Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Motif Hiu Paus Pada Batik Citra Karawo Di Smk Negeri 4 Kota Gorontalo Potoroli, Delsya R; Waty, Mursidah; Mohamad, Isnawati
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v3i2.21718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat motif Hiu Paus pada batik citra karawo di SMK Negeri 4 Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan seni melalui 4 tahap yaitu tahap Eksplorasi, tahap perancangan, tahap   perwujudan, dan tahap evaluasi. Data dikumpulkan melalui pengumpulan data dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tahapan eksplorasi menghasil ide yaitu motif Hiu Paus dengan pencitraan karawo, adapun pada tahap perancangan berhasil membuat 15 Desain Alternatif, kemudian pada tahap perwujudan menghasilkan 8 batik citra karawo pada kain, dan pada tahap Evaluasi yaitu dengan melaksanakan pameran dapat merespon masyarakat terhadap perwujudan karya. Adapun respon diperoleh bahwa semua motif atau desain tersebut dapat diterapkan pada batik citra karawo di SMK Negeri 4 Kota Gorontalo. Kata Kunci: Motif Hiu Paus, Batik, Citra Karawo
Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo I Wayan Sudana; Isnawati Mohamad
PANGGUNG Vol 31 No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i2.1577

Abstract

Seni kerajinan eceng gondok Gorontalo berpeluang besar untuk dikembangkan, tetapi upayaupayapengembangannya kurang berhasil maksimal karena dilakukan secara spekulatif tanpadidasari karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep pengembangan senikerajinan eceng gondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya. Penelitian menggunakanmetode kualitatif model studi kasus dengan grounded theory. Data dikumpulkan melaluiwawancara, observasi, pengujian, dan studi pustaka. Data dianalisis secara interaktif melalui:seleksi dan pengkodean, kategorisasi data, display data serta pembahasan, dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan, bahwa konsep pengembangan seni kerajinan ecenggondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya dilakukan melalui diversifikasi dan inovasiteknologi produksi, produk, dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi dan dinamika pasar.Daya prediksi konsep tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan kausal dan peluangpenerapannya disajikan dalam bentuk langkah-langkah kerja sistematis. Konsep pengembangantersebut dapat digunakan sebagai penuntun dalam pengembangan seni kerajinan eceng gondokGorontalo di masa depan atau seni kerajinan lainnya yang sejenis.Kata Kunci: Kerajinan Eceng Gondok, Karakteristik, Konsep Pengembangan, Diversifikasi, Inovasi.
Potensi dan Permasalahan dalam Pengembangan Seni Kerajinan Tiohu (Mendong) Gorontalo I Wayan Sudana; Isnawati Mohamad
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2206

Abstract

Tiohu craft (Fimbristylis globulosa) in Gorontalo has the opportunity to be developed into a creative industry, but in fact the craft just can survive without having significant development. The lack of development on the craft is assumed due to a problem hindering, while its survivability up to now is expected due to the potential that support it. This study aims to analyze the potential and problems in the development of tiohu crafts in Gorontalo. This study employs a qualitative research method with a case study model. Data were collected through observation, interviews, and literature review. Data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusions. The results showed that the Gorontalo tiohu craft has the potential to be developed but there are problems that hindering. These potentials and problems are revealed from the basic aspects of the craft, namely: the condition of craftspeople, production technology, product form and function, and distribution or marketing. These aspects are interrelated and have a direct influence on the sustainability and direction of its development, therefore it can be used as a basis in formulating strategies on developing Gorontalo tiohu craft in the future or other similar crafts
Pengembangan Kartu Kuartet Pelajaran Seni Budaya dengan Pendekatan Emosi bagi Siswa Tunagrahita Yasin, Mohammad; Saleh, Hasdiana; Mohamad, Isnawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i4.1892

Abstract

The development of educational media for seventh-grade students with intellectual disabilities at SLBN Kota Gorontalo requires an effective approach. This study aims to develop quartet card media with an emotional approach using the ADDIE model. Data were collected through observation, interviews, documentation, questionnaires, and literature studies, and then analyzed qualitatively and quantitatively. The results show that the quartet cards are valid and feasible to use (100% material validation, 98% media validation) and highly effective (99.2% effectiveness). The quartet cards enhance student interaction and understanding, making learning more enjoyable and interactive.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MATERI PELAJARAN MENGGAMBAR FLORA DAN FAUNA DI SMP Sasmita Miradj; I Wayan Sudana; Isnawati Mohamad
Widyadari Vol. 26 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyadari.v26i1.4662

Abstract

Learning media is an important instrument that needs to be developed to improve students' understanding of the subject matter, but not all teachers are able to develop learning media according to the subject matter. This study aims to develop audio-visual learning media to improve students' understanding of the material on drawing flora and fauna. The study used the Research and Development (R&D) method with the 4D model: define, design, development, and dissemination. Data were collected through interviews, observations, documentation, and assessment sheets for material validation, media feasibility, and media effectiveness. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively. The results show that the development of audio-visual learning media for drawing flora and fauna material can be done through four stages: 1) definition, namely conducting historical analysis, facilities and infrastructure, resources and curriculum; 2) design, namely compiling learning materials, editing process for learning media and dubbing; 3) development, namely realizing videos into audio-visual learning media, with a material validation score of 98.07% (very valid), a feasibility score of 90.63% (very feasible), and an effectiveness score of 89.19% (very effective); 4) distribution by providing the media to schools for learning to draw flora and fauna. It is concluded that the developed audio-visual learning media can be used effectively in learning to draw flora and fauna in Junior High Schools.
Pelatihan Produksi Kerajinan Souvenir dari Kayu Lokal Berkualitas Rendah di Desa Huntu Selatan Kabupaten Bone Bolango: Training on Producing Souvenir Crafts Using Low Quality Local Wood in Huntu Selatan Village, Bone Bolango Regency Sudana, I Wayan; Rahmatiah, Rahmatiah; Mohamad, Isnawati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i2.5974

Abstract

Wood is one of Gorontalo's local natural resources needed for various uses. However, only a few of these types of wood are naturally high quality, while most are low quality and, therefore, need to be more utilized. This service activity aims to utilize these low-quality local wood in various souvenir products through collaboration with the local community as partners. Implementation of activities uses participatory methods in the form of practical training through the stages: socialization and knowledge provision, provision of tools and materials, production process training, and finishing process training. The results are increased knowledge and skills of partners in producing various souvenirs from low-quality local wood, success in providing adequate tools and raw materials (low-quality local wood) to support production performance, partners succeeded in producing ten types of souvenirs by applying various finishing patterns, according to the models offered with a similarity level of 90%. With these results, partners become more productive and able to produce regularly, and their business is believed to continue to develop sustainably. This way, various low-quality local wood types from Gorontalo can be utilized optimally.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Scrapbook Pada Materi Seni Kaligrafi Bagi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Gorontalo Alwi, Sartika H; Hasdiana, Hasdiana; Mohamad, Isnawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis scrapbook pada materi seni kaligrafi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian R&D model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara. dokumentasi, lembar penilaian. Kelas yang menjadi subjek penelitian adalah kelas XI.8 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari kelima tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) analyze: profil, sumber daya, fasilitas dan lingkungan, serta kurikulum; 2) design: a) menentukan alat dan bahan, b) merancang visualisasi media (menentukan font, memilih gambar huruf seni kaligrafi (khat), merancang judul halaman, dan mendesain materi); 3) development: pembuatan produk media pembelajaran scrapbook, kemudian validasi materi memperoleh nilai 91% menunjukkan sangat valid, validasi kelayakan media memperoleh nilai 93,6% menunjukkan sangat layak; 4) implementation: dilakukan dengan penerapan media pembelajaran scrapbook pada siswa kelas XI.8 SMA Negeri 1 Gorontalo; 5) evaluation: dilakukan dengan memberikan lembar evaluasi respons siswa terhadap keefektifan media pembelajaran scrapbook memperoleh nilai 94,86% menunjukkan sangat efektif. Dengan demikian media pembelajaran berbasis scrapbook berhasil dikembangkan dan sangat efektif untuk digunakan dalam pembelajaran seni kaligrafi.
Potensi dan Permasalahan dalam Pengembangan Seni Kerajinan Tiohu (Mendong) Gorontalo Sudana, I Wayan; Mohamad, Isnawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2206

Abstract

Tiohu craft (Fimbristylis globulosa) in Gorontalo has the opportunity to be developed into a creative industry, but in fact the craft just can survive without having significant development. The lack of development on the craft is assumed due to a problem hindering, while its survivability up to now is expected due to the potential that support it. This study aims to analyze the potential and problems in the development of tiohu crafts in Gorontalo. This study employs a qualitative research method with a case study model. Data were collected through observation, interviews, and literature review. Data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusions. The results showed that the Gorontalo tiohu craft has the potential to be developed but there are problems that hindering. These potentials and problems are revealed from the basic aspects of the craft, namely: the condition of craftspeople, production technology, product form and function, and distribution or marketing. These aspects are interrelated and have a direct influence on the sustainability and direction of its development, therefore it can be used as a basis in formulating strategies on developing Gorontalo tiohu craft in the future or other similar crafts
Inovasi Pengolahan Limbah Kain sebagai Strategi Pengembangan Kesenian Pedesaan di Desa Huntu Selatan Kabupaten Bone Bolango Hasdiana; Sudana, I Wayan; Dangkua, Suleman; Parta, I Wayan Seriyoga; Mohamad, Isnawati; Hasmah, Hasmah
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1282

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengolahan limbah kain sebagai strategi pengembangan kesenian pedesaan di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah kain yang mencemari lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan Teknik sospeso. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan pelatihan berbasis praktik yang melibatkan masyarakat setempat dalam proses produksi. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) persiapan dan pemetaan awal, 2) sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah kain dan manfaatnya bagi kesenian lokal, 3) pelatihan teknis pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan teknik sospeso, 4) implementasi produk dalam kegiatan kesenian desa, serta 5) monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengolah limbah kain menjadi produk kerajinan yang dapat dipasarkan, seperti aksesori dan hiasan dekoratif. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, serta memperkuat identitas kesenian lokal. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.