Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN VISUAL BRANDING AGRO-EDU WISATA DESA DATARAN KEMPAS SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PROMOSI PARIWISATA Ulfa Khaira; Indra Weni; Edi Saputra; Zainil Abidin; Yolla Noverina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2295

Abstract

Dataran Kempas Village has a lot of potential in agriculture so it has the opportunity to be developed into agro-edu tourism. Currently, Dataran Kempas Village together with farmer groups are pioneering a self-help agricultural and rural training center, namely an educational tourism area and applied technology, integrated tourism agro-education in rural areas. The image of Dataran Kempas Village as an agro-educational tourism destination is not yet very popular, and there is no visual identity that portrays Dataran Kempas village as a village that has agro-education potential. In this community service, training related to visual branding is carried out as a strategy to strengthen tourism promotion, making Agro-Edu Wisata logo designs, stationary sets, and merchandise. This Community Service (PPM) implementation activity was carried out in 2 activity sessions. The first session was a discussion with village officials and farmer groups on ideas to strengthen tourism promotion through visual branding. The second session will include training in creating attractive visual content designs for social media using simple applications. The result of this activity is the existence of a visual branding identity owned by partners such as the logo design of the Agro-Edu Wisata Desa Dataran Kempas, stationary sets, and merchandise as an effort to strengthen the brand image. From visual content design training using the Photoroom and Canva applications, managers of farmer groups and youth organizations are able to edit product photos to become more attractive and be able to create product promotion designs for social media. Desa Dataran Kempas memiliki banyak potensi di bidang pertanian sehingga berpeluang untuk dikembangkan menjadi agro-edu wisata. Saat ini Desa Dataran Kempas bersama kelompok tani sedang merintis pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya yaitu kawasan wisata pendidikan dan teknologi terapan, agro edukasi wisata terpadu dalam kawasan pedesaan. Citra Desa Dataran Kempas sebagai destinasi agro-edu wisata belum begitu populer, serta belum adanya identitas visual yang mencitrakan desa Dataran Kempas sebagai desa yang memiliki potensi agro-edu wisata. Pada pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan terkait visual branding sebagai strategi penguatan promosi wisata, pembuatan desain logo Agro-Edu Wisata, stationary set, dan merchandise. Kegiatan pelaksanaan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan dalam 2 sesi kegiatan. Sesi pertama dilakukan diskusi bersama perangkat desa dan kelompok tani mengenai gagasan untuk menguatkan promosi wisata melalui visual branding. Sesi kedua akan dilakukan pelatihan membuat desain konten visual yang menarik untuk media sosial dengan menggunakan aplikasi sederhana. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya identitas visual branding yang dimiliki oleh mitra seperti desain logo Agro-Edu Wisata Desa Dataran Kempas, stationary set, dan merchandise sebagai upaya penguatan brand image. Dari pelatihan desain konten visual menggunakan aplikasi Photoroom dan Canva, pengelola kelompok tani dan karang taruna mampu melakukan editing foto produk menjadi lebih menarik serta mampu membuat desain promosi produk untuk media sosial.
Pembuatan Konten dan Digital Marketing sebagai Upaya Peningkatan Pemasaran Produk UMKM Kecamatan Danau Teluk Ulfa Khaira; Tri Suratno; Yolla Noverina; Zainil Abidin; Benedika Ferdian Hutabarat
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i2.3237

Abstract

Kerupuk ikan Mursida dan kelompok usaha bersama (KUB) Mayang Mangurai merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Jambi tepatnya di Kecamatan Danau Teluk. Kedua UMKM memiliki kendala jangkauan pemasaran produk yang masih sebatas ruang lingkup Kota Jambi, belum memiliki media sosial sebagai media promosi produk, dan belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam membuat konten iklan digital marketing. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini melakukan upaya untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM tersebut melalui pelatihan digital marketing, pembuatan konten iklan, perbaikan desain label dan kemasan produk. Kegiatan PPM ini diikuti oleh 10 orang peserta yang berasal dari kedua UMKM tersebut dan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yaitu pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya desain label produk dan kemasan yang telah diperbarui, video iklan digital, serta keterampilan mitra dalam membuat konten digital marketing. Realisasi ketercapaian dari kegiatan knowledge sharing digital marketing adalah 82%, memiliki desain label kemasan adalah 100%, dan membuat konten iklan digital adalah 90%.
Analisis Penerimaan Aplikasi Mova Sebagai Aplikasi Cashback Digital Menggunakan Metode Mobile Technology Acceptance Model (MTAM) Febby Lutvianita; Muh Subhan; Yolla Noverina
EXPERT: Jurnal Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Vol 16, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/expert.v16i1.4916

Abstract

Aplikasi cashback  digital Mova merupakan platform fintech mobile yang memberikan keuntungan berupa cashback  dari transaksi belanja online dari ecommerce. Tujuan penelitian ini berupa menelaah sejumlah faktor yang memberikan pengaruh pada penerimaan pengguna aplikasi cashback digital Mova di Indonesia yang mengaplikasikan pendekatan Mobile Technology Acceptance Model (MTAM) dengan metode kuantitatif dan 145 responden, melalui analisis yang mengaplikasikan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Variabel yang digunakan meliputi Mobile Usefulness, Mobile Ease of Use, Mobile Perceived Financial Resource, Mobile Perceived Compatibility, Mobile Perceived Trust, dan Mobile Perceived Security Risk terhadap Behavioral Intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Usefulness, Mobile Ease of Use, Mobile Perceived Compatibility, Mobile Perceived Trust, dan Mobile Perceived Security Risk berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention, sedangkan Mobile Perceived Financial Resource tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention karena pengguna lebih menekankan manfaat, kemudahan, kesesuaian, serta rasa aman dalam penggunaan aplikasi dibandingkan kondisi finansial pribadi. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi variabel finansial, kepercayaan, dan risiko keamanan dalam model MTAM pada konteks aplikasi cashback digital di Indonesia yang masih terbatas dikaji, sedangkan implikasi praktisnya menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengguna dan keberlanjutan aplikasi Mova perlu difokuskan pada penguatan manfaat, kemudahan penggunaan, kesesuaian layanan, serta aspek keamanan dan kepercayaan untuk mendorong penggunaan berkelanjutan
Pemanfaatan Sistem Presensi Online untuk Peningkatan Kinerja Pegawai Klinik Muhammad Razi; Tri Suratno; Benedika Ferdian Hutabarat; Dedy Setiawan; Dewi Lestari; Yolla Noverina; Willy Bima Alfajri
Cahaya Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v2i2.244

Abstract

This community service activity was implemented at Praktek Dokter Pattimura, which has three branches in Jambi City. The main issue faced by the partner was the manual employee attendance system using physical books or unconnected fingerprint devices, leading to slow, inaccurate, and high-risk data loss records, making it difficult for management to monitor employee discipline. This condition increased the administrative burden and hindered the effectiveness of human resource management. The solution offered was the development of a digital attendance application based on web and mobile platforms. This system utilizes face recognition technology for identity verification and GPS integration to ensure attendance can only be done within the clinic area. The system includes a mobile application for daily employee attendance and a web dashboard for owners and administrators to monitor real-time presence data. This solution makes the attendance recording process faster, more accurate, transparent, and integrated, thereby encouraging increased employee discipline and clinic management effectiveness. The implementation was carried out through the Prototype model, including coordination, system development, training, and continuous assistance.
Evaluasi Usability pada Aplikasi My Yamaha Motor Menggunakan Metode Usability Testing dan USE Questionnaire (UQ) Tasia Maidi Saputri; Reni Aryani; Yolla Noverina
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1278

Abstract

Aplikasi My Yamaha Motor berperan sebagai media digital pendukung layanan purna jual bagi pengguna kendaraan Yamaha. Namun, masih ditemukan sejumlah kendala yang memengaruhi kualitas pengalaman pengguna, khususnya pada aspek usability. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability aplikasi My Yamaha Motor serta menguji efektivitas perbaikan antarmuka yang direkomendasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah usability testing dengan task scenario dan USE Questionnaire. Pengujian awal dilakukan kepada pengguna baru untuk mengukur aspek learnability, efficiency, dan error, serta dilengkapi dengan wawancara guna mengidentifikasi permasalahan utama antarmuka. Hasil evaluasi awal menunjukkan nilai learnability sebesar 70%, efficiency sebesar 0,038 goals/s, error rate sebesar 51%, serta skor USE sebesar 64,18% yang berada pada kategori “baik”, namun masih menunjukkan berbagai keterbatasan antarmuka. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan perancangan prototype perbaikan antarmuka dengan mengacu pada prinsip Eight Golden Rules. Pengujian lanjutan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek usability, dengan learnability meningkat menjadi 86%, efficiency menjadi 0,111 goals/s, error rate menurun menjadi 20%, serta skor USE meningkat menjadi 86,22% dan masuk dalam kategori “sangat baik”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perbaikan antarmuka berbasis prinsip desain usability mampu meningkatkan kualitas pengalaman pengguna aplikasi secara signifikan.   The My Yamaha Motor application serves as a digital platform supporting after-sales services for Yamaha vehicle users. However, several usability issues were identified that affected the overall user experience. This study aims to evaluate the usability level of the My Yamaha Motor application and to examine the effectiveness of the proposed interface improvements. The research employed usability testing using task scenarios and the USE Questionnaire. The initial evaluation involved new users to measure learnability, efficiency, and error rate, supported by interviews to identify major interface problems. The results of the initial evaluation showed a learnability score of 70%, efficiency of 0.038 goals/s, an error rate of 51%, and an overall USE score of 64.18%, categorized as “good” but indicating notable interface limitations. Based on these findings, an improved interface prototype was designed using the Eight Golden Rules of interface design. Follow-up testing demonstrated significant improvements across all usability aspects, with learnability increasing to 86%, efficiency rising to 0.111 goals/s, error rate decreasing to 20%, and the overall USE score improving to 86.22%, classified as “very good.” These findings confirm that usability-based interface redesign can significantly enhance user experience and overall application usability.  
ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PENGGUNA WEBSITE TRACER STUD DENGAN PENDEKATAN METODE TAM DAN KEPERCATAAN (TRUST) : STUDY KASUS ALUMNI Ani Karina; Dedy Setiawan; Yolla Noverina
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan pengguna website tracer study Universitas Jambi dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi dengan penambahan variabel Trust (Kepercayaan). Model TAM yang digunakan mencakup enam variabel utama, yaitu Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention to Use (BIU), Actual Use (AU), serta Trust (T). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara online kepada alumni Universitas Jambi periode 114 dan 115 dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness dan Attitude Toward Using. Selanjutnya, variabel Perceived Usefulness memiliki pengaruh signifikan terhadap Attitude Toward Using dan Actual Use. Variabel Trust berpengaruh positif terhadap Attitude Toward Using, sementara Attitude Toward Using berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention to Use. Selain itu, Behavioral Intention to Use terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Actual Use. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa tingkat keberhasilan penggunaan website tracer study dipengaruhi oleh persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, kepercayaan, serta sikap dan niat alumni dalam memanfaatkan sistem. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Universitas Jambi dalam meningkatkan kualitas layanan tracer study untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU 1).
Pengaruh Kesadaran Privasi Data Terhadap Perilaku Pemain Gacha Games Online Muhammad Arif Firdaus; Tri Suratno; Yolla Noverina
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v7i2.4540

Abstract

Game gacha merupakan pendekatan penjualan khusus, di mana penjual menjual gacha pull kepada pembeli, saat ini terdapat dua judul game yang sedang populer dimainkan yaitu Genshin Impact dan Wuthering Waves. Namun, di balik kesuksesannya, muncul berbagai masalah, salah satu yang menjadi permasalahan dalam perkembangan game-game ini adalah permasalahan terkait privasi data. Menggunakan Security Belief Model yang mana dapat memberikan kerangka kerja yang kuat dalam memahami perilaku pengguna online terkait Privasi data dan keamanan Privasi data. Hasil PLS-SEM menunjukkan Security Awareness (SA) signifikan memengaruhi Self-Efficacy in Information Security(SEIS) dan Perceived Security Threat (PT). Kesadaran akan bahaya mendorong pemain lebih percaya diri dan waspada. SEIS signifikan memengaruhi Expectations (EPB). Perceived Security Threat (PT) signifikan memengaruhi Concern for Information Privacy (CIP) dan Security Behavior (SB). Expectations juga signifikan memengaruhi SB. Meskipun CIP tidak signifikan memengaruhi SB, SA memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap SB melalui variabel mediasi yang ada. Ini menunjukkan kesadaran yang tinggi menghasilkan perilaku privasi data yang lebih baik.
Model Penerimaan Sistem E-purchasing: Analisis Peran Kepercayaan dan Keamanan Pengguna Rifki Iskandar; Tri Suratno; Yolla Noverina
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 3: Desember 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i3.3251

Abstract

E-purchasing System Acceptance Model: Analysis of the Role of User Trust and Security. The adoption of local Business-to-Government (B2G) E-purchasing platforms faces challenges, as indicated by a decline in new user registrations. This study aims to analyze the influence of User Trust and Perceived Security on the Behavioral Intention to Use the Parto.id platform, extending the Technology Acceptance Model (TAM). This quantitative study surveyed 100 seller partners in Jambi City. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that Perceived Usefulness and User Trust significantly and positively influence Behavioral Intention to Use. However, Perceived Security was found to have no significant direct effect on user intention. The results highlight that User Trust is a more crucial determinant than Perceived Security in the adoption of B2G E-purchasing systems, suggesting that security is considered a standard prerequisite. Platform providers should prioritize trust-building initiatives to enhance user adoption.Keywords: Technology Acceptance Model; User Trust; Perceived Security; E-purchasing; B2G System.AbstrakModel Penerimaan Sistem E-purchasing: Analisis Peran Kepercayaan dan Keamanan Pengguna. Adopsi platform E-purchasing lokal Business-to-Government (B2G) menghadapi tantangan yang ditunjukkan dengan adanya penurunan jumlah pendaftar pengguna baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan pengguna dan persepsi keamanan terhadap niat perilaku untuk menggunakan platform Parto.id dengan memperluas Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei terhadap 100 mitra penjual di Kota Jambi. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemanfaatan dan kepercayaan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku untuk menggunakan. Namun, persepsi keamanan ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap niat pengguna. Hasil ini menyoroti bahwa kepercayaan pengguna merupakan faktor penentu yang lebih krusial dibandingkan persepsi keamanan dalam adopsi sistem E-purchasing B2G, yang mengindikasikan bahwa keamanan dianggap sebagai prasyarat standar. Penyedia platform harus memprioritaskan inisiatif pembangunan kepercayaan untuk meningkatkan adopsi pengguna.