Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN KONSERVASI PERIKANAN (RESERVAT) LUBUK MANIK KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. Yuyun Sutia; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.278

Abstract

Perairan Sungai Batang Bungo merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Bungo dan merupakan  bentuk perairan yang  terbuka dan panjang mencapai kurang lebih 50 km. Rantau Pandan, desa yang memiliki kawasan konservasi perikanan (Reservat) lubuk larangan salah satunya yaitu : Reservat Lubuk Manik. Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, tahap persiapan dan survei dilakukan bulan September–Oktober 20017 dan dilanjutkan dengan pengolahan data bulan November-Desember  2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Rantau Pandan terhadap keberadaan Kawasan Konservasi Perikanan (Reservat)  Lubuk Manik. Metode Penelitian Tingkat Partisipasi Masyrakat Terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat) Kabupaten Bungo adalah metode survey dan wawancara langsung, dengan cara mengambil sampel secara acak, sampel atau reponden diambil secara acak dengan menggunakan SWOT terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat).Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Patisipasi masyarakat umum dengan melibatkan 80 orang responden untuk pengelolaan Kawasan Konservasi kategori rendah dengan nilai 1685 dalam persentase (21,06 %), Tingkat partisipasi Pemangku Kepentingan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang responden dimana tingkat partisipasi dalam kategori rendah  dengan nilai partisipasi sebesar 622 dengan persentase sebesar (31,1 %). Kata Kunci : Partisipasi dan Kawasan Konservasi perairan (Reservat)
PENGARUH MUSIM TERHADAP KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PERAIRAN BATANG BUNGO KABUPATEN BUNGO, PROPINSI JAMBI Syafrialdi Syaf
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.103

Abstract

ABSTRAK Sungai Batang Bungo merupakan perairan terbuka dengan tingkat pemanfaaatan relative tinggi.  Kondisi ini di duga juga akan menyebabkan keanekaragaman ikan dan kualitas perairan akan terdegradasi.  Keberlanjutan sumber perikanan dari ancaman  turunnya komposisi jenis dan keanekaragaman ikan sangat perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musim terhadap terhadap komposisi jenis,  struktur komunitas  dan faktor lingkungan perairan yang pengaruhi keanekaragaman ikan  pada sungai Batang Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musim berpengaruh pada komposisi ikan  dengan  nilai keanekaraman dan keseragaman ikan sungai Batang Bungo berkategori rendah dan mengindikasikan ada tekanan lingkungan. Faktor  lingkungan kuat pengaruhi keanekaragaman ikan adalah TSS, DO bernilai negatif sedangkan kecerahan dan pH bernilai positip terhadap keanekaragaman ikan di sungai  Batang Bungo. Kata kunci. Komposisi jenis, Keaneka ragaman ikan, musim sungai Batangn Bungo.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI PERAIRAN SUNGAI BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Budiman Budiman; Syafrialdi Syafrialdi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.524

Abstract

Ikan merupakan  organisme penghuni perairan yang rentan terhadap perubahan lingkungan  sebagai habitatnya. Salah satunya Sungai Batang uleh  sebagai perairan tak lepas dari penangkapkan yang desruktif dan degradasi habibat.   Tujuan penelitian adalah untuk  menilai  keanekaragaman jenis ikan di Sungai Batang Uleh.    Sampel dikoleksi selama  dua bulan dengan bantuan nelayan setempat dengan menggunakan alat tangkap jala Lempar, Pancing Tajur dan Rawai di Batang Uleh pada tiga lokasi atau stasiun  yaitu Hulu (Stasiun I), Tengah (Stasiun II) dan Hilir (Stasiun III).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis menunjukkan  berkisar antara 2,41 hingga 2,46. Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai di Stasiun I Dusun Bukit Kemang dengan  total ikan sebanyak  158 ekor yang terdiri dari 13 jenis ikan.  Nilai indeks dominansi pada masing-masing stasiun memiliki nilai yang sama yaitu antara 0,09 dan nilai indeks keseragaman pada masing-masing stasiun memiliki nilai  antara 0,94 sampai dengan 0,99.  Hasil studi ini  memberikan data dasar yang sangat penting  untuk  penggelolaan dan Konservasi perairan sungai Batang UlehKata Kunci : Keanekaragaman, Jenis Ikan, Sungai Batang Uleh, Tanah TumbuhFish are aquatic inhabitants that are vulnerable to changes in the environment as their habitat. One of them is the Batang Uleh River as water that cannot be separated from destructive capture and degradation of habibat. The research objective was to assess the diversity of fish species in the Batang Uleh River. Samples were collected for two months with the help of local fishermen using cast net, fishing rods and mini longline in Batang Uleh at three locations or stations, namely upstream (Station I), middle (Station II) and downstream (Station III). The results showed that the index of species diversity ranged from 2.41 to 2.46. The highest diversity index was found at Station I Bukit Kemang Village with a total of 158 fish consisting of 13 fish species. The dominance index value at each station has the same value, namely between 0.09 and the uniformity index value at each station has a value between 0.94 to 0.99. The results of this study provide basic data that is very important for the management and conservation of the Batang Uleh river watersKeywords : Diversity, Fish Species, Batang Uleh River, Tanah Tumbuh.
STUDI BATANG PIMPING (Themoda gigantea) SEBAGAI BAHAN DASAR PELAMPUNG ALAT TANGKAP PANCING Setnayanti Setnayanti; Muhammad Natsir Kholis; Syafrialdi Syafrialdi
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11000

Abstract

Batang pimping (Themoda gigantea) merupakan tumbuhan sejenis suku padi-padian yang tersebar di semua pulau Indonesia, mulai dari daratan rendah hingga ketinggian 1450 m dpl. Batang pimping belum banyak dimanfaatkan kegunaannya. Penelitian ini akan memanfaatkan batang pimping untuk dibuat menjadi pelampung. Tujuan penelitian untuk menguji batang pimping sebagai bahan dasar pembuatan pelampung pancing dan menganalisis biaya pembuatannya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (pengamatan pada sebuah percobaan). Sumber data yang diperoleh adalah data primer dari hasil uji coba dan pengamatan langsung di laboratorium. Unit percobaan dibuat sebanyak 3 model dengan 9 sampel dan satu kontrol. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pimping (Themoda gigantea) dapat dijadikan pelampung pada alat tangkap pancing dengan rata-rata daya apung terbaik 8.390 kgf.m3, dry weight 1,1 g, wet weight dan water absorption 1,22 % serta kerapatan 0,28 g/cm3. Pelampung berbahan batang pimping juga mudah dibuat dan biaya murah.
IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN DI KECAMATAN LEMBAH MASURAI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Nia Ramadani; Mohd. Yusuf Amrullah; Syafrialdi Syafrialdi; Muhammad Natsir Kholis
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 1: April 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i1.831

Abstract

Lembah Masurai District is one of the sub-districts in Merangin Regency, which consists of 15 (fifteen) villages which are fed by the Siau River, Pangi River, Nilo River and other small rivers which empties into the Tembesi River.Identification of fishing gear can provide information on the fishing gear used by the community. In addition, these results can be used as a basis for researchers to develop identification of fishing gear in the waters, especially in the Masurai Valley. The method used in this study is a survey and observation method. The method used in this study is a survey and observation method. There are 2,164 fishing gears identified in the Lembah Masurai Subdistrict and classified into 5 (five) groups namely, 788 hook and lines units, 167 gill nets units, 213 falling gear units, 309 traps units, and 687 grappling and wounding units.
SISTEM KELEMBAGAAN ADAT DALAM MENGELOLA LUBUK LARANGAN BELIMBING DI DUSUN TEBAT KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Reda Julita; Syafrialdi Syafrialdi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 1: April 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i1.834

Abstract

Lubuk larangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang merupakan warisan budaya yang ada di masyarakat (tradisional) dan secara turun-temurun dilaksanakan oleh masyarakat. Dusun Tebat merupakan salah satu dusun yang ada di Kabupaten Bungo yang memiliki kawasan konservasi perikanan (reservat) lubuk larangan belimbing dan tebat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui sistem kelembagaan adat dalam mengelola lubuk larangan di Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan dari Mei sampai Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara langsung. Data yang dikumpulkan dianalisis secara desktiptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem kelembagaan adat memiliki peran penting yang bersifat fleksibel dimulai dari proses pembentukan lubuk larangan, pengawasan, pemberian sanksi (bagi yang melanggar) dan masa panen lubuk larangan, semua keputusan dilakukan secara musyawarah. Struktur kelembagaan adat Dusun Tebat terdiri dari ketua, anggota I dan anggota II.
STUDI MORFOMETRIK IKAN GABUS (Channa striata) DI RAWA GENANGAN BANJIR AIR GEMURUH KECAMATAN BATIN III KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Dahlia Dahlia; Syafrialdi Syafrialdi; Muhammad Natsir Kholis
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i2.943

Abstract

The aim of the study was to determine the morphometrics of snakehead fish. The implementation was carried out in August – September 2021. Fish sampling was carried out in a flooded swamp in Air Gemuruh Village, Bungo Regency, Jambi Province. The experimental fishing method was chosen for data collection. The data analysis used is descriptive analysis and Cluster Analysis Hierarchy (CAH) analysis. The morphometrics tested were only seven characters and were compared based on gender. The results showed that morphometric male and female snakehead fish could be divided into three groups of close relationship between morphometric characters. The first group had a very similar close relationship, consisting of the characters of Mouth Opening (BM), Tail Length (PE), Body Width (LB) and Head Length (PK). The second group had a fairly similar close relationship, consisting of dorsal fin length (PSG) and fin length (PS). While the last group has a close relationship that is less similar, namely Total Length (PT). The closeness of these characters is suspected from the size (range) between characters that have a significant difference.
EFEKTIVITAS BUBU LIPAT PAYUNG UNTUK MENANGKAP IKAN SELUANG (Rasbora argyotaenia) DI SUNGAI MENTENANG KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Dicky Kurniadi; Syafrialdi Syafrialdi; Muhammad Natsir Kholis
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i2.944

Abstract

Bubu is a passive fishing gear designed to catch various types of fish, crustaceans, mollusks and others, with various shapes and made of various materials. One type is a folding umbrella trap which is now widely operated in the waters of Jangkat, Jambi. The main catch target is seluang fish. The purpose of the research was to determine the effect of the number of entrances (funnels) on the average catch and to determine the effectiveness of umbrella traps. The research method is experimental fishing. The results showed that there was a difference in the average catches of funnel 6 and funnel 8 traps based on the results of the calculation of T hit (2.85) T tab (2.18). Umbrella traps of funnel 6 and funnel 8 are not effective in catching seluang fish (Rasbora argyotaenia) because E 1. However, folding umbrella traps can be said to be effective in catching seluang fish when viewed from the number of catches per species, not based on target and non-target fish.
KONSTRUKSI DAN HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) YANG BEROPERASI DI DESA SEMERAP KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Dobid Idma Wijaya; Syafrialdi Syafrialdi; Mohd Yusuf Amrullah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i2.945

Abstract

Gill nets are widely used by Semerap Village fishermen to catch fish in Lake Kerinci. Various forms of construction, placement of nets, and the number of sheets of nets are thought to influence the catch on the fish's number, size, weight, length, and height. The research objectives were to identify the construction and analyze the types of fish caught in gill nets operating in Semerap Village, Kerinci District, Jambi Province. The research method used is survey and observation. The results showed that the construction of gill nets operating in Semerap Village, Kerinci Regency obtained relatively the same dimensions, with only striking differences such as mesh size, fishing area, ballast size used, operating time, and target fish. The types of fish caught were dominated by Tilapia, Hampala Sp., Anabas Sp., Trichogaster Sp., and Rasbora Sp.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI BATANG BUNGO DUSUN TEBAT KECAMATAN MUKO-MUKO BATHIN VII KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Ahmad Fajri; Rini Hertati; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v6i2.947

Abstract

The general waters of mainland Indonesia include swamps, rivers and likes, which have a high diversity of fish species. This research was carried out in Tebat Hamlet, Muko-Muko Bathin VII District, Bungo Regency, Jambi Province which was divided into three research ststationsrom August to November 2021. This study aimed to find out what fish were caught and he level of fish diversity in the Batang Bungo River, Tebat Hamlet, Muko-Muko Bathin VII District, Bungo Regency, Jambi Province. The method used in this research is Purposive Sampling to determine the research area, while for sampling with fishing gear, using the Random Sampling Method. From the research result, the diversity index analysis for station one is 1.57, station two is 1.54, and station three is 1.97, the most caught fish at all stations were from the Family Cyprinidae with Malih (Labiobarbus lineatus), Masai (Mystacoleusus marginatus), and Semuruk (Ostheochilus vittatus) species.