p-Index From 2021 - 2026
8.375
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Jurnal Ilmiah Pertanian Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Jurnal Biologi Tropis SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Medical Laboratory Analysis and Sciences Journal Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Penbios: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Jurnal Abdi Insani BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Agriovet Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Prosiding Conference on Research and Community Services Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat SCHOOLAR: Social and Literature Study in Education AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming APPLICATION: Applied science in Learning Research Jurnal Penelitian Inovatif Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab dan Kajian Linguistik Arab Exact Paper In Compilation (EPIC) JoEMS : Journal of Education and Management Studies Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Unnes Science Education Journal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia ABDINE :Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PLOIDI PAKU SAYUR (Diplazium esculentum) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI GUNUNG MERBABU, BOYOLALI, JAWA TENGAH, INDONESIA Wulandari, Anggun; Rahmawati, Rina Dian
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7981

Abstract

Pada tumbuhan paku sering terjadi fenomena poliploidi dan salah satu penyebab yang diduga dapat menimbulkan peristiwa poliploidi adalah suhu dingin. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ploidi paku sayur (Diplazium esculentum) pada ketinggian yang berbeda di Gunung Merbabu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tumbuhan paku Diplazium esculentum yang diambil dari ketinggian yang berbeda (±500 mdpl, ±1500 mdpl, dan ±2500 mdpl) di salahsatu gunung tinggi Indonesia, yaitu Gunung Merbabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada ketinggian yang berbeda. Tumbuhan paku Diplazium esculentum yang berada pada ketinggian ±500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi diploid (2n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 54,2; pada ketinggian ±1500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi triploid (3n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 80,533; sedangkan pada ketinggian ±2500 m dpl memiliki jumlah rata-rata kromosom sebanyak 105,333 dengan hasil tipe sitologi tetraploid (4n). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada masing-masing ketinggian di Gunung Merbabu.
PEMODELAN NEGATIVE BINOMIAL REGRESSION PADA DATA JUMLAH KEMATIAN BAYI DI KABUPATEN JOMBANG Wardani, Dian Kusuma; Wulandari, Anggun
TRANSFORMASI Vol 4 No 2 (2020): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v4i2.968

Abstract

Regresi Poisson merupakan salah satu metode regresi untuk menganalisis apabila variabel terikat berupa data diskrit. Asumsi bahwa nilai rata-rata dan nilai varian dari variabel terikat harus sama terpenuhi akan menghasilkan kesimpulan yang valid. Kasus overdispersi terjadi jika nilai varian lebih besar dari nilai rata-rata sedangkan nilai varian kurang dari nilai rata-rata disebut underdispersi. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data jumlah kematian bayi di Kabupaten Jombang Tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kematian bayi. Model yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kematian bayi adalah model Negative Binomial Regression. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa model Negative Binomial Regression yang terbentuk bahwa variabel bebas yang memberikan pengaruh signifikan yaitu variabel persentase ibu hamil mendapatkan tablet Fe3, variabel persentase komplikasi kebidanan yang ditangani, variabel persentase ibu hamil melaksanakan program K4 dan persentase Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Studi Kunjungan Harian Arthropoda pada Tanaman Ageratum conyzoides dan Acalipa australis di Area Pertanian Dusun Ketanon Kecamatan Diwek sebagai Bahan Pengembangan E-Katalog Arthropoda Wulandari, Anggun; Kamilah, Maisy
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal BIO-EDU Volume 6 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v6i2.1187

Abstract

Kunjungan harian Arthropoda dapat ditentukan dari frekuensi dan distribusi temporal Arthropoda pada setiap waktu pengamatan dalam mengunjungi tanaman Ageratum conyzoides dan Acalipa australis. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis, frekuensi, dan distribusi temporal serta bahan pengembangan e-katalog dari kunjungan Arthropoda pada tanaman Ageratum conyzoides dan Acalipa australis di area pertanian dusun Ketanon kecamatan Diwek. Metode pengambilan data dengan menggunakan metode “visual control” yang dikembangkan oleh Frei dan Manhart (1992) yang telah dimodifikasi. Penelitian dilakukan di area pertanian dusun Ketanon kecamatan Diwek dengan pengambilan data dilakukan pada pukul 06.00-07.00, 11.00-12.00, dan 16.00-17.00 sebanyak 3 kali ulangan pada masing-masing tanaman. Hasil penelitian menunjukkan jenis Arthropoda berjumlah 11 famili dengan 12 macam spesies. Frekuensi kunjungan harian Arthropoda tertinggi pada tanaman Ageratum conyzoides adalah famili Agromyzidae (hama) dengan kunjungan rata-rata 4,22 individu/jam, sedangkan pada tanaman Acalipa australis adalah famili Formicidae (musuh alami) dengan kunjungan rata-rata 2,88 individu/jam. Distribusi temporal menunjukkan bahwa waktu kunjungan Arthropoda setiap individu/jam adalah berbeda disetiap kegiatan/kebutuhan berkunjung masing-masing hewan Arthropoda. Serta bahan pengembangan e-katalog diperoleh dari hasil data pengamatan yang disusun dalam bentuk bahan pengembangan e-katalog yang sederhana.
Temporal Distribution Of Arthropods In Heliotropium indicum In Jombang District As E-Catalog Development Yesika Febriani; Anggun Wulandari; Devita Sari
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 No.2 July 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v3i2.1415

Abstract

Arthropods have an important role in the rice field ecosystem, namely as natural enemies (predators, parasitoids, and control pathogens) that can be used as pest control efforts. The diversity of natural enemies can be seen from his visits to the flowering plant (refugia) namely Heliotropium indicum in Jombang Regency by looking at the temporal distribution of each observation. The purpose of this study was to determine the distribution of daily temporal visits of arthropods on Heliotropium indicum in Ploso and Plandaan sub-districts and to be used as material for developing e-catalogs. This research was conducted in February 2021 using the visual control method by observing 3 replicates at 06.00-07.00 am, 11.00-12.00 noon, and 16.00-17.00 pm, the data obtained were analyzed descriptively by calculating the average frequency each time. observations (hours). The results of the study on the temporal distribution of arthropods on the Heliotropium indicum plant can be found that certain arthropods are often found at certain hours, namely, the arthropods that are active in the morning and evening are the Pentatomidae and Muscidae families, the arthropod families that are active during the day are Mantidae and the arthropod families that are active throughout the day are Formicidae, Acrididae, and Coccinellidae. The results of the research were developed into learning media in the form of an e-catalog. The developed e-catalog contains images of arthropods visiting the Heliotropium indicum plant, their classification, and a description of their morphology.
Kreativitas Guru TKIT Al Mishbah Dalam Pengembangan Model Pembelajaran Lab Mini Melalui Terrarium Ekosistem Fatikhatun Nikmatus Sholihah; Anggun Wulandari; Umi Kulsum Nur Qomariyah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.518 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i2.6116

Abstract

AbstrakPembelajaran di sentra alam dengan tema lingkungan alam memiliki tantangan tersendiri bagi guru-guru dalam pelaksanaanya dikarenakan lahan yang sedikit. Guru masih banyak menggunakan lembar kerja siswa yang dibeli dari toko-toko buku dan kurang kreatif sehingga tidak mengembangkan media sendiri. Maka dibutuhkan pelatihan pembuatan media yang dapat menggambarkan situasi ekosistem yaitu terrarium ekosistem. Terrarium merupakan media yang terbuat dari kaca baik botol, aquarium atau plastik transparan yang berisi tanaman dengan metode yang unik yang disesuaikan dengan kondisi alam yang sesungguhnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi guru TKIT Al Mishbah menciptakan eksosistem mini dalam suatu media kaca agar mempermudah guru dalam mengajarkan Lingkungn Alam yang disebut terrarium. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 4 hari mulai 25 juni sampai 28 juni 2019. Metode pelaksanan kegiatan ini dilakukan dengan cara tutorial terbimbing. Pembuatan terrarium meliputi pembuatan terrarium ekosistem gurun, terrarium hutan hujan tropis, dan terrarium savana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam materi ekosistem di sekolah, sehingga guru dapat menyeimbangkan antara teori dengan kondisi alam sesungguhnya. Kata Kunci: Terrarium, Guru TKIT Al Mishbah , Lab Mini.
TOKSISITAS GAS KARBON MONOKSIDA (CO) TERHADAP MORTALITAS IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) Anggun Wulandari
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.17 KB)

Abstract

ABSTRACT Carbon Monoxide (CO) is one of the contributor of air pollution which can come from industrial sector and transportation caused by incomplete combustion. The entry of contaminants into the river body can affect the condition of existing organisms in these waters, including damage to the organs in the fish, changing the structure of fish populations, until the death of fish. This study aims to determine the toxicity of carbon monoxide (CO) gas to mortality of guppy fish (Poecilia reticulata) with different time. This type of research is an experimental research using a complete randomized design (RAL). Giving of CO gas based on time duration includes control, 2 minutes, 4 minutes and 6 minutes. Treatment was repeated 3 times and observed for 3 days. Object used in this research is guppy (Poecilia reticulata) sex of male counted 120 tails. The results showed that CO gases could affect mortality of guppy fish, where only fish in control were able to live until the third day, whereas for fish treated with CO exposure for 2 minutes, 4 minutes and 6 minutes all experienced death. The result of analysis of single anava obtained F value of calculation of treatment (0,2647472) <F table (3,182), so mortality of guppy fish is not affected by length of time of administration of CO gas at each treatment because of equal percentage of mortality in treatment 2 minute, 4 minute, and 6 minutes, while the control treatment showed a significant difference so it can be concluded that CO gas causes all guppy fish to die. KEYWORDS: KEY WORDS: toxicity, carbon monoxide, mortality, guppy fish ABSTRAK Karbon Monoksida (CO) merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang dapat berasal dari sektor industri dan transportasi akibat dari pembakaran yang tidak sempurna. Masuknya bahan pencemar tersebut ke dalam badan sungai dapat mempengaruhi kondisi organisme yang ada di perairan tersebut, antara lain kerusakan pada organ dalam ikan, mengubah struktur populasi ikan, hingga kematian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas gas karbon monoksida (CO) terhadap mortalitas ikan guppy (Poecilia reticulata) dengan waktu yang berbeda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Pemberian gas CO berdasarkan lama waktu meliputi kontrol, 2 menit, 4 menit dan 6 menit. Perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dan diamati selama 3 hari. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan guppy (Poecilia reticulata) jenis kelamin jantan sebanyak 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pemberian gas CO dapat mempengaruhi mortalitas ikan guppy, dimana hanya ikan yang ada pada kontrol yang mampu hidup sampai hari ketiga, sedangkan untuk ikan yang diberi perlakuan paparan gas CO selama 2 menit, 4 menit dan 6 menit semuanya mengalami kematian. Hasil analisis anava tunggal didapatkan nilai F hitung perlakuan (0,2647472) < F tabel (3,182), sehingga mortalitas ikan guppy tidak dipengaruhi oleh lamanya waktu pemberian gas CO pada setiap perlakuan karena besarnya prosentase mortalitas yang sama pada perlakuan 2 menit, 4 menit, dan 6 menit, sedangkan perlakuan kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa gas CO menyebabkan semua ikan guppy mengalami kematian. KATA KUNCI: toksisitas, karbon monoksida, mortalitas, ikan guppy
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Diurnal pada Ketinggian 1200 Mdpl di Gunung Buthak Julpika Irawati; Wahyu Nur Hidayah; Izzatin Nisa’; Anggun Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati makrofauna tanah diurnal pada ketinggian 1.200 mdpl. Metode yang digunakan yaitu observatif deskriptif dengan menggunakan metode perangkap jebak (pitfall trap). Jumlah perangkap jebak yang digunakan ialah 5 buah dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan pada ketinggian 1.200 mdpl dengan tahapan: penentuan lokasi penelitian, pembuatan perangkap jebak, pengambilan sampel makrofauna tanah dan identifikasi sampel makrofauna tanah. Hasil yang diperoleh makrofauna tanah diurnal sebanyak 9 spesies dengan jumlah 390 hewan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai H’ ≤ 1 sehingga indeks keanekaragaman rendah, nilai E’≤ 0,4 sehingga menunjukkan indeks kemerataan rendah dan komunitas tertekan, nilai C < 0,5 sehingga menunjukkan dominansinya rendah kecuali untuk spesies Oecophylla smaragdina yang menunjukkan dominansi sedang dengan nilai C = 0,59. Kata kunci: diurnal, gunung Buthak, keanekaragaman, makrofauna
PERSEPSI TENTANG PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINDAKAN PEROKOK Anggun Wulandari; Fauzie Rahman; Lenie Marlinae; Syamsul Arifin
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 1: MARET 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.526 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i1.548

Abstract

Kota Banjarbaru khususnya Kelurahan Sungai Besar mempunyai prevalensi perokok terbesar pada tahun 2013 dan 2014 yaitu 90,47% dan 80,96%. Pemerintah mengeluarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2013 mewajibkan setiap produsen rokok untuk mencantumkan peringatan bergambar pada setiap kemasan rokok untuk meningkatkan pengetahuan perokok dan mengurangi angka perokok. Harapan tersebut sangat dipengaruhi oleh persepsi dan tingkat pendidikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi tentang peringatan bergambar pada kemasan rokok dengan fokus gambar nomor 2 dan 4 dan tingkat pendidikan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan perokok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatancross sectional. Populasi penelitian berjumlah 19.465 jiwa. Perhitungansampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 80% responden mempunyai persepsi positif, 48% responden mempunyai tingkat pendidikan tinggi, dan 68% responden mempunyai tindakan yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi dengan tindakan (p-value=0,000) dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tindakan perokok (p value=0,071). Disarankan kepada pemerintah agar tetap memertahankan promosi kesehatan melalui kemasan rokok dan adanyapenelitian lain mengenai persepsi tentang peringatan bergambar pada kemasan rokok dengan fokus gambar nomor 1, 3, dan 5.
Hubungan Karakteristik Individu dengan Pengetahuan tentang Pencegahan Coronavirus Disease 2019 pada Masyarakat di Kalimantan Selatan Anggun Wulandari; Fauzie Rahman; Nita Pujianti; Ayu Riana Sari; Nur Laily; Lia Anggraini; Farid Ilham Muddin; Agus Muhammad Ridwan; Vina Yulia Anhar; Muhammad Azmiyannoor; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.138 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.42-46

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kalimantan Selatan tentang pencegahan Covid-19 beserta faktor karakteristik individu. Metode: Desain cross sectional dengan sampel berjumlah 1190 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner google form. Hasil: Dari 1190 masyarakat yang menjadi responden merupakan masyarakat dengan kategori umur remaja yaitu sebesar 93,7%, status pekerjaan tidak bekerja sebesar 77,2%, berjenis  kelamin perempuan sebesar 66,3%, posisi dalam keluarga sebagai anggota rumah tangga yaitu sebesar 97,8%, dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19 sebesar 69,2%. Hasil uji chi square menunjukan nilai p antara umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19  adalah 0,386, 0,013, 0,428, 0,515, dan 0,999. Kesimpulan: Umur, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19. Namun, jenis kelamin memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19.
TINGKAT PLOIDI PAKU SAYUR (Diplazium esculentum) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI GUNUNG MERBABU, BOYOLALI, JAWA TENGAH, INDONESIA Anggun Wulandari; Rina Dian Rahmawati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7981

Abstract

Pada tumbuhan paku sering terjadi fenomena poliploidi dan salah satu penyebab yang diduga dapat menimbulkan peristiwa poliploidi adalah suhu dingin. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ploidi paku sayur (Diplazium esculentum) pada ketinggian yang berbeda di Gunung Merbabu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tumbuhan paku Diplazium esculentum yang diambil dari ketinggian yang berbeda (±500 mdpl, ±1500 mdpl, dan ±2500 mdpl) di salahsatu gunung tinggi Indonesia, yaitu Gunung Merbabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada ketinggian yang berbeda. Tumbuhan paku Diplazium esculentum yang berada pada ketinggian ±500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi diploid (2n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 54,2; pada ketinggian ±1500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi triploid (3n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 80,533; sedangkan pada ketinggian ±2500 m dpl memiliki jumlah rata-rata kromosom sebanyak 105,333 dengan hasil tipe sitologi tetraploid (4n). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada masing-masing ketinggian di Gunung Merbabu.
Co-Authors Achmad, Nora Iffatul Maula Afro, Rahmafika Cinthya Agus Muhammad Ridwan Agusetiawan, Muhammad Andrian Ainul Muslimatul Jannah Ainul Yaqin Aisyah Lu&#039;lu&#039;ul Husna Aisyah Lu'lu'ul Husna Akbar, Alfito Dodi Forsatama Alifa Nayla, Nurul Andini Octaviana Putri, Andini Octaviana Andrea, Siti Nur Venes Andriani, Nia Angela Mara Mardiana Ardiani, Hidayah Wika Arifin Syamsul Asiyah Lu&#039;lu&#039;ul Husna Asiyah Lu’lu’ul Husna Asna Lutfiatul Ummah Assyaida, Muhammad Abdus Salam Azmiyannoor, Muhammad Azwari, Ayu Riana Sari Bambang Subali Bekti Widyaningsih Budi Jatmiko Cendy Dwi Aulia Devita Sari Dewi, Intan Kartika Dian Kusuma Wardani Dian Kusuma Wardani Digdayani, Amanda Elsa Ummi Hanifah Ernawaty Ernawaty Fadhilatus Syarifah Farid Ilham Muddin Fatikhatun Ni'matus Sholihah Fatikhatun Nikmatus Sholihah Fauzie Rahman Filsahani, Nuraida Keisya Firdaus, Alfina Ni’matul Fitri Umardiyah Fitriani Irawati Fitriyah, Isda Nur Hidayah, Wahyu Nurul Ika Verawati Ilham Agus Mufajar Ilma, Mafazatul Ino Angga Putra Isda Nur Fitriyah Izzatin Nisa’ Jannah, Alya Miftahul Julpika Irawati Kamilah, Maisy Kartika Wulandari Kartika Wulandari Kartika Wulandari Karyani Karyani Keisya Filsahani, Nuraida Kurnia Sugiharti, Rosi Lenie Marlinae Lia Anggraini Lukluil Maknun, Lukluil M. Bagus Ardianto Mafazatul Ilma Marlena, Saeni Matovani Ilham As&#039;ad Maya Sari Dewi, Maya Sari Moch. Faizul Huda Mohamad Khoirur Roziqin Mohammad Badrut Tamam Mucharommah Sartika Ami Muhammad Abu Wildan Muhammad Ali Faisal Muhammad Azmiyannoor Muhammad Rudiansyah Mulia Wati, Ratna Muslimatul Jannah, Ainul Mutrofin Rozaq Nasrulloh, M Farid Navijay, Ahmad Neka Erlyani Niken Koeswara Putri Nine Addin Aulia Nisa’, Izzatin Nita Pujianti Noly Shofiyah Nur Laily Nur Laily Nurhalimah, Caci Ospa Pea Yuanita Meishanti Prasetio, Diki Bima Putri, Aura Salsabila Yunizar Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Amelia Rasyadan Taufiq Probojati Riana Riana Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad Ridwan, Agus Muhammad Rifani, Rizqi Rina Dian Rahmawati Rizki, Shofa Yulia Robby Irkham Abdi Rosalia, Cica Rossanita Truelovin Hadi Putri SANTOSO SANTOSO Sari, Cinta Sholihah, Fatihatun Nikmatus Sigit Saptono Simanjuntak, Herlina Simanjutak, Herlina Siregar, Rohani Siti Hamidah Siti Lailatul Mahfudhoh Siti Sukowati Wanafaktu Miruki Sri Wijayanti Suci Prihatiningtyas Sudarmin Sudarmin Thinni Nurul Rochmah Umi Fadilah Umi Fadilah, Umi Umi Kulsum Nur Qomariah Umi Kulsum Nur Qomariyah Umi Kulsum Nur Qomariyah Vina Yulia Anhar Wahyu Nur Hidayah Wahyu Setyo Ningsih Wahyuni, Nur Indah Waslah Wati, Ratna Mulia Wenda, Yonesi Yati Ludiana Yesika Febriani Yolanda, Zuhrufa Wanna Yuantina, Yurin Yuniarti, Dinda Hafifah Yurin Yuantina Yustikasari, Intan Zainal Khadafi, Muhammad Zuhrufa Wanna Yolanda Zulfikar Zulfikar Zulfikar Zwagery, Rika Vira