Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDY KASUS : ASUHAN KEPERAWATAN ANSIETAS PADA ANAK DENGAN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) Amilah Toyyibah; Mardi Hartono; Petrus Nugroho Djoko Santoso; Sudirman Sudirman
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10671

Abstract

Latar belakang : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yaitu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mengakibatkan demam tinggi secara mendadak disertai perdarahan dan menyebabkan risiko syok serta kematian. Penyakit DHF sering menyerang anak berusia 15 tahun. Pada umumnya pasien anak belum kooperatif sehingga efisien yang dilakukan untuk memenuhi rehidrasi yaitu hospitalisasi. Hospitalisasi pada anak memunculkan reaksi psikologis berupa ansietas.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta membahas asuhan keperawatan Ansietas pada anak yang dirawat di Rumah sakit dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada tanggal 10 - 12 April 2023 dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien anak. Penelitian ini menggunakan 2 subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi..Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan kompres hangat pada kedua responden selama 3 x 24 jam pada kedua responden didapatkan hasil, kedua responden Pada pasien An. A dan Pasien An. F mengalami penurunan skor kecemasan yang membuktikan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari kecemasan pasien anak teratasi.Simpulan : berdasarkan hasil dan pembahasan pada asuhan keperawatan ansietas selama 3 hari pada pasien An. A dan pasien An. F masalah teratasi.Kata kunci : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Ansietas, Terapi bermain Puzzle
PENERAPAN FAMILY PSYCHOEDUCATION THERAPY PADA KELUARGA KLIEN DENGAN SKIZOFRENIA DALAM MENGANTISIPASI KEGAWATAN PSIKIATRI Nugroho DS, Petrus; Pujiastuti, Rr. Sri Endang; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8517

Abstract

Latar Belakang : Sebanyak 49,8% orang dengan gangguan jiwa dirawat di rumah. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan.  Family Psychoeducation Therapy merupakan tindakan yang memadukan antara edukasi, metode koping, serta kemampuan keluarga dalam memecahkan masalah dalam perawatan pasien. Penerapan Family Psychoeducation Therapy diharapkan mampu meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa dan menangani kegawatan psikiatri dalam keluarga.Tujuan : Karya tulis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dalam penerapan Family Psychoeducation Therapy pada keluarga klien dengan skizofrenia dalam mengantisipasi kegawatan psikiatri.Metode : Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam proses keperawatan. Sebanyak 2 responden direkrut secara purposive sampling yang memenuhi kriteria.Hasil : Setelah diberikan Family Psychoeducation Therapy skor dukungan keluarga meningkat dari yang sebelumnya 7 berarti dukungan keluarga cukup menjadi skor 17 yang berarti dukungan keluarga baik. Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani kegawatan pada pasien dengan skizofrenia. Family Psychoeducation Therapy  mampu meningkatkan dukungan keluarga dalam merawat anggota dengan skizofrenia sehingga keluarga mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kegawatan.Kata Kunci : skizofrenia, Family Psychoeducation Therapy, Psikoedukasi Keluarga
PENGARUH FINGER RELAXATION TERHADAP TINGKAT STRESS PASIEN SELAMA PERSIAPAN OPERASI BEDAH MAYOR Nugroho DS, Petrus; Angkasa, Moh. Projo; Penyami, Yuniske; Edi, Wijanarko
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9264

Abstract

Latar Belakang : Kondisi dimana tidak seimbangnya antara internal seseorang dengan tuntutan yang dibebankan dari interaksi dengan lingkungannya dapat mengakibatkan stress, sehingga dapat mengancam dirinya berupa respon fisik, perilaku, dan psikologis. Stres yang dirasakan setiap orang tingkat atau skalanya serta karakteristiknya berbeda.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik finger relaxation terhadap tingkat stress pasien bedah mayor selama persiapan operasi.Metode Penelitian : Dalam penelitin ini menggunakan metode desain pra-eksperiment one group pra-post test design, dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sample pada pasien yang akan mendapatkan tindakan operasi bedah mayor di Rumah Sakit Daerah Kraton berjumlah 20 orang, dalam penelitian ini ada variabel terikat yaitu tingkat stress pasien bedah mayor dan variabel bebas yaitu finger relaxation. Sedangkan analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dengan alpa = 0,005.Hasil: ada perbedaan sebelum dilakukan tindakan Finger Relaxation dengan setelah dilakukan tindakan finger Relaxation dengan kata lain Finger Relaxation dapat menurunkan stres pada pasein bedah mayor.Kata Kunci : Stress, finger relaxation, bedah mayor
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS LATIHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ASMA BRONKIAL DI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON PEKALONGAN DS, Petrus Nugroho; ., Supriyo; ., Sumarni; Amirudin, Zaenal
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9804

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Penumpukan sekret dapat diencerkan dan dikeluarkan dengan terapi nebulizer ataupun pemberian obat pengencer dahak. Selain menggunakan obat pengeluaran sekret juga dapat dilakukan dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan melakukan latihan batuk efektif.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penerapan latihan batuk efektif diberikan pada 15 orang responden. Setelah itu evaluasi akan dilakukan menggunakan lembar monitoring berbasis Standar Luaran Keperawatan Indonesia.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kondisi responden. sebelum dilatih melakukan batuk efektif kondisi responden dalam rentang cukup dan baik. Setelah diajarkan latihan batuk efektif kondisi responden membaik dalam rentang baik dan sangat baik.Simpulan : Intervensi batuk efektif pada pasien dengan gangguan bersihan jalan napas dapat membantu pengeluaran sekret. Petugas kesehatan dapat mengajarkan latihan batuk efektif pada pasien. Petugas kesehatan juga diharapkan membuat media untuk mengajarkan batuk efektif pada pasien. Kata Kunci : batuk efektif, asma bronkhiale, gangguan bersihan jalan napas
The Advanced Dietetics Module Development in Improving the Nutrition Diploma III Students’ Learning Outcomes of Kendari Health Polytechnic of the Ministry of Health Rosnah Rosnah; P Petrus; Fonnie E. Hasan; Teguh Faturrahman; Rita Irma; Evi Kusumawati; I Made Rai Sudarsono
Athena: Journal of Social, Culture and Society Vol. 1 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.933 KB) | DOI: 10.58905/athena.v1i2.30

Abstract

A successful learning process at schools must be supported by adequate facilities and infrastructure, including up-to-date learning resources and teaching materials that can support the learning process.  The appropriate method in development research is a mixed method, which ensures that all research procedures are collected. Data analysis at the stage of the advanced dietetics module development process used analytical techniques in the forms of reviewing suggestions and corrections to the module content, presentation, language, and graphics. These processes were further conducted through a qualitative descriptive analysis.  Material validation questionnaire sheets, linguists, and media were analyzed descriptively and quantitatively. In this case, calculation of the Likert Scale score was used to calculate this percentage. In addition, quantitative and descriptive analysis was carried out on student response questionnaires. The effectiveness of the advanced Dietetics module was evaluated quantitatively through quasi-experimental and non-equivalent control group research design.  The expert team's assessment on the aspects of cover, content feasibility, presentation, module layout, graphics, and language aspects showed that all aspects were categorized as very feasible. Furthermore, in terms of appearance, presentation of material, and benefits, the results of the student's assessment on the module were categorized as very understandable. This study showed that the group of students who were given the dietetics module advanced had a higher average score.  The researchers suggest that advanced dietetic modules need further development with regard to the media used to support teaching materials, for example interactive computer-based modules and multimedia products in digital formats (e-learning)