Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN CARA PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI DESA BANTARJAYA KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2021 Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6408

Abstract

ABSTRAKData Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami Bendungan ASI sebanyak 35.985 atau (15,60 %) ibu nifas (Meihartati, 2017). Hasil studi pendahuluan di Desa Bantarjaya tahun 2021 dengan wawancara dari 10 ibu menyusui, 7 ibu menyusui yang mengalami bendungan ASI dan penyebabnya pada saat hamil dan nifas tidak melakukan perawatan payudara. Perawatan payudara seharusnya dilakukan saat kehamila secara teratur agar produksi ASI saat menyusui cukup. Tujuan kegiatan ini adalah agar ibu hamil bisa melakukan perawatan payudara secara rutin untuk persiapan ibu saat menyusui karena pentingnya ASI maka dilakukan Pelatihan Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2021.Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat 21 Mei 2021, bertempat di Balai Desa Bantar Jaya Kecamatan Pebayuran. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil trimester III yang bertempat tinggal di Desa Bantar Jaya sebanyak 43 orang. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini ada berupa pelatihan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2021. Alat yang digunakan berupa alat peraga (phantom), video cara perawatan payudara, leafleat dan poster yang terkait materi yang akan disampaikan dalam pelatihan tersebut.Hasil nilai pretest dan posttest dari 43 responden memiliki pengetahuan sedang tentang cara perawatan payudara yaitu nilai rata-rata sebesar 75,96%, setelah penyuluhan nilai rata-rata menjadi 90,4% (Pengetahuan Baik). Berdasarkan nilai pretes dan posttest tersebut ada peningkatan pengetahuan dari responden (14,34%). Hasil nilai praktik menunjukkan sebelun dilakukan pelatihan, dari 43 responden memiliki keterampilan yang cukup dalam melakukan perawatan payudara (nilai rata-rata 75,2%), setelah evaluasi nilai rata-rata menjadi 97,7% (Keterampilan Baik). Ada peningkatan keterampilan dari responden setelah evaluasi (22,5%).Kegiatan pelatihan payudara pada ibu hamil trimester III untuk mempersiapkan ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif pada masa nifas. Dalam kegiatan ini masih kurangnya pengetahuan dan kemampuan ibu hamil melakukan perawatan payudara. Dengan diadakannya pelatihan cara perawatan payudara bagi ibu hamil trimester III, dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam melakukan cara perawatan payudara. Kata Kunci : pelatihan; cara perawatan payudara; ibu hamil trimester III ABSTRACTAccording to the demography survey and Indonesian health in 2015, it stated that there were 35.985 or (15,60%) of the postpartum mothers encountered the dam breast milk (Meihartati, 2017). The preliminary study result in Bantar Jaya village, 2021 said that there were 7out 10 of Breast feeding mothers by interview had the dam breast milk. It was all because when they were pregnant and after the postpartum, they did not do the breast care treatment. In fact, the breast care treatment should be done regularly during the pregnancy in order to produce the enough breast milk. This activity aimed to encourage and support the pregnant women to do the breast care treatment regularly during the pregnancy. It was because breast milk was the important thing after the birth, so it required the training of breast care treatment to the third trimester of pregnant women in Bantar Jaya village Pabayuran district Bekasi regency 2021.The activity was conducted on Friday, 21st 2021 in village hall of Bantar Jaya, Pabayuran District. The target activity was 43 of third trimester of pregnant women who lived in Bantar Jaya Village. the method activity of this dedication applied the breast care training to the third trimester of pregnant women in Bantar Jaya Village, Pabayuran district, Bekasi Regency in 2021. The activity instruments were phantom, breast care treatment video, leaflet and poster which were filled by the training materials.The pretest and posttest result score stated that there 43 respondents which had the moderate knowledge of breast care, and it was 75, 96%. After the counseling, the 43 respondents’ knowledge increased to 90,4% (good knowledge). Based on the pretest and posttest, there was some enhancement of respondents’ knowledge to 14, 34%. The practical score showed that before having the counseling, the respondents only got the enough skill to do the breast care (the average score was 75,2%). However, after evaluating, the 43 respondents’ knowledge increased to 97, 7% (good skill). Furthermore, there was some skill enhancement of 43 respondents after having the evaluation (22, 5%).The breast care training activity to third trimester of pregnant women aimed to those pregnant women to get well prepared during pregnancy to do the exclusive breast feeding after the birth. In this activity, previously, they were still lack of breast care knowledge. By having this activity, there was enhancement of knowledge and capability of pregnant women in doing the breast care treatmentKeywords: counseling; breast care treatment; third trimester of pregnant women
SOSIALISASI PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI / MP-ASI (CUPCAKE SABU / SAYUR DAN BUAH) BAGI IBU YANG MEMILIKI BALITA GUNA MENCEGAH STUNTING DI DESA BANTAR JAYA KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9346

Abstract

ABSTRAKRiskesdas    tahun    2018    dimana ditemukan hanya     37,3%.     Bayi yang  memperoleh ASI  eksklusif.  Kebutuhan  gizi bayi terpenuhi sebanyak 60% dari  pemberian  ASI dan 40% nya dari makanan pendamping  ASI  (MP-ASI). Jika  pemberian Asi dan MP-ASI tidak tepat maka anak dapat mengalami masalah nutrisi. Tahun 2020 terdapat 4,4 % balita dengan status gizi pendek. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, persentase ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yaitu 3,5 %. Masalah kesehatan masyarakat sudah dianggap serius bila persentase pendek >20,0%. Dengan demikian Kabupaten Bekasi masih dalam batas aman masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan data bulan penimbangan balita Bulan Agustus, tidak ada puskesmas yang persentase stuntingnya lebih dari 20%. Tujuan dilakukanya pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar para ibu yang memiliki BALITA bisa meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi anak dan stunting serta bisa memberdayakan para ibu untuk bisa membuat sendiri makanan yang bergizi dan sehat, yang tentunya dengan menu yang disukai oleh anak. Sasaran  kegiatan  ini adalah  ibu  Pasangan Usia Subur yang  bertempat tinggal di Desa Bantar Jaya sebanyak 53 orang. Metode    kegiatan    yang    digunakan    dalam pengabdian  ini  adalah  berupa  Sosialisasi Pembuatan Makanan Pendamping ASI (Cupcake Sabu / Sayur dan Buah) Bagi Ibu Yang Memiliki Balita Guma Mencegah Stunting di   Desa   Bantarjaya  Kecamatan   Pebayuran Kabupaten   Bekasi   tahun   2022.   Alat   yang digunakan berupa LCD/Laptop, video,  leafleat, poster, dan kuesioner sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Hasilnya, dari 53 responden memiliki pengetahuan kurang tentang pembuatan MPASI (Cupcake Sabu) dan Stunting yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 57,36 %, setelah  dilakukan   penyuluhan dari 53 responden mengalami   perubahan  nilai rata-rata yaitu sebesar  79,62% (Pengetahuan Baik).  Berdasarkan   hasil dari   pretes  dan   posttest tersebut  ada  peningkatan  pengetahuan  dari  responden, yaitu sebesar 22,27 %. Kegiatan ini perlu diadakannya kegiatan lanjutan seperti diskusi mengenai kesehatan dan gizi secara intensif serta diadakannya praktik pengolahan bahan pangan lokal lainnya demi pemenuhan gizi seimbang guna mencegah kejadian stunting pada BALITA. Kata Kunci : pemberian MP-ASI; stunting; BALITA ABSTRACTRiskesdas in 2018 where it was found was only 37.3%. Babies who acquire exclusively breast milk. The nutritional needs of babies are met as much as 60% of breastfeeding and 40% of them from complementary foods (complementary foods). If breastfeeding and complementary food are not appropriate, the child may experience nutritional problems. In 2020 there were 4.4% of toddlers with short nutritional status. When compared to 2019, this percentage has increased from 2019, which was 3.5%. Public health problems are already considered serious when a short percentage >20.0%. Thus, Bekasi Regency is still within safe limits of public health problems. Based on data from the august toddler weighing month, there is no health center with a stunting percentage of more than 20%. The purpose of this community service is so that mothers who have toddlers can increase mothers' knowledge about children's nutritional needs and stunting and can empower mothers to be able to make their own nutritious and healthy food, which of course is with a menu that is liked by children. The target of this activity is 53 mothers of Couples of Childbearing Age who live in Bantar Jaya Village. The activity method used in this service is in the form of Socialization of Making Complementary Foods for Breast Milk (Cupcake Sabu / Vegetable and Fruit) for Mothers Who Have Guma Toddlers to Prevent Stunting in Bantarjaya Village, Pebayuran District, Bekasi Regency in 2022. The tools used are IN the form of LCD / Laptop, video, leafleat, poster, and questionnaire in accordance with the material to be delivered. As a result, of the 53 respondents who had insufficient knowledge about making complementary food (Cupcake Sabu) and Stunting, namely with an average value of 57.36%, after counseling was carried out from 53 respondents experienced a change in the average value of 79.62% (Good Knowledge). Based on the results of the pretest and posttest, there was an increase in knowledge from respondents, which was 22.27%. This activity needs to be held further activities such as intensive discussions on health and nutrition as well as the holding of other local food processing practices in order to fulfill balanced nutrition to prevent stunting events in toddlers. Keywords : complementay feeding; stunting; toddler
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PIJAT BAYI PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA BANTARJAYA KABUPATEN BEKASI Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12716

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan Tahun 2014 pada jurnal Pediatrics tercatat sekitar 33% bayi mengalami masalah tidur. Penelitian di Melbourne Australia didapatkan hasil 32% ibu, terdapat kejadian berulang masalah tidur pada bayi mereka. Berdasarkan survey awal Januari, wawancara 4 orang ibu dg bayi 0-6 bulan tidak mengetahui manfaat dan cara pijat bayi. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan pendampingan pijat bayi”. Kegiatan tahap I dan II pada hari Jumat, 07 Oktober dan 04 November 2022, Evaluasi tahap I dan II pada hari  sabtu 15 Oktober dan 12 November 2022, di Balai Desa Bantarjaya. Sasaran adalah ibu memiliki Bayi Usia 0-6 di Desa Bantarjaya 40 orang. Metode kegiatan pelatihan dan pendampingan ibu pijat bayi. Media phantom, video pijat bayi, leaflet dan poster. Hasil nilai pretest dan posttest dari 40 responden sebelum dilakukan penyuluhan (Pretest) memiliki pengetahuan kurang tentang pijat bayi sebesar 58,34%, setelah penyuluhan (Posttest), pengetahuan ibu menjadi 83,50% (Pengetahuan Baik). Berdasarkan nilai pretes dan posttest terdapat peningkatan pengetahuan dari responden (25,16%). Hasil sebelum dilakukan pelatihan (Pretest) pijat bayi, keterampilan dari 40 responden sebesar 57,85%, setelah dilakukan pelatihan (Posttest) keterampilan menjadi 86,25% (Keterampilan Baik). Ada peningkatan keterampilan (28,39%). Kegiatan Penerapan Pijat Bayi Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 0-6 Bulan untuk tumbuh kembang yang optimal. Kata Kunci : pijat bayi; kualitas tidur bayi ABSTRACTBased on 2014 in the journal Pediatrics, it was noted that around 33% of babies experienced sleep problems. Research in Melbourne Australia found that 32% of mothers had recurrent incidences of sleep problems in their babies. Based on an early January survey, interviews of 4 mothers with babies 0-6 months did not know the benefits and methods of baby massage. Based on this description, the author is interested in doing baby massage assistance". Phase I and II activities on Friday, October 07 and November 04, 2022, Evaluation phase I and II on Saturday, October 15 and November 12, 2022, at the Bantarjaya Village Hall. The target is for mothers to have babies aged 0-6 in Bantarjaya Village with 40 people. Method of training activities and mentoring of baby massage mothers. Phantom media, baby massage videos, leaflets and posters. The results of pretest and posttest scores from 40 respondents before counseling (Pretest) had less knowledge about baby massage by 58.34%, after counseling (Posttest), maternal knowledge became 83.50% (Good Knowledge). Based on pretest and posttest scores, there was an increase in knowledge from respondents (25.16%). Results before the baby massage training (Pretest), the skills of 40 respondents were 57.85%, after training (Posttest) skills to 86.25% (Good Skills). There was an increase in skills (28.39%). Activities for Applying Baby Massage to Mothers Who Have Babies Aged 0-6 Months for optimal growth and development Keywords : baby massage; baby sleep quality
THE INFLUENCE OF BABY SPA ON SLEEP QUALITY IN BANTARJAYA VILLAGE, PEBAYURAN DISTRICT, BEKASI REGENCY IN 2023 Ika Kania Fatdo Wardani
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1390

Abstract

Baby spa is one fun way to relieve tension and feelings of restlessness, especially in babies. The initial survey was conducted by researchers in Bantarjaya Village in October through interviews with 3 mothers who stated that they did not know the benefits of baby spa, babies had not been done baby spa, and experienced sleep disorders. The goal is to determine the effect of baby spa on sleep quality. The research method uses quantitative methods (Quasi-Experiment), Wilcoxon's statistical test. The population is all mothers who have babies aged 3-6 months in Bantarjaya Village as many as 47 people. The sample was mothers who had babies aged 3-6 months in Bantarjaya Village using total sampling techniques, as many as 47 people. Data collection by questionnaire. Data analysis is a univariate, bivariate analysis. The results showed that from 47 babies, after a baby spa the babies experienced an increase in sleep quality (sound) by 29.8%. The results of statistical tests are known to Asymp. Sig is 0.000 (P < 0.05), so it can be concluded that there is a difference or influence of baby spa with sleep quality in infants aged 3-6 months.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN BABY SPA GUNA MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI DESA BANTARJAYA KABUPATEN BEKASI Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16937

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan Tahun 2014 pada jurnal Pediatrics tercatat sekitar 33% bayi mengalami masalah tidur. Penelitian di Melbourne Australia didapatkan hasil 32% ibu, terdapat kejadian berulang masalah tidur pada bayi mereka. Berdasarkan survey awal Januari, wawancara 3 orang ibu yang mempunyai bayi 3-6 bulan tidak mengetahui manfaat baby spa. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan “Pendampingan pada ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan dalam pelaksanaan baby spa di Desa Bantarjaya Kabupaten Bekasi”. Kegiatan tahap I dan II pada hari Jumat dan Sabtu, 02 dan 03 Juni 2023, Evaluasi tahap I dan II pada hari  Jumat dan sabtu 09 dan 10 Juni 2023, di Balai Desa Bantarjaya. Sasaran adalah ibu memiliki Bayi Usia 3-6 di Desa Bantarjaya 47 orang. Metode kegiatan pendampingan ibu melakukan baby spa. Media phantom, video baby spa, leaflet dan poster. Hasil nilai pretest dan posttest dari 47 responden, nilai Pretest memiliki pengetahuan kurang tentang baby spa sebesar 59,02%, nilai Posttest pengetahuan menjadi 83,55% (Pengetahuan Baik). Berdasarkan nilai pretes dan posttest terdapat peningkatan pengetahuan dari responden (25,16%). Hasil sebelum dilakukan pendampingan (Pretest) baby spa, keterampilan dari 47 responden sebesar 57,60%, setelah dilakukan pendampingan (Posttest) keterampilan menjadi 85,86% (Keterampilan Baik). Ada peningkatan keterampilan (28,26%). Kegiatan pendampingan baby spa pada ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi. Kata Kunci : baby spa; kualitas tidur bayi  ABSTRACTBased on 2014 in the journal Pediatrics, it was recorded that around 33% of babies experience sleep problems. Research in Melbourne, Australia found that 32% of mothers have repeated occurrences of sleep problems in their babies. Based on a survey in early January, interviews with 3 mothers who had babies 3-6 months did not know the benefits of baby spas. Based on this description, the author is interested in conducting "Assistance to mothers who have babies aged 3-6 months in the implementation of baby spa in Bantarjaya Village, Bekasi Regency". Phase I and II activities on Friday and Saturday, June 02 and 03, 2023, Phase I and II evaluation on Friday and Saturday June 9 and 10, 2023, at Bantarjaya Village Hall. The target is mothers who have babies aged 3-6 in Bantarjaya Village 47 people. The method of accompaniment activities for mothers is to do baby spa. Phantom media, baby spa videos, leaflets and posters. The results of pretest and posttest scores from 47 respondents, Pretest scores have less knowledge about baby spa by 59.02%, Posttest knowledge scores become 83.55% (Good Knowledge). Based on pretest and posttest scores, there was an increase in knowledge from respondents (25.16%). The results before the baby spa Pretest, the skills of 47 respondents were 57.60%, after the skills were carried out (Posttest) skills became 85.86% (Good Skills). There was an increase in skills (28.26%). Baby spa mentoring activities for mothers who have babies aged 3-6 months to improve the quality of baby's sleep. Keywords : baby spa; baby sleep quality
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025 Syifa Fauziah; Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.269

Abstract

Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Cesaria yang memenuhin syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyei pasien post SC di raung Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC
Hubungan Antara Faktor-Faktor Klinis Dan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb, 2024 Ai Hanifah Nurlatifah; Rosi Kurnia Sugiharti; Yulianti; Ika Kania Fatdo Wardani; Ismah Khaerunisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.315

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah robekan jalan lahir yang terjadi saat persalinan, baik dengan bantuan alat maupun tidak. Menurut WHO, ada sekitar 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin, dan jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu bersalin periode Januari–Desember 2024 sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara paritas (p=0,003), jarak kehamilan (p=0,004), dan berat badan bayi lahir (p=0,031) dengan kejadian ruptur perineum. Untuk faktor umur ibu (p=0,063), hasil menunjukkan ada kecenderungan hubungan, meski tidak signifikan. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum adalah paritas, jarak kehamilan, dan berat badan bayi lahir. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang lebih baik guna mengurangi risiko ruptur perineum.
Efektivitas Kombinasi Breast Care Dan Pijat Oksitosin Dalam Peningkatan Produksi ASI Di Klinik Zhafira Zarifa Enok Ulfah Shintia; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.318

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun tidak sedikit ibu postpartum yang menghadapi kendala berupa rendahnya produksi ASI. Upaya nonfarmakologis seperti pijat breast care dan pijat oksitosin diketahui mampu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest pada 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri atas kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah sedang, sedangkan kelompok intervensi berada pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya mengalami sedikit peningkatan (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kedua kelompok, yaitu kontrol (p=0,006) dan intervensi (p<0,001), sedangkan uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Penggunaan Media Sosial Dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental Remaja Putri MTSN 3 Karawang Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah; Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.327

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan, produktif, serta berperan dalam lingkungan sosial. Remaja putri rentan mengalami gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk paparan cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi- square, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan 43 responden (50,6%) termasuk kategori penggunaan media sosial berisiko, sementara 77 responden (90,6%) mengalami risiko gangguan kesehatan mental. Uji chi-square menghasilkan p = 0,023 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Nilai OR = 8,400 (95% CI: 1,02–69,0) menunjukkan bahwa remaja dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang delapan kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah sehingga hasil belum dapat digeneralisasi lebih luas, namun temuan ini dapat menjadi dasar intervensi keluarga dan sekolah dalam pendampingan penggunaan media sosial yang sehat. Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025.
Efektivitas Edukasi Media Dengan Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini Di SMPN 3 Cibarusah Kabupaten Bekasi Devi Triana; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Retno Anggraeni Puspita Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.350

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang melibatkan remaja berusia 13–18 tahun yang belum matang secara fisik maupun mental, dan di beberapa budaya Indonesia masih dianggap lumrah. Tingginya angka pernikahan dini di Kecamatan Cibarusah menjadi perhatian karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 3 Cibarusah. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 359 siswa, dengan 189 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan memakai kuesioner. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat setelah edukasi, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, media booklet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dan dapat dimanfaatkan sebagai metode edukasi untuk pencegahan.