Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Meningkatkan keterampilan gerak kata “empi” melalui kombinasi latihan hurdle drill dan imagery karateka lemkari Banjarmasin Baidillah Baidillah; Syamsul Arifin; Mashud Mashud
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16647

Abstract

Berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, bola voli, bola basket, dan karate telah berkembang pesat di Indonesia. Karate merupakan beladiri keras dengan teknik fisik seperti pukulan, tendangan, tangkisan, sabetan, dan elakan. Dalam karate, keterampilan kata sangat penting, terutama kata "Empi" yang membutuhkan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kecepatan yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi latihan fisik hurdle drill dan latihan mental imagery terhadap peningkatan keterampilan gerakan kata "Empi" pada karateka di Lemkari Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model siklus, melibatkan 26 responden dengan rentang usia 5 hingga 20 tahun dan pengalaman latihan 1 hingga 10 tahun. Pada siklus I, hasil pengamatan menunjukkan 57,7% karateka berada dalam kategori bagus, 11,5% dalam kategori dapat diterima, dan 30,8% dalam kategori buruk. Setelah mengikuti latihan kombinasi hurdle drill dan imagery, pada siklus final terdapat peningkatan persentase karateka dalam kategori bagus menjadi 61,5%, dapat diterima menjadi 23,1%, dan buruk menjadi 15,4%. Uji gain menunjukkan peningkatan kategori bagus sebesar 6,5%, kategori dapat diterima sebesar 100%, dan kategori buruk berkurang 50%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi latihan fisik hurdle drill dan latihan mental imagery memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan gerakan kata "Empi" pada karateka, yang dapat membantu mereka mencapai tingkat keunggulan dalam karate.
ANALISIS KUALITAS GURU PENDIDIKAN JASMANI DITINJAU DARI KOMPETENSI PROFESIONAL PADA MTsN 4 HULU SUNGAI TENGAH Muhammad Riskiansyah; Herita Warni; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 1 No 1 (2020): Volume 1 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v1i1.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kompetensi profesional guru pendidikan jasmani pada MTsN 4 Hulu Sungai Tengah. Metode yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertuju guru pendidikan jasmani pada MTsN 4 Hulu Sungai Tengah. Instrumen yang digunakan berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan lembar penilaian RPP. Berdasarkan pembahasan pada analisis kualitas guru pendidikan jasmani dilihat dari kompetensi profesional peneliti menyimpulkan bahwa kedua subjek pada penelitian ini masih sangat banyak yang harus dipenuhi, sehingga dapat dikatakan bahwa kedua guru pendidikan jasmani pada MTsN 4 Hulu Sungia Tengah tersebut secara kualitas dilihat dari kompetensi profesional dinyatakan tidak terpenuhi sesuai acuan Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI JADWAL DAN ALOKASI WAKTU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR DI KOTA BANJARBARU Luqmanul Hakim; Syamsul Arifin; Tri Irianto
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 1 No 1 (2020): Volume 1 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v1i1.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan sekolah mengenai penetapan jadwal dan alokasi waktu mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sekolah dasar Kota Banjarbaru. Sampel atau subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah sekolah dasar negeri yang bermitra dengan universitas lambung mangkurat di kota Banjarbaru yang berjumlah 7 sekolah. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa dokumentasi dari program semester dan program tahunan mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Pada penelitian ini diketahui bahwa Kebijakan sekolah mengenai penempatan jadwal dan pengalokasian waktu mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada kelas 3 dianggap belum bisa mengakomodir terhadap bagaimana pendidikan jasmani yang sesungguhnya, jadi kebijaksanaan sekolah belum bisa mengatasi masalah yang ada pada mata pelajaran pendidikan jasmani.
RELEVANSI KI DAN KD PADA PROSES PEMBELAJARAN PJOK MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 15 BANJARBARU Muhammad Budhi Rifani; Herita Warni; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v2i1.1050

Abstract

Dalam tujuannya ini penelitian ialah supaya dapat mengetahui Relevansi KI dan KD pada proses pembelajaran PJOK menggunakan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 15 Banjarbaru dengan alokasi di kota Banjarbaru. Penelitian yang dilakukan dengan subjek pendidik pendidikan jasmani. Dalam metode yang dipakai menggunakan tekhnik survei. Dengan menggunakan survei ini agar dapat melihat secara langsung dan juga dapat mengukur tercapainya Relevansi KI dan KD pada proses pembelajaran PJOK menggunakan Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 15 Banjarbaru. Untuk sampelnya ialah pendidik/guru SMP Negeri 15 Banjarbaru yang masih tidak bermitra/bekerja sama dengan ULM. Untuk pengumpulan datanya berupa dokumentasi dan lembar angket kegiatan pendidik yang dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani. Pada penelitian ini didapatkan data perangkat (RPP) untuk pertemuan pertama sebesar 68% yakni pada katagori kuat, untuk data perangkat (RPP) pertemuan kedua sebesar 68% pada katagori kuat, sedangkan untuk data dilapangan untuk pertemuan pertama sebesar 74% yakni pada katagori kuat, lalu untuk data lapangan yang pertemuan kedua sebesar 77% pada katagori kuat, dalam 2 kali pertemuan dengan pendidik pendidikan jasmani. Dapat diketahui bahwa Relevansi KI dan KD pada proses pembelajaran PJOK menggunakan Kurikulum 2013 Di SMP Negeri 15 Banjarbaru adalah baik katagori kuat.
PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI LUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGRI DI KABUPATEN BARITO KUALA Rika Sari Nuuryanti; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v3i1.1491

Abstract

Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik menggunakan waktu luangnya untuk 1. Kegiatan Santai (Relaxation Activity) dengan persentase sebesar 44,67% (sering), 37,49% (kadang-kadang), 12,17% (pernah) dan 5,65% (tidak pernah), 2. Kegiatan Hiburan (Entertaiment Activity) dengan persentase sebesar 23,16% (sering), 47,63% (kadang-kadang), 12,82% (pernah) dan 17,08% (tidak pernah), serta 3. Kegiatan Pengembangan Diri (Personal Development Activity) dengan persentase sebesar 16,58% (sering), 27,57% (kadang-kadang), 21,42% (pernah), dan 34,42% (tidak pernah). Dari hasil penelitian di atas di ketahui bahwa penggunaan waktu luang peserta didik SMP Negeri Kabupaten Barito Kuala termasuk sedang. Pemanfaatan waktu luang untuk aktivitas fisik termasuk tinggi dengan persentase sebesar 41% dengan kegiatan bersepeda/gowes dan bermain bulutangkis. Serta minat peserta didik dalam mengembangkan kemampuan diri tergolong rendah dengan persentase sebesar 36%. Hal ini terjadi akibat lebih dari 2 tahun mengalami pandemi covid-19 yang mengharuskan peserta didik stay at home sehingga mereka mengalami kurang gerak jika di biarkan terus menerus maka akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisik peserta didik.
PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI LUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Gita Miati; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 3 No 3 (2022): Volume 3 Nomor 3, September 2022
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v3i3.1525

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kegiatan peserta didik yang dilakukan diluar jam sekolah Menggunakan penelitian deskriptif kuntitatif, pengumpulan data menggunakan angket kepada siswa di sekolah menengah pertama. Sampel iyalah peserta didik kelas 7, 8, 9 di 14 SMP di kabupaten hulu sungai tengah yang berjumlah 867 peserta didik bedasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung saat penelitian. Data yang di dapat hasil aktivitas fisik berada pada kategori sedang. Jenis kegiatan yang di lakukan: 1. Bersantai yaitu mencuuci piring dan baju. 2. Hiburan seperti bermain main game. 3. Kegiatan perkembangan diri.
PEMANFAATAN WAKTU LUANG DILUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN TABALONG Fahroni Abdillah; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 3 No 3 (2022): Volume 3 Nomor 3, September 2022
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v3i3.1526

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian ini adalah survey menggunakan metode ex-pose facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas 7,8,9 di 16 SMPN yang berada di Kabupaten Tabalong. Sample dalam penelitian sebanyak 1.484 peserta didik dengan teknik sampling purposive. Kriteria dalam penentuan sample dalam penelitian ini adalah yang mengisi angket sejumlah 1.484 peserta didik karena mempertimbangkan situasi dan kondisi saat penelitian berlangsung, keterbatasan perangkat android yang dimiliki peserta didik, durasi penelitian, jarak tempat penelitian dan menyesuaikan jadwal di sekolah tempat penelitian. Berdasarkan dari data hasil penelitian dan pembahasan dari bab terdahulu pemanfaatan waktu luang peserta didik diluar jam sekolah di 23 sekolah SMPN di Kabupaten Tabalong, Aktivitas Fisik peserta didik berada pada tingkat tinggi dengan persentase 34%(506 orang).Aktivitas paling banyak dilakukan yaitu olahraga mandiri bersepeda/gowes dan paling sedikit adalah beladiri Aktivitas Gerak peserta didik yang dilakukan pada waktu luang yaitu kegiatan membantu orang tua belanja kebutuhan pokok dan paling sedikit mengikuti kegiatan di masyarakat.Minat peserta didik berada pada tingkat Rendah dengan persentase terbanyak 40% (587 orang).
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC JUMP TO BOX TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PEMAIN BOLA VOLI PUTRA KABUPATEN TAPIN Fryda Wulandari; Syamsul Arifin; Perdinanto Perdinanto
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 4 No 1 (2023): Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v4i1.1926

Abstract

Dimana tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh latihan plyometric jump to box pada pemain bola voli putra Kabupaten Tapin terhadap daya ledak otot tungkai Kabupaten Tapin. Studi ini menggunakan metodologi eksperimental, merawat peserta selama 16 sesi dengan latihan plyometric jump to box, dengan sesi yang terjadi tiga kali per minggu. Satu kelompok pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan penelitian pra-eksperimental. Dalam penelitian ini diambil populasi sebanyak 15 pemain bola voli putra kabupaten Tapin. Ada 9 peserta dalam sampel penelitian. Strategi pengambilan sampel yang bertujuan digunakan untuk mengambil sampel sambil mempertimbangkan beberapa faktor. Kemudian diberikan tes lompat vertikal setelah 16 kali pertemuan. Hasil penelitian : Daya ledak otot tungkai pemain bolavoli putra Kabupaten Tapin mengalami peningkatan setelah melakukan lompat plyometrik ke kotak sesuai dengan t hitung (3,445) > t tabel (2,364) dan nilai signifikansi (0,009). (0,05). Latihan plyometric jump to box, yang dimulai dengan gerakan melompat ke depan dan mendarat di atas kotak, meningkatkan kekuatan ledakan otot kaki.
Perancangan program latihan beladiri sambo di Wilayah Pesisir Kalimantan Selatan Syamsul Arifin; Norma Anggara; Hernawan Hernawan; Endang Pratiwi; Devi Catur Winata
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditemukan adalah belum pernah ada pemberian program latihan beladiri sambo di wilayah pesisir. Kemudian Jauhnya jarak / jangkauan tempat latihan, minimnya sarana latihan. Kemudian solusi yang akan ditawarkan untuk berkolaboratif dengan mitra untuk membuat tempat latihan serta menyusun program latihan sederhana dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar serta sekaligus menjaring bibit atlet yang ada di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan ini metode yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi kegiatan di Kabupaten Tanah Laut yang langsung berfokus pada mitra PGSI dan PERSAMBI Kab Tanah Laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk implementasi yang akan dilaksanakan kepada mitra dimana mereka sangat memerlukan tenaga ahli dari berbagai bidang, baik pengelolaan, teknik, serta pengembangan tempat latihan. Sasaran yang akan digunakan tempat pengembangan latihan ini nantinya merupakan wilayah pesisir yang bebas tidak mengganggu tanaman, ataupun aktifitas lainnya di sekitar pemukiman warga. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini hasil tindak lanjut dari penelitian mahasiswa sebelumnya terkait dengan pendukung prestasi atlet. Dimana tidak hanya atlet yang diberikan motivasi hingga strategi berlatih, tetapi juga pelatih pun perlu membangun koordinasi terhadap pencapaian prestasi baik dari kondisi fisik, hingga program latihan yang juga harus dijalankan sesuai dengan teori yang dibangun sebelumnya.
HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, FASILITAS KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MUARA LAUNG Syamsul Arifin; Abdur Rahman; Ruslan Muhyi; Andini Octaviana Putri; Hadianor Hadianor
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7343

Abstract

ABSTRAK  Angka kontak di Puskesmas Muara Laung adalah sebesar 17,35% atau terendah dari empat Puskesmas di Kabupaten Murung Raya yang menerapkan sistem Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, tingkat pendidikan, fasilitas dengan kepuasan pasien. Rancangan penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepuasan (nilai p = 0,030; OR = 2,674), terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepuasan pasien (nilai p = 0,0001; OR = 9,211), serta ada hubungan antara fasilitas dengan kepuasan pasien (nilai p = 0,0001; OR = 14,885). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, tingkat pendidikan, fasilitas dengan kepuasan pasien di Puskesmas Muara Laung. Kata-kata kunci: Usia, tingkat pendidikan, fasilitas, kepuasan  ABSTRACT The contact rate at the Muara Laung Health Center is 17.35% or the lowest of the four Public Health Centers in the Regency of Murung Raya that applies the Commitment-Based Capitation system. The purpose of this study was to determine the relationship of age, education level, facilities with patient satisfaction. Analytic observational research design, with cross sectional approach. Community research subjects who have received health services with a sample of 100 people. The sampling technique uses purposive sampling. Data analysis was performed using chi-square with a degree of confidence of 95%. The results showed that there was a significant relationship between age and satisfaction (p = 0.030; OR = 2.674), there was a relationship between education level and patient satisfaction (p = 0.0001; OR = 9.211), and there was a relationship between facilities with patient satisfaction (p = 0.0001; OR = 14.885). Based on this it can be concluded that there is a relationship between age, level of education, facilities and patient satisfaction at the Muara Laung Health Center. Keywords: Age, education level, facilities, satisfaction