Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN AYAH (FATHERING) DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI Annisa Wahyuni; Syamsiah Depalina Siregar; Riris Wahyuningsih
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2021): (November 2021)
Publisher : Program Studi pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The father is a leader in the family who is an example for his family members, including children. so this study is to describe how the role of fathers in parenting in early childhood. With the involvement of the father it will help the growth and development of children. The researcher uses the Library Research approach . The findings of this study are that father involvement in parenting is a continuous active participation of fathers in child care which contains aspects of frequency, initiative, and personal empowerment in the physical, cognitive, and affective dimensions in all areas of child development, namely physical, emotional, social. , intellectual and moral. Thus the impact on the development of religion and its moral, cognitive and social emotional. on the development of gender roles, morals, achievement motivation, and on social development. In addition, the father as a male model in the family. So with the father's role in the family, he becomes a male role model in the family.
Permainan Tradisional :Alioma, Ingke-Ingke dan Iye-Iye sebagai Media Stimulasi Perkembangan Motorik Annisa Wahyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.222 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4713

Abstract

Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan aspek yang sangat penting pada pertumbuhan dan perkembangan anak. agar tercapainya pertumbuhan dan perkembangan tersebut dengan baik maka stimulasi yang diberikan memberi dampak pada perkembang motorik anak. salah satunya dengan permainan tradisional yang biasa di mainkan di daerah, khusunya dengan permainan dari Mandailing Natal yaitu Alioma, Ingke-Ingke dan Iye-iye yang merupakan permainan tradisional yang dimainkan dengan bergerak yaitu berlari, melompat, berijit. Menggerakan otot-otot dasar seperti otot kaki dan otot tangan akan menstimulasi motorik kasar maupun motorik halus. dengan menggunakan metode penelitian kualitatif jenis etnografi. Bahwa perkembangan motorik yang melalui media permainan tradisional memberikan stimulus dalam perkembangan dan pertumbuhan pada aspek motoric baik itu motorik kasar maupun halus.
DESAIN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Muslimah Muslimah; Indhra Musthofa; M. Daud Yahya; Zulkifli Musthan; Annisa Wahyuni
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 4 (empat) latar belakang masalah, yaitu, pertama, pembelajaran Akhlak masih bersifat formalistik belaka, sehingga belum bisa berkontribusi secara nyata menyelesaikan problematika yang dinamis. Kedua, perlu adanya pembelajaran Akhlak yang berbasis pada konteks kehidupan empiris di masyarakat, sehingga pembelajaran Akhlak bisa menjadi way of life. Ketiga, implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak mampu menjadikan pembelajaran lebih terkait dengan konteks empiris kehidupan masyarakat. Keempat, belum adanya penelitian terkait desain pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara komprehensif. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara esensial mengandung arti mengkaitkan antara pembelajaran Akhlak dengan lingkungan. Ada 3 (tiga) prinsip pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu sesuai dengan kebutuhan jiwa untuk mencari makna (the psychis need to create meaning), sesuai dengan fungsi otak (the brain function), dan sesuai dengan prinsip sains modern (acting in harmony with scientific principles). Ada 6 (enam) kata kunci implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu belajar pada hakikatnya adalah real-word learning, adalah belajar dari kenyataan yang bias diamati, dipraktikan, dirasakan dan diuji coba, belajar adalah mengutamakan pengalaman nyata, bukan pengalaman yang hanya diangan-angankan saja, yang tidak bias dibuktikan secara empiris, belajar adalah berpikir tingkat tinggi, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan kritis, dan kegiatan pembelajaran memberikan pengetahuan. Ada 7 (tujuh) karakteristik pembelajaran dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik (learning ini life setting), pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningfull learning), pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing), pembelajaran diberikan dengan kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group), pembelajaran menciptakan kebersamaan, kerjasama dan saling memahami satu sama lain secara mendalam (learning to know each other deeply), pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerjasama (learning to ask, to inquiry, to work together), dan pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Metode pembelajaran Akhlak dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain model pembelajaran dengan metode menonton film, model pembelajaran dengan metode diskusi, model pembelajaran dengan metode peer lesson, dan model pembelajaran dengan metode kisah.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMILIHAN FILM KARTUN YANG DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK USIA DINI Annisa Wahyuni; Nanda Padliyah
Maqasiduna: Journal of Education, Humanities, and Social Sciences Vol. 2 No. 01 (2022): JURNAL MAQASIDUNA
Publisher : Mukhlisina Revolution Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59174/mqs.v2i01.29

Abstract

Anak sangat rentan dan beresiko dalam menyerap apa yang ditayangkan televisi, sehingga perlu pendampingan dari orang tua yang paham akan efek dari televisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran orang tua dalam pemilihan film kartun kepada anak dan pengaruh film kartun terhadap perilaku anak-anak. Dimana jenis penelitian ini menggunakan metode Deskriptif.. Pengaruh film kartun terhadap perilaku dan perkembangan perilaku anak pra-sekolah. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemilihan film kartun sangat berpengaruh terhadap perilaku perkembangan anak dalam kehidupan sehari-harinya, sebagai contoh perilaku yang menirukan tingkah laku dalam film tersebut baik itu bahasa maupun perilakunya peran antar tokoh film kartun tersebut.
Sosialisasi Pengelolaan Perangkat Pembelajaran PAUD di TK Ananda Annisa wahyuni
Nasyatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL NASYATUNA
Publisher : Mukhlisina Revolution Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59174/nst.v2i1.45

Abstract

Sosialisasi pengelolaan perangkat pembelajaran pada PAUD merupakan bagian dari proses pendidikan yang sangat penting. Yang merupakan komponen-komponen yang membicarakan mengenai kurikulum. Dalam pengellaan perangkat pembelajara yang mengacu pada permendikbud nomor 146 tahun 2014. Dalam hal tersebut guru harus paham dan mengerti alur dalam mengerjakan perangkat pembelajaran tersebut. Pengabdian ini laksanakan di TK Ananda yang melibatkan kepala sekolah dan para guru dengan lekukan diskusi dan wawancara dalam pelaksanaannya. Hasil dari pengabdian ini bahwa membuat perangkat pembelajaran harus mengetahui pedoman dalam mengerjakannya, setelah itu harus melakui pendekatan saintifik dengan Menggunakan pembelajaran tematik dan berbasis budaya local sebagai media pembelajaran anak. Kata kunci: Pengelolaan, Pembelajaran, kurikulum
DESAIN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Muslimah Muslimah; Indhra Musthofa; M. Daud Yahya; Zulkifli Musthan; Annisa Wahyuni
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 4 (empat) latar belakang masalah, yaitu, pertama, pembelajaran Akhlak masih bersifat formalistik belaka, sehingga belum bisa berkontribusi secara nyata menyelesaikan problematika yang dinamis. Kedua, perlu adanya pembelajaran Akhlak yang berbasis pada konteks kehidupan empiris di masyarakat, sehingga pembelajaran Akhlak bisa menjadi way of life. Ketiga, implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak mampu menjadikan pembelajaran lebih terkait dengan konteks empiris kehidupan masyarakat. Keempat, belum adanya penelitian terkait desain pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara komprehensif. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara esensial mengandung arti mengkaitkan antara pembelajaran Akhlak dengan lingkungan. Ada 3 (tiga) prinsip pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu sesuai dengan kebutuhan jiwa untuk mencari makna (the psychis need to create meaning), sesuai dengan fungsi otak (the brain function), dan sesuai dengan prinsip sains modern (acting in harmony with scientific principles). Ada 6 (enam) kata kunci implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu belajar pada hakikatnya adalah real-word learning, adalah belajar dari kenyataan yang bias diamati, dipraktikan, dirasakan dan diuji coba, belajar adalah mengutamakan pengalaman nyata, bukan pengalaman yang hanya diangan-angankan saja, yang tidak bias dibuktikan secara empiris, belajar adalah berpikir tingkat tinggi, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan kritis, dan kegiatan pembelajaran memberikan pengetahuan. Ada 7 (tujuh) karakteristik pembelajaran dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik (learning ini life setting), pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningfull learning), pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing), pembelajaran diberikan dengan kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group), pembelajaran menciptakan kebersamaan, kerjasama dan saling memahami satu sama lain secara mendalam (learning to know each other deeply), pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerjasama (learning to ask, to inquiry, to work together), dan pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Metode pembelajaran Akhlak dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain model pembelajaran dengan metode menonton film, model pembelajaran dengan metode diskusi, model pembelajaran dengan metode peer lesson, dan model pembelajaran dengan metode kisah.
Evaluation of the Effect of Using Educational Games on Early Childhood Learning Achievement Nurteti, Lilis; Srisudarso, Mansyur; Wahyuni, Annisa; Ramadhan, Mariatul Kamila; Ananta, Maulana Paramaditya
Journal Emerging Technologies in Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jete.v2i1.755

Abstract

Background. Early childhood from 3-5 years old is classified as a digital native generation. This is triggered by the dependence of individuals on technology. The ease of access in the form of videos and other entertainment will trigger children to do activities. This aspect will help in providing stimulation for children while parents are busy with work. The use of educational games is one form of the role of technology use on the motor and cognitive development of children. Purpose This study aims to investigate how influential the use of educational games is. Looking for shortcomings and advantages in the use of educational games to be evaluated. Educational games that present interesting animations and images will captivate children when they see them. This will make children enthusiastic and easy to remember things. Method. The method used in this research is a qualitative method. This method is a way of research that uses numbers. The data collected comes from a questionnaire distributed to teachers at an early age level. The statements presented are loaded on Google from to facilitate access from teachers without taking time. The statements presented are related to evaluating the effect of using educational games on early childhood achievement. The collected data will later be transferred to Excel. After that the data will be inputted into spss to do the oneway anova test. Results. The result of this research is the use of technology in the form of educational games will help optimize the development and growth of early childhood. However, not all educational games are able to accommodate balanced and comprehensive development. It takes the role of parents and teachers to control the use of technology in early childhood so as not to get addicted.   Conclusion This research can be concluded that the use of technology in the form of content, educational games and other things in proportion will help improve the learning achievement of children. Proper use according to portions will help without replacing the role of parents and teachers.  
Pengembangan Pembelajaran Berbasis Steam dengan Buku Pop Up pada Kreativitas Anak Usia Dini Sopia Wulandari; Annisa Wahyuni; Syamsiah Depalina Siregar
Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tarim.v6i1.2000

Abstract

This study also aims to develop an Educational Play Tool (APE) in the form of a pop-up book, understand its characteristics, test its practicality, and ensure its effectiveness. The research method employed is Research and Development (R&D) using the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluate) development model. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires administered to validators and educators. The results of the study indicate that: (1) The STEAM-based learning process with pop-up books developed using the ADDIE model and STEAM steps is feasible and valid for use as an instructional medium that can enhance students' creativity. (2) The characteristics of STEAM-based learning with pop-up books are simple, attractive, enjoyable, easy to use, and capable of enhancing student development. The guidebook developed also facilitates teachers in using the pop- up books. (3) The practicality of using the pop-up book is considered very valid with a percentage of 88%, while the guidebook is deemed very practical with a percentage of 90%. (4) The effectiveness of STEAM-based learning with pop-up books is proven, with a percentage score of 90%, indicating that the pop-up book is highly valid in facilitating the understanding of learning concepts for early childhood.
The Use of Fairy Tales in Developing Early Childhood Characters at Raudhatul Athfal (RA) Arafah Lubis, Siti Nurhaliza; Wahyuni, Annisa; Oktarina, Hanifah
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 3 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v3i4.2545

Abstract

This research aims to find out how fairy tales are used to develop the character of early childhood and how the character of early childhood develops after using fairy tales. Location This research was carried out at RA Arafah, in the 2023/2024 academic year in the even semester. Early childhood education is the key to shaping children's personalities and preparing them for the next level of school. Therefore, children's education must start from an early age, including for the formation of children's character, because the most important thing in a child's development is the child's character. This research uses a qualitative type of research with the research subjects being school principals, teachers and students. Data collection tools used in this research are observation, interviews and documentation.The research results obtained by researchers were by using storytelling media or telling Fable to children as a learning tool to shape children's characters. This can be seen from the results of children's development after implementing the learning method through Fable in the classroom, then in implementing Fable you must also have techniques such as storytelling places, sitting positions, fairy tale language, teacher intonation, display of emotions, avoiding spontaneous words and ending Fable. This aims to be a supporting factor in developing the character of early childhood students. Then, after everything is implemented, the children begin to receive moral messages and stimulate a sense of responsibility in children, further increasing religious values, hard work, mutual help, cooperation and mutual cooperation at Ra Arafah. So that everything is applied to students using the fairy tale method as well as character building for young children. In this way, children will become more educated in the future because the use of Fable is very effective in character building and in the future can improve the morals and ethics of early childhood at RA Arafah.
Pengaruh Metode Bercerita Pada Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: The Effect of Storytelling Method on Early Childhood Language Development Wahyuni , Annisa; Hasanah, Nur
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 3 No. 1 (2023): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v3i1.1255

Abstract

The development of children's language through the linguistic method is the development of children in managing words effectively orally and in writing. The goal is to communicate knowledge and help children to interact with peers and their social environment. The method of telling is one of the efforts in developing language at an early age. For this reason, starting in this research is how to develop early language through the storytelling method, how to develop early language through the storytelling method to answer problems using qualitative descriptive research. The research subjects were teachers and students, data collection techniques, observations, interviews and documentation, the results of the research were developments that had developed for early childhood language development, in the implementation it was optimal in using the storytelling method. Qualitative data analysis is inductive, namely an analysis based on data obtained and developed.