Devi Nuralinah
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN ALTERNATIF MASJID RAYA AN – NUR POLITEKNIK NEGERI MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Adhim, Alieful Fauzul; Hidayat, M. Taufik; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.561 KB)

Abstract

Negara Indonesia memiliki luas wilayah yang cukup besar dan memiliki potensi pengembangan daerah yang cukup besar pula. Salah satu contoh daerah tersebut adalah Kota Malang. Kota Malang sebagai potensi dalam bidang pariwisata, pendidikan, industri, pertanian dan perdagangan. Tetapi hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru karena semakin terbatasnya lahan yang tersedia akibat pembangunan yang dilakukan terus-menerus. Salah satu bangunan yang ada di Kota Malang yang sedang dibangun adalah Masjid An – Nur Polinema (Politeknik Negeri Malang). Bangunan ini direncanakan menggunakan struktur beton bertulang dan direncanakan bangunan empat lantai. Perencanaan menggunakan struktur beton bertulang dilakukan karena lebih mudah dikerjakan dan tidak memerlukan tenaga ahli atau khusus untuk mengerjakannya, tetapi bagaimanakah jika bangunan tersebut direncanakan menggunakan struktur baja. Perencanaan lain menggunakan struktur baja. Profil baja Castlellated Beam adalah hasil pengembangan dari model profil baja Wide Flange Shape. Profil baja Castlellated Beam ini belum banyak digunakan pada gedung tinggi. Dengan hasil analisis dan evaluasi ini nantinya akan diharapakan dapat membuka pengetahuan mahasiswa tentang analisis dari profil baja Castlellated Beam. Kata kunci: LRFD, Stuktur Baja, Castellated Beam
PENGARUH METODE TWO STAGE MIXING APPROACH (TSMA) TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Simarmata, Iwan Fernando; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.95 KB)

Abstract

Penggunaanpaving dari beton porous semakin banyak digunakan untuk mengurangi adanya gendangan air di permukaan jalan. Banyaknya limbah dari beton bangunan yang sudah dihancurkan menjadi masalah tersendiri sehingga muncul gagasan menggunakan agregat dari beton limbah sebagai pengganti agregat alam. Penggunaan agregatt dari beton limbah pada umumnya menghasilkan beton dengan mutu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Two Stage Mixing Approach (TSMA) terhadap kuat tarik belah beton porous, dan menggunakan variasi komposisi agregat kasar daur ulang (RCA) terhadap agregat kasar alam (NCA). Pada penelitian ini digunakan benda uji tarik belah berupa silinder beton porous dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi silinder 30 cm. Metode yang digunakan untuk pengecoran adalah metodenormal mixing approach (NMA) dan metode two stage mixing approach (TSMA) dengan variasi komposisi RCA 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Untuk pembuatan beton porous campuran yang digunakan antara semen : agregat kasar : air adalah 1 : 4 : 0,3. Dan mutu parent concrete penghasil RCA adalah beton mutu K-175 – K-225. Variasi komposisi RCA yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap kuat tarik beton porous. RCA dengan kadar 50% dan menggunakan metode NMA menghasilkan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1,4675 Mpa. Pada kadar RCA 25%, 75%, dan 100% benda uji metode TSMA memiliki kuat tarik belah lebih tinggi, dan kuat tarik belah tertinggi beton porousyang menggunakan metode TSMA adalah 1,3664 Mpa dengan kadar RCA 100%. Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, metode two stage mixing approach
PENGARUH METODE TWO-STAGE MIXING APPROACH (TSMA) TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Aprianti, Kartini; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.555 KB)

Abstract

Beton porous adalah salah satu jenis beton yang mempunyai rongga udara lebih besar sehingga memungkinkan air untuk mengalir melalui rongga beton dan dapat diserap oleh tanah. Adanya rongga udara yang lebih besar, mengakibatkan kuat tekan beton porous lebih rendah dibandingkan beton konvensional. Penggunaan beton porous dapat dikembangkan lagi dengan mengganti sebagian atau seluruh agregat kasar alam (NCA) dengan agregat kasar beton daur ulang (RCA). Kualitas RCA umumnya lebih rendah daripadanNCA, sehingga metodenTwo-Stage Mixing Approach (TSMA) diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton porous yang.menggunakan.RCA. Pengujian material pada penelitian ini meliputi berat isi, berat jenis, dan penyerapan air pada agregat kasar. Sedangkan pengujian untuk beton porous meliputi berat isi dan kuat tekan. Uji tekan dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh komposisi RCA dan metode pencampuran terhadap kuat tekan beton porous. Persentase RCA yang digunakan yaitu 0%, 25% 50%, 75%, dan 100%, sedangkan metode pencampuran yang digunakan yaitu Normal Mixing Aggregates (NMA) dan Two-Stage Mixing Approach (TSMA). Pengujian tekan dilakukan pada umur beton 28 hari dengan alat Compressing Testing Machine (CTM). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan rata-rata maksimum yaitu pada komposisi RCA 100% dan metode TSMA dengan nilai 11,81 MPa. Pada penelitian ini, hasil pengujian kuat tekan memenuhi syarat ACI 522R-10 tentang beton porous. Kata kunci:.Beton.porous, kuat tekan, agregat kasar daur ulang, Two-Stage Mixing Approch (TSMA)
PENGARUH VARIASI JARAK KLEM SELANG PADA TULANGAN BAMBU TERHADAP RESPON SIKLIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BETON BERTULANG BAMBU Prayoga, Yopi Adi; Dewi, Sri Murni; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.947 KB)

Abstract

Sambungan balok-kolom merupakan bagian dari komponen struktur bangunan yang sangat kritis. Seiring dengan penggunaan tulangan baja yang semakin banyak, inovasi bambu sebagai pengganti baja untuk penahan gaya tarik yang bekerja pada beton bertulang dapat menjadi solusi. Dikarenakan daya lekat antara bambu dan beton belum cukup kuat, pada penelitian kali ini akan meneliti penggunaan variasi jarak pemasangan klem selang sebagai kait pada bambu untuk mendapatkan kapasitas respon siklik sambungan balok-kolom yang lebih baik. Sambungan balok-kolom yang diuji berjumlah 7 buah dengan mutu beton (f’c) 30 Mpa.Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jarak klem selang (6 cm dan 12 cm), dan tulangan bambu yang digunakan adalah bambu petung dengan dimensi 1,5 x 1,5 Cm. Pengujian yang dilakukan adalah Pengujian Kuat Lentur dengan Beban Siklik. Hasil eksperimental dari penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan balok-kolom dengan klem selang jarak 12 cm memiliki nilai daktilitas rata-rata 15,339 serta luas kurva hysteresis rata-rata 29,8 Kgmm, sedangakn sambungan balok-kolom dengan klem selang jarak 6 cm memiliki nilai daktilitas rata-rata 7,998 serta luas kurva hysteresis rata-rata 20,39 Kgmm. Kata kunci : respon siklik, beton bertulangan bambu, daktilitas perpindahan, beban gempa, sambungan balok-kolom.
PENGARUH PEMAKAIAN KLEM SELANG TERHADAP BEBAN MAKSIMUM PADA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BETON BERTULANGAN BAMBU Yanuar, Lucky; Dewi, Sri Murni; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.512 KB)

Abstract

Beton merupakan material utama yang digunakan dalam bidang konstruksi karena kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk dan perawatannya mudah.Dalam pelaksanaandilapangan  sering dikombinasikan dengan tulangan baja karena kuat tarik baja yang tinggi.Namun, tulangan baja merupakan material yang relatif mahal dan sumber daya alam tak terbaharui maka, diperlukan alternatif pengganti baja yaitu menggunakan tulangan bambu.Tulangan bambu memiliki kuat tarik tinggi yang mendekati baja namun kuat lekat pada bambu masih rendah. Kuat lekat pada bambu dapat diminimalisir dengan menggunakan kait dan pemberian lapisan kedap air. Dalam penelitian ini tulangan bambu diberikan klem selang sebagai kait dan cat serta sikadur sebagai lapisan kedap air. Dengan adanya penambahan klem selang diharapkan kapasitas beban maksimum pada tulangan bambu dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan pengujian beban siklik. Benda uji sambungan balok-kolom berdimensi 18x25x160cm pada kolom dan 25x18x75cm pada balok.Berdasarkanhasil penelitian diperoleh belum adanya pengaruh akibat penggunaan klem selang pada rasio tulangan kecil 0.76% terhadap peningkatankapasitas  beban maksimum sambungan balok-kolom beton bertulangan bambu. Namun, pada rasio tulangan besar 1.21% penggunaan klem selang berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas beban maksimum pada sambungan balok kolom beton bertulangan bambu sebesar 14.21%. Kata Kunci: sambungan balok-kolom bertulang bambu dengan kait, klem selang, beban makasimum, lendutan, pola retak.
PENGARUH POLA TULANGAN GESER BAMBU PADA PENGUJIAN GESER-LENTUR BALOK Amelia, Renny; Simatupang, Roland Martin; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.847 KB)

Abstract

Penelitian penggunaan tulangan bambu sebagai pengganti tulangan baja pada beton sudah banyak dilakukan.Morisco (1999) merupakan salah satu peneliti yang menyelidiki bahwa bambu dapat digunakan sebagai pengganti tulangan baja karena mempunyai kekuatan tarik yang tinggi mendekati baja struktur. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh tulangan geser bambu pilin dan tidak dipilin terhadap nilai kuat geser, beban maksimum balok dan lendutan. Untuk tulangan bambu pilin digunakan dimensi 0,4 cm x 0,4 cm yang dibentuk berdasarkan pola pilinan terbaik dari hasil uji pull out. Untuk tulangan geser bambu tidak dipilin menggunakan dimensi 0,5 cm x 1 cm. Tulangan utama balok menggunakan tulangan baja dengan diameter 8 mm. Balok yang akan diuji berdimensi 18 cm x 20 cm x 100 cm dengan jenis pembebanan Two Point Loading, jarak antar tumpuan 80 cm, dan rasio a/d yaitu 1 < a/d < 2,5. pengujian balok dilakukan setelah usia balok 10 hari. Hasil pengujian kuat geser yang dihasilkan oleh benda uji balok dengan menggunakan tulangan geser bambu tidak dipilin sebesar 13800 kg dan 14500 kg , dan benda uji balok dengan menggunakan tulangan geser bambu pilin sebesar 5400 kg dan 9400 kg. Dapat disimpulkan bahwa tulangan geser bambu memiliki peran dalam meningkatkan nilai kuat geser selain dari kuat geser dari beton sendiri.Pola retak akibat pembebanan yang dialami keseluruhan balok adalah retak geser-lentur. Kata kunci: Tulangan Geser Bambu, Bambu Pilin, Kuat Geser, Pola Retak
UJI TARIK DAN PENGARUH VARIASI POLA PILINAN BAMBU TERHADAP KUAT LEKAT BALOK BETON Jahuranto, Maria Veronika; Nuralinah, Devi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.909 KB)

Abstract

Morisco (1999) menyelidiki bahwa bambu dapat digunakan sebagai pengganti tulangan baja karena mempunyai kekuatan tarik yang tinggi mendekati baja struktur. Bambu memiliki kelemahan yaitu pada sifat kembang susutnya karena sifatnya yang higroskopis yang menyebabkan berkurangnya kuat lekat dengan beton sehingga sangat rentan terjadi slip. Untuk itu bambu perlu diberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan daya lekat antara tulangan dengan beton dengan cara dipilin. Pada penelitian ini akan diteliti lebih lanjut tentang kuat tarik bambu dan pengaruh variasi pola pilinan terhadap kuat lekat beton bertulangan bambu. Dicoba 3 pola pilinan untuk mengetahui pola pilinan mana yang dapat memberikan kuat lekat terbaik. Sebagai kontrol digunakan tulangan bambu polos berukuran 0,7cm x 0,7 cm. Hasil pengujian hasil kuat tarik bambu sebesar 48,90 Mpa dan berdasarkan hasil pengujian pull out bambu didapatkan hasil kuat lekat bambu sebesar 1,18 MPa yang berasal dari tulangan bambu polos. Pada tulangan bambu pilin didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 85,85 Mpa yang berasal dari pola 1. Tulangan bambu pilin belum memperlihatkan perilaku cabut saat pengujian pull out sehingga belum dapat diketahui besarnya lekatan antara bambu pilin dengan beton. Namun, lekatan antara tulangan bambu pilin dengan beton yang terjadi cukup bagus jika dilihat dari mutu beton yang melebihi rencana. Dimana pada beton dengan mutu diatas rencana tulangantidak mengalami pergeseran atau tercabut saat dilakukan uji pull out karena adanya ikatan yang kuat antara beton dengan tulangan bambu pilin. Kata Kunci: Bambu Pilin, Uji Tarik, Uji Pull Out, Kuat Tarik, Kuat Lekat.
PENGARUH VARIASI IKATAN UJUNG TERHADAP KUAT LENTUR BETON TULANGAN BAMBU PILIN Natalia, Christiovalni; Simatupang, Roland Martin; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.237 KB)

Abstract

Padaqdunia konstruksi,.beton bertulan..merupakan material utama yang paling dibutuhkan saat ini. Bajaqmerupakan komponen yang digunakan sebagai tulangan beton pada umumnya, akan tetapi baja merupakan :sumber”daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga diperlukan alternatif..lain pengganti baja sebagai tulangan. Bambu merupakan alternatif yang ditawarkan sebagai tulangan pengganti baja, akan tetapi sifat higroskopiszdari bambu .serta”daya lekat bambu yang rendah menjadi kelemahan inovasi ini. Oleh sebab itu dibuatlah inovasi terbaru untuk memperbaiki nilai:lekatan antar bambu dan beton yaitu dengan menggunakan bambu pilinan. Betonadenganq tulangan bambu pilin membutuhkan ikatan ujung”untuk mengikat bilah- bilah bambu dengan tujuan untuk menjaga pola pilinan, meningkatkan respon lentur serta kuat lekat beton. Hasil dari penelitian ini, pengaruh variasi ikatan  ujung ini tidak memperoleh perbedaan yang cukup signifikan  antara variasi ikatan . Berdasarkan dua  tinjauan  tersebut variasi ikatan ujung  belum memberikanzpengaruh yang signifikan terhadap lendutan  dan  beban  maksimum . faktor pengaruh ikatan ujung  terhadap hasil 8,867% terhadap  beban  maksimum  dan 32,62% terhadap lendutan  maksimum  benda uji. Dengan  hasil  beban  maksimum  terbaik diperoleh variasi klem selang sedangkan lendutan terbesar diperoleh klem selang. Kata kunci : kuat lentur,beton, bambu pilin, ikatan ujung.
PENGARUH VARIASI JARAK SENGKANG BAMBU PILIN TERHADAP UJI GESER-LENTUR BALOK Saputra, Raka Agidio; Nuralinah, Devi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.438 KB)

Abstract

Pada beberapa penelitian terdahulu bahan dasar bambu memiliki kuat tarik yang tinggi dan pada penelitian ini bahan dasar bambu digunakan sebagai sengkang dengan metode pilin. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh tulangan geser bambu pilin terhadap kuat geser, lendutan lebar dan panjang retak. Untuk tulangan bambu pilin digunakan dimensi 0,4 cm x 0,4 cm yang dibentuk berdasarkan pola pilinan terbaik dari hasil uji pull out dari penelitian sebelumnya. Tulangan utama balok menggunakan tulangan baja dengan diameter 8 mm. Benda uji balok berdimensi 18 cm x 20 cm x 100 cm dengan 2 beban terpusat dan jarak antar tumpuan 80 cm. Jumlah benda uji pada penelitian ini sebanyak 6 buah dengan 3 variasi jarak sengkang yaitu 20 cm, 15 cm dan 10 cm dengan setiap variasi jarak sengkang sejumlah 2 buah benda uji.  Pengujian balok dilakukan setelah usia balok 30 hari. Pengujian kuat geser dengan mengamati pengaruh kapasitas geser, lendutan, lebar dan panjang retak. Berdasarkan pengamatan pengaruh kapasitas geser, lendutan, lebar dan panjang retak menghasilkan grafik berjenis Polynomial dan linier, grafik tersebut digunakan untuk memprediksi dan mengetahui pengaruh jarak sengkang dengan jarak sengkang antara 5 – 35 cm yang dibuat grafik pada penelitian ini. Hasil pengujian kuat geser yang dihasilkan oleh benda uji balok dengan menggunakan tulangan geser bambu pilin mencapai 15000 kg pada jarak sengkang 10 cm. Dapat disimpulkan bahwa tulangan geser bambu memiliki peran dalam meningkatkan nilai kuat geser selain dari kuat geser dari beton sendiri.. Kata kunci: Tulangan Geser Bambu, Variasi Jarak Sengkang Bambu Pilin, Kuat Geser, Pola Retak
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PILIN DAN BAJA DENGAN BETON NORMAL Juniko, Kanza Syahdi; Nuralinah, Devi; Desy Setyowulan, Eva Arifi ,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.319 KB)

Abstract

Beton bertulang merupakan material komposit yang sangat baik untuk konstruksi bangunan. Tulangan yang digunakan biasanya adalah material baja sebagai penahan tegangan tarik. Selain baja ada salah satu pengganti nya yaitu bambu karena pertumbuhan cepat di Indonesia dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Tetapi bambu sebagai tulangan memiliki kelemahan yaitu tegangan lekat yang rendah maka perlu adanya perlakuan khusus kepada tulangan bambu. Bahan penyusun beton yang biasanya berasal dari agregat normal namun pada penelitian ini juga menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA) sebagai bahan pengganti untuk agregat kasar alam. Penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) juga sebagai pemanfaatan bahan material yang tidak terpakai bisa di daur ulang dan digunakan kembali.Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan kuat tarik baja sebesar 105,25 Mpa dan berdasarkan hasil pengujian pull out didapatkan tegangan lekat maksimum pada baja sebesar 2,06 Mpa, sedangkan pada pengujian pull out dengan menggunakan bambu pilin didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 1476,58 Mpa. Hasil dari kedua tegangan maksimum baik tegangan lekat pada baja maupun tegangan tarik pada bambu pilin didapatkan dari beton dengan campuran agregat kasar daur ulang (RCA). Tulangan bambu pilin belum memperlihatkan perilaku cabut saat pengujian pull out sehingga belum dapat diketahui kekuatan lekat antara tulangan bambu pilin dengan beton. Kata Kunci : Bambu Pilin, Recycled Coarse Aggregate (RCA), Uji Tarik, Uji Pull Out, Kuat Tarik, Kuat Lekat.
Co-Authors ., Archie ., Wisnu Abdi Jayanti, Dwi Yulina Adhim, Alieful Fauzul Adi, Satrio Wibowo Afiffah, Annisa Salma Nur Agoes SMD SMD, Agoes SMD Agoes Soehardjono Ahmad Badiuzzamani Alwafi Pujiraharjo Amelia, Renny Andrian Permana Aprianti, Kartini Ari Wibowo Arisandi, Sukarno Yudha Audian, Ilma Badiuzzamani, Ahmad Bhondana Bayu B.K Christin Remayanti D. Mulyaningrum Desinta Nur Lailasari Desinta Nur Lailasari, Desinta Nur Desy Setyowulan Erwin Widya A. Eva Arifi Faradisa, Najmi Febriananta, Yudha Firdausy, Ananda Insan Hasan, Ahmad Akbar Ihza Mahendra, Mochamad Gusti Ilhamy, Ahmad Haidar Indra Waluyohadi, Indra Indradi Widjatmiko Indradi Wijatmiko Jahuranto, Maria Veronika Jiwanggono, Nicolas Aldo Juniko, Kanza Syahdi Kristopher, Fredo Kurniawati, Agustin Dian Lilya Susanti M. Taufik Hidayat Marsoli, Ayuning Fitriani Mauzudah, Ma’rifatul Mauzudah Ming Narto Wijaya Muhammad F, Dito Natalia, Christiovalni Naufal Ammar Ainurridho Nugroho, Seto P, Erlangga Adang Pahlawan, Darni Mulia Partogi Lumban Gaol, Rainhart Markus Pratama, Chandra Rudy Prayoga, Yopi Adi R. Martin Simatupang R. Martin Simatupang, R. Martin Ramadhani, Candra Kurniawan Ramadhani Ristinah Ristinah Ristinah Syamsuddin Ristinah Syamsudin Roland Martin Simatupang Saputra, Raka Agidio Satria Nugraha, Cosmas Yudha Setiaimani, Muhammad Rafly Simarmata, Iwan Fernando Siti Nurlina Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sugeng P. Budio Sunujaya, Muhammad Alim Syafii, Yusuf Achmad Tanawa, Yanssen Taufik Hidayat Wisnumurti . Yanuar, Lucky