Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Forest Science Avicennia

Persepsi Masyarakat terhadap Jasa Lingkungan Berbasis Hutan; Studi Kasus Hutan Pinus Precet, Kabupaten Malang, Jawa Timur Anestiningarum; Nugroho, Prasetyo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i2.30037

Abstract

Ekosistem hutan memiliki peran strategis dalam menyediakan ragam jasa lingkungan berbasis hutan bagi masyarakat luas. Keberagaman jasa lingkungan berbasis hutan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan dukungan masyarakat terhadap perlindungan hutan. Meskipun demikian, dukungan tersebut sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap manfaat hutan. Untuk mengetahui ragam jaslinghut yang diterima masyarakat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat lokal terhadap jaslinghut Hutan Pinus Precet, Jawa Timur. Survey kuisioner secara tatap muka dilakukan untuk menilai ragam jaslinghut dan jaslinghut yang paling dirasakan oleh masyarakat Desa Sumbersuko dan Babadan. Survey menghasilkan 131 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat penyangga Hutan Pinus Precet memiliki persepsi yang beragam terhadap jaslinghut yang mereka terima. Kemampuan hutan dalam menyediakan air bersih dan hasil hutan bukan kayu (getah pinus dan kopi) merupakan jenis jasa lingkungan berbasis hutan kategori penyedia (provisioning services) yang paling dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat menilai bahwa Hutan Pinus Precet mampu mencegah bencana alam (longsor dan erosi), memperbaiki kualitas udara, serta kuantitas dan kualitas air (regulating and supporting services). Lebih lanjut, Hutan Pinus Precet dinilai memiliki daya tarik sebagai tempat rekreasi/refreshing/wisata (cultural services). Penelitian ini mengindikasikan bahwa Hutan Pinus Precet memiliki potensi jaslinghut yang beragam, dan temuan ini dapat digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan strategi optimalisasi pengelolaan sumber daya hutan.
Resiliensi dan Dukungan Masyarakat Terhadap Pengelolaan Wisata Alam Selama Pandemi COVID-19: Studi Kasus Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Gumilar, Edwin; Nugroho, Prasetyo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i2.30038

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap pengelolaan wisata, termasuk wisata alam yang melibatkan masyarakat lokal di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pandemi COVID-19 telah menimbulkan guncangan yang besar terhadap aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan tata kelola masyarakat. Berbagai penelitian tentang resiliensi masyarakat terhadap pandemi COVID-19 telah banyak dilakukan, namun penelitian spesifik tentang resiliensi masyarakat penyangga taman nasional yang terlibat dalam pengelolaan wisata alam di TN di negara berkembang masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat resiliensi masyarakat (sosial, ekologi, ekonomi, dan tata kelola masyarakat) dan korelasinya terhadap dukungan pengelolaan wisata alam selama pandemi COVID-19. Secara total, 94 responden terkumpul dan in-depth interview terhadap tokoh kunci telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi sosial dan tata kelola termasuk kategori baik, resiliensi ekonomi dan ekologis memiliki kategori sangat baik. Korelasi resiliensi sosial menunjukkan lemah dan negatif, resiliensi tata kelola sedang dan negatif, resiliensi ekonomi dan ekologis menunjukkan sedang dan positif terhadap dukungan pengelolaan wisata alam. Penelitian ini mengkonfirmasi kemungkinan masyarakat untuk menjadi tangguh selama pandemi COVID-19 dan menyiratkan bahwa pemangku kepentingan harus fokus tidak hanya pada aktivitas wisata ditengah pandemi COVID-19 dan alokasi manfaat wisata alam tetapi juga meminimalkan tingkat kerentanan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan resiliensi dan bertransformasi mewujudkan wisata alam yang berkelanjutan.