Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Density and ecological index of nudibranch in Humbolt Bay Water Jayapura City, Papua Province, Indonesia: Indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi nudibranch di perairan Teluk Humbolt, Kota Jayapura, Papua, Indonesia Yunus Pajanjan Paulangan; Agustinus Satrio Supoyo; John Dominggus Kalor
Tropical Fisheries Management Journal Vol 5 No 1 (2021): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i1.34406

Abstract

Nudibranch merupakan avertebrata laut dari filum moluska klas gastropoda subkelas Opisthobranchiata. Nudribanch memiliki banyak manfaaf karena kandungan senyawanya, memiliki keindahan warna yang menarik sebagai objek foto wisata bawah air, dan dapat dimakan serta dapat menjadi salah satu biota indikator kesehatan ekosistem. Penelitian ini untuk mengetahui Kepadatan, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman, dan Indeks Dominansi serta kondisi parameter perairan yang mendukun pertumbuhan dan perkembangan nudibranch di Teluk Humbolt Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan metode Underwater Visual Census (UVC) pada kedalaman 5 m dan 10 m dengan lebar pengamatan 2,5 ke kanan dan ke kiri sepanjang 100 m. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 14 jenis nudibranchia dengan jumlah total 122 individu, dengan dominan jenis yang dijumpai Phyllidiella pustulosa dan Phyllidia varicosa. Kepadatan nudibranch cukup rendah yakni sekitar 0,022-0,036 individu/m2 , Indeks Kenakeragaman tergolong rendah, yakni sekitar 1,228-1,463, Indeks Keseragaman tergolong populasinya sedikit yakni 0,120-0,260 (mendekati 0), serta Indeks Dominansi cukup stabil yakni 0,270-0,402. Berdasarkan data parameter perairan, didapatkan bahwa perairan dan habitat di Teluk Humbolt berada dalam tekanan yang diindikasikan dengan menurunnya kualitas ekosistem, namun masih dalam kondisi normal yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan biota laut khususnya nudibranch.
Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove terhadap Keanekaragaman dan Populasi Perikanan di Teluk Youtefa Kota Jayapura Provinsi Papua John Dominggus Kalor; Kalvin Paiki
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.1.1349

Abstract

The mangrove ecosystem on the coast of Youtefa Bay is very beneficial for the survival of the Indigenous people in Enggros, Tobati and Nafri villages, as well as residents of Jayapura City and its surroundings. The purpose of this study was to calculate the diversity and population of fisheries in a polluted mangrove ecosystem. The research was conducted in the waters of mangrove ecosystem in Youtefa Bay, Jayapura City, Papua. Fish data were collected at 10 locations, using gill nets with a mesh size of 1.5 inches with a length of 150 meters and 2 inches with a length of 150 meters. Physical and chemical parameters of the waters were also measured in each location. Data analysis used the Shannon-Wiener diversity index, dominance index, fish abundance, and fish species composition. This study only found 12 species and 10 fish families, with an abundance of 188 individuals/ hectare living and associated with the waters of mangrove ecosystem. There is a reduction in the level of diversity and abundance of fish in the waters of the mangrove ecosystem in Youtefa Bay, due to damage to the ecosystem, conversion of ecosystems, and pollution that occurs in the decomposition of the mangrove ecosystem. These fishery resources will recover if the mangrove ecosystem is restored by increasing the area of the mangrove ecosystem and controlling waste.
Status Kesehatan dan Uji Spesies Indikator Biologi Ekosistem Mangrove Teluk Yotefa Jayapura John Dominggus Kalor; Lisiard Dimara; Ottouw G. Swabra; Kalvin Paiki
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.1.495

Abstract

This research was conducted to test the mangrove crab of Sesarmidae family as bio-indicator to assess health status of mangrove ecosystem in Youtefa Bay of Jayapura. Conducted since March-August 2017. Conducted in 3 stations namely St. Enggros, St.Tobati, and St. Nafri. Using the quadratic transect method (1x 1 m) and the quadratic transect (10 x 10 m). Data were analyzed using index of diversity, dominance, evenness, abundance, density, simple linear regression and test criteria of indicator species. The result of the research found the level of mangrove diversity in Enggros Station with the value of index 1.9 then Tobati and Nafri Station of 1, 4 with abundant diversity level. The density of mangroves in the three stations is obtained by Enggors: 1455.6 trees / Ha, Naftri: 1477.8 trees / Ha, and Tobati 1033,5 trees / ha with moderate density categories and good ecosystem health conditions. The biological criteria indicator test shows that the Sesarmidae crab meets the six criteria of the indicator species, so that it can be designated as a species indicator of the health status of the ecosystem.
Dampak Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) Bagi Masyarakat Pembudidaya Terhadap Produksi Budidaya Ikan Air Tawar Di Distrik Muara Tami Kota Jayapura Vyona Mantayborbir; John Dominggus Kalor; Ervina Indrayani
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 5, No 2 (2022): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v5i2.2525

Abstract

The Good Fish Cultivation Program (CBIB) is an activity that teaches how cultivating good fish to produce good products. in Muara Tami District, Jayapura City, there is still a very low level of knowledge about CBIB, which affects the level of freshwater fish production. The aim of the research is How to Impact the Cultivator Community's Understanding of Good Fish Cultivation Methods on the Production of Freshwater Fish Cultivation in the Muara Tami District, Jayapura City. This study used a qualitative research method, which took place at the People's Hatchery Unit and Fish Farmers Group in Muara Tami District, Jayapura City. This study uses qualitative research methods, with research locations in the community seed units (UPR) and Pokdakan (fish cultivator groups) in Muara Tami District The results showed that the implementation of the CBIB program in the Muara Tami District, Jayapura City, was not optimal. constraints such as, lack of coaching and supervision. From the results of this study it can be concluded that CBIB has not been able to implemented well because it is influenced by 2 aspects: organizational and interpretation aspects, and application aspect. Recommended to the Department of Maritime Affairs and Fisheries of Jayapura City must make efforts to support the fulfillment of the needs of fish cultivators in the Muara Tami District, Jayapura City in terms of organizational and interpretation aspects, and implementation aspects so that the achievement of production and safety and quality can be improved.
PELATIHAN BUDIDAYA DAUN GATAL KMIWIE ARSO, KABUPATEN KEEROM-PAPUA Yuliana Ruth Yabansabra; Elsye Gunawan; John Dominggus Kalor; Eva Susanty Simaremare; Felycitae Ekalaya Appa; Andre Anusta Barus; Mustika Endah Pratiwi; Claudius Hendraman Tobi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2393

Abstract

Kampung Wubur, Kmiwie berada di Arso II Kabupaten Keerom dimana hutan di daerah Arso banyak ditumbuhi daun gatal yang bermanfaat sebagai obat tradisional sebagai analgesik, antinyeri, anticapek, dan antipegal. Daun gatal banyak terdapat di hutan tetapi sering hanya dibiarkan kering, layu, mati, bahkan dibuang. Padahal nilai dari daun ini sangat besar jika dikembangkan, tidak hanya lembaran daun gatal yang hanya dijual Rp 10 ribu/20 lembar, tetapi produk farmasi jauh lebih mahal. Di sisi lain, daerah ini banyak lahan kosong juga yang hanya ditumbuhi ilalang dan rumput liar. Jika ilmu pengetahuan, teknologi farmasi, dan budidaya daun gatal dapat dikembangkan, maka nilai jual daun gatal bertambah dan perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk membuat produk farmasi dari tanaman gatal (Laportea decumana) dan bagaimana memasarkannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop/ ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, laporan, dan publikasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan pembuatan produk tanaman obat khususnya daun gatal meningkat menjadi 83% dan semua dari peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan mau berbagi ilmu yang diperoleh kepada masyarakat lain
PERAN PAPARAN LASERPUNKTUR TERHADAP PERKEMBANGAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN LELE JANTAN (Clarias sp). Vyona Mantayborbir; John Dominggus Kalor; Ervina Indrayani
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efek laserpunktur pada ikan lele jantan. Dengan asumsi bahwa proses percepatan kematangan gonad/rematurasi pada ikan lele jantan, dapat memperpendek waktu pematangan secara alamiah sebagai indikator untuk bereproduksi. Penelitian eksperimental ini terdiri dari dua perlakuan yaitu kontrol dan perlakuan laserpunktur. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah profil pematangan gonad ikan lele (Clarias sp) dalam 1 bulan setelah dipapar dengan laserpunktur di titik reproduksi. Hasil yang diperoleh yaitu ikan lele jantan yang mencapai tingkat kematagan gonad tertinggi adalah  ikan lele yang dipapar dengan laserpunktur dengan lama pemaparan 15 detik untuk frekuensi setiap seminggu sekali.