Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Adaptasi Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari Melalui Penyuluhan di Komunitas Jemaat GMAHK Bukit Sion Bekasi Barat Albinur Limbong; Idauli Simbolon
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3087

Abstract

Kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini mulai dari asistensi sederhana maupun aplikasi yang luas. Tentunya kecerdasan buatan ini telah memberikan makna yang signifikan di berbagai sektor kehidupan termasuk di dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun dari begitu banyaknya dampak yang positif dari penggunaan AI muncul pula potensi resiko atau dampak-dampak negatif. Oleh karena itu perlu edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan AI. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan adaptasi masyarakat tentang penggunaan AI di dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada komunitas jemaat Bukit Sion Bekasi Barat. Hasil penyuluhan menemukan bahwa komunitas Jemaat Bukit Sion memiliki pengetahuan yang terbatas dan persepsi yang berbeda-beda. Setelah pelaksanaan penyuluhan komunitas Jemaat Bukit Sion mengatakan mereka semakin paham tentang dampak negatif dan positif dari AI dalam kehidupan sehari-hari.
PENGUATAN PERAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DALAM KELUARGA DI DESA CIHANJUANG RAHAYU Idauli Simbolon; Evelyn Hemme Tambunan; Imanuel Sri Mei Wulandari
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24152

Abstract

ABSTRAKAngka stunting di Indonesia termasuk di Jawa Barat dan khususnya Bandung masih tinggi. Pemerintah berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.Seluruh lapisan masyarakat di dorong untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan masalah stunting tak terkecuali para lansia. Lansia dalam menjani fase penurunan kapasitas tubuh tetap memiliki potensi dalam berperan dalam keluarga. Salah satu perannya adalah pengasuh anggota keluarga dalam hal ini terlibat dalam melakukan kegiatan merawat dan menjaga cucu. Berdasarkan studi bahwa banyak lansia yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan stunting. Lansia membutuhkan penguatan untuk melakukan peran mereka khusunya dalam mencegah stunting dalam keluarga. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberi penguatan peran lansia dalam mencegah stunting melalui edukasi. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan kesehatan mengenai stunting dan demonstrasi  masak makanan bernutrisi lengkap di desa Mokla, Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Setelah kegiatan PKM ini, penyuluhan dan demo masak, para peserta lansia memiliki pemahaman tentang stunting dan cara pencegahannya melalui menjaga kebersihan diri anak supaya tidak mudah terkena infeksi dan juga memiliki ketrampilan dalam menyediakan makanan yang bergizi lengkap. Disarankan penguata ini dilakukan secara berkesinambungan dan teratur dimana lansia memiliki kecenderungan untuk lupa.Kata Kunci: pencegahan; penguatan; peran lansia; stunting ABSTRAKThe stunting rate in Indonesia, including in West Java and especially Bandung, is still high. The government is working to reduce the stunting rate to 14 percent by 2024. All levels of society are encouraged to participate in preventing and overcoming the stunting problem, including the elderly. Elderly people who are in the phase of decreasing body capacity still have the potential to play a role in the family. One of those who applied was a caregiver for a family member, in this case involved in carrying out activities to care for and look after grandchildren. Based on research, many elderly people do not have sufficient knowledge about stunting prevention. The elderly need strengthening to carry out their role, especially in preventing stunting in the family. Therefore, the aim of this community service is aimed at empowering the role of the elderly in preventing stunting through education. The method used is through health education regarding stunting and cooking complete nutritious food in Mokla village, Cihanjuang Rahayu, Parongpong District, West Bandung. After this PKM activity, counseling and cooking demonstration, the elderly participants had an understanding of stunting and how to prevent it by maintaining children's personal hygiene so that they are not susceptible to infection and also had the skills to provide complete nutritious food. It is recommended that this strengthening be carried out continuously and regularly because the elderly have a tendency to forget.Keywords: elderly role; empowerment; prevention; stunting
Correlation between sociodemographic and anthropometric characteristics with blood pressure and cholesterol level among adult population in rural area of Sidomukti, South Lampung, Indonesia Ernawaty Siagian; Idauli Simbolon
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53638/phpma.2025.v13.i1.p06

Abstract

Background and purpose: Hypertension is one of the most frequent non-communicable diseases and a risk factor for cardiovascular disease, contributing to most deaths globally. The purpose of this study is to identify the correlation between gender, age, BMI, blood glucose, uric acid and cholesterol among adults in the community of rural area. Methods: This study is utilizing the quantitative method with a cross-sectional design.  The study involved 118 adult population of Sidomukti, South Lampung, Indonesia who were selected by purposive sampling. Data collected were age, gender, body weight, height, and blood pressure. Blood samples were also taken to measure uric acid, blood sugar and cholesterol levels. Descriptive and correlation analysis were carried out. Results: There was a significant association between gender and BMI (r=0.273); and systolic blood pressure (r=0.153) and cholesterol (r=0.187). Age group is associated significantly with weak to moderate association with all other variables. BMI was weakly associated with systolic (r=0.302) and diastolic blood pressure (r=0.312). Systolic blood pressure showed strong association with diastolic blood pressure (r=0.768) and blood sugar (r=0.214). Uric acid only has association with age group (r=0.334), while cholesterol level also showed association with age group (r=0.227), and blood sugar (r=0.199). Conclusion: There was correlation between variables that related to the risk of hypertension and cardiovascular disease among adults. Improvement of hypertension management, health education and promotion is essential to reduce the risk of cardiovascular disease among the population.  
Peningkatan Pengetahuan Lansia dalam Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi melalui Edukasi di Posyandu Anggrek’17 Kampung Sukawana Masta Haro; Monalisa Sitompul; Idauli Simbolon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27182

Abstract

ABSTRAK Dengan bertambahnya usia seseorang, maka tubuh akan mengalami banyak perubahan atau yang dikenal dengan istilah proses penuaan (aging) yang menyebabkan resiko timbulnya gangguan kesehatan seperti hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).  Lansia seringkali tidak menyadari kondisi kesehatannya seperti konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi seperti ikan asin, seblak dan yang lainnya, kurang olahraga, stress berlebihan, merokok dan minum alkohol. Untuk mencegah komplikasi yang lebih serius perlu adanya edukasi tentang cara mencegah dan mengendalikan hipertensi pada lansia. Adapun Tujuan dari pelaksanaan upaya promotif yang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya lansia dengan riwayat hipertensi untuk mengubah perilaku yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan sehingga terwujud perubahan perilaku hidup sehat yang benar dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi, sehingga dalam menikmati masa tua lebih produktif dan Sejahtera. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM berupa penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi, cara mencegah dan mengendalikan hipertensi pada lansia, seperti diet yang sehat, olahraga yang teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol, mengurangi stres, cek kesehatan dan minum obat secara rutin. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Rata-rata nilai pre-test sebesar 69,33 sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 92 dengan peningkatan sebesar 31.24%. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan PKM. Kegiatan ini menghimbau petugas kesehatan untuk dapat melakukan penyuluhan secara berkesinambungan untuk membantu lansia dalam mencegah dan mengendalikan Kesehatan tekanan darahnya. Kata Kunci: Lansia, Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT As individuals age, the body undergoes various physiological changes known as the aging process, which increases the risk of developing health problems such as hypertension. Hypertension is a condition characterized by persistently elevated blood pressure, defined as a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg. Older adults are often unaware of their health status and may continue engaging in unhealthy lifestyle behaviors, including consuming foods high in salt, such as salted fish, seblak, and other processed foods, engaging in insufficient physical activity, experiencing excessive stress, smoking, and consuming alcoholic beverages. To prevent more serious complications, health education on hypertension prevention and control among older adults is essential.The objective of this health promotion initiative was to increase awareness among the community, particularly older adults with a history of hypertension, and to encourage behavioral changes in terms of knowledge, attitudes, and practices, thereby promoting healthy lifestyles for the prevention and management of hypertension. Ultimately, these efforts are expected to enable older adults to enjoy a healthier, more productive, and prosperous later life. The community service program employed health education as its primary intervention, focusing on hypertension, strategies for preventing and controlling hypertension among older adults, including adopting a healthy diet, engaging in regular physical activity, avoiding smoking and alcohol consumption, managing stress, undergoing routine health check-ups, and adhering to prescribed antihypertensive medication. The results demonstrated a significant improvement in participants' knowledge. The mean pre-test score was 69.33, while the mean post-test score increased to 92.00, representing an improvement of 31.24%. The evaluation findings indicated a substantial increase in participants' knowledge following their participation in the community service program. These findings highlight the importance of continuous health education by healthcare professionals to support older adults in preventing and controlling hypertension and maintaining optimal blood pressure. Keywords: Older Adults, Hypertension Prevention and Control.