Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MBIA

Analisis Kinerja Perusahaan Sebelum dan Setelah Melakukan Merger dan Akuisisi Try Wulandari
MBIA Vol 19 No 2 (2020): MBIA
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v19i2.967

Abstract

Mergers and acquisitions are an alternative that can be taken by companies that are experiencing bankruptcy or for companies that want to expand their companies. There are many examples of successful mergers and companies that are even bigger than before. This has made mergers and acquisitions a concern in recent years, both in Indonesia and abroad. This research was conducted to test whether mergers conducted by several companies in 2015 can change company performance for the better or not, bearing in mind that not all mergers end beautifully and as expected. From the ten companies sampled, normality tests and paired sample t-tests were conducted using SPSS 24 software. The results obtained are differences in company performance before and after conducting mergers and acquisitions. This shows from the significance value < 0.05 also the results of the comparison of the value of t-count and t-table where the value of t-count > t-table. These findings are also supported by the results of the pair correlation test which shows that there is a relationship between each of the company's performance variables before and after mergers and acquisitions. Abstrak Merger dan akuisisi dapat menjadi alternative bagi perusahaan untuk mencegah kebangkrutan atau untuk mengembangkan perusahaannya. Ada banyak contoh perusahaan yang melakukan merger dan berhasil menjadikan perusahaannya lebih besar dari sebelumnya. Hal ini mendorong merger dan akuisisi menjadi perhatian bagi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Penelitian bertujuan untuk menguji apakah merger yang dilakukan oleh sepuluh (10) perusahaan pada tahun 2015 merupakan keputusan yang tepat dan terbukti mampu meningkatkan nilai perusahaan. Bagaimanapun, ada beberapa perusahaan yang gagal dalam melakukan merger. Pengujian tes normalitas dan uji beda yang digunakan dalam penelitian ini diproses melalui perangkat lunak, SPSS 24. Hasil yang didapat adalah nilai signifikan < 0.05 dan nilai t-hitung > nilai t-tabel. Uji korelasi juga dilakukan untuk memperkuat hasil temuan yang menyimpulkan bahwa setelah melakukan merger dan akuisisi, performa perusahaan meningkat dan ada hubungan antar nilai perusahaan sebelum dan setelah melakukan merger. Maka, dapat disimpulkan bahwa melakukan merger dan akusisi merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Kata kunci: Merger, Akuisisi, Current Ratio, Return on Equity, Debt to Asset Ratio
Analisis Pengaruh Varian dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham Studi pada perusahaan IDX30 BEI Try Wulandari
MBIA Vol 20 No 3 (2021): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v20i3.1512

Abstract

Abstract This study aims to analyze the effect of stock variants and Bank Indonesia interest rates on stock returns. The method used is multiple linear regression with 30 companies listed on the IDX30 index in the period January-December 2020. The sampling technique used purposive sampling. The results showed that stock variants had a significant positive effect on stock returns, while the Bank Indonesia interest rate had a negative effect on stock returns. The results of this study are supported by the results of multiple linear regression tests by comparing the t statistical value. This research is expected to be taken into consideration by investors in making investment decisions and become additional literature in the field of market risk analysis on stock returns Keywords: Interest rate, return stocks, variant stocks Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varian saham dan suku bunga Bank Indonesia terhadap return saham. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan 30 perusahaan yang terdaftar pada indeks IDX30 pada periode Januari-Desember tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian saham berpengaruh positif signifikan terhadap return saham sedangkan tingkat suku bunga Bank Indonesia berpengaruh negatif terhadap return saham. hasil penelitian ini didukung oleh hasil uji regresi linear berganda dengan membandingkan nilai t statistik. penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan investor dalam membuat keputusan investasi dan menjadi literatur tambahan dalam bidang analisis risiko pasar terhadap return saham. Kata kunci: return saham, suku bunga, varian saham
Apakah Investor Milenial Penyebab Terbentuknya Teknikal Anomali di Pasar Modal Indonesia? Shafiera Lazuarni; William Wendy Ary; Try Wulandari; Emilda Emilda
MBIA Vol 21 No 2 (2022): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v21i2.1747

Abstract

This study aims to examine the role of millennial investors' simplification behavior (heuristic) on the formation of technical anomalies in the capital market and the role of these anomalies on investment performance. The method of the data analysis used the SEM (Structural Equation Modeling) method with the WarpPLS analysis tool. The Variance Accounted For (VAF) method was added in this study as an additional test to explore whether technical anomalies can mediate the effect of heuristics on investment performance. The results proved that the heuristic behavior (availability, representativeness, and hindsight) of millennial investors is one of the factors causing technical anomalies in the capital market, except for the availability heuristic. The limitations of this study were the first measurement items/items used were minimal, amounting to two to four items for each construct. Second, this study could not detail how millennial investors behaved when selling or buying shares. This study is essential as investors can understand their investment behavior and they can make better decisions. Further, providing information regarding the behavior of millennial investors to the government because the millennial generation is an essential key in encouraging them to be at the forefront of the Indonesian economy. The implication is that the government can develop strategies and policies to increase the involvement of the millennial generation in investing in the capital market. Keywords: Investor Behavior, Millennial Investors, Anomalies, Heuristics, Capital Market Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji peran perilaku penyederhanaan (heuristik) investor milenial terhadap terbentuknya teknikal anomali di pasar modal dan peran anomali tersebut terhadap kinerja investasi. Metode analisis data menggunakan metode SEM (Structural Equation Modeling) dengan alat analisis WarpPLS. Metode Variance Accounted For (VAF) juga ditambahkan dalam penelitian ini sebagai ujian tambahan untuk mengeksplorasi apakah teknikal anomali mampu memediasi pengaruh antara heuristik terhadap kinerja investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku heuristik (availability, representativeness, dan hindsight) investor milenial terbukti menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya teknikal anomali di pasar modal, kecuali availability heuristik. Keterbatasan penelitian ini pertama item pengukuran/item yang digunakan sangat terbatas berjumlah dua hingga empat item untuk masing-masing konstruk. Kedua, penelitian ini tidak mampu menangkap secara detail bagaimana perilaku investor milenial secara terpisah saat menjual atau membeli saham. Penelitian ini penting dilakukan agar investor dapat memahami perilaku investasi mereka sehingga mampu mengambil keputusan lebih baik. Kedua, memberikan informasi terkait perilaku investor milenial ke pemerintahan karena generasi milenial menjadi kunci penting dalam mendorong mereka menjadi garda terdepan dalam perekonomian Indonesia. Implikasinya pemerintah dapat menyusun strategi dan kebijakan dalam peningkatan keterlibatan generasi milenial dalam berinvestasi di pasar modal. Kata Kunci: Perilaku Investor, Investor Milenial, Anomali, Heuristik, Pasar Modal