Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Ibu Hamil Anemia Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati; Nurul Hikmah Annisa
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.4 KB)

Abstract

Tingginya kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi mulai dari fase sebelum hamil yaitu kondisi wanita usia subur yang anemia, kurang energi kalori, obesitas, mempunyai penyakit penyerta seperti tuberculosis dan lain-lain. Pada saat hamil ibu juga mengalami berbagai penyulit seperti hipertensi, perdarahan, anemia, diabetes, infeksi, penyakit jantung dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada ibu hamil anemia di Puskemas Narmada Kabupaten Lombok Barat tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling, waktu penelitian pada bulan januari 2022, analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan prosentase. Hasil dari penelitian ini didapatkan pemnfaataan buku KIA berdasarkan kelompok umur tertinggi didapatkan pada umur< 20 tahun yaitu 83%, status pendidikan tertinggi didapatkan yaitu pada ibu hamil yang sekolah 88%, status gravida tertinggi didapatkan pada ibu hamil multigravida 95% dan berdasarkan status anemia yaitu tertingi pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil dengan anemia sedang yaitu 93%. Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar ibu anemia sudah memanfaatkan buku KIA sebagaimana mestinya akan tetap diperlukan peran dari petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan promosi kepada pasien untuk lebih memanfaatkan buku KIA.
Hubungan Pemanfaatan Lahan dan Konsumsi Protein Ikan Lele dengan Kejadian Stunting Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati; Anna Layla Salfarina
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1050

Abstract

Salah satu masalah gizi yang masih banyak terjadi pada balita adalah stunting, yaitu kondisi tinggi badan anak jauh lebih pendek dibanding tinggi badan anak sesuainya. Balita yang mengalami stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah. hubungan pemanfaatan lahan dan konsumsi protein ikan lele dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian analitik observasional, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada bulan November-Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak balita sebanyak 76 ibu balita, dengan teknik Simple random sampling 64 orang dari populasi. Alat untuk pengukuran data adalah kuesioner dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. pemanfaatan lahan baik sebanyak 42 orang (65,6%). Konsumsi protein ikan lele baik sebanyak 43 orang (67,2%). Responden tidak stunting sebanyak 46 orang (71,9%). Hasil analisis nilai p=0,000 Nilai OR sebesar 10,7 artinya ada hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kejadian stunting dengan yang memanfaatkan lahan dalam kategori kurang baik. Hasil analisis nilai p=0,000 dan nilai OR sebesar 33,3 yang berarti ada hubungan antara konsumsi protein ikan lele yang berarti bahwa responden yang konsumsi protein ikan lele dalam kategori kurang baik. Hasil Analisa didapatkan ada hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kejadian stunting dan ada hubungan antara konsumsi protein ikan lele dengan kejadian stunting di Desa Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat tahun 2023.
Penyuluhan Untuk Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Pada Pekerja Kerajinan Anyaman Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v3i4.745

Abstract

The need arises as a human effort to survive. In Indonesia, there is no epidemiological data regarding LBP. Sitting for a long time without rest can have an impact on the spinal structure due to the biomechanical processes that occur in the spine. Observations made on several pregnant women who worked as weavers in Batu Mekar Village found that they sat for a long time so that their basic needs were not met. This causes pain in the back. the emphasis is on information through education for someone with a chronic illness so that they have positive thoughts and suggestions about their health condition so that a person's quality of life is good and the expected results are also optimal. The parties involved in this activity were STIKES Yarsi Mataram (lecturers, students), village officials (village head, village secretary), cadres and the community. The method used in this activity is counseling and followed by discussion. Counseling is expected to increase the knowledge of pregnant women to meet the basic needs of pregnant women. Implementation of activities carried out in places that have been agreed with the target participants are pregnant women as many as 30 people. The counseling material provided includes material on meeting the basic needs of pregnant women. The discussion was carried out after the presentation of the material was completed. Participants asked about material that they had not understood about meeting the basic needs of pregnant women. Counseling has proven to be effective in increasing understanding of meeting the basic needs of pregnant women and efforts to prevent back pain, with an increase in score of as much as 30 (from 50 to 80).
Edukasi Peningkatan Pengetahuan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Pasangan Usia Subur di Dusun Pondok Buak, Kecamatan Lingsar Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.755 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1498

Abstract

Family planning is a national scale program to reduce the birth rate and control the population in a country. This method is very effective for both delaying, spacing or terminating pregnancy. Therefore, the government is trying to increase the use of long-term contraceptive methods (MKJP) but in fact there are more users of Non-MKJP contraception than the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP). The background of holding this "MKJP" counseling is that in fact there are still many people who do not fully understand what MKJP (Long Term Contraceptive Method) is. The purpose of this activity is to increase the knowledge and interest of participants regarding Long Term Contraception Methods. Of the 26 PUS attending the counseling, 15 people (58.00%) had less knowledge about MKJP and 11 people (42.00%) had good knowledge about MKJP. The material presented is the understanding, benefits, limitations, targets, time of use, advantages and side effects of each type of long-term contraceptive. The method used is a questionnaire. After the presentation of the material, there was a question and answer session where all participants were given the opportunity to ask questions related to the material and tell their experiences in using contraceptives. In addition to the question and answer session after the delivery of the material, a questionnaire was given. The results obtained after this activity were the participants' knowledge and understanding of the Long-Term Contraceptive Method. After being given counseling there was an increase, namely 24 people (92.3%) had good knowledge after being given counseling while 2 people (7.7) mothers had less knowledge after being given counseling. Therefore, with the extension of this family planning program as an effort to increase public knowledge and awareness about the importance of making the family planning program (KB) a success.Family planning is a national scale program to reduce the birth rate and control the population in a country. This method is very effective for delaying, spacing or terminating pregnancy. Therefore, the government is trying to increase the use of long-term contraceptive methods (MKJP) but in fact the use of Non-MKJP contraceptives is more than the use of long-term contraceptive methods (MKJP). The background of holding this "MKJP" counseling is that in fact there are still many people who do not fully understand what MKJP (Long Term Contraceptive Method) is. The purpose of this activity is to increase the knowledge and interest of participants regarding Long Term Contraception Methods. Of the 26 PUS who delivered counseling, 15 people (58.00%) had poor knowledge about MKJP and 11 people (42.00%) had good knowledge about MKJP. The material presented is the understanding, benefits, limitations, targets, time of use, advantages and side effects of each type of long-term contraceptive. The media used in this research is Power Point. The method used is a questionnaire with a checklist. After sending the material, there was a question and answer session where all participants were given the opportunity to ask questions related to the material and tell their experiences in using contraceptives. In addition to the question and answer session after the delivery of the material, a questionnaire was given. The results obtained after this activity were the participants' knowledge and understanding of the Long Term Contraception Method. After being given counseling, 24 people (92.3%) had good knowledge after being given counseling, 2 people (7.7) mothers had less knowledge after being given counseling. Therefore, with the extension of this family planning program as an effort to increase public knowledge and awareness about the importance of the success of the family planning program (KB).AbstrakKeluarga berencana adalah program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan penduduk di suatu Negara. Metode ini sangat efektif digunakan baik untuk menunda, menjarangkan ataupun menghentikan kehamilan. Oleh karena itu pemerintah berusaha untuk meningkatkan penggunaa metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tetapi faktanya pemakai kontrasepsi Non MKJP lebih banyak dibandingkan pemakain Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Latar belakang diadakannya penyuluhan “MKJP” ini adalah bahwa faktanya masih banyak orang yang belum mengetahui secara keseluruhan tentang apa itu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang). Tujuan dilakukan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan minat peserta mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Dari 26 PUS yang menghadari penyuluhan yang memiliki pengetahuan kurang tentang MKJP yaitu 15 orang (58,00%) dan yang mempunyai penegtahuan baik tentang MKJP yaitu 11 orang (42,00%). Materi yang disajikan yaitu pengertian, manfaat, keterbatasan, sasaran, waktu penggunaan, kelebihan dan efek samping tentang masing-masing jenis alat kontrasepsi jangka panjang. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Power Point. Metode yang digunakan yaitu kuesioner dengan ceklist. Setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi tanya jawab dimana semua peserta di berikan kesempatan untuk bertanya terkait materi dan menceritakan pengalamannya dalam penggunaan alat kontrasepsi. Selain sesi tanya jawab setelah penyampaian materi diberikan kuesioner. Hasil yang di dapatkan setelah kegiatan ini yaitu pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Setelah diberikan penyuluhan terdapat peningkatan yaitu 24 orang (92,3%) memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan penyuluhan sedangkan 2 orang (7,7) ibu memiliki pengetahuan kurang setelah diberikan penyuluhan. Oleh karena itu, dengan adanya penyuluhan program keluarga berencana ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk mensukseskan program keluarga berencana (KB).
Karakteristik Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Jarak Kehamilan dan Paritas Ibu di Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram Baiq Ricca Afrida; Nurul Hikmah Annisa; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.819 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1499

Abstract

Anemia in pregnancy is often caused by iron deficiency and is a type of anemia whose treatment is relatively easy and inexpensive. Anemia in pregnancy is a national problem because it reflects the value of the socio-economic welfare of the community, and has a very large influence on the quality of human resources. Based on the target data for pregnant women at the Dasan Public Health Center, within one year there were 1,056 pregnant women and 25 people who experienced anemia during pregnancy. This study aims to provide an overview of anemia in pregnant women related to the Gestational Distance, data processing using the frequency distribution on each variable. The result of the study was based on the total number of pregnant women in January – December 2021 as many as 1.056 there were 25 women (2,3%) experiencing anemia and 1031 women (97,63%) not having anemia. The description of anemic pregnant women related to. The description of anemic pregnant women that is related to the distance between pregnancy is 11 women (44%) experience high risk and 14 women (56%) not experiencing high risk in pregnancy with anemia, while anemia based on maternal parity, in low-risk parity (≥4) there are 6 patients (24%) while the high-risk parity (<4) is 19 patients (76%), from this study it can be concluded that there is an incidence of anemia according to the distance between pregnancy and maternal parity with more low risk are more when compare to the Gestational Distance and maternal parity high riskAbstrakAnemia pada kehamilan sering disebabkan  oleh karena kekurangan zat besi, dan merupakan jenis anemia yang pengobatannya relative midah dan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data sasaran ibu hamil dipuskesmas dasan dalam kurun waktu satu tahun terdapat  1.056 orang ibu hamil dan terdapat 25 orang yang mengalami anemia pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran anemia pada ibu hamil yang berkaitan dengan jarak kehamilan, pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi pada masing-  masing variable. Hasil penelitian ini terdapat total jumlah ibu hamil pada januari – desember 2021 sejumlah 1.056 terdapat 25 orang  (2,37%)  mengalami anemia dan 1031 orang (97,63%) tidak mengalami anemia. Gambaran ibu hamil anemia yang berkaitan dengan jarak kehamilan terdapat 11 orang (44%) mengalami resiko tinggi dan 14 orang (56 %) tidak mengalami resiko tinggi pada kehamilan dengan anemia sedangnkan anemia berdasarkan paritas ibu Pada paritas dengan resiko rendah (≥4) terdapat 6 orang penderita (24%) sedangkan paritas denga resiko tinggi (<4) terdapat 19 orang (76%) , dari penelitian ini dapat disimpulkan Terdapat kejadian anemia menurut jarak kehamilan dan paritas ibu  dengan resiko rendah lebih banyak bila dibandingkan dengan jarak kehamilan dan paritas ibu yang resiko tinggi
Penelitian Kepada Masyarakat Edukasi Keluarga Berencana Menuju Keluarga Berkualitas Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.591 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1818

Abstract

Contraception is one of the efforts to overcome population growth by preventing pregnancy. To be able to improve the quality of the population in a country, namely by establishing a family planning program so that it can regulate the number of births and space births. The family planning program is one of the programs or efforts to space pregnancies and efforts to measure the desired distance between children, to achieve this, contraceptives are needed. The factors that can influence a person in choosing contraceptives include husband's support, socioeconomic, education, lack of needed facilities, and others. The background of this study was to determine the relationship between age, level of education and parity with the use of contraceptives. Aims to increase the knowledge and interest of participants regarding the concept of family planning programs (KB). The data collection instrument was an in-depth interview guide. The population in this study were women of childbearing age with an age range of >20 years to >/40 years. The total sample of respondents is 20 WUS (Women of Childbearing Age) and have been married. From table 1, based on the age of the respondents, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents aged 20-29 years use more contraceptive devices by 8 respondents (40%), while in table 2 based on parity, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents use contraceptives with category 2 children as many as 8 respondents (40%), while in table 3 based on education level, it shows that from 20 respondents, the majority of respondents based on junior high school education level are 10 respondents (40%). AbstrakKontrasepsi adalah salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan penduduk dengan cara mencegah kehamilan selain itu alat kontasepsi bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara. Untuk dapat meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara yaitu dengan menetapkan program keluarga berencana sehingga dapat mengatur jumlah kelahirkan dan menjarangkan kelahiran. Program KB  merupakan salah satu program atau usaha untuk menjarangkan kehamilan dan usaha untuk mengukur jarak anak yang diinginkan, untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan alat kontrasepsi. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih alat kontrasepsi diantaranya adalah dukungan suami, sosial ekonomi, pendidikan, kurangnya sarana yang dibutuhkan, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, tingkat pendidikan dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan minat peserta mengenai konsep program keluarga berencana (KB). Instrumen pengumpulan data adalah pedoman wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur dengan rentang usia antara >20 tahun hingga >/40 tahun. Jumlah sampel responden yaitu 20 orang WUS (Wanita Usia Subur) dan telah menikah. Hasil dan kesimpulan dari tabel 1 berdasarkan usia responden diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berumur 20-29 Tahun lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi sebesar 8 responden (40%), sedangkan pada tabel 2 berdasarkan paritas diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden menggunakan alat kontrasepsi dengan kategori 2 anak yaitu sebanyak 8 responden (40%), sedankan pada tabel 3 berdasarkan tingkat pendidikan menunjukan dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berdasarkan tingkat pendidikan SLTP sebanyak 10 responden (40%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Nifas Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir di Puskemas Gerung Susilia Idyawati; Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.625 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1819

Abstract

Infant care is carried out for 1 year of infant age. Infant mortality is an important measure of national health because this variable is related to various factors, including maternal health, quality of access to medical services, socioeconomic conditions, and public health practices. Infant mortality (infant mortality) is the death of children aged less than one year. The infant mortality rate is defined as the number of deaths of children aged less than 1 year per 1,000 live births. At the end of the 20th century, the infant mortality rate was estimated at 7.0 deaths per 1,000 live births, which was significantly lower than in 1940, which was 47.0/1,000 live births. The design used in this research is analytically with a cross sectional study approach. The number of samples is 50 people. Sampling was done by Total Sampling Technique. This research was conducted at the Gerung Public Health Center by distributing research instruments (questionnaires) to every postpartum mother who came to visit to check herself during the postpartum period to the clinic. Data analysis with chi square. Of the 50 respondents, most of the respondents had good knowledge as many as 34 people (68%), and a small proportion of respondents had less knowledge as many as 16 people (32%). Respondents with good knowledge, most of them experienced mild anxiety as many as 20 people (40%), and a small portion experienced severe anxiety as many as 4 people (8%). Of the 16 respondents with less knowledge, most experienced severe anxiety as many as 7 people (14%) and a small portion experienced moderate anxiety as many as 4 people (8%) in the care of newborns. So it can be concluded that there is a significant relationship between the level of knowledge and the anxiety of postpartum mothers in caring for newborns (nilai=0.003<0.05). From the results of this study, it is known that postpartum mothers' anxiety in caring for newborns is mild, this is because postpartum mothers already understand how to properly care for their babies. Along with one's knowledge, one's knowledge affects one's anxiety in dealing with something.AbstrakPerawatan pada bayi dilakukan selama 1 tahun usia bayi. Kematian bayi merupakan ukuran penting kesehatan nasional karena variabel itu berkaitan dengan berbagai faktor antara lain kesehatan ibu, mutu akses ke layanan medis, kondisi sosioekonomi, dan praktik kesehatan masyarakat. Kematian bayi (mortalitas bayi) merupakan kematian anak usia kurang dari satu tahun. Angka kematian bayi didefenisikan sebagai jumlah kematian anak usia kurang dari 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup. Diakhir abad 20, angka kematian bayi diperkirakan mencapai 7,0 kematian per 1.000 kelahiran hidup yang secara bermakna lebih rendah dari tahun 1940 yakni mencapai 47,0 / 1.000 kelahiran hidup. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskemas Gerung dengan cara membagikan instrument penelitian (kuesioner) kepada setiap ibu-ibu nifas yang datang berkunjung untuk memeriksakan dirinya selama masa nifas ke klinik tersebut. Analisa data dengan chi square. Dari 50 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 34 orang (68%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 16 orang (32%). Responden dengan pengetahuan baik, sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 20 orang (40%), dan sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 4 orang (8%). Dari 16 responden dengan pengetahuan kurang, sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 7 orang (14%) dan sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 4 orang (8%) dalam perawatan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir (nilai ρ=0.003<0.05). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir ringan, hal ini dikarenakan ibu-ibu nifas sudah memahami cara perawatan yang baik untuk bayinya. Seiring dengan baiknya pengetahuan seseorang mempengaruhi kecemasan seseorang dalam menghadapi sesuatu hal.
Pendampingan pada Keluarga dengan Balita Gizi Kurang dan Stunting Susilia Idyawati; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.447

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that occurs during the growth and development of toddlers. The indicator of a toddler stating stunting is when the height per age or body length on the graph shows a curve of <-2 SD to <-3SD based on WHO standards. The purpose of this service is to increase the knowledge and attitudes of mothers of toddlers. The implementation method for this activity includes the preparation and evaluation stages. At the preparatory stage, socialization was carried out to mothers who have toddlers and then identified malnourished toddlers by weighing and measuring height, then asking permission for assistance and observing. At the implementation stage, anthropometric measurements will be carried out on 51 toddlers, from 51 toddlers 18 toddlers with malnutrition and stunting will be obtained, then assistance will be provided to families by providing Health Education obtained before mentoring mothers of toddlers who have sufficient knowledge and carried out after mentoring knowledge of mothers of toddlers good, the results of the measurement of nutritional status by weighing the toddler's weight showed an average weight increase of 0.8-1Kg.