Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGOLAHAN JAGUNG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN KELUARGA PETANI DI DESA SUMBERKEREP Yulia Ayu Nastiti; Andi Rahmad Rahim; Sukaris Sukaris; Widiharti Widiharti
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 4 (2023): DedikasiMU Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i4.6775

Abstract

Komoditas jagung merupakan Hasil pertanian unggulan di Indonesia, salah satunya di Desa Sumberkerep. Namun jagung belum dimaksimalkan pemanfaatannya oleh masyarakat desa setempat. Jagung yang dijual mentah kepada tengkulak seringkali dihargai dengan sangat murah dan tidak adanya pengolahan lebih lanjut membuat nilai jual jagung menjadi rendah sehingga perekonomian di Desa sumberkerep juga kurang maksimal. Tujuan dari artikel ini adalah mendeskripsikan kegiatan diversifikasi komoditas jagung mulai pada tahap pengolahan sampai cara memasarkan hasil pengolahan jagung. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2023 di Balai desa Sumberkerep melalui kegiatan KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik, dengan dihadiri 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat. Secara umum kegiatan ini meliputi pengelolaan jagung menjadi es jagung, serta bagaimana cara pemasaran produk. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan hasil pertanian jagung yang merupakan salah satu komoditas yang unggul di desa Sumberkerep dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut mendapatkan tanggapan yang cukup positif dari masyarakat terutama istri para petani dan para pelaku umkm, karena bagi mereka inovasi kreatif ini sangat menarik untuk di kembangkan dan selanjutnya bisa diberikan tindak lanjut.
The Influence of Peer Group Education on The Quality of Life of Elderly with Hypertension Putri Malinda Istifani; Widiharti Widiharti; Ervi Suminar; Diah Jerita Eka Sari
Journal of Ners and Midwifery Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v11i1.ART.p075-080

Abstract

Hypertension is a prevalent issue commonly encountered among the aged population, which can significantly impact their overall quality of life. Peer Group Education might be considered as a viable approach to enhancing the overall well-being and quality of life among the aged population. Peer group education refers to the systematic dissemination of education and knowledge to cohorts of individuals who perceive themselves to share commonalities in terms of age, mindset, hobbies, or other relevant attributes with their peers. The objective of this study was to examine the impact of Peer Group Education on the quality of life among elderly individuals diagnosed with hypertension. The research employed a purposive sampling technique, targeting a population of 42 individuals residing in Palebon Duduksampeyan Village. The final sample size consisted of 38 participants. The independent factors were measured using a Standard Operating Procedure (SOP), whereas the dependent variable was assessed by a questionnaire on quality of life. Before peer group education, 36.8% of elderly individuals with hypertension reported a moderately bad quality of life; after peer group education, nearly 81.6% reported a reasonably excellent quality of life. These findings related to the impact of peer group education on the quality of life of elderly people with hypertension. The Wilcoxon ranks test was utilized to assess the impact of peer group education on the quality of life among senior individuals with hypertension. The resultant p-value was 0.008, with a significance level (α) of 0.05. The quality of life of older individuals residing in Palebon Village, Ponkesdes, is impacted by the presence of hypertension.
The impact of structured self-management interventions on stroke patients' quality of life Widiharti Widiharti; Diah Jerita Eka Sari
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 22 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.4266

Abstract

Stroke causes long-term physical, psychological, and social disability that lowers quality of life. This study evaluated the effectiveness of structured self-management interventions in improves quality of life among stroke patients. In a one-group pretest–posttest design, 50 purposively sampled stroke patients completed a six-week self-management program including health education, individualized goal setting, self-monitoring, and guided support. Quality of life was measured before and after the intervention using the Stroke-Specific Quality of Life (SS-QoL) instrument. The total SS-QoL score was used for statistical analysis, while quality of life categories were used only for descriptive interpretation. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test because the paired pretest and posttest total scores were not normally distributed. The results showed a significant increase in total SS-QoL scores after the intervention (p < 0.001). Descriptively, before the intervention, most participants were in the poor and very poor quality of life categories, whereas after the intervention most participants shifted to the good and very good categories. The largest gains were seen in physical function, independence in daily activities, and reductions in emotional distress. A six-week self-management intervention produced significant, clinically meaningful improvements in quality of life among these stroke patients. Integrating structured self-management into routine poststroke care may enhance recovery; randomized trials and longer follow-up are recommended to confirm these findings.
Hubungan PHBS dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Scabies pada Santri Mahfirotul Lailia Nur Janah; Ervi Suminar; Widiharti Widiharti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.146

Abstract

Scabies penyakit kulit yang bisa menyerang manusia di lingkungan kurang sehat dan bisa terjadi karena kepadatan hunian yang tinggi. Pondok Pesantren tempat yang terjadi penularan Scabies. Scabies ditandai kulit gatal didaerah sela-sela jari dan lipatan tubuh. Pencegahan Scabies yang dilakukan yaitu menjaga kebersihan lingkungan. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan PHBS dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Scabies Pada Santri di Pondok Pesantren An-Nuriyah Benjeng Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan Cross-secsional yang dilakukan meninjau variabel independen dan variabel dependen, populasi sejumlah 117 santri yang diamati pada waktu yang sama. Teknik random sampling sejumlah 90 santri. Instrumen dengan kuesioner PHBS dan observasi kepadatan hunian dan kejadian Scabies. Analisa data uji Chi-Square. Hasil analisis korelasi Chi-Square PHBS dengan kejadian Scabies, nilai p sebesar 0,013 < α. Maka terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis dari kepadatan hunian dengan kejadian Scabies tidak terbaca korelasinya, tetapi berdasarkan teori dan data terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut. Terdapat hubungan PHBS dan kepadatan hunian dengan kejadian Scabies pada santri di Pondok Pesantren An-Nuriyah Benjeng Gresik. Jika PHBS diterapkan dengan baik, risiko terjadinya Scabies dapat berkurang.
Analisis Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Di Desa Sembayat Deny Ventura; Diah Fauzia Zuhroh; Widiharti Widiharti; Diah Jerita Eka Sari
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.327

Abstract

Latar Belakang: Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan keluarga yang telah dimodifikasi. Pemberian MP-ASI yang terlambat dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan zat besi dan bila berlangsung lama akan mengakibatkan gangguan Tumbuh kembang pada bayi. Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi pemberian MP-ASI di Desa Sembayat. Metode: Desain Penelitian menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di Desa Sembayat sebanyak 108 Responden. Sampel yang di ambil sejumlah 44 responden. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji statistic yang digunakan yaitu Uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat faktor yang mendominasi dalam pemberian MP-ASI di Desa Sembayat. Namun terdapat 2 variabel yang mempengaruhi pemberian MP-ASI yaitu untuk variabel pengetahuan p value 0.999 (p<0,05), pada variabel ekonomi diperoleh nilai p value 0.092 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI, Namun tidak ada yang dominan.