Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SEM Analysis of UHMWPE for Biomedical Application Dwi Lestari, Wahyu; Edahwati, Luluk; Puspa Sari, Tria; Adyono, Ndaru; Karaman, Novel
BIOMEJ Vol. 1 No. 1 (2021): BIOMEJ
Publisher : UPN 'Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/biomej.v1i1.23

Abstract

The objective of this study is to investigate the wear mechanism of UHMWPE acetabular liner. There were three samples of acetabular liner with variations without crosslink, with crosslink doses of 50 kGy and 100 kGy which were subjected to a wear testing process. The wear test was carried out using a Tribometer wear testing machine with a total of 30,000 cycles and a load of 800N. Microstructure analysis was performed using scanning electron microscopy (SEM). The results show that the surface of the UHMWPE acetabular liner with the crosslink treatment is smoother than the untreated one. This shows that UHMWPE with crosslink treatment has a lower wear rate, where the greater the crosslink dose the lower the wear rate. The wear mechanism that occurs in this study is the third body abrasion which leads to adhesive wear.
Perancangan Mesin Pengupas dan Pemarus Batang Ubi Kayu: Konsep Rancangan Mesin Karaman, Novel; Adyono, Ndaru; Puspa Sari, Tria; Edahwati, Luluk; Edahwati, Wahyu Dwi Lestari
BIOMEJ Vol. 1 No. 1 (2021): BIOMEJ
Publisher : UPN 'Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/biomej.v1i1.28

Abstract

Indonesia is the fifth largest cassava-producing country, where the national cassava production per year reaches 23 million tons. On the other hand, the organic waste in the form of cassava stems with the potential to use a large alpha-cellulose stem content. Alpha-cellulose is a much-needed biomass material in the field of industry and renewable energy sources. Highquality alpha-cellulose is produced from cassava stem fibers that have separated the outer shell. Research in the design of machines capable of processing stripping and sequencing cassava stems simultaneously has the potential to increase the productivity of making Alpha-cellulose raw materials for industrial needs. The prototype design peeling machine and a cassava rod pucker using the engine element approach is expected to produce an engine design that has the specification of a 0.5 HP 3-phase main drive motor with a 1400 rpm rotation consisting of 2 pulley transmissions and a gearbox ratio of 60.
Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Sumber Energi (Biogas) Rumah Tangga di Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur Karaman, Novel; Adyono, Ndaru; Sari, Tria Puspa; Edahwati, Luluk; Lestari, Wahyu Dwi
abdimesin Vol. 1 No. 1 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i1.9

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat teknologi biogas dari kotoran sapi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bertujuan untuk mengatasi masalah limbah kotoran sapi yang belum digunakan oleh petani sebagai energi biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobic dari berbagai sampah organik menjadi energi. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari, sehingga tidak lagi menggunakan minyak tanah untuk memasak. Daerah pedesaan di kabupaten Sampang merupakan daerah dengan mata pencaharian bertani dan peternak. Hampir semua petani di desa Panyepen memiliki setidaknya 3-4 sapi, tapi hampir 100% tidak menyadari penggunaan kotoran sapi menjadi biogas. Metode yang digunakan adalah pelatihan, demonstrasi instalasi biogas sederhana, dan pendampingan produksi biogas. Kegiatan ini diikuti oleh peternak/petani di desa Panyepen kecamatan Jrengik kabupaten Sampang. Penyuluhan dan praktek dilakukan di rumah petani. Hasil dalam implementasi sederhana dari produksi biogas dari kotoran sapi menunjukkan bahwa gas yang terbentuk ditandai dengan kehadiran plastik gelembung gas. Gas yang dihasilkan pada hari ke-6 setelah pengisian kotoran sapi, dan maksimum dicapai pada hari ke-10. Untuk keberlanjutan gas sebagai bahan bakar, setiap satu sampai dua hari perlu pengisian kotoran sapi sekitar 100 kg (campuran kotoran sapi dan air 1:1). Biogas telah berhasil digunakan oleh petani untuk memasak air dan membuat masakan untuk kebutuhan sehari-hari dan slurry (limbah biogas) sebagai pupuk organik.
Pemanfaatan Limbah Organik Kopi Menuju Desa Mandiri Pangan dan Energi Karaman, Novel; Sari, Tria Puspa; Adyono, Ndaru; Lestari, Wahyu Dwi; Issafira, Radissa Dzaky; Faizin, Ahmad Khairul; Saputro, Wiliandi
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.21

Abstract

Dusun Kuntul Desa Kalipucang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah penghasil kopi. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat daerah tersebut untuk mengelolah limbah organik yang dihasilkan dari kopi. Penyuluhan dan sosialisai tentang pemanfaatan limbah organik kopi kepada komunitas masyarakat di daerah tersebut sangat bermanfaat bagi kemandirian desa di bidang pangan dan energi. Metode yang digunakan adalah penyuuhan dan sosialisasi secara langsung kepada komunitas masyarakat, selain itu juga memberikan demonstrasi tantang memodifikasi kompor dan cara pemurnian biogas. Biogas tersebut didapatkan dari proses pembusukan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari limbah kopi. Oleh karena itu, masyarakat di daerah tersebut mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan limbah organik menjadi biogas dari kegiatan ini.
Edukasi Pandemi Covid-19 Sebagai Upaya Pencegahan dan Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid – 19 di Desa Malangsari Kabupaten Nganjuk Karaman, Novel; Billah, Mu’tasim; Susilowati, Titi; Nurherdiana, Silvana Dwi; Widayanto, Galih Suci; Fitriasari, Rima
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.22

Abstract

Corona virus Disease-2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama SARS – COV-2 atau yang dikenal dengan VIRUS CORONA. Virus Corona ini menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyebaran virus COVID- 19 meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Namun demikian, masih sedikit pemahaman dan kesadaran masyarakat di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk yang mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, perlunya peningkatan pemahaman COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19. Kegiatan yang dilakukan dengan metode Edukasi COVID-19 kepada Masyarakat desa Malangsari melalui sosialisasi, penempelan pamflet di tempat umum, penerapan protokol kesehatan, dan media sosial. Dengan demikian, harapan Desa Malangsari terbebas dari virus corona dapat terwujud.
Energi Alternatif (Biogas) Pengganti Bahan Bakar Minyak Pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Pamekasan Jawa Timur Karaman, Novel; Edahwati, Luluk; Adyono, Ndaru; Sari, Tria Puspa; Issafira, Radissa Dzaky; Faizin, Ahmad Khairul; Saputro, Wiliandi
abdimesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v2i2.37

Abstract

Teknologi biogas dari kotoran sapi merupakan salah satu alternatif sumber energi pengganti bahan bakar minyak pada masyarakat pedesaan sekaligus mengatasi masalah limbah organik di pedesaan sebagai sumber energi alternatif biogas. Biogas merupakan hasil proses pembusukan limbah organik secara anaerobic menjadi energi yang berfungsi sebagai pengganti bahan bakar minyak. Masyarakat desa Pancong Kecamatan Waru Timur di kabupaten Pamekasan sebagian besar mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Khususnya petani/peternak di desa Pancong memiliki 2-3 sapi dan tidak menyadari bahwa kotoran sapi dapat menjadi bahan bakar alternatif (biogas). Metode menggunakan penyuluhan/pelatihan tentang pembuatan dan instalasi biogas sederhana, serta pendampingan dalam memproduksi biogas. Pelatihan diikuti oleh peternak/petani dan dilakukan di lokasi peternak desa Pancong kecamatan Waru Timur kabupaten Pamekasan. Perolehan produksi biogas dari kotoran sapi menghasilkan biogas yang terbentuk dialirkan ke penampung gas plastik. Gas terbentuk setelah diisi campuran kotoran sapi dan air (1:1), dan tercapai pada hari ke-6. Selanjutnya gas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Setelah berproduksi perlu pengisian setiap hari. Biogas dapat digunakan untuk memasak sebagai kebutuhan sehari-hari dan produk samping (slurry) dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik dan pakan ikan.
Pembuatan Sampo Anti Ketombe Sereh Pada Kelompok Tani Kosagrha Lestari Medayu Selatan Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut Kotamadya Surabaya Karaman, Novel; Nana Dyah S; Utami, Lucky Indrati
abdimesin Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i1.47

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada kelompok tani Kosagrha LestariMedayu Selatan Kelurahan Medokan Ayu Rungkut Surabaya. Pemanfaatan lahan kosongdi wilayah tersebut telah dilakukan dengan menanam salah satunya yaitu tumbuhan seraiwangi. Tanaman serei yang tumbuh subur ini sudah diproduksi menjadi minyak serai.Selanjutnya dilakukan pendampingan pembuatan sampo anti ketombe beraroma sereiyang bermanfaat untuk mengatasi ketombe. Ketombe pada kulit kepala merupakan jenisjamur Pityrosporum ovale. Minyak sereh (Cymbopogon citratus) memiliki senyawaantijamur dan dapat menyebabkan kerontokan rambut, gatal dan terjadinya iritasi padakulit kepala bila konsentrasinya berlebih. Sampo antiketombe dengan minyak sereh 5 %sangat effektif mengurangi tumbuhnya jamur Pityrosporum ovale. PengabdianMasyarakat tentang pembuatan sampo anti ketombe beraroma sereh diikuti olehmasyarakat dilingkungan RW 04 Kosagra Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan RungkutKotamadya Surabaya. Selanjutnya sampo anti ketombe aroma sereh dapat dimanfaatkanoleh masyarakat. Setelah berproduksi diharapkan dapat sebagai alternatif meningkatkanpendapatan masyarakat.
Analisa Pengaruh Variasi Campuran Bahan Bakar Pertamax dan Udara pada Sistem Pembakaran Kendaraan terhadap Gas Buang serta Performa Mesin Hidayat, Rifqi Rahman; Karaman, Novel
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20, No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11502

Abstract

Pada variasi campuran udara dan bahan bakar ini dilakukan sedikit perubahan rasio campuran antara udara dan bahan bakar untuk mengetahui apakah ada perbedaaan nilai emisi gas buang,performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Untuk mrnghindari kerusakan fatal yang terjadi dalam proses penelitian maka akan dilakukan sedikit saja variasi campurannya yaitu AFR (Air Flow Ratio) 13,5 : 1 dan 15,5 : 1. AFR ini biasanya sering digunakan oleh masyarakat untuk menghemat dan menaikkan performa mesin. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang mengungkap dampak yang terjadi dari perubahan rasio campuran udara dan bahan bakar. Dari hasil penelitian didapat nilai emisi gas buang CO dan HC mengalami peningkatan saat dirubah variasinya dari nilai standar. Konsumsi bahan bakar berdasar nilai lambda juga mengalami perubahan. Perubahan yang paling terasa adalah pada performa mesin yaitu pada AFR 13,5 udara yang masuk kedalam ruang bakar lebih sedikit sehingga proses pembakaran bahan bakar menjadi lebih tidak stabil dan mengakibatkan suara ketukan didalam mesin. Konsumsi bahan bakar juga menjadi lebih boros dari biasanya karena proses pembakarannya tidak sempurna. Sedangkan pada AFR 15,5 performa mesin meningkat karena udara yang masuk kedalam ruang bakar lebih banyak dari standar. Akan tetapi karena udara yang masuk lebih banyak maka dibutuhkan bahan bakar yang lebih banyak juga dalam proses pembakarannya. Dampak pada mesin adalah mudah panas,konsumsi bahan bakar meningkat dan juga emisi gas buang meningkat cukup signifikan.
Peningkatan Kualitas Bio-Oil Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit Berstandar Pelumas Organik Wiraya, Wira Arta; Rifaldi, Kornelius; Muljani, Srie; Siswati, Nana Dyah; Karaman, Novel
Jurnal Fisika Unand Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.14.3.249-254.2025

Abstract

Palm kernel shells are biomass waste that has the potential to be processed into bio-oil through pyrolysis, but its quality needs to be improved to meet organic lubricant standards. This study aims to improve the quality of bio-oil through a transesterification process with activated carbon-NaOH catalyst and the addition of guar gum as a thickening agent. Pyrolysis was carried out at a temperature of 300°C for 60 minutes, and transesterification at a temperature of 60°C for 2 hours with a methanol:bio-oil ratio of 6:1. The results showed that increasing the amount of catalyst up to 10% increased the yield of methyl ester, while the addition of guar gum increased the kinematic viscosity to 7.9 cst, approaching commercial lubricant standards such as top 1 Evo 5W-30 and pertamina fastron gold 5W-30. However, the flash point is still lower than industrial lubricants. Thus, the quality of bio-oil from palm kernel shell pyrolysis can be improved to approach organic lubricant standards, making it a more environmentally friendly alternative lubricant and has the potential for industrial applications.
Optimization of Barium Sulfate Crystal Control with Additives and Stirring using Response Surface Methodology Husna Zaka Anshori; Kamaliatul Fajria; Novel Karaman
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v14i2.20853

Abstract

Kristal barium sulfat merupakan padatan kristal yang melekat kuat pada permukaan material, sehingga pertumbuhan kristal barium sulfat perlu dikendalikan. Beberapa  cara untuk mengurangi pembentukan kristal barium sulfat adalah dengan menambahkan zat aditif dan mengatur kecepatan pengadukan serta waktu pencampuran. Pada penelitian ini, untuk menentukan variabel penambahan zat aditif, kecepatan dan waktu pencampuran menggunakan model Box Behnken Design dengan Response Surface Methodology. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat aditif ZnCl2 dengan beberapa konsentrasi zat aditif 0, 12, 24 ppm, kecepatan pengadukan 0, 240, 480 rpm dan waktu pencampuran 25, 75, 125 menit terhadap berat kristal barium sulfat yang diperoleh. BaSO4 3000 ppm terbentuk dengan mereaksikan antara larutan BaCl2 dengan Na2SO4 pada suhu 50ºC. Hasil penelitian menghasilkan model matematika yang dapat memprediksi kondisi optimum untuk perolehan berat kristal barium sulfat. Kondisi optimum yang diperoleh dari berat kristal barium sulfat adalah 0,22727 gram dengan konsentrasi ZnCl₂ sebesar 24 ppm, kecepatan pengadukan 48,48 rpm, dan waktu pencampuran selama 25 menit