Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MENGOPTIMALKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN: PELATIHAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI BAHAN RUMAH TANGGA BAGI KELOMPOK TANI SUMBERNONGKO JOMBANG Suci Prihatiningtyas; Umi Kulsum Nur Qomariah; Mar’atul Fahimah; . Winarko; Latifatul Ulla; Sri Bayuputra Iwana Iksan
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian berkelanjutan menjadi isu yang semakin penting di Indonesia, terutama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menghadapi pertumbuhan populasi yang terus meningkat. Salah satu solusi yang relevan adalah penggunaan pupuk organik cair dari bahan rumah tangga, yang memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan pupuk organik cair masih terbatas di kalangan petani, khususnya Kelompok Tani (Poktan) Sumbernongko.Tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan materi pelatihan, pemilihan metode sosialisasi, persiapan lokasi dan peserta, pelaksanaan pelatihan, latihan praktik, evaluasi, tindak lanjut, dan pemantauan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan. Mayoritas peserta pelatihan memahami dan memiliki keterampilan yang baik dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair. Terdapat peningkatan kualitas tanaman, efisiensi penggunaan sumber daya, serta peningkatan kuantitas hasil pertanian. Selain itu, upaya dalam meningkatkan kesehatan dan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kesejahteraan petani juga mendapat penilaian positif
Optimization of Fruit DNA Extraction by Kitchen Kit Method with Isopropanol and Absolute Ethanol Umi Kulsum Nur Qomariah
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agaricus.v3i1.3879

Abstract

soft fruits are high-value food commodities that are in great demand by the wider community, so they have the potential to be developed. It is necessary to study various scientific disciplines, one of which is the molecular biology approach. DNA is a basic element in molecular biology research. The DNA extraction technique greatly determines the quality and quantity of the DNA produced. The chemical solvent used in the precipitation is an important factor in producing the quality and quantity of DNA, so optimization is required. The purpose of the research to investigate the effect of isopropanol and ethanol on fruit DNA extraction. The DNA extraction method used is the kitchen kit method which is used on 4 types of soft fruit: papaya, guava, banana and strawberry. The principles of DNA extraction are lysis, precipitation and purification. The lysis process was carried out chemically with a solution of detergent and NaCl, and physically by means of a blender, then separation was carried out using filter paper. The aquos phase is collected to be chemically precipitated. Precipitation was carried out with cold absolute ethanol and cold isopropanol at -40C. The results of extraction with isopropanol showed the consistency and quantity of fruit DNA: papaya had rather dense fiber, slightly soft guava, slightly faded thin strawberry and rather dense fibrous banana. The results of absolute ethanol extraction showed the consistency of fruit DNA: papaya fiber rather dense, guava fiber medium, strawberry rather dense and banana fiber moderate. DNA extraction by ethanol precipitation produces more optimal DNA compared to isopropanol precipitation.
Uji Organoleptik Dan Uji Hedonik Bubur Bola Ubi Ungu (Ipomoea Batatas L) Azimah, Fatin Nur; Nur Qomariah, Umi Kulsum
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v6i1.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas organoleptik dan hedonik dari bubur bola ubi jalar ungu sebagai produk inovatif dengan nilai nutrisi yang tinggi. Dengan menggunakan uji organoleptik, parameter seperti warna, tekstur, aroma, rasa, dan kesan produk secara keseluruhan dievaluasi oleh panelis terlatih. Hasil menunjukkan bahwa bubur bola ubi jalar ungu menunjukkan warna yang menarik, tekstur yang lembut, aroma yang khas, rasa yang lezat, dan pengalaman sensorik yang positif secara keseluruhan. Selanjutnya, uji hedonik dilakukan untuk mengukur kepuasan konsumen, mencakup kepuasan umum, kenikmatan, tekstur, aroma, dan penampilan. Temuan menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, dengan sebagian besar responden menyatakan kepuasan dan minat yang tinggi untuk terus mengonsumsi produk ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bubur bola ubi jalar ungu tidak hanya memenuhi standar organoleptik yang ketat tetapi juga mendapat penerimaan positif dari konsumen. Dengan potensi nutrisi tinggi dari ubi jalar ungu, produk ini dapat dianggap sebagai alternatif makanan yang sehat dan lezat, membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di industri makanan fungsional dan inovatif.
Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Lingkungan Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang Musfiroh, Faizatul Hilmi; Nur Qomariah, Umi Kulsum
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v6i2.1139

Abstract

Sejak dahulu bangsa indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan, Pondok Pesantren merupakan tempat berkumpulnya banyak santri dimana rentan terjadinya penularan penyakit dan mayoritas para santri jika sakit mereka langsung berobat ke klinik dan langsung diberikan obat-obatan kimia. Sementara para generasi muda saat ini umumnya kurang memahami mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Untuk mencegah agar pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tidak hilang tanpa adanya pendataan dan pencatatan maka perlu dilakukan upaya inventarisasi spesies tumbuhan obat di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menginventarisasi jenis tumbuhan, (2) mendeteksi organ tumbuhan dan (3) mengetahui manfaat dari tumbuhan berkhasiat obat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode survey langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, inventarisasi, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis dalam bentuk uraian deskriptif kualitatif, dan dibuat dalam bentuk tabel dengan menggunakan buku Flora karya Dr.C.G.G.J. van Steenis, 2013 sebagai patokan penamaan spesies. Hasil penelitian menunjukan: (1) terdapat 49 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang ditemukan di telajakan, halaman depan Pondok Pesantren, Halaman belakang Pondok Pesantren serta area persawahan Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang, (2) bagian organ tumbuhan yang digunakan untuk mengobati yaitu bagian daun, akar, batang, biji, buah, rimpang, getah, herba, kulit buah, bunga (3) Manfaat tumbuhan bagi santri antara lain, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati dan menyembuhkan penyakit, mencegah penyakit, serta mengurangi rasa sakit.
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Dan Kalium Sulfat Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jambu Air (Syzygium aqueum) Ali, M. Musyafa; Nur Qomariah, Umi Kulsum; Nasirudin, Mohamad
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v6i3.1190

Abstract

Apel mawar merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Budidaya menggunakan planter bag populer karena beberapa keunggulan, seperti berbuah lebih cepat dan tanaman lebih pendek, membuatnya lebih mudah dipanen. Perawatan yang tepat, terutama dalam penggunaan pupuk organik dan anorganik, sangat mempengaruhi hasil yang diharapkan oleh petani. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang dan kalium sulfat terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pucuk daun baru, dan kehijauan daun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan observasi setiap 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk berpengaruh terhadap jumlah pucuk daun baru pada tanaman apel mawar (Syzygium aqueum). Perlakuan terbaik adalah KH6 (100 gram kalium sulfat, 200 gram kotoran kambing, dan 200 gram kotoran sapi), tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan KH2 (150 gram kalium sulfat, 250 gram kotoran kambing, dan 250 gram kotoran sapi) dan KH8 (150 gram kalium sulfat, 150 gram kotoran kambing, dan 150 gram kotoran sapi). Kombinasi pupuk juga mempengaruhi kehijauan daun pada 14 DAT tetapi tidak berpengaruh pada 28 DAT dan 42 DAT. Perlakuan H2 (200 gram kotoran kambing dan 200 gram kotoran sapi) menghasilkan daun paling hijau dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan KH3 (100 gram kalium sulfat, 250 gram kotoran kambing, dan 250 gram kotoran sapi). Kata kunci: Apel Mawar, Kotoran Kambing, Kotoran Sapi, Pupuk Kalium Sulfat. ABSTRAK Jambu air adalah salah satu komoditas hortikultura yang disukai oleh masyarakat Indonesia. Budidaya menggunakan planter bag populer karena beberapa keuntungan, seperti waktu berbuah yang lebih cepat dan tanaman yang lebih pendek sehingga lebih mudah dipanen. Perawatan yang tepat, terutama dalam penggunaan pupuk organik dan anorganik, sangat memengaruhi hasil yang diharapkan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang dan kalium sulfat terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas daun baru, dan kehijauan daun. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengamatan setiap 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk mempengaruhi jumlah tunas daun baru pada tanaman jambu air (Syzygium aqueum). Perlakuan terbaik adalah KH6 (100 gram kalium sulfat, 200 gram pupuk kandang kambing, dan 200 gram pupuk kandang sapi), tetapi tidak berbeda signifikan dengan KH2 (150 gram kalium sulfat, 250 gram pupuk kandang kambing, dan 250 gram pupuk kandang sapi) dan KH8 (150 gram kalium sulfat, 150 gram pupuk kandang kambing, dan 150 gram pupuk kandang sapi). Kombinasi pupuk juga mempengaruhi kehijauan daun pada 14 HST tetapi tidak mempengaruhinya pada 28 HST dan 42 HST. Perlakuan H2 (200 gram pupuk kandang kambing dan 200 gram pupuk kandang sapi) menghasilkan daun yang paling hijau dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya tetapi tidak berbeda signifikan dengan KH3 (100 gram kalium sulfat, 250 gram pupuk kandang kambing, dan 250 gram pupuk kandang sapi). Kata-kata Kunci: Jambu Air, Pupuk Kandang Kambing, Pupuk Kandang Sapi, Pupuk Kalium Sulfat.
EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA DAN TUA SEBAGAI ZPT ALAMI PADA PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Maria ulfa; Umi Kulsum Nur Qomariah; Anggi Indah Yuliana
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i2.1164

Abstract

Saat ini jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) termasuk salah satu jenis jamur yang sangat terkenal di kalangan khalayak umum. Jamur ini selain mudah dibudidayakan, juga memiliki daya tarik ekonomi yang tinggi sehingga menjadikan keuntungan yang menjanjikan bagi para penggarap. Salah satu cara dari banyaknya cara untuk memajukan penghasilan jamur tiram putih adalah menggunakan zat pengatur tumbuh alami (ZPT) seperti air kelapa muda atau tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kedua ZPT alami tersebut terhadap pertambahan bobot basah, diameter tutup jamur, dan jumlah tutup jamur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dimana tindakan yang dilakukan diberikan air kelapa muda sebanyak 3ml dan 6ml serta air kelapa tua sebanyak 3ml dan 6ml setiap 2 hari sekali, serta diberikan air suling sebagai kontrol. Suhu di Kumbung dipertahankan antara 26 dan 30°C dan kelembaban relatif antara 80 dan 90%. Parameter yang diamati meliputi berat basah, diameter tutup jamur, dan jumlah tutup jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T6 menghasilkan rata-rata jumlah kapsul 13,2, diameter tutup 10,7 cm, dan berat basah jamur 73,4 g, namun perbedaannya tidak nyata dibandingkan perlakuan Tugas akhir lainnya.
Pelatihan Diversifikasi Pangan Pakcoy Berbasis Pertanian Hidroponik dan Desain Pada Kemasan Produk Dyah Ayu Sri Hartanti; Siti Nur Qomariyah; Umi Kulsum Nur Qomariah; Akmalia Putri Bilqisthi; Hanum Wahda Zuhriyah; Novi Ria Ananta; Rizki Anisa; Zakiyyah Marhamah
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v6i3.6247

Abstract

This study aims to empower the community of Plosokerep Village by enhancing skills in food product diversification and digital packaging design. The main problems faced by the partners are the lack of innovation in processing hydroponic pakcoy vegetables and limited abilities in promotional design. This community service program employed the Participatory Action Research (PAR) method with a Service Learning (SL) approach, emphasizing the active involvement of the community as partners. The activities included training in the development of innovative products such as pakcoy noodles and pakcoy nuggets, as well as training in business logo design using the Canva application. The results indicated an improvement in participants’ skills in both food processing and digital graphic design, which contributed to increasing the selling value and competitiveness of the products. Furthermore, the program had positive impacts on the economic independence of greenhouse groups and health cadres, strengthened social solidarity, and supported community nutrition education. It is recommended that this program be further developed through advanced training in digital marketing, product quality evaluation, and diversification of pakcoy-based food products to encourage the sustainability of community-based enterprises.
The Effect of Concentration of Tofu Liquid Waste POC on the Growth of Pakchoy Plants (Brassica rapa L.) Ipung/Riza, Syaifur riza; Umi Kulsum Nur Qomariah; Faizah, Mazidatul
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 5 No. 3 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/r2phca77

Abstract

The purpose of the reasearch to determine the effect of Organic fertilizer in liquid form (POC) from liquid waste from tofu on pakcoy plants. The study was conducted in September - December 2025 in an experimental garden located in Pandean Hamlet, Ngoro Village, Ngoro, Jombang. This study employed a quantitative approach with a Completely Randomized Design (CRD). This approach uses five treatments, namely P0 (Control Soil), P1 (Provision of 25% tofu liquid waste POC), P2 (Provision of 35% tofu liquid waste POC), P3 (Provision of 45% tofu liquid waste POC). Some parameters of pakcoy plants are plant height, number of leaves, root volume, growth rate, and plant fresh weight. The results of the study showed that from the results of ANOVA, plant height was known to be Fhit (1.68) < F5% (2.86), number of leaves was known to be Fhit (1.21) < F5% (2.86), root volume (1.19) < F5% (2.86), fresh weight was known to be Fhit Fhit (1.88) < F5% (2.86), growth rate was known to be Fhit (1.60) < F5% (2.86) meaning that liquid organic fertilizer of Moringa leaves had no effect on these 4 parameters.
Analysis Of The Use Of Moringa Leaf (Moringa oleifera) Liquid Organic Fertiliser (LOF) On The Growth And Yield Of Pak Choi (Brassica rapa l.) Budi Hery Kiswanto; Umi Kulsum Nur Qomariah; Siti Aminatuz Zuhria
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/rz9yqv05

Abstract

The purpose of the research to determine the effect of providing liquid organic fertilizer (POC) from moringa leaves on several parameters of pakcoy plants, namely plant height, number of leaves, root volume, wet weight of plants, and growth rate. The study was conducted in April - June 2025 in a yard located in Sentulan Hamlet, Bongkot Village, Peterongan, Jombang. The method used in this study is a quantitative method with a Completely Randomized Design (CRD). This method applies 5 treatments, namely P0 (Control Land), P1 (Provision of 30 ml/L moringa leaf POC), P2 (Provision of 40 ml/L moringa leaf POC), P3 (Provision of 50 ml/L moringa leaf POC), and P4 (Provision of 60 ml/L moringa leaf POC). The results of the study showed that from the results of the ANOVA, plant height was known to be Fhit (0.64) < F5% (2.57), the number of leaves was known to be Fhit (0.93) < F5% (2.57), wet weight was known to be Fhit (0.55) < F5% (2.57), and growth rate is known Fhit (0.69) <F5% (2.57) meaning that liquid organic fertilizer of Moringa leaves had no effect on the four growths, but on root volume it was known that Fhit (2.94) > F5% (2.57), meaning that liquid organic fertilizer of Moringa leaves only had an effect on the growth of the root part. So that the liquid organic fertilizer (POC) treatment of moringa leaves only affects the root volume of the pakcoy plant.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KESUBURAN TANAH DAN PH PADA BEBERAPA JENIS TANAH SAWAH BERBASIS INTERNET OF THINGS Sujono Sujono; Umi Kulsum Nur Qomariah
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16646

Abstract

Pertanian merupakan sektor vital yang menjadi sektor ketahanan pangan. Namun, produktivitas pertanian masih sering terkendala oleh kurangnya pemantauan kondisi tanah, yang berakibat pada ketidaktepatan pemberian pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesuburan tanah dan pH berbasis (IoT) yang mampu membaca unsur hara pada beberapa jenis tanah sawah. Dengan kemampuan memberikan data akurat tentang kadar nutrisi NPK dan pH secara cepat, alat ini memungkinkan petani melakukan pemupukan secara presisi, Metode penelitian menggunakan Research and Development yang mempunyai tahapan studi literature, perancangan sistem, pengembangan aplikasi web, kalibrasi dan uji coba: analisis data dan perbaikan. Tanah berpasir sampel L1, L3, dan L4 nitrogen kesalahan 6–7%, fosfor kesalahan 8–10%, kalium kesalahan 6–10%, dan pH tanah netral agak asam&nbsp; kesalahan &lt; 5%. Tanah lempung sampel L2, L6, L7, dan L9, kandungan nitrogen dan kalium kesalahan 5–6% dan 6–7%. Fosfor kesalahan sekitar 7%. pH tanah berkisar 3–5%, menunjukkan kondisi agak asam. Tanah liat sampel L5, L8 dan L10 nitrogen 5–10%,&nbsp; fosfor 6–9%, kalium 6–8% dan pH 3–5%. Oleh karena itu, hasil pengukuran N, P, dan K pada tanah berpasir, lempung dan liat sebaiknya ditafsirkan dengan hati-hati dan dikonfirmasi melalui uji laboratorium.