Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Cuci Tangan Untuk Meningkatkan PHBS Pada Siswa SDN 9 Kelapa Kabupaten Bangka Barat Asti, Arnika Dwi; Yuliana, Elsa Dwi; Nugroho, Irmawan Andri
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i1.467

Abstract

Introduction: Clean and healthy living behavior (PHBS) in the school environment is a set of behaviors that are practiced by students, teachers, and the school environment community as a learning outcome. The problems that arise in Kelapa 9 Public Elementary School show that students do not practice PHBS habits, such as rarely washing hands with soap and running water, rarely using healthy latrines, rarely disposing of trash in its place resulting in several cases of diseases such as diarrhea, DHF, intestinal worms, typhoid, and ulcer. Objective: The purpose of this service was to provide knowledge and understanding of PHBS to school children. In this case the students of SDN 9 Kelapa, West Bangka can practice it in their daily lives. Method: This public service was conducted by counseling with material on clean and healthy living behaviour and  watching the 6 correct steps to wash your hands Result: After conducting counseling and practicing hand washing, the results were: 22 students (100%) were able to rub their hands by bringing their palms together in the good category; 22 students (100%) could rub the palm of their hand against the back of their hand in the good category; 20 students (96%) were able to practice both palms together and fingers intertwined in the good category and 2 students (4%) did it in the sufficient category; 17 students (90%) could place the back of their fingers on the palm with the fingers locked in the good category, 4 students (8%) did it in the sufficient category and 1 student (2%) was in the poor category; 16 students (88%) performed rubbing and rotating the right thumb in the good category, 4 students (8%) in the sufficient category and 2 students (4%) in the poor category; 22 students (100%) could place the five fingers of the left hand on the palm of the right hand, rotate it forward and backward in the good categoryConclusion: Hand washing education and practice can increase knowledge and understanding about clean and healthy living (PHBS) among SDN 9 Kelapa school students. 
Kebumen Cares through Free Circumcision at Taman Winangun Kebumen Islamic Boarding School Sawiji, Sawiji; Nugroho, Irmawan Andri; Santoso, Dadi
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i3.5303

Abstract

Circumcision is an obligation for Muslims. declared an obligation because it has been exemplified in the sunnah of the Prophet. It is stated in Siroh Nabawiyah that Rasulullah SAW performed circumcision when he was 7 days old. However, socialisation of the sunnah of Rasulullah Muhammad SAW in Indonesian society is mostly carried out when children are 5 years old or older. Currently, circumcision, or what is more commonly referred to ascircumcision," can be done in various ways. The choice of a variety of ways and the effects that arise are also very influential on the costs incurred. The obstacle in general is that the cost of circumcision under the care of a doctor is not affordable for the poor, who are being squeezed by economic problems. Based on this, we intend to organise a mass circumcision social service for poor children. As a medical tertiary institution engaged in the world of medical surgical nursing, the Community Service Team for the Undergraduate Nursing Study Program, Muhammadiyah University of Gombong, is motivated to participate in creating a healthy young generation. This small step is very important for us, especially if the circumcision process brings social values towards a better social life. This mass circumcision programme was carried out at the Tathmainnul Qulub Islamic Boarding School, Taman Winangun, Kebumen, and was attended by 22 participants. With the mass circumcision program, we are sure that we can fully obtain these positive values. Therefore, we are ready and able to be part of this noble step and invite benefactors to participate in it.
Terapi Jus Buah untuk Mengatasi Asam Urat pada Lansia di Desa Kedungjati Kecamatan Sempor Waladani, Barkah; Nugroho, Irmawan Andri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam urat merupakan substansi hasil akhir dari metabolisme purindalam tubuh. Asam urat adalah hasil katabolisme purin dibantu olehenzim guanase dan xantin oksidase. Asam urat yang berlebihan tidakakan tertampung dan termetabolisme seluruhnya oleh tubuh, maka akanterjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebuthiperurisemia. Pada lansia terjadi proses degeneratif dimana banyakorgan dan beberapa jaringan yang mengalami penurunan fungsi.Masalah yang sering terjadi adalah peningkatan kadar asam urat baikyang disebabkan oleh faktor makanan maupun penyakit. Ada beberapacara untuk mengatasi kadar asam urat seperti terapi farmakologi dannon-farmakologi. Terapi non-farmakologi yang disarankan adalahkonsumsi jus buah sirsak, yang memiliki kandungan antioksidan dansenyawa aktif alkoid untuk menurunkan kadar asam urat. Metodekegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan terkaitkesehatan lansia dalam pencegahan asam urat, pemeriksaan kadarasam urat dan cara menurunkan kadar asam urat menggunakan terapijus buah sirsak yang dilakukan terhadap 53 orang lansia di DesaKedungjati Kecamatan Sempor. Kegiatan berjalan dengan lancardengan hasil didapatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam uratmeningkat, dibuktikan dengan rata-rata nilai pre-test 60 dan post test 80(meningkat 20) dan penurunan kadar asam urat dengan rata-rata kadarasam urat sebelum terapi 7.8 mg/dL menjadi 5.2 mg/dL (menurun 2.6).Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembuatan jadwal rutin cek kadarasam urat yang bisa dilakukan pada saat posyandu lansia yangdilaksanakan pada hari rabu minggu ke-3 tiap bulannya, sehinggadiharapkan kualitas hidup lansia akan meningkat. Kesimpulan darikegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat penurunan rata-ratakadar asam urat sebesar 2.6 mg/dL dan peningkatan rata-ratapengetahuan tentang asam urat sebesar 20.
Low Impact Aerobic Exercise Dapat Menurunkan Keluhan Gejala Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Nugroho, Irmawan Andri; Sukartini, Tintin; Sriyono, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita PPOK mengalami ketidakmampuan mendasar pernafasanberupa sesak nafas, batuk kronik, produksi sputum kronik, sertaketerbatasan aktivitas. Latihan fisik bagi penderita PPOK bertujuanutama menurunkan gejala, meningkatkan kualitas hidup danmeningkatkan aktifitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskan pengaruh Low Impact Aerobic Exercise terhadapKeluhan Gejala Pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif menggunakan desain Quasy-Experiment dengan rancanganpenelitian pre-post test control group design. Kelompok perlakuandiberikan intervensi senam Low Impact Aerobic. Hasil uji Paired Ttestdidapatkan nilai p=<0,001 yang berarti bahwa exercise trainingmelalui Low Impact Aerobic berpengaruh terhadap penurunan gejalaPPOK. Penderita PPOK yang rutin melakukan exercise trainingmelalui senam senam Low Impact Aerobic secara teratur akanmeningkatkan perfusi sehingga kebutuhan oksigen pada jaringandapat tercukupi dan gejala PPOK terutama sesak nafas akanberkurang. Berdasarkan hasil analisa statistik dapat diambilkesimpulan bahwa Exercise Training: Senam Low Impact Aerobicberpengaruh terhadap penurunan keluhan gejala pasien PPOK.
EDUKASI MANFAAT DAN BAHAYA KOLESTEROL PADA IBU-IBU NASYIATUL AISYIYAH TINGGARJAYA KECAMATAN JATILAWANG Nugroho, Irmawan Andri; Waladani, Barkah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin, yang diproduksi oleh hati dan sangat berkaitan dengan kesehatan tubuh. Kolesterol LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri koroner yang menyebabkan penyumbatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2002, mencatat sebanyak 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterolemia atau sebesar 7,9% dari jumlah total kematian. Dalam upaya mengatasi masalah hiperkolesterolemia diperlukan pencegahan sekunder yang bertujuan untuk mencegah atau menghambat timbulnya penyulit dengan tindakan deteksi dini dan memberikan intervensi keperawatan sejak awal penyakit. Metode: Program pengabdian masyarakat dilakukan dalam tiga pertemuan dengan memberikan penyuluhan kepadda peserta kegiatan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 40 orang. Hasil: Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil bahwa bahwa terdapat peningkatan pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan rerata nilai pretest dari 64,3 menjadi 79,3 pada saat post test. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre tes dan post tes dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semakin baik, dengan demikian upaya menuju masyarakat yang sehat semakin tercapai.
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN IBNU TAIMIYYAH SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS Nugroho, Irmawan Andri; Nugroho, Fajar Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikankeagamaan yang tumbuh dan berkembang dari oleh dan untukmasyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber dayamanusia, diharapkan para santri dan para pemimpin serta pengelolapondok pesantren, tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moraldan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapatpula menjadi motor penggerak) motivator dan inovator dalampembangunan kesehatan, serta menjadi teladan dalam berperilakuhidup bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah merupakan salah satu pesantrenyang sudah berdiri lama di Kecamatan Sumpiuh KabupatenBanyumas. Dengan Program Pendidikan mulai dari tingkat dasarsampai menengah, saat ini Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah memilikiratusan santri. Tak hanya itu, pondok pesantren tersebut juga menjadipusat kegiatan dakwah bagi masyarakat setempat.Banyaknya santri terutama yang masih menempuh Pendidikan dasarmenjadikan berbagai masalah kesehatan di pesantren ini muncul.Belum adanya kader kesehatan yang terlatih menyebabkan seringnyaterjadi kendala dalam memberikan pertolongan jika ada wargapesantren yang sakit.Program pengabdian masyarakat dilakukan dalam enam pertemuandengan memberikan materi, pelatihan dan ujian kepada pesertakegiatan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 20orang.Setelah dilakukan pelatihan didapatkan hasil bahwa bahwa terdapatpeningkatan pengetahuan peserta pelatihan, hal ini dibuktikan dengankenaikan rerata nilai pretest dari 35 menjadi 83 pada saat post test.Peningkatan keterampilan ditunjukkan dengan kemampuan pesertadalam melakukan pengukuran tanda vital sesuai dengan SOP yangberlaku.
Lateral Prehension Grip Exercise Meningkatkan Kekuatan Otot Penderita Stroke Nugroho, Irmawan Andri; Chabibi, Mochamad; Suhono, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyakit pada otak dengan gangguan fungsisyaraf lokal atau global, muncul mendadak, progresif dan cepat.Pasien stroke mengalami gangguan- gangguan yang bersifatfungsional. Gangguan sensoris dan motorik post strokemengakibatkan gangguan keseimbangan termasuk kelemahan otot,penurunan fleksibilitas jaringan lunak, serta gangguan kontrolmotorik dan sensorik. Fungsi yang hilang akibat gangguan kontrolmotorik pada pasien stroke mengakibatkan hilangnya koordinasi,hilangnya kemampuan keseimbangan tubuh dan postur. Tujuan daristudi ini yaitu mengetahui pengaruh Latihan Lateral PrehensionGrip terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Dari hasilpenerapan latihan lateral prehension grip didapatkan hasil yaknipasien mengalami perubuhan dalam menggenggam untuk jari-jaritangan. Perubahan genggaman pada masing-masing pasien tiap harianatara 2-7 derajat di ukur dengan busur derajat setiap kalipenerapan Latihan.
Pencegahan Gangguan Kesehatan Ginjal Melalui Edukasi Konsumsi Vitamin C yang Tepat di Pondok Wiriosoedarmo Gombong Nugroho, Irmawan Andri; Nugroho, Fajar Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang muncul sejak akhir Desember 2019 telah merubah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat. Belum adanya pengobatan farmakologis yang spesifik melawan COVID-19, menuntut masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan sehat untuk membantu dalam memerangi pandemi COVID-19 ini. WHO merekomendasi untuk mengkonsumsi suplemen vitamin dan nutrisi. Namun, banyak suplemen yang mengandung vitamin C dalam jumlah yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan di dalam tubuh. Sebagai upaya promotive dan preventive maka diperlukan edukasi secara comprehensive terkait Kesehatan ginjal dan penggunaan suplemen makanan yang baik dan benar. Dengan demikian warga pesantren dapat mengkonsumsi suplemen makanan dengan benar sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi pandemic Covid-19.. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan materi, edukasi dan ujian kepada peserta kegiatan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 75 orang. Dalam masa pandemic Covid-19 edukasi dilakukan dengan pemberian materi, simulasi, serta diskusi yang tentunya harus mematuhi protokol Kesehatan agar tidak terjadi penularan virus penyebab Covid-19. Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil bahwa bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan, hal ini dibuktikan dengan kenaikan rerata nilai pretest dari 47,5 menjadi 83 pada saat post test.
The Relationship Of Self-Efficacy And Compliance With Healthy Lifestyle Of Hypertension Patients In Brebes Fathurozak, Fathurozak; Nugroho, Irmawan Andri; Santoso, Eko Budi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension is a comorbid disease that requires a healthier lifestyle by adopting a healthy lifestyle to prevent complications and death. In carrying out a healthy lifestyle, hypertension patients need self-efficacy. Self-efficacy is needed for hypertensive patients to improve health through self-confidence in carrying out a healthy lifestyle. Objectives: Determining the relationship between self-efficacy and adherence to a healthy lifestyle in hypertensive patients in Brebes Regency. Research Methods: This research method the used quantitative descriptive correlation using cross-sectional research design, sampling used purposive sampling. The number of samples in this study were 85 respondents with hypertension in Sridadi Village, Sirampog District, Brebes Regency. Data analysis using univariate and bivariate analysis using Spearman rank. Using a self-efficacy questionnaire 10 questions and healthy lifestyle adherence 15 questions. Results: The results of this study were 77 (90.6%) respondents had good self-efficacy categories and 8 (9.4) respondents had poor self-efficacy. A total of 71 (83.5) respondents have a healthy lifestyle adherence to the obedient category, while 14 (16.5) respondents are in the non-compliant category. Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and adherence to a healthy lifestyle in hypertensive patients in Brebes Regency, with p value (0.000) p <0.05 with a correlation coefficient of r = 0.601. Recommendation: For further researchers, it will consideration for researching the factors that influence self-efficacy with adherence to a healthy lifestyle in hypertensive patients.
Peran Keluarga Sebagai Support System Dalam Penyesuaian Diri Pasien Dm Berbasis Teori Adaptasi Callista Roy Bachtiar, Ilham; Nugroho, Irmawan Andri; Yuwono, Podo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan pasien DM mengalami perubahan secara fisik dan psikologis yang dapat menurunkan integritas pasien. Oleh sebab itu dibutuhkan usaha dalam meningkatkan integritas serta proses adaptasi terhadap penyakit guna meminimalisir terjadinya komplikasi. Salah satu teori keperawatan yang berkaitan dengan adaptasi adalah model adaptasi Callista Roy dimana keluarga berperan sebagai support system terhadap penyesuaian diri pasien DM. Tujuan: Menganalisis peran keluarga sebagai support system dalam penyesuaian diri pasien DM berbasis teori adaptasi Callista Roy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien DM rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 pasien. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji rank spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki peran keluarga tinggi sebanyak 20 (50%), dan sebagian besar memiliki respon adaptasi adaptif sebanyak 26 (65%) dengan hasil uji korelasi rank spearman 0.838 dengan signifikansi < 0.001 ( p< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peran keluarga sebagai support system dan penyesuaian diri pasien diabetes mellitus berbasis teori adaptasi Callista Roy. Rekomendasi: untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti meneliti terkait faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi penyesuaian diri pada pasien DM.