Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN NELAYAN PESISIR MELALUI INOVASI SERBUK TULANG SOTONG SEBAGAI MATERIAL PRODUK KESEHATAN Irmatika Hendriyani; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Abdul Rahman Wahid; Yuli Fitriana; Ageng Ary Widodo; Suratih Syahrir; Wilma Armelda Putri; Ilmiah Ramadhani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39882

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Limbah tulang sotong dari aktivitas kuliner dan perikanan pesisir belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi sebagai sumber mineral dan bahan baku produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah tulang sotong menjadi serbuk kalsium-magnesium sederhana sekaligus memperkuat peluang usaha berbasis ekonomi biru. Mitra sasaran adalah kelompok nelayan dan masyarakat pesisir Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, dengan peserta evaluasi sebanyak 14 orang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi, persiapan alat dan bahan, sosialisasi, edukasi kesehatan mineral, pelatihan langsung, penyusunan SOP produksi sederhana, serta pendampingan pengemasan dan pemasaran. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan observasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 52,86 meningkat menjadi 86,79 pada posttest, sehingga terjadi peningkatan 33,93 poin atau sekitar 64,19%. Peserta juga mampu menjelaskan tahapan pencucian, pengeringan, penghalusan, pengayakan, dan pengemasan. Program ini menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mengintegrasikan riset tulang sotong, edukasi kesehatan, keterampilan produksi, dan diversifikasi ekonomi lokal secara berkelanjutan.Kata kunci: Tulang Sotong; Pemberdayaan Masyarakat; Nelayan Pesisir; Ekonomi Biru; Kalsium-Magnesium. ABSTRACTCuttlebone waste generated from coastal culinary and fisheries activities remains underutilized, although it has potential as a mineral source and value-added raw material. This community service program aimed to improve partners' knowledge and practical skills in processing cuttlebone into simple calcium-magnesium powder while strengthening blue-economy-based business opportunities. The target partners were coastal fishers and community members in Bintaro Urban Village, Ampenan Subdistrict, with 14 participants completing the evaluation. The implementation method included coordination, preparation of tools and materials, socialization, mineral-health education, hands-on processing training, preparation of a simple production SOP, and assistance with packaging and marketing. Evaluation was conducted using pretest, posttest, and practice observation. The results showed that the average pretest score increased from 52.86 to 86.79 in the posttest, indicating a gain of 33.93 points or approximately 64.19%. Participants were also able to explain the stages of washing, drying, grinding, sieving, and packaging. This program offers a coastal community empowerment model that integrates cuttlebone-based research, health education, production skills, and sustainable local economic diversification.Keywords: Cuttlebone; Community Empowerment; Coastal Fishers; Blue Economy; Calcium-Magnesium.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah Nurul Aulia Hidayati; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Yuli Fitriana; Aprilian Syaifullah Wisnu Nugroho; Taufan Hari Sugara
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37261

Abstract

Obat tradisional merupakan ramuan berbahan alam yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan obat tradisional masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Wage Desa Batujai Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (58%), cukup (41%), dan kurang (1%). Sikap responden didominasi kategori negatif (55%). Hasil uji Rank Spearmank didapatkan nilai p value < 0,1 (0,000) dan kekuatan korelasi sebesar R = -0,378.  Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan korelasi cukup, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan responden, maka sikap terhadap penggunaan obat tradisional cenderung semakin kritis. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional yang rasional, aman, dan berbasis informasi yang tepat.
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Fraksi Aseton, Etil Asetat, Dan Air Pada Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes) Irmatika Hendriyani; Safwan Safwan; Dzun Hariadi Ittiqo; Yuli Fitriana; Abdul Rahman Wahid
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.14591

Abstract

Tanaman apu apu (Pistia stratiotes L) biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, batuk rejan, flu, radang, serta penyakit kulit seperti bisul dan eksim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan perbandingan aktitivitas fraksi air, etil asetat dan n-heksan tanaman apu-apu terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Eschericia coli dan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan pada uji aktivitas antibakteri dan antijamur dengan tiga kali pengulangan menggunakan metode cakram kertas. Hasil penelitian menunjukan pada bakteri Propionibacterium acnes dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dengan masing-masing diameter pada daun 7.9±0.95 mm, 3.1±0.36 mm pada batang, dan pada akar 7.2±0.49 mm. Pada bakteri Eschericia coli dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi n-heksan dengan diameter zona hambat 7.3±0.49 mm. Pada jamur Candida albicams dari ketiga fraksi yang memiliki diameter zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi etil asetat dengan besar diameter 2.2±0.88 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah pada ketiga fraksi tanaman apu-apu memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang berbeda-beda terhadap bakteri Propionibacterium acne, Escherichia coli dan jamur Candida albicans, dengan diameter zona hambat terbesar terdapat pada bakteri Propionibacterium acne sebagai gram positif.
Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe (ferrum) di Puskesmas Gunung Sari Baiq Nurbaety; Baiq Rizki Hardiani; Baiq Leny Nopitasari; Nur Furqani; Yuli Fitriana; Taufan Hari Sugara
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.21304

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Penatalaksanaan anemia pada ibu hamil di Indonesia masih terfokus pada pemberian tablet tambah darah. Berdasarkan survei data pendahuluan di Puskesmas Gunung Sari, menunjukkan bahwa anemia ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari pada tahun 2021 yaitu sebanyak 61 pasien, kemudian terjadi peningkatan pada tahun 2022  yaitu dengan jumlah kasus anemia sebayak 71 pasien.Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di puskesmas Gunung Sari. Metode: Deskriptif Observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan selama periode  5 April-5 Mei 2023 yang  melibatkan 38 ibu hamil sebagai responden yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gunung Sari menggunakan Kuesioner MMAS-8.Hasil: Didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiki kepatuhan tinggi sebanyak 4 orang (10%), kepatuhan menengah 11 orang (29%) dan kepatuhan rendah 23 orang (61%). Berdasarkan skor rata-rata jawaban kuesioner terhadap tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe di Puskesmas Gunung Sari adalah 3,71 yaitu termasuk  dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di Puskesmas Gunung Sari yaitu termasuk kategori kepatuhan rendah  sebanyak 23 orang (61%).