Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Paradigmatic and Syntagmatic Relations in the Qur’an: A Structural-Semiotic Reading of Qur’anic Human Creation Verses Ubaidillah Ubaidillah; Bambang Hariyanto; Amin Nasir; Samsul Anam; Ghazali Zainuddin; Siti Rosilawati Ramlan
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 24 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v24i1.1505

Abstract

This article examines the phases of human creation in the Qur'an through Ferdinand de Saussure's structural linguistic framework, with particular attention to paradigmatic (lexical selection) and syntagmatic (sequential arrangement) relations operative in key verses: QS al-Mu'minūn [23]:12–14, al-Ḥajj [22]:5, as-Sajdah [32]:7–9, and al-Insān [76]:2. Employing a qualitative descriptive method with content analysis, the study draws on primary data comprising Qur'anic texts and secondary data from classical and contemporary exegetical works. The analysis demonstrates that lexical variations, including ṭīn (clay), turāb (soil), sulālah (essence of earth), and nuṭfah (seminal fluid), constitute a system of paradigmatic oppositions that encodes a graduated ontological progression from material origin to spiritual endowment. Syntagmatic relations, realized through conjunctions such as ṡumma and fa, organize these stages into a coherent narrative sequence that moves from physical formation to the bestowal of cognitive and spiritual faculties. Accordingly, the language of the Qur'an functions not merely to describe biological processes but to construct a conceptual framework through which human identity, origin, and existential purpose are discursively represented. This study concludes that the Qur'anic linguistic structure constitutes a theologically organized semiotic system in which lexical selection and syntagmatic patterning jointly produce a layered discourse of human existence — one that integrates the material, biological, spiritual, and cognitive dimensions of personhood within a unified sign system.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Know Want Learn Dalam Pembelajaran Mengidentifikasi Alur Cerita Dan Konflik Teks Drama Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Buay Sandang Aji Oku Selatan Ratih Utami Ramadhaniati; Dewi Lestari; Darningwati; Samsul Anam
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v2i3.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Buay Sandang Aji OKU Selatan dalam pembelajaran mengidentifikasi alur cerita dan konflik teks drama sebelum dan setelah menggunakan strategi pembelajaran Know Want Learn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes tertulis berbentuk objektif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif menggunakan rumus uji t.. Berdasarkan hasil analisis data tes pada pretest menunjukan bahwa siswa sebanyak 9 orang siswa (30%) termasuk kategori tuntas. Sebanyak 27 orang siswa (90%) termasuk kategori tidak tuntas dengan nilai rata-rata siswa mencapai 58,67%. Selanjutnya, pada posttest menunjukan sebanyak 21 orang siswa (70%) termasuk kategori tuntas. Sebanyak 9 orang siswa (10%) termasuk kategori tidak tuntas dengan nilai rata-rata siswa mencapai 78,33%. Berdasarkan hasil analisis uji t dapat diketahui thitung sebesar 9,10, jika dibandingkan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan df 29 yaitu 2,04. Hal ini, menunjukan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (9,10 > 2,04). Artinya, Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Know Want Learn efektif digunakan dalam pembelajaran mengidentifikasi alur cerita dan konflik teks drama siswa kelas XI SMA Negeri 1 Buay Sandang Aji OKU Selatan.