Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) di SD Negeri Gandekan Surakarta Trio Adi Novit; Anggit Grahito Wicaksono; Jumanto Jumanto
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.478

Abstract

Pendidikan di era sekarang sedang menghadapi proses pembelajaran pada Abad 21 yang mengharuskan peseta didik memiliki kemampuan 4C (Critical Thinking, Communication, and Creativity). Kunci keberhasilan pembelajaran, salah satunya yaitu implementasi model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan aktif membentuk keterampilan berpikirnya. Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Gandekan Surakarta, ditemukan beberapa peserta didik yang pasif dan kurang percaya diri saat berdiskusi. Pembelajaran menggunakan model PBL (Problem Based Learning) menjadi langkah yang diimplementasikan guru dalam menghadapi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis implementasi model pembelajaran PBL dalam Pembelajaran IPAS di SD Negeri Gandekan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik, metode kualitatif, dan jenis deskriptif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Gandekan Surakarta pada bulan November 2024 hingga bulan Juni 2025.  Guru kelas IV dan peserta didik kelas IV SD Negeri Gandekan Surakarta menjadi subjek dalam penelitian ini. Objek penelitian ini yaitu implementasi model pembelajaran PBL dalam pembelajaran IPAS. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumen. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik untuk mengecek data dari sumber yang sama dengan teknik berbeda. Teknik analisis data dalam penelitian ini dikemukakan Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, data penyajian data, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model pembelajaran PBL  pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Gandekan Surakarta, dilaksanakan sesuai sintaks model pembelajaran PBL, yaitu mengorientasikan masalah pada peserta didik, mengorganisir peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Namun masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya seperti keterbatasan waktu, keaktifan pembelajaran, dan beberapa tantangan lainya. Harapanya penelitian ini dapat menjadi manfaat bagi guru sekolah dasar dalam menentukan model pembelajaran yang tepat, dan menjadikan referensi bagi penelitian berikutnya.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SURAKARTA DALAM PENYUSUNAN MODUL PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) Elinda Rizkasari; Jumanto Jumanto; Viera Nur Khalifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42930

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di setiap jenjang Pendidikan diberlakukan secara bertahap. Pada tahun 2024 merupakan tahun terakhir Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi menyelenggarakan evaluasi terkait pelaksanaan Kurikulum Merdeka dimana dari hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan perbaikan sehingga Kurikulum Merdeka pada akhir tahun 2024 ditetapkan menjadi Kurikulum Nasional. Pengabdian ini bertujuan khusus untuk: memberikan pendampingan dalam penyusunan modul P5 pada Kurikulum Merdeka di SD Kota Surakarta. Urgensi pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada guru sekolah dasar di wilayah Surakarta dalam penyusunan modul P5 Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan menjadi Kurikulum Nasional. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pendampingan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelatihan, serta tahap evaluasi akhir. Target yang diharapkan peserta berasal dari perwakilan guru sekoilah dasar sekolah mitra di wilayah Kota Surakarta dan nantinya mampu membuat modul P5. Hasil analisis tanggapan guru terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa materi pelatihan penyusunan modul ajar berbasis P5 di Era Kurikulum Merdeka sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka. Guru merasakan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Development of IPAS Teaching Materials with the RADEC Model Based on Metacognitive Strategies to Enhance Critical and Creative Thinking Skills of Elementary School Students Jumanto Jumanto; Udin Syaefudin Sa'Ud; Wahyu Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 3 (2024): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i3.7010

Abstract

The purpose of this study is to develop IPAS teaching materials using the RADEC model based on metacognitive strategies to enhance critical and creative thinking skills among elementary school students. The research follows the Research & Development approach with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The study involves 84 elementary school students in Surakarta. Data were collected through literature review, expert validation, pretests and posttests, observations, interviews, and documentation. Validation results confirmed that the developed book is valid and suitable for use in terms of content, language, and presentation. A paired sample T-test was conducted on the pretest and posttest results of critical and creative thinking skills for 84 student respondents. The t-test results indicated a significance value of 0.00<0.05 for both pretest and posttest scores of critical thinking skills and creative thinking skills. This suggests a significant difference in the average scores between the pretest and posttest, indicating the influence of the developed book on critical and creative thinking skills. The NGain test results for pretest and posttest scores of critical thinking skills were 70.9252, and for creative thinking skills, it was 70.9284. With these values, it can be concluded that the developed book falls into the category of being sufficiently effective in influencing the critical and creative thinking skills of students
Transformasi Kompetensi Pedagogik Guru melalui Pelatihan Deep Learning dan Strategi Meaningful Learning Anggit Grahito Wicaksono; Jumanto Jumanto; Viera Nur Khalifah; Bertha Wikara
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.780

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat dominasi hafalan dalam pembelajaran konvensional, ditambah terbatasnya kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran, dimana pemahaman Deep Learning guru rendah dan integrasi elemen Meaningful Learning sulit dilakukan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru Sekolah Dasar dalam menerapkan pendekatan Deep Learning pada elemen Meaningful Learning melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning dan kesulitan dalam mengintegrasikan elemen Meaningful Learning dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap: persiapan, sosialisasi, pelatihan intensif, dan evaluasi, dengan melibatkan 35 guru dari tiga sekolah dasar. Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep Deep Learning, workshop pengembangan modul ajar, dan pendampingan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual guru dengan kenaikan skor rata-rata dari 74,13 menjadi 91,73 (23,74%), serta 80% peserta berhasil menyusun modul ajar berbasis Meaningful Learning. Tanggapan peserta sangat positif dengan dominasi ekspresi kepuasan (27,3%) dan harapan keberlanjutan (25,5%). Simpulan program menunjukkan bahwa model pelatihan terstruktur dengan pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan menciptakan dampak transformatif pada praktik pembelajaran. Program ini merekomendasikan perluasan model serupa untuk pengembangan profesional guru yang berkelanjutan.