atau permasalahan awal dengan materi-materi yang lebih bersifat kontekstual.   Kata Kunci : guided inquiry; motivasi belajar; kemampuan berpikir kritis AbstractThis study aims to determine differences in students' critical thinking skills between the use of the guided inquiry learning model and the expository learning model. The method used is a quasi experiment with a 2x2 factorial design. The research subjects were class XI IPS 2 and XI IPS 3 SMA N 1 Cilimus. Data collection techniques used multiple choice tests and questionnaires. Meanwhile, data processing uses two way Anova. From the results of data analysis, it was concluded that there were differences in students' critical thinking skills between the class that received the guided inquiry model and the class that received the expository model. This can be seen from the mean value for the guided inquiry class which is greater than the mean for the control class students. There is a difference in students' critical thinking skills between those with high and low levels of motivation where the critical thinking skills of students who have high levels of motivation are more effective than students who have low levels of motivation. There is an interaction between the learning model and learning motivation. This implies that the effect of the model on critical thinking skills also depends on the level of student learning motivation. In implementing the guided inquiry learning model, the teacher should consider the aspect of time that will be used so that the implementation of learning is more effective and able to provide an orientation stage or initial problems with materials that are more contextual in nature. Keywords: guided inquiry; motivation to learn; critical thinking