Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Comparison of the Effectiveness of Sleep Quality with Categories of Using and Not Using Lights while Sleeping in Students Hilman Mulyana; Deni Wahyudi; Yudi Supriyadi
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3386

Abstract

The prevalence of sleep quality in adolescents in Indonesia in women has a high prevalence of 71.3% compared to men, which is 66.4%. One of the factors that affect sleep quality is lamp light, the impact of poor sleep quality can cause mental and physical disturbances for someone Arief 2021. Especially for students who experience decreased concentration and morbidity at school. This study was carried out in June 2022 at Daarul Abroor Vocational School, Tasikmalaya Regency, with the aim of knowing the comparison of sleep quality using and not using light while sleeping in students. This study uses a quantitative method with a cross sectional approach with a population of 162 people. The samples taken in this study were 62 people. The number of samples is categorized by objects that use lights and do not use lights. This study uses the standard Pittsburgh Sleep Quality Index (psqi) instrument. The results of this study found that most of the students who had good sleep quality did not use lamps while sleeping as many as 14 people (45.2%), while students who used lamps when sleeping were 5 people (16.1%). Statistical analysis used in this study using the Chi-Square test and the results obtained significant differences in the quality of sleep using and not using light while sleeping in the students with (p = 0.028).
EFEKTIVITAS EDUKASI PERAWATAN DIRI PADA REMAJA DOWN SYNDROME DENGAN MEDIA VIDEO Hilman Mulyana; Tessa Ramdani; Budy Nugraha
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2020 terdapat 1 kejadian Down Syndrome per 1.000 sampai 1.100 kelahiran di dunia, sehingga dalam setiap tahunnya tercatat 3.000 sampai 5.000 anak lahir dengan kelainan pada kromosom. Perawatan diri menjadi suatu keharusan dalam melakukan kebersihan di kegiatan sehari-hari, agar tercapai kemampuan untuk memelihara kesehatan dan kesejahteraan hidup. Orang tua yang memiliki remaja dengan kondisi Down Syndrome memerlukan perhatian khusus dalam melakukan perawatan diri. Kuantitatif dengan desain pre eksperiment one group pre-test dan post-test. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, sebanyak 24 responden. Mengetahui efektivitas edukasi perawatan diri pada remaja yang mengalami Down Syndrome dengan menggunakan media video. Durasi video 4 menit dengan waktu intervensi selama 1 minggu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perawatan diri dan kuesioener media eduksi dimana kedua instrumen penelitian tersebut sudah baku. Menunjukan bahwa adanya efektivitas edukasi perawatan diri dengan media video pada remaja Down Syndrome. sebelum dilakukan intervensi Mean = 40,46 dan setelah dilakukan intervensi Mean = 71,96. Adanya efektivitas edukasi perawatan diri pada remaja Down Syndrome dengan media video dengan nilai signifikan yaitu P = 0,000 < 0,05 hal ini membuktikan bahwa penggunaan media video efektif untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada remaja Down Syndrome. Untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media-media edukasi lainnya yang berkaitan dengan perawatan diri.
GAMBARAN PREVALENSI DISMENORE DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMK BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diketahui prevalensi kasus dismenore tersebar hampir di seluruh dunia terdapat 15,8% - 89,5%, seperti di Bangladesh 59,8%, Mesir 34%, Korsel 0,9%, dan Italia 84,1%, Berdasarkan epidemiologi di Indonesia untuk prevalensi dismenore dan anemia belum diketahui pasti. Terdapat hasil penelitian tahun 2019 di kota Denpasar, terdapat prevalensi 74,42% dengan proporsi paling tinggi pada usia 14 - 16 tahun serta pada remaja putri 90%, dibandingkan dewasa 25%. Penelitian terbaru tahun 2023 pada mahasiswi yang mengalami dismenore kategori nyeri berat terdapat 27%, kategori sedang 42%, dan kategori ringan 31%. Kemudian prevalensi kasus anemia sebesar 32%, ini menunjukan 3 - 4 dari 10 remaja menderita anemia. Menunjukan kasus prevalensi dismenore dan anemia masih menjadi masalah kesehatan system reproduksi pada wanita atau remaja. Metode penelitian deskriptif. Populasi dan sampel penelitian adalah kelompok remaja putri di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya, sebanyak 16 orang dengan metode total sampling. Peneliti melakukan analisis pada skala nyeri dismenore dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), serta kadar Hemoglobin dengan Hemoglobin Testing System Quick Check Set. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran prevalensi kasus dismenore meliputi usia dan kategori skala nyeri, prevalensi anemia dan kategori anemianya. Diketahui gambaran karakteristik umur siswi yang mengalami dismenore paling banyak berada di rentang usia 16 tahun sebanyak 21 (65.6%) orang, diketahui bahwa skala nyeri dismenore yang dialami kelompok remaja putri tersebut yang mengalami nyeri dismenore kategori paling banyak adalah kategori sedang sebanyak 8 (50%) orang, dan diketahui bahwa kadar Hemoglobin pada kelompok remaja putri menunjukan remaja yang mengalami anemia kategori ringan sebanyak 5 (31.3%) orang, remaja yang mengalami anemia kategori sedang sebanyak 1 (6.3%) orang, serta tidak ada yang mengalami anemia berat. Diketahui gambaran siswi yang mengalami dismenore berada di usia 16 tahun sebanyak 11 orang, skala nyeri yang dialami paling banyak kategori sedang sebanyak 8 orang, dan kadar Hemoglobin yang menunjukan anemia kategori ringan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dan sebagai tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang gambaran dan penatalaksanaan disemnore dan anemia khusunya di kalangan remaja atau sekolah bagi guru.
Edukasi Kesehatan Perawatan Luka Setelah Khitan Fitri Nurlina; Ratni N; Titin Suhartini; Miftahul Falah; Masayu Nurwahida Pebriyani; Soni Hermawan; Anih Kurnia; Wawan Rismawan; Hilman Mulyana; Ai Rahmawati
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.4205

Abstract

Prosedur khitan pada saat ini sudah mengalami perkembangan, dari yang tradisional sampai dengan modern. Pemahaman medis, khususnya dalam upaya meningkatkan efektivitas prosedur khitan, meminimalkan risiko komplikasi, dan memperbaiki perawatan pasca-khitan merupakan hal penting yang perlu diinformasikan kepada pasien dan keluarga. Edukasi yang tepat, dukungan emosional, dan komunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarganya dapat membantu mengurangi kecemasan, memperjelas harapan, serta meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka khitan. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahamam yang tepat kepada kepada orang tua yang bertanggung jawab terhadap perawatan luka tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan pendekatan privat edukasi (orang per orang) yang dilaksnakan di Graha universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Hasil pengabdian ini peserta merespon dengan baik dan antusias dalam proses diskusi. Kesimpulannya bahwa edukasi perawatan luka setelah khitan ini penting untuk dilaksanakan karena akan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam merawat anaknya setelah khitan.