Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TAKRIF PERCINTAAN PADA PUISI PERTEMUAN KARYA ACEP ZAMZAM NOOR: ANALISIS SEMIOTIKA Laura Magvira; Slamet Triyadi; Imam Muhtarom; Dian Hartati
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v8i2.7498

Abstract

Abstrak: Penelitian dengan judul di atas bertujuan untuk menjelaskan: 1) menjelaskan aspek sintaksis dalam puisi, (2) menjelaskan aspek semantik dalam puisi, (3) menjelaskan aspek pragmatik dalam puisi, (4) menjelaskan intertekstual dalam puisi Pertemuan karya Acep Zamzam Noor. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. untuk menganalisis penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian terdapat penjelasan dari aspek pertama yaitu sintaksis di dalam puisi terdiri 14 larik, tanda baca titik terdapat di bait pertama, kedua, keempat dan menggunakan huruf kapital disetiap awal lariknya. Kedua, dalam hal semantik terdapat denotasi dambaan seseorang untuk bersama dan konotasi yang berjumlah 11 kalimat, selain itu majas dalam puisi menggunakan personifikasi, metafora, dan hiperbola. Ditambah isotopi yang berjumlah 13. Ketiga, deskripsi suasana pada awal lirik menjadi bagian dari aspek pragmantik puisi dan 3 pronomina yang muncul. Keempat, mengisahkan tentang aku lirik yang mendambakan dia lirik sejak lama dan akhirnya dipersatukan oleh takdir yang muncul dalam intertekstual. Pemahaman mendalam tentang makna puisi harus dikaji lebih lanjut agar gudang ilmu di dalam otak dapat sesak dengan pemahaman baru.Kata kunci: puisi, semiotika, percintaan, acep zamzam noor.Abstract: The research with the title above aims to explain: 1) explain the syntactic aspects in poetry, (2) explain the semantic aspects in poetry, (3) explain the pragmatic aspects in poetry, (4) explain the intertextual in the poetry Meeting by Acep Zamzam Noor. In this research, the method used is descriptive qualitative. to analyze the research carried out. The result of the research is an explanation of the first aspect, namely the syntax in the poetry which consists of 14 lines, punctuation marks are found in the first, second, fourth stanzas and use capital letters at the beginning of each array. Second, in terms of semantics, there is a denotation of someone's desire to be together and a connotation of 11 sentences. In addition, figurehead in poetry uses personification, metaphor, and hyperbole. Plus 13 isotopes. Third, the description of the atmosphere at the beginning of the lyrics becomes part of the pragmantic aspect of the poem and the 3 pronouns that appear. Fourth, it tells about me lyrics that have longed for her lyrics and finally united by destiny that appears in the intertextual. Deep understanding of the meaning of poetry must be studied further so that the storehouse of knowledge in the brain can be crowded with new understandings.Keywords: poetry, semiotics, romance, acep zamzam noor.
Keefektifan Media Film Bisu Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Pada Siswa MA Al-Ahliyah Natasya Herdis; Setiawan Edi Wibowo; Slamet Triyadi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 10, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v10i2.4551

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini berlandaskan pada rendahnya keterampilan menulis cerpen pada peserta didik. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mencari ide atau gagasan dan berimajinasi dalam menulis cerita pendek. Berdasarkan hal tersebut upaya yang diberikan yaitu pembelajaran menulis cerita pendek dengan menggunakan media film bisu. Upaya tersebut dapat merangsang peserta didik untuk mempertajam daya pikir dan mengasah imajinasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan media film bisu dalam kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MAAl-Ahliyah Bakan Maja. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan bentuk nonequivalen control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI di MAAl-Ahliyah Bakan Maja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling kuota dengan memilih dua kelas yaitu kelas XI IIS 1 (kelas kontrol) dan XI IIS 2 (kelas eksperimen). Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menulis cerpen meningkat. Nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 47,81 dan posttest sebesar 74,91. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretest sebesar 48,72. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media film bisu nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 77,41. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen peserta didik dengan menggunakan media film bisu pada kelas eksperimen  dengan kelas yang tidak diberi perlakuan yaitu kelas kontrol. AbstractThe purpose of this study is based on the low skills of writing poetry in students. Students have difficulty in finding ideas or ideas and imagining in writing short stories. Based on this, the effort given is learning to write short stories using silent film media. These efforts can make students sharpen their thinking power and hone their imagination. The purpose of the study was to determine the use of silent film media in the ability to write short stories in class XI MAAl-Ahliyah Bakan Maja students. The research method used is a quasi-experimental form of non-equivalent control group design. The population in this study were students of class XI at MAAl-Ahliyah Bakan Maja. Sampling was done using quota sampling technique by selecting two classes, namely class XI IIS 1 (control class) and XI IIS 2 (experimental class). Based on the results, it can be obtained with keywords that the ability of students in writing increases. The average value of the control class posttest was 47.81 and the posttest was 74.91. In the experimental class the mean value of the pretest was 48.72. After being given treatment using silent film media, the average score of students increased to 77.41. It can be said that there is a significant difference between students' writing skills using silent film media in the experimental class and the untreated class, namely the control class.
Analisis Alih Kode dan Campur Kode pada Komunikasi Guru dan Siswa di SMAN 1 Tambelang Umayah Suwandi; Slamet Triyadi; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.5071

Abstract

Fenomena alih kode dan campur kode dapat terjadi di berbagai lingkungan. Salah satu lingkungan yang terdapat fenomena alih kode dan campur kodenya yaitu di sekolah salah satunya di SMAN 1 Tambelang. Alih kode dan campur kode yang terjadi di sekolah tersebut karena faktor kebiasaan akibat dari pergaulan antara penutur bahasa. tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan dan menganalisis serta memaparkan faktor-faktor penyebab alih kode dan campur kode pada komunikasi guru dan siswa SMAN 1 Tambelang pada pembelajaran PAI, sejarah dan PENJASORKES. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Alih kode dan campur kode yang digunakan pada komunikasi guru dan siswa selama pembelajaran di SMAN 1 Tambelang, masing-masing ada dua macam jenis. Untuk alih dan campur kode yang ditemukan adalah 1) alih kode intern dan 2) alih kode ekstern. Jenis alih kode yang mendapatkan data paling banyak yaitu alih kode intern. Alih kode dan campur kode yang terjadi dalam penelitian yang diamati penulis adalah bahasa Indonesia dan bahasa Betawi Bekasi. Dan Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode yaitu 1) faktor lingkungan 2) faktor suasana dan 3) faktor keterbatasan kosakata, untuk ketiga faktor tersebut yang jumalahnya paling banyak memengaruhi terjadinya alih kode yaitu lingkungan dan keterbatasan kosakata. Sedangkan untuk campur kode lebih dominan karena faktor keterbatasan kosakata.
Analisis Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Ancika Karya Pidi Baiq (Tinjauan Sosiologi Sastra) Abdul Harun; Slamet Triyadi; Imam Muhtarom
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial dalam novel karangan Pidi Baiq dengan judul Ancika. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri banyak jenis-jenisnya, dalam penelitian dengan metode kualitatif yang digunakan yaitu jenis deskriptif analisis. Metode deskriptif analitis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data kutipan yang telah terkumpul. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak dan catat. Teknik pustaka merupakan teknik yang menggunakan sumber tertulis untuk memperoleh data, sedangkan simak dan catat menunjukkan bahwa peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penyimakkan secara cermat, terarah, dan teliti selama pengumpulan data dengan memanfaatkan pedoman analisis yang telah dirumuskan terhadap sumber data terkait. Hasil penelitian yang disajikan peneliti yakni mencakup tujuh nilai sosial berdasarkan teori Risdi, di antaranya: nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Video Youtube Jerome Polin Bersama Chef Arnold serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Teks Anekdot di Sekolah Menengah Atas Aisah; Slamet Triyadi; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1970

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode yang terjadi dalam video Youtube Jerome Polin bersama chef Arnold, faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode, dan relevansinya sebagai bahan ajar teks anekdot di Sekolah Menengah Atas. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini bersumber dari video Youtube Jerome Polin bersama chef Arnold. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik simak dan catat. Peneliti menyimak bentuk alih kode dan campur kode yang terdapat dalam video Youtube Jerome Polin bersama chef Arnold, kemudian dari hasil menyimak tersebut ditulis dalam bentuk catatan. Adapun bentuk alih kode yaitu intern dan ekstern. Sedangkan campur kode berupa kata, frasa, baster, perulangan kata, ungkapan, dan klausa. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode yaitu penutur, mitra tutur, hadirnya orang ketiga, istilah yang lebih populer, kaum terpelajar, menjelaskan sesuatu, dan keterbatasaan kode.
ANALISIS DIKSI DAN GAYA BAHASA ALBUM “RIUH” KARYA FEBY PUTRI SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMK Iis Badriah; Slamet Triyadi; Wienike Dinar Pratiwi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5 NUMBER 2 DECEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i2.3515

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini dengan melihat dilapangan bahwa siswa tidak antusias dalam pembelajaran Indonesia, sehingga mengalami kesulitan dalam menulis puisi dengan memperhatikan unsur pembangunnya. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis diksi dan gaya bahasa album Riuh karya Feby Putri. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu pada album Riuh karya Feby Putri; dan (2) Menjelelaskan pemanfaatan hasil analisis dalam album Riuh karya Feby Putri dalam pembelajaran Teks Puisi di SMK kelas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Aspek yang dikaji adalah diksi yang bermakna konotatif dan denotatif serta gaya bahasa yang terdiri dari gaya bahasa Aliterasi, Asonansi, Hiperbol, Paradoks, Simile, Metafora, Antonomasia, dan Epitet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 66 diksi atau pemilihan kata pada lirik yang bermakna konotatif dan 22 diksi yang bermakna denotatif. Dalam hasil analisis gaya bahasa peneliti menemukan sebanyak 55 larik, yang terbagi ke dalam 8 gaya bahasa. Hasil akhir penelitian ini berupa pemanfaatan bahan ajar handout untuk pembelajaran unsur pembangun teks puisi.
Kajian Sosiolinguistik Ragam Bahasa Gaul di Media Sosial Tiktok pada Masa Pandemi Covid-19 dan Pemanfaatannya Sebagai Kamus Bahasa Gaul Alifah Arde Ajeng Hamidah; Sinta Rosalina; Slamet Triyadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2029

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bentuk dan makna bahasa gaul remaja di media sosial Tiktok pada masa Pandemi Covid-19 yang menjadi bahasa sehari-hari kalangan remaja dan dijadikan sebagai kamus Bahasa Gaul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13-18 tahun yang menggunakan aplikasi media sosial Tiktok dengan data berupa kosakata bahasa gaul. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Jumlah data yang telah dikumpulkan sebanyak 130 data. Analisis data dilakukan dengan mengamati isi konten video untuk menganalisis makna kalimat yang tertulis dengan isi video tersebut. Setelah mengetahui makna dan maksud dari kalimat yang tertulis maka data dapat dikategorikan sesuai dengan masing-masing jenis dan makna bahasa gaul untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan kamus. Dalam penelitian ini ditemukan 31 kata yang berasal dari kata akronim, 8 kata berbentuk abreviasi, 5 kata berbentuk kata klipping, 5 kata berbentuk kata kontraksi, 3 kata berasal dari fonem-fonem yang dibalik atau ragam walikan, 6 kata yang berasal dari pelepasan huruf vokal, 25 kata yang menggunakan bahasa asing, 16 kata yang beraras dari pergeseran makna karena persamaan sifat atau asosiasi, 4 kata yang berasal dari kata dimonoftong, 5 kata yang diimprovisasi secara acak, 17 kata baru. Selain itu, ditemukan bentuk lain, yakni bentuk penggunaan lambang bilangan sebanyak 2 kata dan penyimpangan makna sebenarnya sebanyak 2 kata. Dari kata tersebut, 101 kata gaul memiliki makna denotatif atau bermakna asli dan 29 kata gaul memiliki makna konotatif atau berupa makna kiasan. Hasil analisis bentuk dan makna bahasa gaul dapat dijadikan sebagai rekomendasi bahan pendamping pembelajaran sehari-hari yang berupa kamus bahasa gaul yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik, maupun orang tua dalam mengawasi perkembangan bahasa yang digunakan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Teknik Skimming dalam Pembelajaran Memahami Isi Teks Cerpen pada Siswa Kelas XI SMK Pratama Mulya Karawang Ayu Maryani; Slamet Triyadi; Hendra Setiawan
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.5617

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada rendahnya pemahaman peserta didik terhadap isi teks cerpen. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami isi teks cerpen. Berdasarkan hal tersebut upaya yang diberikan yaitu pembelajaran memahami isi teks cerpen dengan menggunakan teknik skimming. Upaya tersebut dapat membantu peserta didik memahami isi teks cerpen, sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mencari jawaban dari apa yang dipertanyakan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan teknik skimming dalam pembelajaran memahami isi teks cerpen pada siswa kelas XI SMK Pratama Mulya Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Pratama Mulya Karawang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, dengan memilih kelompok-kelompok individu atau cluster, yaitu kelas XI TKR (kelas eksperimen) dan XI AP (kelas kontrol).Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami isi teks cerpen meningkat. Nilai rata-rata kelas eksperimen pada saat pretest sebesar 52,12. Setelah diberikan perlakuan teknik skimming nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 84,31. Selain itu, hasil uji t dengan taraf signifikansi ɑ = 0,05 diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan memahami isi teks cerpen pada kelas eksperimen dengan peserta didik pada kelas kontrol.
Analisis Keteladanan Tokoh pada Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tek Biografi di SMA Kelas X Putri Estrana Yasiq Ilham; Slamet Triyadi; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahan ajar yang tidak sesuai kompetensi dan materi teks biografi yang tidak menampilkan sastrawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keteladanan tokoh pada buku biografi Pramoedya Ananta Toer dan mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai bahan teks biografi di SMA Kelas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Subjek dan objek penelitian ini adalah buku biografi dan keteladanan tokoh. Sumber data yang digunakan adalah buku biografi Pramoedya Ananta Toer, skripsi, jurnal, dan buku referensi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, studi pustaka, dan analisis, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keteladanan tokoh pada buku biografi Pramoedya Ananta Toer berdasarkan nilai karakter Kemendikbud 2017, dan hasil analisis yang digunakan sebagai bahan ajar teks biografi di SMA Kelas X berdasarkan ketentuan Kurikulum 2013. Hasil analisis pada buku biografi Pramoedya Ananta Toer ditemukan keteladanan tokoh 42 nilai karakter, terdiri dari dari 9 religius, 12 nasionalis, 8 integritas, 9 mandiri, dan 4 gotong royong. Peneliti membuat bahan ajar dalam bentuk handout dan melakukan validasi bahan ajar berdasarkan kriteria Kemendiknas 2008 untuk menentukan pilihan bahan ajar. Hasil penilaian bahan ajar handout didapatkan nilai sangat baik dari validator kedua. Dapat dikatakan bahwa keteladanan tokoh Pramoedya Ananta Toer dapat dijadikan bahan ajar teks biografi di SMA Kelas X.
Analisis Tindak Tutur Perlokusi dalam Iklan Tokopedia x BTS dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Materi Teks Iklan, Slogan, dan Poster di Sekolah Menengah Pertama Dinda Ardiyanti; Sinta Rosalina; Slamet Triyadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam iklan Tokopedia x BTS, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam iklan Tokopedia x BTS, (3) mendeskripsikan relevansi hasil analisis tindak tutur perlokusi dalam iklan Tokopedia x BTS sebagai bahan ajar materi teks iklan, slogan, dan poster di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskripstif. Peneliti memilih sebanyak sebelas iklan Tokopedia yang dipilih berdasarkan konteks dan tuturannya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data antara lain teknik dokumentasi; teknik simak; dan teknik catat. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini model analisis data interaktif. Hasil penelitian yang ditemukan sebagai berikut. Pertama, bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebanyak lima jenis, yaitu (1) tindak tutur representatif sebanyak 49 tuturan, (2) tindak tutur direktif sebanyak 16 tuturan, (3) tindak tutur ekspresif sebanyak 6 tuturan, (4) tindak tutur komisif sebanyak 4 tuturan, dan (5) tindak tutur deklaratif sebanyak 2 tuturan. Kedua, fungsi tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam penelitian ini terdapat empat jenis, yaitu (1) fungsi kompetitif sebanyak 12 tuturan, (2) fungsi konvival sebanyak 35 tuturan, (3) fungsi kolaboratif sebanyak 23 tuturan, dan (4) fungsi konfliktif sebanyak 2 tuturan. Ketiga, hasil analisis pada penelitian ini berelevansi sebagai bahan ajar materi teks iklan, slogan, dan poster di Sekolah Menengah Pertama berupa handout yang disesuaikan dengan kompetensi dasar 3.3 dan 4.3.