Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Effect of Comparison of Planting Media and Types of Cage Fertilizer on the Growth of Porang (Amorphophallus onchophyllus) Seedlings Fathia Rahayu; Cut Mulyani; Adnan Adnan
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.2519

Abstract

This study aims to determine the effect of the comparison of planting media and the effect of the type of manure on the growth of porang seedlings and to determine the interactions that occur between the comparison of planting media and manure. This study used a factorial randomized block design (RAK) with two factors studied, namely: Comparative treatment of planting media with 3 levels, : M1 = Top soil + Sand + Rice husk (1:1:1), M2 = Top soil + Sand + Rice husk (1:1:2) and M3 = Top soil + Sand + Rice husk (2:1:2). The treatment of type of manure with 3 levels, namely: P1 = cow manure, P2 = goat manure and P3 = chicken manure. The parameters observed were plant height (cm) observed at 40, 50 and 60 DAP, stem diameter (cm) was observed at 40, 50 and 60 DAP, number of leaves (strands) was observed at 60 DAP and plant root length was observed. when the plant was 60 DAP. The results showed that the comparison of planting media had a significant effect on the parameters of height, stem diameter and plant root length. The best results were obtained in the treatment M3=2:1:2. The type of manure treatment had a significant effect on the observation of plant height, stem diameter and root length at 60 DAP. The best observation results were obtained by giving P3 (25gr/polybag chicken coop fertilizer). There is no interaction between the effect of giving several comparisons of planting media and giving the type of manure.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH KERITING AKIBAT PEMBERIAN PGPR DAN PUPUK SP-36 Fahrozy Guntoro; Syamsul Bahri; Adnan
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Growth and Yield Responses of Curly Red Chili Plants Due to PGPR and Sp-36 Fertilizers. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Samudra University, with an altitude of ± 10 meters above sea level. The method used in this study was the RBD (Randomized Block Design). The research was carried out for 3 months starting from October 2022 to January 2023 and had 2 factors, namely PGPR and Fertilizer SP-36. The aplication of consisted of: 20 ml/l air (D1),25 ml/l air (D2) and 30 ml/l air (D3). While SP-36 fertilizer application consists of 3 sub factors, namely: 100 kg/ha (P1), 200 kg/ha (P2) and 300 kg/ha (P3). The results showed that the PGPR dose treatment increased theplant height at 4 WAP, number of branches at 7 WAP, and fruit production per hectar. However decreased at 2 WAP plant height, number of branches 5 MST stem diameter, fruit length and plant weight per sample. The best results were obtained at the 25 ml/l PGPR dose. The results showed that the treatment with SP-36 fertilizer increased the plant height at 4 WAP. The best results were obtained in the P3 treatment of SP- 36 fertilizer 300 kg/ha. The interaction between PGPR Dosage treatment and SP-36 fertilizer increased to the parameter number of branches 7 WAP The best interaction results in the administration of PGPR doses and SP-36 fertilizer were PGPR doses of 25 ml/l and SP-36 fertilizers of 300 kg/ha.
Rekayasa Kehadiran Gulma Dan Dosis Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Muaz Munauwar, Muhammad; Baidhawi, Baidhawi; Hendrival, Hendrival; Adnan, Adnan
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan gulma diberbagai waktu dan pengaruh pemberian beberapa taraf pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah penyiangan gulma 28 hari setelah tanam (HST), 42 HST, (28 dan 42) HST, dan terus menerus. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor 0 kg P2O5/ha, 25 kg P2O5/ha, 50 kg P2O5/ha dan 75 kg P2O5/ha. Enam belas kombinasi perlakuan yang didapat diulang sebanyak tiga kali, sehingga didapat empat puluh delapan unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan 30 HST tanaman kedelai tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan terus menerus, sedangkan ukuran tanaman kedelai terendah terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST. Umur berbunga tercepat terdapat pada 28 HST dan 42 HST, penyiangan gulma terus menerus menyebabkan kedelai menjadi paling akhir berbunga. Umur panen kedelai tercepat terjadi pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan umur panen terlama terdapat pada perlakuan penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus. Berat biji per tanaman terendah terdapat pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan berat biji tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus.
PENGARUH VARIETAS DAN PEMUPUKAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max) Amin, Adnan; Munauwar, Muhammad Muaz; Bakar, Basri A; Aziz, Abdul; Ismail, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4686

Abstract

Pengaruh varietas dan pemupukan fosfor terhadap pertumbuhan serta hasil kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (V) : Anjasmoro, Grobogan, Dena 1 dan Dena 2. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor : 0 kg P2O5/ha, 20 kg P2O5/ha, 40 kg P2O5/ha dan 60 kg P2O5/ha. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi pada umur 15 dan 30 HST, ukuran tertinggi pada 15 dan 30 HST di jumpai pada varietas Dena 1. Varietas kedelai berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur berbunga tercepat terdapat pada varietas grobogan, varietas yang paling lama memunculkan bunga adalah dena 2. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap umur panen, umur panen tercepat adalah varietas grobogan dan umur panen terlama adalah varietas dena 2. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap berat 100 biji, varietas dena 2 memiliki berat tertinggi sedangkan berat terendah didapati pada varietas dena 1. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji pertanaman, berat biji pertanaman tertinggi terdapat pada varietas dena 2, sedangkan yang terendah terdapat pada varietas dena 1 dan grobogan.
Diseminasi Teknologi Crab Pot Untuk Budidaya Kepiting pada Pokdakan Raja Ulak Aceh Tamiang Muhammad Jamil; Baihaqi; Adnan; Fairus; Abdul Samad, Agus Putra
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v3i3.253

Abstract

Sejak tahun 2017 pokdakan Raja Ulak telah mengembangkan usaha budidaya ikan dan kepiting. Adapun kendala yang dihadapi mitra: 1). belum adanya alat/teknologi budidaya kepiting ramah lingkungan; 2). Pengetahuan anggota kelompok dalam menerapkan teknologi budidaya itu masih terbatas; dan 3) belum optimalnya manajemen usaha kelompok. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kepiting dan upgrading manajemen usaha kelompok. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh seluruh anggota Pokdakan berjumlah 18 orang, 2 orang penyuluh, 3 dosen, dan 3 mahasiswa Universitas Samudra. Hasil PKM menunjukkan bahwa: 1) 86% mitra memahami bidudaya kepiting melalui crab pot ramah lingkungan ; 2) 87% mitra memahami cara menggunakan crab pot; 3) 84% mitra memahami cara merawat crab pot; 4) 100% mitra setuju kegiatan PKM ini memberikan banyak manfaat dan dapat menyelesaikan masalah mitra; 5) 82% mitra mengalami peningkatan pengetahuan mengenai administrasi dan kelembagaan mitra; dan 6) 46% mitra mengalami peningkatan pendapatan dari pemanfaatan crab pot.
DIVERSIFIKASI LIMBAH LIDI KELAPA SAWIT SEBAGAI INCOME GENERATING PADA KWT MUSARA GAYO ACEH TAMIANG Adnan Adnan; Adi Bejo Suwardi; Baihaqi Baihaqi; Rosmaiti Rosmaiti; Imam Hadi Sutrisno; Cut Gustiana; Silvia Anzhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27843

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan diversifikasi limbah lidi kelapa sawit menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai ekonomis kepada 25 anggota kelompok Wanita tani Musara Gayo desa batu bedulang dalam rangka meningkatkan income generating bagi anggota kelompok. sekaligus meningkatkan kemampuan praktis dalam menciptakan aneka produk kerajinan tangan berbahan lidi sawit, Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. ..Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan terangkum melalui lembar posttest dimana 10 anggota kelompok (40%) mengetahui teknik perautan lidi sawit yang baik, 8 anggota kelompok (35%) sangat mengetahui teknik akhir mengkilatkan produk, 18 angota kelompok (72%) mengetahui teknik pembuatan bagian bawah produk,16 anggota kelompok (66%) cukup mengetahui berapa jenis produk kerajinan yang dihasilkan, 5 anggota kelompok (23%) mengetahui peralatan yang digunakan selama masa produksi, Disimpulkan bahwa 46,3% anggota kelompok mengetahui materi pemilihan dan pengumpulan bahan baku dan 54,5% anggota kelompok mengetahui materi pelembutan dan pemrosesan lidi sawit. Hal ini memperlihatkan bahwa diversifikasi produk limbah lidi sawit sangat membantu mitra dalam mempercepat dan memberikan nilai tambah ekonomis bagi anggota kelompok.Abstract: This community service (PKM) aims to introduce the diversification of oil palm leaf waste into various economically valuable handmade craft products to 25 members of the Musara Gayo women's farmer group at Batu Bedulang Village, in order to increase income generation for group members, while simultaneously enhancing practical skills in creating various craft products made from palm leaf sticks. The methods used are participatory action research and technology transfer through a series of activities, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. All stages of the activities are summarized through a post-test sheet, where 10 group members (40%) are familiar with the proper technique for shaving palm leaf sticks, 8 members (35%) are very familiar with the technique for polishing the final product, 18 members (72%) are familiar with the technique for making the bottom part of the product, 16 members (66%) are sufficiently familiar with the types of craft products produced, and 5 members (23%) are familiar with the equipment used during the production process. It is concluded that 46.3% of group members understand the material for selecting and gathering raw materials, and 54.5% of group members understand the material for softening and processing palm leaf sticks. This shows that the diversification of oil palm leaf waste products greatly helps partners in accelerating and providing economic added value for group members.
INTRODUKSI ALAT SERUT BAMBU RAMAH LINGKUNGAN BAGI PENCIPTAAN ADDED VALUE PADA KELOMPOK TANI OLOH ACEH TAMIANG Baihaqi Baihaqi; Imam Hadi Sutrisno; Muhammad Jamil; Adnan Adnan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18875

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan atas tingginya permintaan aneka produk kerajinan berbahan bambu oleh beberapa UMKM yang dihasilkan melalui teknologi alat serut bambu ramah lingkungan bagi peningkatan kualitas dan kuantitas produk sehingga berdampak terhadap penciptaan nilai tambah produk oleh kelompok tani oloh aceh tamiang. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar pretest dan post test dimana 5 anggota kelompok (33,3%) memahami prinsip kerja alat serut itu, 7 anggota kelompok (46,6%) cukup memahami materi gerakan alat serut bambu, 5 anggota kelompok (33,3%) memahami dengan baik materi teknik pencatatan produk, dan 2 anggota kelompok (13,3%) sangat memahami materi perhitungan neraca laba rugi Disimpulkan bahwa 6 anggota kelompok (40%) mengetahui prosedur penggunaan alat serut bambu, 13 anggota kelompok (86,6%) memahami jenis bambu yang cocok dijadikan aneka produk kerajinan, 10 anggota kelompok (66,6%) sangat mengetahui teknik penghalusan produk bambu, 4 anggota kelompok (26,6%) mengetahui teknik pencatatan buku kas kelompok dan 2 anggota kelompok (13,3%) memahami tatacara pengisian buku penjualan produk. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa produk stik bambu mampu menghasilkan pendapatan 50% bagi kelompok tani ini.Abstract: This service to the community is based on the high demand for various bamboo craft products by several MSMEs which are produced using environmentally friendly bamboo planer technology to increase the quality and quantity of products so that they have an impact on the creation of added value for products by oloh farmer group in Aceh Tamiang District. The method used is an educational approach and technology transfer through a series of activity stages including coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of the activities carried out were recorded through pretest and posttest sheets where 5 group members (33.3%) understood the working principle of the planer, 7 group members (46.6%) quite understood the material on the movement of the bamboo planer, 5 group members (33.3%) understand the product recording techniques well, and 2 group members (13.3%) really understand the profit and loss balance sheet calculation material. It was concluded that 6 group members (40%) knew the procedures for using bamboo planers, 13 group members (86.6%) understand the types of bamboo that are suitable for making various craft products, 10 group members (66.6%) really know the techniques for smoothing bamboo products, 4 group members (26.6%) know the group cash book recording techniques and 2 group members (13.3%) understand the procedures for filling out the product sales book. The results of the assistance show that bamboo stick products are able to generate 50% income for this farmer group.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA BERBAHAN DASAR AKAR BAMBU Adnan, Adnan; Mora, Zulkarnen; Syardiansah, Syardiansah
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i2.1641

Abstract

Pupuk merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan tanaman, oleh karena itu ketersediaan nya didalam masyarakat khususnya dipedesaan sangat diharapkan. Harga pupuk buatan (pabrikan) yang terlalu tinggi saat ini sangat sulit untuk mendapatkan sehingga  untuk keperluan budidaya tanaman baik padi, palawija dan sayur-sayuran  sangat terbatas. Terkait dengan kondisi tersebut maka masalah kekurangan pupuk dan hara tanaman menarik untuk ditelaah dan dikaji, guna dapat dicari solusi nya. Salah satu alternative untuk mengatasi kekurangan pupuk dan ketersediaan hara bagi kebutuhan dalam budidaya pertanian maka dapat diatasi dengan pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di desa yaitu dengan membuat pupuk Organik Cair Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR) yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mempercepat proses dekomposisi, pengurangan  pestisida dan rotasi penanaman dapat mendorong pertumbuhan populasi dari bakteri yang menguntungkan.
Optimalisasi Produksi Kedelai Varietas Anjasmoro Dengan Manipulasi Arah Baris Dan Gulma Adnan, Adnan; Munauwar, Muhammad Muaz
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12661

Abstract

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang tediri dari dua faktor. Faktor pertama manipulasi arah baris tanaman : utara-selatan, timur laut-barat daya, timur-barat, tenggara-barat laut. Faktor ke dua waktu penyiangan gulma : penyiangan terus menerus, 14 hari setelah tanam, 28 hari setelah tanam, (14 dan 28) hari setelah tanam. Enam belas kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan manipulasi arah baris tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan. Pada pengamatan hari ke 28 dan hari ke 42 setelah tanam tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan penyiangan gulma terus menerus dan penyiangan gulma (14 dan 28) hari setelah tanam. Umur berbunga dan panen tercepat tanaman kedelai terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 14 hari setelah tanam. Berat biji per tanaman dan jumlah polong bernas per tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan penyiangan gulma terus menerus dan penyiangan gulma (14 dan 28) hari setelah tanam.
Aplikasi Gipsum pada Kultivar Padi Tahan Salin Bahri, Syamsul; Amin, Adnan; Fitriani, Fitriani
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.1.85

Abstract

Global climate change is predicted to increase the marginal land area, especially saline land, which affects the productivity of rice yields, so proper land management and tolerant varieties are needed. This study aimed to compare saline-tolerant cultivars and productivity at several concentrations of gypsum applications. The research was conducted on saline paddy soil in Cinta Raja Village, East Langsa District, Langsa City. We used fourteen cultivars studied, i.e., Batang Hari, Mendawak, Malaisia, Beres, Siak Raya, Martapura, Dendang, Air Tenggulan, Lambur, Banyuasin, Panasur, Impari, Indra Giri, and Margasari. The best results were found at the application of 1.5 tons per ha gypsum on the Dendang variety (G1V7) as shown by the higher plant height, i.e., 47.67, 60.53, and 71.20 cm at the ages of 30, 45, and 60 DAP, the number of tillers rice was 43.87 at 50 HST, and 39.87 at 60 DAP. The average weight of 1000-grains iwa 28.87 g, and an estimated yield was 7.63 tons ha-1. In conclusion, the Dendang variety, with the application of 1.5 tons of gypsum per ha, can be recommended for planting in saline soils. Keywords: gypsum, rice variety, salinity, sodium