Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Berbasis Spiritual Khoirul Waroh, Yuni; Latifah, Anik; Hubaedah, Annah
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.033 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v12i1.152

Abstract

The birth process is a very valuable event for a mother where there are many mixed feelings experienced by the mother and other family members. The spiritual dimension is an integral aspect of human life that gives meaning to an individual's overall existence, and spiritual needs are commonly experienced by clients with sudden illness, loss, chronic conditions, and life-limiting conditions, including childbirth. One of the efforts to maintain mental health during the delivery process is to provide spiritual-based care. The research method used is the literature review method which was collected through the data base of the Journals of Pubmed, Medline, Pro Quest and Cochrane Lybrary. The result of the literature review is that there is empirical evidence of spiritually based midwifery care on reducing anxiety during pregnancy and preoperative cesarean section, reducing pain during labor, and improving fetal well-being.
Edukasi Kesehatan Tentang Pemeriksaan Antenatal Care Berbasis Komunitas Setiana Andarwulan; Setiawandari Setiawandari; Tetty Rihardini; Solichatin Solichatin; Yuni Khoirul Waroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.998

Abstract

Antenatal care (ANC) encompasses a range of activities that take place from conception to the onset of labor, aiming to ensure comprehensive, quality care for all pregnant women. ANC services help prepare pregnant women for pregnancy, childbirth, and maintain an environment that protects babies from infection. Doctors and midwives are trained to provide high-quality ANC, screen, diagnose, treat and refer cases, thereby contributing to efforts to reduce maternal and newborn mortality. In 2016, WHO issued recommendations for antenatal care to provide a positive pregnancy experience and reduce maternal and child mortality and morbidity. One of the WHO recommendations is that ANC for a healthy pregnancy should be done at least 8 times, but after adjusting these guidelines to local conditions, it was agreed in Indonesia that ANC should be done at least 6 times, with a minimum of two visits to the doctor for screening of pregnancy risk factors or complications in the first trimester and one visit in the third trimester for screening of labor risk factors. Among the 30 pregnant women who underwent examination, 3 respondents had above-average blood pressure, thus requiring further observation to prevent further complications, such as preeclampsia.ABSTRAKPelayanan antenatal (ANC) mencakup berbagai kegiatan yang dilakukan sejak pembuahan hingga awal persalinan, yang bertujuan untuk memastikan pelayanan yang komprehensif dan berkualitas bagi semua ibu hamil. Layanan ANC membantu mempersiapkan ibu hamil untuk menghadapi kehamilan, persalinan, dan menjaga lingkungan yang melindungi bayi dari infeksi. Dokter dan bidan dilatih untuk memberikan ANC yang berkualitas tinggi, melakukan deteksi dini (skrining), mendiagnosis, menangani, dan merujuk kasus, sehingga berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Pada tahun 2016, WHO mengeluarkan rekomendasi perawatan antenatal untuk memberikan pengalaman kehamilan yang positif dan mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan anak. Salah satu rekomendasi WHO adalah bahwa ANC untuk kehamilan yang sehat harus dilakukan setidaknya 8 kali, tetapi setelah menyesuaikan pedoman ini dengan kondisi lokal, disepakati di Indonesia bahwa ANC harus dilakukan setidaknya 6 kali, dengan minimal dua kali kunjungan ke dokter untuk skrining faktor risiko kehamilan atau komplikasi pada trimester pertama dan satu kali kunjungan pada trimester ketiga untuk skrining faktor risiko persalinan. Di antara 30 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan, 3 responden memiliki tekanan darah di atas rata-rata, sehingga memerlukan observasi lanjutan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti preeklampsia.
KORELASI KECEMASAN INTRAPARTUM KALA I FASE AKTIF PRIMIGRAVIDA DENGAN DURASI DILATASI SERVIKS PERSALINAN NORMAL: Correlation of Intrapartum Anxiety in First Stage Active Phase of Primigravida with Duration of Cervical Dilatation in Normal Labor Solichatin, Solichatin; Khoirul Waroh, Yuni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKeb | September 2024
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v10i2.2049

Abstract

ABSTRACT Normal delivery is the process of expelling the fetus from the mother's womb with the mother's own strength. In normal delivery, the baby comes out through the birth canal and causes the mother's body to experience physiological changes, one of which is cervical dilatation. Women, especially primigravida mothers who are approaching the time of delivery, experience psychological changes that can affect labor. most notably as anxiety. This study aims to determine the influence of anxiety in primigravida mothers on cervical dilatation during normal delivery. The method used was cross-sectional with data coming from a questionnaire to measure the mother's anxiety level and secondary data in the form of a partograph to measure the duration of cervical dilatation. The population selected in this study were primigravida mothers who give birth normally at term at TPMB Yefi Marliandiani Rungkut Surabaya. The sampling technique used was consecutive sampling, namely during the first stage of the active phase of primigravida with cervical dilatation of 4 cm, totaling 34 respondents. The data obtained was analyzed to determine the effect of the independent variable on the dependent variable using a simple linear regression test. This type of qualitative research uses an analytical design and a cross sectional approach. The analysis used is univariate with a frequency distribution and bivariate using a simple linear regression test. The results of the study showed that there was an influence of 27.9% of the anxiety level of primigravida mothers on the duration of cervical dilatation during normal delivery at TPMB Yefi Marliandiani Kata kunci: Intrapartum Anxiety, Active Phase, Primigravida, Cervical Dilatation ABSTRAK Persalinan normal adalah sebuah proses keluarnya janin dari rahim ibu dengan kekuatan ibu sendiri. Pada persalinan normal, bayi keluar melalui jalan lahir dan menyebabkan tubuh ibu mengalami perubahan fisiologis, salah satunya adalah dilatasi serviks. wanita terutama ibu primigravida yang mendekati waktu persalinan mengalami perubahan psikologis yang dapat mempengaruhi persalinan. terutama kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari kecemasan ibu primigravida terhadap dilatasi serviks pada persalinan normal. Metode yang digunakan cross-sectional dengan data berasal dari kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan ibu dan data sekunder berupa partograf untuk mengukur durasi dilatasi serviks. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah ibu primigravida yang melahirkan secara normal aterm di TPMB Yefi Marliandiani Surabaya. Teknik Sampling adalah Consecutive sampling, yaitu inpartu kala I fase aktif primigravida dengan dilatasi serviks 4 cm sebanyak 34 responden. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan uji regresi linier sederhana. Jenis penelitian kualitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebesar 27,9% dari tingkat kecemasan ibu primigravida terhadap durasi dilatasi serviks pada persalinan normal di TPMB Yefi Marliandiani Keywords: Kecemasan Intrapartum, Fase Aktif, Primigravida, Dilatasi Serviks
Efektifitas Akupresur Titik BL 32 Dan Li 4 Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Primigravida Wahyuni, Sri; Setiawandari, Setiawandari; Waroh, Yuni Khoirul
WOMB Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v3i2.507

Abstract

Labor pain is a physiological process, but if not managed properly it can cause side effects of labor such as secondary arrest. Acupressure is a non-pharmacological therapy that is effective in reducing problems faced by mothers giving birth, especially primigravida. The purpose of this study was to determine the effectiveness of acupressure points BL 23 and Li 4 on the level of labor pain in the first stage of the active phase of primigravida. The type of research is quasi-experimental with a one group pre-test post-test design. The sample size was 39 mothers giving birth in the first stage of the active phase, taken by accidental sampling from the population of primigravida mothers giving birth in January-March 2024. Measurement of labor pain levels using  the Numerical Ranting Scale.  The results of the study showed that the average pre-test pain level was 7.23 with a maximum scale of 9, while the average post-test labor pain level was 2.79 with a maximum scale of 6. The  Wilcoxon Signed Ranks test results were ρ = 0.00, which means that acupressure points BL 32 and Li 4 have an effect on the level of labor pain, so it can be concluded that the acupressure method of points BL 32 and Li 4 is effective for the level of labor pain in the first active phase of primigravida.  Suggestions  for acupressure points BL 32 and Li 4 can be applied as a non-pharmacological method to reduce the level of labor pain in the first active phase in basic health services because it is easy, cheap and effective.
The Effect of Auricular Acupressure on Uterine Contractions, Fetal Heart Rate, and Length of Labor in the Active Phase of Primigravida Setiawandari Setiawandari; Yuni Khoirul Waroh
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 1 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MAY)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i1.8837

Abstract

The still high maternal mortality rate (MMR) in Indonesia, especially in East Java, is caused by indirect causes or other causes such as prolonged labor, so a method is needed to treat cases of prolonged labor such as auricular acupressure. Auricular acupressure (AKAR) is a non-pharmacological method proven effective for uterine contractions, but its side effects on the fetal heart rate (FHR) are unknown. The research aimed to analyze the AKAR method on uterine contractions, FHR, and labor duration in the first stage's active phase. This type of research is truly experimental, with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 41 respondents, primigravida active phase first-stage mothers, selected by consecutive sampling and randomly divided into two groups, namely 21 AKAR groups and 20 deep breathing relaxation control groups. The research results of the Friedman test statistical test ρ-value equal 0.000 in the AKAR group and ρ-value equal 0.000 in the control group, meaning that AKAR influences uterine contractions. The Friedman Test findings show that AKAR does not affect FHR (ρ-value equal 0.618). The Independent Sample Test ρ-value equal 0.29 indicates no statistically significant difference between the two groups' labor lengths throughout the first stage's active phase. The AKAR group's average labor time in the first stage of the active phase was 365.40 minutes, with a minimum of 267 minutes and a high of 395 minutes. Conclusion: The auricular acupressure method affects uterine contractions but does not affect the fetal heart rate. There was no difference in the length of labor in the first active phase of labor between the auricular acupressure and deep breathing relaxation groups, so it is recommended that the auricular acupressure method can be used as an alternative complementary care to prevent prolonged labor.
Self Healing Dan Manajemen Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Khoirul Waroh, Yuni; Setiawandari, Setiawandari
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2025): JIKeb | Maret 2025
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v11i1.2520

Abstract

Childbirth is a very phenomenal event for prospective mothers, where there are very memorable events in their lives, especially related to pain management and anxiety in facing the labor process. Based on a preliminary study of 5 mothers giving birth, it was found that 4 mothers who were going to give birth could not withstand the pain, so the pain became stronger. Self Healing is a way to fight negativity by saying positive affirmation words to the mother so that the mother feels better and more comfortable. This study aims to determine the Effect of Self Healing on the Level of Labor Pain in the First Active Phase of Primigravida at TPMB Naning Widayanti, S.Keb. The type of research is Quasi Experiment with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The study population was 37 people, with a sample size of 34 people according to the inclusion criteria. The sampling technique used Acidental Sampling. Before the intervention was given, a pretest was conducted to measure the level of pain using the Numerica Rating Scale, then self-healing intervention was given with positive sentences/affirmations when pain arose for 5 minutes until the opening was 8 cm, then the level of pain was measured again in the post-test. The results of the study obtained before being given Self Healing were that some of the severe pain levels were controlled (47.0%), while after being given Self Healing, some of the mild pain levels were (50%). The results of the Wilcoxon Test p = 0.000, so it was concluded that there was an effect of self-healing on the level of labor pain during the first active phase of primigravida. Suggestions for self-healing therapy can be applied in obstetric services so that it can be used as an alternative complementary obstetric treatment
PENGARUH DEPRESI POST PARTUM DAN MOBILISASI DINI TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA POST SECTIO CAESAREA: Effect Of Post Partum Depression And Early Mobilization On Uterial Involution In Post Sectio Cesarea Khoirul Waroh, Yuni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 7 No. 1 (2021): JIKeb | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v7i1.681

Abstract

Persalinan operatif pada saat ini dianggap sebagai alternatif paling utama untuk menekan angka kesakitan akibat persalinan fisiologis, sehingga keadaan ini meningkatkan angka kejadian persalinan operatif tanpa indikasi medis. Asuhan pasca persalinan operatif sangat banyak, sinhingga dibutuhkan tekat dari ibu pasca salin dengan tindakan operatif untuk mampu mengatasi berbagai masalah yang ditimbulkan akobatnya. Salah satu masalah yang diakibatkan adalah rasa nyeri yang ini bisa berimbas pada emosi pasien dan juga mobilisasi dini yang kesemuanya mempengaruhi involusi uteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh depresi post partum dan mobilisasi dini terhadap involusi uteri pada ibu post sectio cesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cempaka Putih Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metide observasional, yang dimana instrument yang digunakan adalah Edinburgh Postpartum Depresion Syndrome (EPDS), Kuesioner mobilisasi dini dan pemeriksaan Tinggi Fundus Uteri. Uji statistik yang digunakan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig = 0,029 < 0.05 , yang artinya terdapat pengaruh antara depresi post partum, mobilisasi dini terhadap involusi uteri pada ibu Post SC di RSIA Cempaka Putih.Kesimpulannya asuhan kebidanan yang harus diberikan pada ibu post sectio Caesarea bukan hanya pada saat tindakan operatif selesai , melainkan harus dimulai dengan membrikan informasi yang akurat menyangkut hal-hal yang harus dipersiapkan pada saat pre operasi dan pasca operasi , sehingga dapat mensuport masa pemulihan .
Optimalisasi Kemampuan Verbal Melalui Stimulasi Pijat Oral Khoirul Waroh, Yuni; Annah Hubaedah; Setiana Andarwulan; Indria Nuraini
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 01 (2025): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no01.a10638

Abstract

  Keterlambatan bicara merupakan salah satu perkembangan pada anak. Anak dengan keterlambatan bicara mengalami pengucapan kata-kata tertentu yang tidak sempurna, dan kecenderungan anak hanya memberikan respon non-verbal terhadap stimulus yang diberikan. Oromotorik merupakan gerakan mulut (oral). Pada bayi baru lahir kemampuan ini dilakukan secara refleks, kemudian melalui proses pembelajaran akan tercapai oromotorik yang otomatis dan terampil. Stimulasi pijat oral merupakan koordinasi dan gerakan jaringan keras, jaringan lunak, sistem pembuluh darah, dan kontrol saraf di area wajah dan mulut yang membentuk fungsi motorik oral. Koordinasi struktur-struktur tersebut sangat penting untuk berbicara, mengunyah, dan menelan dengan berbagai macam tekstur makanan. Sasaran penyuluhan adalah Kader Surabaya Hebat dan ibu-ibu yang memiliki balita di RW IV Kelurahan Keputran, Surabaya sebanyak 45 orang. Proses Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan selama 1 bulan dimulai dari persiapan kegiatan sampai evaluasi. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat adalah penyuluhan demonstrasi. Hasil pretest didapatkan hasil stimulasi pijat oral hampir seluruhnya ibu-ibu yang memiliki balita berpengetahuan kurang yaitu 90%. Setelah dilakukan demonstrasi pijat oral terdapat peningkatan tingkat pengetahuan, yang dimana setengahnya berpengetahuan baik (50%). Kesimpulan Stimulasi pijat oral yang dilakukan dengan penyuluhan merupakan suatu kegiatan nonformal dalam rangka mengubah masyarakat menuju keadaan yang lebih baik untuk mencapai Indonesia Emas 2045.    
Efektivitas ekstrak gel sirih cina (peperomia pellucida) terhadap bendungan ASI Aprilia Mayabubun, Paskalina; Nuraini, Indria; Khoirul Waroh, Yuni
Avicenna : Journal of Health Research Vol 8, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v8i2.1598

Abstract

Latar belakang: Bendungan ASI merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu post partum, ditandai dengan pembengkakan payudara akibat tersumbatnya vena dan pembuluh limfatik yang menghambat aliran ASI, sehingga menyebabkan tekanan pada alveoli meningkat. Kondisi ini menimbulkan nyeri, rasa panas, dan ketidaknyamanan saat menyusui. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang berpotensi efektif adalah penggunaan daun sirih cina (Peperomia pellucida), yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan analgesik yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada payudara, sehingga mampu mempercepat penyembuhan bendungan ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak gel daun sirih cina (Peperomia pellucida) terhadap bendungan ASI pada ibu post partum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 30 ibu post partum yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak gel daun sirih cina dan kelompok kontrol yang diberikan kompres daun kubis. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dan penilaian tingkat bendungan ASI dilakukan menggunakan skala SPES (Six Point Engorgement Scale). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor bendungan ASI pada kelompok gel sirih cina sebelum intervensi adalah 4,28 dan menurun menjadi 1,00 setelah intervensi. Pada kelompok daun kubis, rerata skor menurun dari 4,35 menjadi 1,14. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (<0,05) pada kedua kelompok, yang menandakan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Sementara itu, uji Anova menunjukkan nilai signifikansi p=0,038, yang berarti terdapat perbedaan efektivitas antara kedua kelompok intervensi. Simpulan: pemberian ekstrak gel daun sirih cina efektif dalam mengatasi bendungan ASI dan lebih unggul dibandingkan kompres daun kubis.
Efektivitas Pelvic Tilt dan Esensial Minyak Mawar Terhadap Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III Neneng Sri Sulistiya Wati; Setiana Andarwulan; Tetty Rihardini; Yuni Khoirul Waroh
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 2 (2025): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v14i2.3000

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil trimester III. Teknik pelvic tilt dan pemberian minyak esensial mawar dinilai sebagai intervensi alternatif yang aman dan efektif dalam mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas kombinasi  teknik pelvic tilt dan esensial minyak mawar terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pre-test post-test non-equivalent control group terdiri dari, 30 responden ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung bawah, terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi 15 dan kelompok kontrol 15. Kelompok Intervensi mendapatkan latihan pelvic tilt selama tiga kali per minggu dengan durasi 3-5 menit/sesi dan aplikasi minyak mawar dua kali sehari selama 1 bulan. Kelompok kontrol hanya diberikan edukasi. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada tingkat nyeri punggung bawah di kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Kombinasi teknik pelvic tilt dan minyak mawar mampu meningkatkan fleksibilitas otot punggung, memperbaiki postur tubuh, serta memberikan efek relaksasi dan analgesik alami melalui kandungan aktif minyak mawar seperti geraniol, citronellol, dan flavonoid. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa kombinasi teknik pelvic tilt dan minyak mawar efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengedukasi ibu hamil untuk melakukan pelvic tilt dan menggunakan minyak mawar sebagai asuhan komplementer dalam mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.