Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Yuni Khoirul Waroh; Setiana Andarwulan
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa yang paling bersejarah bagi seorang seorang wanita, dalam kelancaran proses persalinan dibutuhkan 4P (Power, Passage, Passanger dan Penolong). Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kematian ibu di Indonesia. Penyebab Angka Kematian Ibu di Indonesia antara lain: perdarahan, hypertensi dan gangguan sistem peredaran darah. Power ibu memegang peranan penting dalam kelancaran proses persalinan ,yang salah satunya dipengaruhi oleh ambang nyeri seseorang. Salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit adalah yoga prenatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara prenatal yoga dengan intensitas nyeri pada persalinan kala I.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga dengan intensitas nyeri persalinan. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental menggunakan post test yang terdiri dari 2 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah 40 ibu hamil trimester III dengan bagian terendah letak kepala di RSIA Cempaka Putih Permata Surabaya. Hasil pengujian menunjukkan perbandingan intensitas nyeri antara yang diberikan perlakuan prenatal yoga dengan tidak ada perlakuan (p = 0,078) pada ibu bersalin kala I. Intensitas nyeri ibu bersalin yang diberi perlakuan yoga adalah 4,3 sedangkan yang tidak mendapat perlakuan intensitas nyeri 6,3 skala pengukuran intensitas nyeri 0-10. Kesimpulan prenatal yoga sangat berpengaruh terhadap intensitas nyeri selama persalinan, sehingga ibu bisa menjalani persalinan normal per vaginam.
Pemanfaatan Essential Oil Dalam Body Massage Sebagai Alternatif Solusi Meningkatkan Berat Badan Pada Balita Di Kelurahan Gununganyar Indria Nuraini; Setiawandari; Yuni Khoirul Waroh; Annah Hubaedah
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.871 KB)

Abstract

Tujuan pembangunan Nasional, dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berkelanjutan dan berkesinambungan sesuai dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goal’s) yaitu menggalakkan hidup sehat dan mengurangi angka kematian bayi baru lahir. Hasil survey data di Kelurahan Gununganyar pada 100 Kepala Keluarga, didapatkan jumlah balita 102 jiwa dengan status gizi lebih 6 jiwa, gizi baik 75 jiwa, gizi kurang 8 jiwa dan gizi bawah garis merah (BGM) 13 jiwa. Tingginya jumlah angka kejadian Bawah Garis Merah (BGM) disebabkan karena balita susah makan atau tidak mau makan dan sering sakit, seperti sakit diare, batuk pilek ataupun demam. Pemanfaatan Essential Oil pada Body Massage sangat tepat dilakukan sebagai Alternatif Solusi Meningkatkan Berat Badan Pada Balita karena sangat efektif, murah, dan bisa dilakukan mandiri di rumah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu tentang Pemanfaatan Essential Oil pada Body Massage. Kegiatan ini menggunakan metode demonstrasi, dengan sasaran ibu yang memiliki balita sebanyak 44 peserta, kegiatan dilakukan pada Posyandu Balita di Kelurahan Gunung Anyar 28 Januari sampai dengan 23 Februari 2019. Hasil Pengabdian adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita tentang pemanfaatan essential oil pada body massage serta adanya perubahan sikap ibu balita. Kata kunci : Essential Oil, Body Massage, Balita
Pengaruh Perkembangan Anak Prasekolah Usia 36-72 Bulan pada Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga di PAUD/TK Wilayah Kel. Kalisari, Kec. Mulyorejo, Surabaya Annah Hubaedah; Yuni Khoirul Waroh
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.054 KB)

Abstract

Masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulangi lagi, maka masa balita disebut sebagai “Masa Keemasan” (Golden Period), “Jendela Kesempatan” (Window Of Opportunity) dan “”Masa Kritis” (Critical Period) (Depkes RI, 2005), diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang, sehingga perlu mendapat perhatian.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pengaruh Perkembangan Anak Prasekolah Usia 36-72 Bulan Pada Ibu Bekerja Dan Ibu Rumah Tangga Di PAUD Wilayah Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.Sampel penelitian ini sebanyak 64 anak usia 36-72 bulan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain “cross sectional”, sedangkan untuk uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai sig = 0.000< 0.05 yang artinya terjadi perbedaan yang signifikan antara perkembangan anak dengan status pekerjaan ibu di PAUD dan TK Wilayah Kelurahan Kalisari Surabaya,sehingga diperlukan kontribusi utama seorang ibu dalam memsosialisasikan anak, sehingga anak mampu mengembangkan sikap diri yang kritis dan dengan cepat belajar mengekspresikan diri mereka sendiri serta menjadikan anak lebih bertanggung jawab dalam perawatan diri mereka sendiri.
KEHAMILAN AMAN DAN NYAMAN BERBASIS KOMUNITAS PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Annah Hubaedah; Yuni Khoirul Waroh
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.109 KB)

Abstract

Pengabdian Pada masyarakat (PPM) ini dilaksanakan di Ibu-ibu Posyandu dengan judul “Kehamilan Aman dan Nyaman Berbasis Komunitas di Masa Adaptasi Kebiasaan baru” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu Posyandu khususnya bagi ibu hamil dalam menghadapi masa adapatasi kebiasaan baru, yang dimana banyak menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan BKKBN Jawa Timur 2020 didapatkan data bahwa selama bulan April 2020 terdapat 2,90% atau 227. 260 kehamilan. Pemerintah kota Surabaya pada bulan Juli telah melakukan tes swab yang ditujukan kepada ibu hamil di usia kehamilan 37 minggu sebanyak 667 orang, dengan harapan dari hasil swab ini akan didapatkan data berapa ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga akan bisa dipetakan dimana nanti tempat rujukan buat ibu hamil untuk proses persalinan. Hal ini dikarenakan ibu hamil merupakan comorbit yang rentan tertular Covid-19. Metode yang digunakan pada Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah menggunakan Webinar (Web Seminar), dengan harapan bisa menambah pengetahuan, perubahan sikap, perilaku serta mengurangi stressor ibu hamil di masa adaptasi kebiasaan baru, sehingga ibu bisa melewati kehamilan hingga persalinan dengan perasaan aman dan nyaman
Hubungan Kunjungan Trimester 1 dengan Screening Anemia pada Ibu Hamil di Era Peradaban Baru Yuni Khoirul Waroh
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.363 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol8.iss1.122

Abstract

The Covid-19 pandemic gave birth to a new civilization era where people were asked to adapt to this pandemic condition. This also applies to maternal and child health services, especially antenatal care. The highest cause of death in Indonesia in 2019 is due to bleeding, which can be influenced by low hemoglobin levels or what is commonly known as anemia. The purpose of this study was to analyze the relationship between first trimester visits and anemia screening in pregnant women. The research method used was cross sectional, using google form media to fill out questionnaires and screen shots of the MCH book. The statistical test in this study used Pearson. The results showed that there was no relationship between the first trimester visit and anemia screening, which was obtained by the Pearson statistical test value sig = 0.189> 0.05, which means that there was no relationship between the first trimester visit and the examination of hemoglobin levels in pregnant women. The conclusion that can be drawn is that even though we are now entering a new civilization era where there are several regions that implement Large-Scale Social Restrictions and which in Maternal and Child Health services, especially pregnancy examinations, can still be implemented, government policies in the new civilization era during the 1st trimester visit are focused on screening of maternal health conditions for complications in pregnancy, and especially regarding referrals if there are complications in her pregnancy and management of pregnant women with Covid-19, so that this can prevent transmission of Covid-19.
PEMBUATAN FORIKAN (FORTIFIKASI IKAN) UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING MELALUI METODE INOVASI PENGOLAHAN IKAN DI MASYARAKAT KAMPUNG NELAYAN BULAK Setiana Andarwulan; Yuni Khoirul Waroh
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 6: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.583 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Bulak Surabaya berupa upaya menurunkan angka stunting dengan cara melakukan fortifikasi ikan. Protein merupakan salah satu sumber tenaga yang diperlukan pada tubuh. Mengkonsumsi ikan pada kehamilan sangatlah penting karena menyumbang 20% sumber tenaga yang diperlukan oleh tubuh. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama melakukan survei ke lahan yang akan dilakukan pengabdian. Survei ini bertujuan mengetahui jumlah balita stunting yang ada di daerah Kelurahan Bulak Surabaya. Tahapan kedua yaitu melakukan perijinan lahan. Perijinan ini dilakukan dengan cara melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait yang berkaitan dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tahapan ketiga adalah melakukan pelaksanaan pengabdian di balai RW wilayah kelurahan Bulak. Selanjutnya tahapan keempat melakukan penyebaran kuesioner pre dan post untuk mengetahui hasil dari pelatihan pembuatan forikan sekaligus menilai pengetahuan ibu – ibu yang menjadi peserta dalam kegiatan pengabdian. Hasil dari penyebaran kuesioner di dapatkan bahwa pengetahuan yang di dapatkan oleh ibu – ibu peserta terdapat adanya signifikasi perbedaan sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Hal ini dapat diketahui dari peningkatkan pengetahuan baik pada saat pre sebesar 60 % dan post sebesar 70%. Mengingat pentingnya pelatihan yang berkaitan dengan pengolahan makanan untuk menurunkan angka stunting, maka dalam rencana tindak lanjut, pengabdi akan terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
PELATIHAN AKUPRESURE UNTUK KESEHATAN IBU DAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KREMBUNG KECAMATAN KREMBUNG Anik Latifah; Desta Ayu Cahya Rosyida; Yuni Khoirul Waroh; Setiawandari Setiawandari; Sumiati Sumiati
Jurnal LENTERA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.425 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v2i2.208

Abstract

Growth is a quantitative change, namely by increasing the number, size, dimensions ofcells, organs and individuals. Currently, Indonesia still has nutritional problems, one ofwhich is stunting or short stature. Conditions in Indonesia based on data from the Studyon the Nutritional Status of Toddlers in Indonesia (SSGBI) 2019 are still relatively high,where the prevalence of stunting is 27.67%. In June 2022, a survey and data collection ofchildren under five in Krembung Village, Krembung District, Sidoarjo Regency wasconducted to obtain data on 20 toddlers experiencing stunting. This Community Serviceaims to improve the knowledge and skills of posyandu mothers in Krembung Village,Krembung District, Sidoarjo Regency regarding Optimizing Toddlers with Baby Massage.Initial Community Service activities carried out field surveys, licensing, implementationand evaluation. One form of community service is the efforts of the midwifery studyprogram, architecture, science and health, by carrying out activities in the communitythat are beneficial, one of which is massage as a form of community service. Activitiesare carried out once a week. presenting baby massage treatment is the best and cheapest form of alternative treatment in an effort to increase baby's weight optimally.So it is necessary to use the utilization carried out by the baby's mother.
Factor Analysis of Working Mothers and Housewives of Preschool Children 36-72 Month in Kindegarten Againt Stunting in the Kalisari District, Mulyorejo District, Surabaya Setiana Andarwulan; Annah Hubaedah; Yuni Khoirul Waroh
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 1st International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.635 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.754

Abstract

Every family expects their children to grow and develop optimally (physically, mentally or cognitively and socially healthy), to be proud of, and to be useful for their homeland and nation. The level of achievement of a person's biological potential is the result of interactions between genetic factors and the bio-physio-psychosocial environment (biological, physical and psychosocial). The problem of malnutrition that has received much attention lately is the problem of chronic nutrition in the form of short children (stunting). Stunting is a chronic nutritional problem, meaning that it arises as a result of a state of malnutrition that accumulates over a long period. Nurturing and busy work is a factor that is very closely related to the growth and development of children under five years old. The study design was conducted in the form of quantitative research, by taking the population of kindergarten children in the city of Surabaya with a sampling technique in the form of probability sampling. Sampling was carried out randomly and it was decided that kindergarten in Kalisari village would be a sample of 64 children. The results showed that the Chi-Square value of 0.409 was smaller than the value of α = 0.5. So that shows a weak scale analysis. This means that working mothers do not have whole kindergarten-aged children with stunting.
SOLUSI ALAMI MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) : SOLUSI ALAMI MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) Desta Ayu Cahya Rosyida; Yuni Khoirul Waroh; Setiawandari; Anik Latifah; Valencia Cantika Putri Susanto; Fitri Ayu Ila Rohmatika
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no02.a6887

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh pada anak di atas normal yaitu di atas 37,9 °C. Demam diakibatkan karena perubahan pada pusat panas yaitu termoregulasi yang terdapat di hipotalamus. Demam disebabkan karena adanya bakteri, infeksi, virus yang masuk dalam tubuh. Apabila demam ini tidak segera di tangani maka akan mengakibatkan kejang pada anak. Bawang merah adalah suatu bahan alami yang bisa menjadi pendamping terapi pada penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Bawang merah memiliki kandungan senyawa katif yaitu Difenil-amina, sikloaliin, floroglusinol, kaemferol, dialil-trisulfida, prostaglandin A-1, adenosin, alliin sebagai penurun demam. Solusi alami yang ditawarkan pada PkM ini adalah dengan memanfaatkan Bawang Merah (Allium ascalonicum, shallot) yang dibentuk gell sebagai alternatih penurun deman anak. Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan perisiapan, pelaksanaan dengan pembuatan gell bawang merah dengan cara di destilasi, demontrasi dan pendampingan terhadap Ikatan Wanita PGRI Adi Buana Surabaya dalam penatalaksanaan. Hasil didaptakan bahwa perseta PkM mampu mengaplikasikan di rumah dengan pemberian gel bawang merah sebagai solusi apabila ada keluar yang demam tarutama anak. Kesimpulan Gel bawang merah (Allium ascalonicum, shallot) bermanfaat sebagai penurun demam pada anak.
Tingkat Anemia Berhubungan Dengan Kejadian Perdarahan Karena Atonia Uteri (Studi Kasus HPP di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan) Rahmawati; Setiawandari; Yuni Khoirul Waroh
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan menjadi proses sangat penting dalam kehidupan manusia. Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan ataupun dengan kekuatan sendiri. Perdarahan merupakan salah satu hal yang dapat terjadi dalam proses persalinan, salah satunya disebabkan oleh anemia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan tingkat anemia dengan kejadian atonia uteri di Rsud Syarifah Ambami Rato Ebu. Jenis penelitian adalah Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden ibu melahirkan. Sampel penelitian adalah sebagian dari ibu melahirkan yang anemia dan tidak anemia sebanyak masing-masing kelompok 35 responden. Teknik pengambilan sampel melalui simple random sampling. Hasil analisis usia 80 persen(20-35 tahun), pekerjaan 82,9 persen (Ibu rumah tangga), pendidikan 40 persen (SD) , paritas 88,6 persen (multigravida). Uji Chi square ρ=0,000 menunjukkan adanya hubungan tingkat anemia terhadap kejadian atonia uteri. Sedangkan OR 6,353. Sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara kejadian anemia dengan atonia uteri. Tenaga kesehatan harus mampu mendeteksi dan menangani kejadian anemia sedini mungkin sehingga mencegah terjadi perdarahan.