Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TAZKIYAH

Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.